Perayaan empat tahun pernikahan Laura, seorang pemimpin perusahaan muda dirayakan begitu meriah bersama suaminya yang juga yang juga temannya saat SMA. Hubungan mereka begitu harmonis, layaknya pasangan suami istri sempurna di mata publik yang melihatnya.
Namun, kebahagiaan itu seketika di rusak oleh sebuah pesan dari seseorang misterius yang seolah tak suka dengan pernikahannya.
Dia pun mencari tahu sendiri kebenarannya, dan menguak kenyataan yang lebih mencengangkan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Widia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fakta Terungkap
Laura hanya menganggap kepedulian Andreas bualan semata. Walau ada sedikit perasaan tertarik pada pria itu, namun dia lebih tertarik pada kejeniusan dan profesionalisme kerjanya.
"Kau tak perlu mengkhawatirkanku, aku bukan wanita selemah itu," tampik Laura yang justru lemah terhadap apapun mengenai Dave. Jika benar suaminya telah berselingkuh, hatinya sudah pasti hancur berkeping-keping.
Andreas tersenyum kecut mendengar tampikan sang atasan. Karena dia tahu betul, betapa cintanya Laura pada Dave.
Beberapa hari kemudian, Andreas sudah mengumpulkan beberapa fakta dari si pengirim pesan anonim. Dia berhasil menemukan imei dan ponsel yang digunakan.
"Si pengirim pesan ini menggunakan android jadul. Kita juga bisa melacak memori ponselnya dengan nomor imei yang sudah kutemukan," jelas Andreas yang mengarahkan cara bekerjanya pada Laura.
Andreas pun menekan tombol di laptopnya, lalu terbukalah semua data yang ada di ponsel si pengirim pesan misterius.
"Aku tak kenal dengannya," gumam Laura yang terus melihat galeri di data ponsel yang sedang dia retas.
Namun, ada satu foto yang membuat Laura menghentikan mengarahkan mousenya.
"Dia, seperti Dina," ucap Laura yang sudah sangat mengenal Dina. Walau resolusi gambar di ponsel itu sangat jelek, dia bisa tahu gadis kecil dengan seragam SMA yang sedang berfoto dengan si pemilik ponsel adalah Dina.
Laura pun menemukan beberapa foto yang memperlihatkan mobil suaminya yang berhenti di depan rumah sang ayah dengan Dina yang ada di luar.
Terkejut melihat kenyataan pahit, jika suaminya telah bermain api dengan gadis yang dia anggap adiknya sendiri. Laura terduduk lemah, dengan nafas memburu menahan rasa sakit di khianati oleh orang terdekatnya.
"Apa yang harus kulakukan, apa yang harus kulakukan Andre? Aku sudah dikhianati oleh dua orang terdekatku," ucap Laura yang kini tersungkur lemah di hadapan Andreas. Dia pun tak sadarkan diri, di pangkuan orang kepercayaannya.
Andreas yang panik segera membawa Laura ke rumah sakit. Dokter segera menanganinya dan juga beberapa perawat yang ada di sana.
"Bagaimana dok, bos saya apa dia sudah sadar?" Tanya Andreas yang melihat dokter sudah keluar dari ruangan pemeriksaan.
"Nyonya Laura harus di rawat inap. Dia mengalami malnutrisi dan juga trauma psikis. Sampai saat ini dia belum sadarkan diri, tapi kami sudah memberikan beberapa obat untuknya."
Andreas yang mendengar penjelasan dokter sedikit tercengang. Seorang atasan perusahaan dengan uang yang berseri, mengalami malnutrisi karena memikirkan pengkhianatan suaminya.
Tanpa pikir panjang, dia segara ke tempat parkir. Membawa mobilnya melaju menuju perusahaan Dave.
Sampai di sana, langkahnya dengan cepat memasuki lift menuju lantai di mana ruangan Dave berada.
Dave terkejut melihat Andreas yang menerobos masuk ke ruangannya, dengan wajah penuh amarah pria itu melayangkan hantaman dari kepalan tangannya.
Bug!
Satu pukulan tak terelakkan, membuat wajah Dave sedikit memar. Sudut bibirnya terluka dan tubuhnya hampir tersungkur.
"Kau datang dan memulai keributan. Jelaskan semuanya di kantor polisi dan aku yakin kau akan mendekam di jeruji besi," sumpah Dave yang segera menghubungi pihak berwajib.
Andreas mencengkeram kerah Dave sambil menatap dengan penuh amarah.
"Kau sudah menghancurkan Laura, kau adalah pria brengsek yang pantas untuk mendapat pukulan seperti ini. Bahkan lebih," ucap Andreas yang tak bisa mengendalikan amarahnya. Keamanan di kantor Dave pun segera memisahkan mereka dan membawa Andreas ke ruang keamanan.
Dave kebingungan mendengar ucapan Andreas perihal pengkhianatannya terhadap Laura. Dia pun segera menghubungi Laura, mempertanyakan yang terjadi.
***
"Apa? Di rumah sakit mana? Andreas yang membawanya?"
Dave yakin tak akan dapat jawaban dari Andreas. Pria itu tak mungkin memberi kesempatan padanya untuk bertemu sang istri setelah tuduhan perselingkuhan. Dia pun meminta orang kepercayaannya melacak rumah sakit tempat Laura dirawat.
Dave segera berjalan menghampiri Andreas di ruang keamanan. Dia menatap wajah pria yang sangat dikenalnya itu dengan cibiran dan juga ledekan.
"Dasar pemuda bengal, kau telah melakukan kekerasan dan juga fitnah padaku. Jika terjadi sesuatu pada istriku, kau yang harus bertanggung jawab," ancam Dave dengan tatapan penuh amarah.
Andreas tertawa sinis mendengar gertakan pria pecundang itu. Bahkan dia sudah memiliki bukti jika Dave memang berkhianat.
"Laura tak akan pernah mengampunimu. Dia pasti akan segera meninggalkanmu."
Dave hanya bisa menggelengkan kepalanya, mendengar fitnahan yang terus di layangkan Andreas padanya. Dia meninggalkan tempat itu menuju rumah sakit yang merawat Laura.
Sepanjang perjalanan, hatinya bergemuruh. Perasaan bercampur aduk setelah lontaran fitnah yang di layangkan Andreas padanya.
"Aku yakin pria itu mengarang cerita agar aku dan Laura berpisah. Andreas, bajingan berbahaya itu!"
Sampailah Dave di rumah sakit dan menuju tempat resepsionis mencari tahu tempat istrinya dirawat. Dia segera menghampiri sang istri yang kini tengah berbaring, dengan selang infus yang menempel di tangannya.
"Apa yang terjadi padamu Laura? Bagaimana bisa kau percaya fitnahan itu?" Ucapnya sembari mengusap lembut kening Laura yang berkeringat.
Dave segera keluar dan meminta perawat untuk memanggil dokter menuju kamar istrinya. Dia ingin tahu apa yang terjadi pada istrinya secara detail dari sang dokter langsung.
"Secara keseluruhan istri anda tidak menderita penyakit yang berbahaya. Tetapi istri anda sepertinya mengalami bulimia, yang menyebabkan malnutrisi. Serta trauma psikis akibat shock yang dia alami," papar dokter yang membuat Dave terkejut. Dia tahu betul jika istrinya selalu makan tepat waktu, dan tak pernah terlihat memuntahkannya.
"Apa dokter tahu penyebab bulimia?"
"Hal itu bisa di sebabkan karena gangguan emosional dan psikologis, sepertinya kesehatan mental istri anda terganggu akhir-akhir ini. Untung saja istri anda tak ada riwayat anorexia, karena hal itu akan lebih membahayakan nyawanya."
Dave begitu terpukul mendengar pemaparan dokter mengenai keadaan sang istri. Dia sendiri tak mengerti hal yang mengganggu kondisi kejiwaan istrinya selama ini.
"Kenapa kau selalu menutup diri Laura? Jangan pernah menyiksa dirimu dengan menyimpan rasa sakit itu sendiri," keluh Dave yang menyesal tak mengetahui keadaan sang istri sejak awal.
Tangan kanan Laura tampak bergerak, di susul dengan matanya yang perlahan terbuka. Di hadapannya, wajah Dave terlihat nampak jelas. Sambil menangis dia membelai wajah suaminya itu.
"Kenapa, kenapa kau mengkhianatiku? Aku sangat mencintaimu, Dave."
Dave segera meraih tangan istrinya dan menciumnya.
"Siapa yang menyebarkan fitnah itu? Apakah Andreas?" Tanya Dave tanpa basa basi.
Laura menggelengkan kepalanya. Dia menarik tangannya dari genggaman Dave. Wanita itu pun mencari ponselnya di saku celana miliknya.
"Aku punya buktinya, kau sudah berselingkuh dengan orang terdekat ku. Kau mengkhianatiku dan menjalin hubungan dengan gadis yang sudah ku anggap adikku sendiri. Haaaaa!"
Laura berteriak, menangis meraung sambil memukul dada Dave dengan keras. Dave menahan pukulan itu sembari menenangkan istrinya. Dengan cepat tangannya memeluk erat tubuh Laura.
"Aku tak berselingkuh dengan Dina!"
terlalu lucu klo laura harus bersaing dgn gundiknya.... yg g ada levelnya
🤣🤣