NovelToon NovelToon
Hati Yang Kau Abaikan

Hati Yang Kau Abaikan

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / Pelakor / Cerai / Penyesalan Suami / Selingkuh / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

Ameera, sangat terpukul saat mengetahui suaminya Caleb selingkuh di depan matanya sendiri. senua pengorbanannya selama ini terasa sia-sia.
Ameera tidak bisa merima kenyataan itu dan memilih pergi meninggalkan rumah. meninggalkan Ibu mertua yang sakit. yang menganggapnya tidak lebih dari seorang pembantu.
Saatnya membangun harapan baru, mengejar impian yang selama ini dia hancurkan.
Berhasilkah Ameera meraih mimpi dan cintanya. Apakah Caleb berhasil menemukan istrinya yang minggat dari rumah.

Mohon dukungannya atas cerita ini. Dari awal hingga akhir. Bukan hanya sekedar mampir atau jadi pembaca hantu, tiba-tiba muncul dan tiba menghilang. Tinggalkan jejaknya sebagai tanda cinta buat Emak. Love you untuk kalian semua. Horas!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4. Keputusan yang tepat

Sementara itu kemarin, setelah Ameera peegi meninggalkan rumah.

"Tujuan kita kemana, Bu?" ucap sopir karena sejak tadi mereka hanya mutar-mutar. Pak sopir melihat lewat kaca spion. Sepertinya penumpangnya tidak mendengar ucapannya.

Dia tengah memeluk bayi dalam gendongannya, dan menahan tangis sejak tadi. Mungkin saja rumah tangganya lagi terguncang. Buktinya dia minggat dari rumah

Akhirnya pak supir menepikan taxinya di pinggir jalan. Ameera menatap ke arah supir dan heran kenapa berhenti

"Tujuan kita kemana, Bu? Sedari tadi kita cuma muter-muter." ucap supir pelan.

"Oh, maaf ya Pak." Ameera baru tersadar ternyata dia memang tidak punya tujuan. Yang ada dalam benaknya tadi dia harus pergi dari rumah neraka itu.

Dia tidak punya uang yang banyak. Tabungannya selama ini hasil menulis online mungkin hanya cukup untuk biaya hidup satu atau dua bulan kedepan.

"Sebentar ya, Pak." Ameera mengambil benda pipih dari kantongnya dan mengaktifkannya. Ameera sengaja menonaktifkan ponselnya karena suaminya terus-terusan meneleponnya.

Benar saja banyak notif panggilan dan chat yang masuk saat ponselnya aktif. Namun, Ameera tidak tertarik sama sekali untuk membacanya. Ameera fokus mencari sebuah nomor dan menghubunginya.

"Hai, Ameera, kamu kenapa gak jadi datang? Sudah aku tunggu sedari tadi." Saras langsung menodong nya dengan berbagai tanya.

"Maaf ya, Ras. Sebenarnya aku juga sudah berada disana. Tapi terjadi suatu masalah jadi aku putuskan pulang." Sendat Ameera berusaha menahan guncangan batinnya.

"Eh, kamu menangis ya? Ada apa Ame?" ucap Saras bingung.

"Aku mau datang ke rumahmu. Tapi aku gak tau alamatnya."

"Kamu lagi di rumah, ya?" ucap Saras.

"Aku dalam perjalanan, Ras. Aku minggat dari rumah?"

"Astaga, Ameera? Apa yang terjadi dengan kamu. Sekarang posisi kamu di mana?" terdengar seruan panik dari seberang.

"Pak, posisi kita dimana ini, Pak?" Ameera celingukan melihat keluar. Baru sadar dia kalau sudah jauh dari rumah.

"Di bundaran tugu pahlawan, Bu. Jalan Merdeka."

"Aku sudah di bundaran tugu pahlawan, Ras."

"Oh, itu sudah dekat ke rumah ku lo. Kamu belok kanan saja lalu belok kiri ke Jalan Melati I. Kamu naik apa, motor ya?" ucap Saras lagi setelah menjelaskan alamat rumahnya.

"Aku naik taxi, Ras."

"Jelaskan aja alamat rumahku itu, Ame. Jangan lupa, rumahku bercat kuning gading. Aku tunggu ya." Saras memutus telepon. Ameera menjelaskan alamat rumah sahabatnya itu kepada supir taxi.

"Iya, Bu. Saya tahu alamat itu." sopir grab lalu menyalakan mesin kembali menyusuri jalan raya menuju alamat tujuan. Kira-kira sepuluh menit supir menepikan mobilnya.

"Sepertinya itu alamat yang Ibu tuju. Cuma itu rumah bercat kuning gading di jalan ini."

"Makasih ya, Pak. Berapa ongkosnya, Pak? Astaga!" teriak Ameera saat dia menyadari kalau dia tidak punya uang kes di kantong. Tadi dia belum sempat mengambil uang di Atm.

"Seikhlasnya Ibu saja. Kenapa, Bu?" ucapnya saat melihat penumpangnya panik.

"Bentar ya, Pak. Aku temui dulu temanku itu." Belum sempat Ameera keluar  dari taxi, Saras sudah keluar dari rumahnya saat melihat ada taxi parkir di jalan depan rumahnya.

Sopir itu mengeluarkan koper dari bagasi membuat Saras menatap Ameera keheranan. Saras tidak menduga kalau masalah sahabatnya itu seserius ini.

"Ras, aku tidak punya uang kontan buat bayar taxi, tadi aku lupa mampir di Atm." Ameera menatap Saras dengan wajah memerah karena telah menyusahkan temannya itu.

"Tidak apa-apa. Berapa ongkos teman saya, Pak?" Saras mendekati supir taxi.

"Seratus ribu saja, Bu."

"Ini Pak, terima kasih ya telah mengantarkan sahabat saya dengan selamat." Saras menyelipkan dua lembar uang merah.

"Ini kebanyakan, Bu."

"Sudah rejeki, Bapak. Makasih ya." Saras segera menghampiri Ameera yang masih berdiri di depan pintu pagar. Diraihnya koper yang dia kira berat.

"Ayo masuk, Ame."

Ameera mengikuti langkah Saras dari belakang.

"Silahkan duduk dulu." Saras melangkah menuju ruang dapur. Ketika muncul dia membawakan dua gelas jus jeruk dan meletakkannya di atas meja.

"Ayo diminum, Ame. Kamu pasti sudah haus." Ameera meraih gelas dan meminum jus jeruk itu hingga habis setengah.

"Maaf Ras, aku memang haus." ucap Ameera malu.

"Tidak apa-apa, santai saja. Eh, anak kamu lagi tidur ya. Lepas aja gendongannya dia pasti kepanasan."

Ameera melepas kain gendong putrinya. Benar saja keringat telah membasahi rambut dan wajah Celia. Celia terjaga dari tidurnya dan menangis. Ameera melap keringat di rambut dan wajah putrinya. Mengibaskan kain jarik ke tubuh Celia.

"Putri kamu gemoy banget, Ame. Gemes aku liatnya." Saras mengelus pipi gembul Celia. Bukannya menangis karena melihat orang asing, Celia malah tertawa membuat Saras makin gemas. Ketika Saras mencoba menggendongnya, Celia manut saja.

"Kamu haus gak sayang?" Saras meminumkan air mineral. Celia menyesapnya dengan rakus. Ketika Saras mencoba melepasnya, Celia tetap menahannya. "Duh! Kamu benar-benar haus ya, cantik." elus Saras lembut pada rambut Celia.

"Kamu beruntung, Ame, punya bayi secantik Celia. Aku belum memiliki anak di usia pernikahan ku yang sudah tujuh tahun." ucap Saras lirih.

"Sabar ya, Ras. Aku juga memiliki Celia setelah empat tahun menikah." ucap Ameera simpati. 

Tadi dia sempat heran karena suasana rumah yang sepi. Ternyata sahabatnya itu belum memiliki momongan.

Ameera ikut tersenyum melihat polah sahabatnya yang bercanda dengan Celia. Celia juga anteng dalam pangkuan Saras.

"Oh, ya Ame, sampai lupa menanyakan sebenarnya ada masalah apa sampai kamu pergi dari rumah?"

Ameera menceritakan saat dia memasuki cafe tempat mereka janjian bertemu, dia melihat suaminya dengan seorang perempuan. Ameera juga menceritakan apa yang dia lakukan pada suami dan pelakor itu. Saras tertawa keras mendengar penjelasan Ameera.

"Mampus! Puas kali aku mendengar cerita kamu, Ame. Maaf ya, aku tidak menertawakanmu. Kita memang harus tegas menghadapi suami dan pelakor. Jangan seenàknya saja selingkuh. Pantesan saat aku sampai disana ada keributan. Kata pelayan cafe, istri syah memergoki suaminya selingkuh. Aku gak tau kalau itu adalah kamu."

"Selama ini mereka memperlakukanku sesuka mereka. Aku adalah istri dan menantu yang tidak pernah dianggap. Aku tidak menduga sama sekali kalau suamiku akan menghianatiku. Hanya itu yang membuatku mampu bertahan dan berharap suatu saat dia berubah dan lebih peduli."

" Bertahun-tahun aku merawat ibu mertua yang lumpuh tapi pengorbanan ku tidak pernah dihargai. Bahkan gaji suamiku ibu mertua yang pegang. Aku dijatah lima puluh ribu setiap hari untuk keperluan dapur." isak Ameera menumpahkan sakit hatinya.

"Astaga, Ame. Bagaimana kamu bisa bertahan dengan keluarga toxic begitu hingga bertahun-tahun?" beliak Saras tidak percaya.

"Tapi syukurlah akhirnya kamu lepas dari keluarga itu. Keputusanmu untuk pergi dari sana sudah tepat, Ame. Aku sangat mendukung keputusanmu itu." Saras memeluk sahabatnya itu. Mengusap-usap punggungnya seolah menularkan kekuatan. ***

1
Sunaryati
Rumah dan harta yang terbakar emak syukurin namun kedua orang tua Zita kasihan. Tapi lebih baik begitu, dari pada hidup melihat berbagai kejahatan Zita putrinya
checangel_
Hukum alam memang tak bisa diganggu gugat 🤧
kalea rizuky
nah gini tegas g bertahan alasan anak itu goblok. ending nangis mending kayak ini tegas
Linda pransiska manalu: mmakasih, semoga lanjut membaca Mak. bukan sekedar mampir🙏🙏
total 1 replies
Linda pransiska manalu
nanti balik lagi mak
Sunaryati
End kok masih menggantung
Aquarius26
loohh kok end thor,,
Aquarius26: padahal ceritanya bagus thor🥺
total 2 replies
checangel_
Kesabaran Bu Rina yang selembut kapas 🤧/Facepalm/
checangel_
Anak yang penurut pada Ibunya /Hey//Facepalm/
Sunaryati
Dulu kemana Nek, saat serumah. Setelah pergi kok diakui
Linda pransiska manalu: ntah, neneknya merasa paling tersakiti. padahal dia pelakunya. 🤭
total 1 replies
checangel_
Akur ya kalian berdua sebagai sahabat, jangan sampai ada gunjingan di belakang 😇
checangel_: Alhamdulillah lega Reader dengarnya 😄
total 2 replies
checangel_
Karma Ibu Mertua kah ini?🤧/Facepalm/
Linda pransiska manalu: yo yes. setiap perbuatan pasti ada karmanya Mak.
total 1 replies
Sunaryati
Rasakan dendam pribadi kok dilampiaskan saat bekerja, perusahaan yang kena,? Nikmati pindah rumah tahanan, Zita
Linda pransiska manalu: betul Mak. karena emosi sesaat dia menghancurkan dirinya sendiri.
total 1 replies
checangel_
Pesona Ameera pada suami dan selingannya /Facepalm/
Sunaryati
Tamat sudah riwayatmu yang busuk penuh tipu daya, termasuk Caleb pernah merasakan bahkan rumah tangganya hancur
Sunaryati
Langsung ketahuan pelakunya, namun belum ada bukti maka belum bisa melakukan langkah selanjutnya
Aquarius26
lanjut thor 😁
Sunaryati
Caleb, kamu yang selingkuh, kamu yang bawa selingkuhan ke rumah. Dan kalian sudah bercerai, saat tahu kemampuan Ameera, sekarang ingin kembali, jangan mimpi!!. Yang untung Bos Edgar nih dapat durian runtuh, merasakan ciuman gratis dari desainer Selasih. /Drool//Drool//Drool/
Linda pransiska manalu: entahlah Mak, merasa paling tersakiti dianya. padahal yang nyakiti siapa.
total 1 replies
Anonymous
ya terus apa urusan Lo Richi GOBLOK 🖕
Sunaryati
Tendang saja jika tak minggir, atau panggil saja Edgar dengan suara manja. Harapan Nak Richi agar Amee dan Edgar berjodoh emak aamiin kan
Linda pransiska manalu: Amin juga Emak.😍
total 1 replies
Sunaryati
Semoga awal kesuksesan kamu Ameera, untuk mengepakkan sayap, mengasah dan mengaplikasikan keahlian dan kemampuan kamu di bidang Fashion
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!