NovelToon NovelToon
Ketulusan Dalam Cinta

Ketulusan Dalam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Menyembunyikan Identitas / Pernikahan Kilat
Popularitas:300
Nilai: 5
Nama Author: Ray firmansyah

di saat seorang pemuda mengira sudah menemukan cinta yang tulus ternyata dia salah malah kembali di khianati...

Akankan dia menemukan cinta tulus itu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ray firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22

Setelah selesai dengan menyimpan semua barang belanjaan di dapur Ardan pun mengajak Asyifa untuk langsung masuk ke Kamar yang dulu di tempatinya untuk langsung mandi, Asyifa pun hanya bisa menuruti keinginan dari Suaminya itu padahal ingin membantu memasak di dapur, tapi ada dayanya kalau sang Suami yang mengajak Asyifa tidak bisa apa-apa apalagi ingin membantah.

Setelah selesai dengan mandinya Asyifa bersama Ardan pun langsung melaksanakan Sholat Maghrib berjamaah berdua di dalam Kamar sampai Sholat Isya keduanya tidak keluar dari Kamar, karena Ardan meminta pada Istrinya untuk bertadarus sebentar sebelum keluar dari Kamar untuk makan malam bersama Keluarganya, Asyifa pun menuruti Suaminya untuk bertadarus.

Tanpa di ketahui oleh keduanya di depan pintu Kamarnya ada Bi Imah yang berniat mengetuk pintu untuk mengajak makan malam bersama, tapi Bi Imah urungkan untuk mengetuk pintu karena mendengar suara dari Nona Mudanya yang begitu sangat merdu.

Akhirnya Bi Imah pun memutuskan untuk meninggalkan Kamar tersebut, karena tidak mau mengganggu Nona Mudanya yang sedang bertadarus terganggu.

"Eh Asyifa nya mana Bi Imah?" tanya Mama Shinta.

"Bu!! Nona Muda sedang bertadarus, jadi Bibi mengurungkan untuk mengetuk pintu takut mengganggu." jawab Bi Imah.

"Subhanallah!! ya udah biarkan saja dulu, eh mau kemana kamu tuh Dek?" ucap Mama Shinta seraya bertanya ketika melihat Alena ingin pergi.

"Mau mendengar suara Teteh secara langsung Ma." sahut Alena.

Alena pun langsung berlari melewati tangga ke lantai dua, ya karena keberadaan Kamar Ardan di lantai dua.

"Eh tunggu Dek!!! Mama ingin ikut..." teriak Mama Shinta terpotong.

"Ngapain sih pake ingin ikut segala, udah Mama di sini saja." potong Papa Samuel.

"Ish Papa mah!! Mama kan penasaran dengan suara si Teteh." kesal Mama Shinta.

"Sudah tunggu saja di sini, lebih baik bikinin Papa kopi." titah Papa Samuel.

"Haish baik Tuan." kesal Mama Shinta.

Meskipun Mama Shinta kesel dengan Suaminya itu karena tidak bisa mendengar suara Menantunya, tapi tetap pergi ke dapur untuk membuatkan kopi untuk Suaminya, sedangkan Papa Samuel hanya tersenyum saat melihat Istrinya yang sedang kesal itu.

Sedangkan Alena kini sudah berada di depan pintu Kamar Kakaknya, lagi asyik mendengarkan suara Teteh nya yang sedang bertadarusan di dalam Kamar tersebut.

"Sungguh merdu sekali suara Teh Asyifa." kagum Alena.

Ceklek

"Eh Dek! sedang ngapain kamu berada di depan Kamar?" tanya Ardan.

"Hmm Kakak dan Teteh di panggil Mama, karena Mama mengajak makan malam bersama." jawab Alena.

"Oh ya udah nanti sebentar lagi Kakak kesana bersama Teteh kamu." ucap Ardan.

Alena pun kembali ke tempat meja makan tak lama Ardan dan Asyifa pun turun dari tangga melangkah menuju ke arah meja makan, karena semuanya sudah menunggu.

"Maaf yah Ma Pa Dek jadi nungguin Syifa seperti ini, harusnya duluan saja makan malamnya." ucap Asyifa yang tidak enak hati.

"Tidak apa-apa kok Teh santai saja, ya udah yuk kita langsung makan malamnya." sahut Mama Shinta seraya mengajak.

Asyifa pun mengambilkan makanan untuk Suaminya terlebih dahulu begitupun Mama Shinta untuk Papa Samuel, sedangkan Alena mengambil sendiri makanannya padahal tadinya Asyifa ingin mengambilkannya tapi Alena menolaknya.

Setelah selesai dengan makan malam bersamanya kini berkumpul di ruang tengah untuk berbincang-bincang santai, karena bertujuan untuk mengenal satu sama lainnya terutama Asyifa.

Tanpa terasa waktu pun menunjukan sudah jam sembilan malam, mereka pun langsung masuk ke Kamar masing-masing untuk langsung beristirahat.

Di Dalam Kamar Ardan

Kedua pasangan Suami Istri itu sedang duduk di ranjang tidurnya sambil berpelukan satu sama lainnya.

"Ay kenapa yah kamu selalu terlihat seksi terus di mata Hubby, meskipun kamu selalu pakai pakaian yang tertutup seperti Gamis ini?" tanya Ardan.

"Ish Hubby mah mesum banget sih." kesal Asyifa.

"Apa ini cuman perasaan Hubby saja atau memang ini benar semakin tambah berisi yah Ay." ucap Ardan sambil meremas bukit kembar Istrinya.

"Ohh ssh Hubby stop ihh!! gimana mau tidak bertambah coba, kalau setiap ada kesempatan berdua di manapun itu, Hubby pasti tidak akan pernah lupa untuk memegangnya." sahut Asyifa sambil hentikan tangan nakal Suaminya.

"Habisnya ngegemesin banget sih dan mulai sekarang sudah menjadi Hobiku yang baru, Ay hmm kalau kita Ijab Kabul ulang sekaligus mengadakan Resepsi, menurut kamu gimana Ay?" tanya Ardan.

"Huft..terserah Hubby saja lah, hmm aku rasa tidak perlu deh By, itu namanya pemborosan tau." jawab Asyifa sambil menghembuskan nafas pelan.

"Ya padahal Papa yang menanggung semuanya kalau kita ingin Ay." ucap Ardan.

"Apalagi itu biaya dari Papa ataupun dari Mama tetap aku tidak mau By, lebih baik mandiri sendiri seandainya Hubby punya rejeki yang lebih pun, kan lebih baik kita sumbangkan ke Panti misalnya." saran Asyifa.

"Hmm jadi begitu yah, oh iya besok siang kamu masih ingin tetap di sini apa ikut pulang." ucap Ardan.

"Ya pasti aku akan ikut dengan Hubby lah di manapun Hubby berada, kenapa harus ada pertanyaan yang seperti itu By?" sahut Asyifa seraya bertanya.

"Ya Hubby menduga kalau kamu masih ingin bersama dengan Mama dan juga Adek." jawab Ardan.

"Hubby memang tidak salah sih, tapi kalau Hubby pulang ya sudah pasti aku harus ikut pulanglah By." ucap Asyifa.

"Ya udah hayoo tidur." ajak Ardan.

.

.

Keesokan Pagi

Setelah Sholat Shubuh Asyifa pun minta izin ke Suaminya untuk langsung pergi ke dapur karena ingin memasak makanan buat sarapan pagi nanti, izin pun sudah Asyifa dapatkan dari Suaminya.

Kini Asyifa pun sudah berada di dapur serta berkutat dengan masakannya yang di bantu sama Bi Imah untuk menyiapkan sarapan pagi nya, setelah beberapa menit kemudian barulah semuanya sudah siap tersedia di meja makan.

Asyifa pun kembali ke Kamar untuk memanggil Suaminya karena ingin sarapan pagi bersama, ketika kembali lagi ke meja makan bersama Suaminya ternyata Keluarga yang lainnya sudah berada di tempat untuk sarapan pagi bersama.

Setelah sarapan pagi bersama selesai semua anggota Keluarga pun pergi dengan aktifitas kesibukan masing-masing, sedangkan Ardan pergi ke Restoran dengan mengajak Istrinya untuk bersilaturahmi dengan seseorang.

.

.

Di Restoran Citra

"Selamat pagi Mbak!! apa Bu Citra sudah berada di ruangannya?" tanya Ardan.

"Pagi juga Mas!! apa Mas nya sudah membuat janji dengan Bu Citra." tanya Kasir balik.

"Iya benar Mbak." jawab Ardan.

"Ya udah silakan langsung saja ke ruangannya, kebetulan Bu Citra baru saja masuk." ucap Kasir.

"Terimakasih Mbak!! hayoo Ayang." sahut Ardan.

Ardan pun melangkah menuju ke ruangannya Citra dengan memeluk pinggang Istrinya, ketika sudah sampai langsung mengetuk pintu.

Tok

Tok

"Masuk." teriak seseorang dari dalam ruangan.

Ceklek

"Assalamualaikum ini dengan Bu Citra Manager Restoran ini.'' ucap Ardan.

"Waalaikumsalam iya benar Pak! ini dengan Bapak siapa yah." sahut Citra.

"Hmm saya Calon Investor baru di Restoran ini, karena saya berniat menginvestasikan uang saya di Restoran ini."

Ucap Ardan sambil tersenyum karena Citra tidak mengenalinya, sedangkan Asyifa di sebelahnya hanya diem saja dari tadi, karena sebenernya bingung maksudnya apa.

"Mohon maaf Pak! Restoran kami tidak...

Bersambung

          ~ See You Next ~

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!