Seorang Kaisar Abadi yang sedang melewati rangkaian Ujian Langit, mengalami kegagalan karena diserang oleh Pasukan Berjubah. Dirinya yang mengalami luka cukup parah sebab gagal melewati Ujian Langit, serta merasa geram terhadap Pasukan Berjubah. Menggunakan sebuah Teknik Terlarang untuk melawan Pasukan Berjubah hingga menyebabkan tubuh dan jiwanya hancur.
Lima Ribu Tahun kemudian, Ia terlahir kembali sebagai seorang Tuan Muda dari Klan Xiao. Namun sayangnya, Ia terlahir dengan kondisi lautan energi yang tersegel sehingga membuat dirinya tidak bisa berkultivasi.
Tetapi, kondisi yang kurang baik tersebut tidak membuat dirinya menyerah. Ia akan berusaha keras untuk mendapatkan kembali seluruh kekuatannya seperti di masa lalu, demi membalaskan dendamnya serta melindungi orang yang ia cintai!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnginBiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 04 - Xiao Yun dan Mo Zhi
Bahu Xiao Yun langsung melonggar setelah mendengar ucapan Xiao Yuran. Mereka berdua segera berjalan ke arah pintu keluar. Namun, langkah kaki mereka tiba-tiba terhenti oleh seorang anak laki-laki yang berdiri menghalangi jalan mereka.
Dengan jubah sutra berwarna hitam serta rambut dan mata yang berwarna cokelat. Sikap anak laki-laki tersebut tampak sangat angkuh dan masam saat melihat Xiao Yun. Seolah-olah, terdapat sebuah kebencian hati yang mendalam terhadap keberadaan Xiao Yun di hadapannya. "Hei, bukankah kau adalah Tuan Muda Klan Xiao yang terkenal karena tidak bisa berkultivasi itu? Sedang apa kau di sini?" tanyanya dengan ketus
"Apa yang aku lakukan di sini bukanlah urusanmu, Mo Zhi!" tegas Xiao Yun
Mo Zhi, adalah nama dari anak laki-laki tersebut. Ia adalah anggota dari Klan Mo. Salah satu Klan di Kota Bulan Malam yang memiliki hubungan buruk dengan Klan Xiao. "Oh, benar juga. Tetapi, kehadiranmu di sini sangat menggangu para pengunjung Istana Pelelangan Sayap Perak, termasuk diriku. Kami semua tidak ingin tertular nasib burukmu itu."
"Jadi, enyahlah dari sini, dasar sampah!!"
Ucapan kasar Mo Zhi langsung membangkitkan amarah Xiao Yuran. "Brengsek!! Beraninya kau.." Xiao Yuran langsung berhenti berbicara setelah dihentikan oleh isyarat tangan Xiao Yun. Ia menatap Xiao Yuran sesaat agar amarahnya segera mereda. Kemudian, Xiao Yun kembali mengalihkan pandanganya ke arah Mo Zhi. "Sejak awal aku memang berniat untuk pergi. Tetapi, kau tiba-tiba muncul dan menghalangi jalanku."
Mo Zhi seketika mendengus pelan. "Hmph! Jika kau memang berniat untuk pergi, maka pergilah! Aku tidak akan menghalangi jalanmu lagi." ujarnya
Xiao Yun serta Xiao Yuran pun segera melangkahkan kaki mereka melewati Mo Zhi tanpa sepatah kata. Namun, perselisihan antara keturunan Klan Xiao dan Klan Mo tersebut tidak akan berakhir begitu saja. Setelah tubuh Xiao Yun melewati dirinya, Mo Zhi langsung memutar tubuhnya ke arah Xiao Yun. Ia menatap punggung Xiao Yun dengan penuh kebencian. "Yah, kau memang tidak pantas berada di sini. Sampah sepertimu, seharusnya berteman dengan para rakyat jelata yang sama rendahnya seperti dirimu."
Xiao Yun segera menghentikan langkahnya.
"Tetapi kau tidak perlu sedih. Karena, kau tidak menjadi sebuah sampah seorang diri. Maksudku, seluruh anggota Klan Xiao juga sekumpulan sampah yang tidak berguna."
"Mereka semua adalah sekumpulan orang bodoh dan lemah yang dipimpin oleh seorang Pria tua tidak berguna! Dia hanyalah Orang Tua payah yang selalu berlindung di balik kekuatan Klan Lan!" jelas Mo Zhi sambil tersenyum lebar
Telinga Xiao Yun yang mendengar perkataan Mo Zhi dengan sangat jelas, langsung mengeluarkan sebuah pedang dari cincin ruangnya. Kemudian, Ia segera memutar cepat tubuhnya dengan posisi mata pedang yang mengarah ke leher Mo Zhi. Lalu berhenti tepat satu inci dari leher anggota Klan Mo tersebut.
TSAH!
Gerakan yang dilakukan oleh Xiao Yun sungguh cepat. Tidak ada seorang pun yang melihat pergerakan Xiao Yun dengan jelas, termasuk Xiao Yuran serta Mo Zhi. Mereka semua terdiam. Tubuh mereka membeku dengan mata yang membulat penuh, ketika melihat Xiao Yun yang sedang mengarahkan pedangnya ke leher Mo Zhi. Sementara itu, Xiao Yun yang saat ini menjadi pusat perhatian dari semua orang di Aula Utama. Terus menatap wajah Mo Zhi dengan pandangan mata yang dingin. "Dengarkan kata-kataku ini, bajingan! Aku sama sekali tidak keberatan jika kau ingin menghina ataupun memukulku. Aku akan mengabaikan semua itu."
"Tetapi, jika sekali lagi aku mendengar kau menghina anggota Klan Xiao serta ayahku. Maka aku tidak akan menahan diri lagi.. Akan kuhancurkan mulut kotormu itu dengan pedangku!!"
DEGH! DEGH!
Seketika, suasana di Aula Utama menjadi mencekam karena kalimat yang diucapkan Xiao Yun. Semua orang tidak menyangka, kalau Tuan Muda dari Klan Xiao yang selalu terlihat tenang serta acuh tak acuh, ternyata bisa mengatakan hal mengerikan seperti itu. Terlebih lagi, aura di sekitar tubuhnya terasa sangat menakutkan. Di sisi lain, tubuh Mo Zhi tampak gemetar saat mendapat ancaman dari Xiao Yun. Sebuah pedang yang berada tepat satu inci dari lehernya, membuat wajahnya terlihat pucat hingga tak bisa berkata-kata.
Di tengah suasana mencekam tersebut, Ning Yueliu terlihat menuruni anak tangga dengan kedua alis yang bertaut rapat. Kehadirannya di Aula Utama perlahan mengubah suasana menjadi sedikit lebih tenang. Ia segera menghampiri Xiao Yun seraya berkata, "Apa yang sedang terjadi di sini, Tuan Muda Xiao Yun? Tolong jelaskan kepadaku."
Xiao Yun hanya terdiam. Amarah yang menyelimuti dirinya, membuat ia tidak segera menjawab pertanyaan Ning Yueliu. Mata dan tubuhnya benar-benar terpaku pada Mo Zhi. "Tuan Muda Xiao Yun?" Ning Yueliu mulai mendesak Xiao Yun
"Orang ini baru saja menghina Klan Xiao serta ayahku. Jadi, sebagai salah satu keturunan Klan Xiao. Aku memberikan sebuah peringatan kecil kepadanya, agar ia tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan." seru Xiao Yun
Ning Yueliu tampak berpikir sesaat setelah mendapat penjelasan dari Xiao Yun. Walaupun penjelasan yang ia dapatkan, sangat berbeda dengan kenyataan di hadapannya. Kemudian, Ning Yueliu segera mengambil keputusan untuk menyelesaikan konflik antara Xiao Yun dan Mo Zhi. "Penjaga!!" teriak Ning Yueliu
Dua orang penjaga dengan tubuh kekar seketika muncul di belakang Ning Yueliu. Kedua penjaga tersebut segera menundukkan kepala memberi hormat. "Apakah ada masalah, Nyonya?"
"Bawa Mo Zhi ke halaman belakang, lalu hancurkan kultivasinya! Setelah itu, antar ia kembali ke wilayah Klan Mo, mengerti?" tegas Ning Yueliu
Mo Zhi sontak terkejut.
"Kami mengerti, Nyonya!"
Kedua penjaga tersebut segera menghampiri Mo Zhi, kemudian memegang kedua lengannya dengan kuat. Namun, Mo Zhi bersikeras menentang keputusan yang diambil oleh Ning Yueliu. "Tu, tunggu sebentar, Nyonya Ning! Bukankah hukuman yang kau berikan terlalu berlebihan?! Aku hanya sedikit berselisih dengan Xiao Yun. Aku tidak memukul ataupun melukainya!!"
"Lagipula, aku adalah anggota Klan Mo. Apakah kau tidak takut masalah ini sampai ke telinga Pemimpin Klan Mo?! Apakah Istana Pelelangan Sayap Perak berani menyinggung Klan Mo?!" desak Mo Zhi
Alis Ning Yueliu langsung meruncing, tatapan matanya menjadi semakin tajam setelah mendengar ucapan Mo Zhi. "Hubungan antara Klan Xiao dan Istana Pelelangan Sayap Perak, lebih dari sekedar rekan bisnis. Kedua belah pihak saling mendukung satu sama lain dalam berbagai hal sejak lama."
"Jadi, jika kau berani menghina Tuan Muda Xiao Yun dan Klan Xiao. Maka, secara tidak langsung kau juga menghina Istana Pelelangan Sayap Perak. Lalu, ingatlah kata-kataku ini dengan baik di kepalamu itu. Istana Pelelangan Sayap Perak sama sekali tidak takut dengan Klan Mo!" jelas Ning Yueliu
Mo Zhi langsung mengepalkan kedua tangannya dengan kuat, ketika merasakan sikap otoritas Ning Yueliu yang terpancar kuat melalui kata-katanya. Ia tidak berani berbicara lagi, tubuhnya bergetar hebat karena luapan amarah yang tertahan. "Sudah cukup basa-basinya! Kalian berdua, cepat bawa dia pergi dari sini!"
"Baik, Nyonya!"
Kedua penjaga tersebut langsung membawa Mo Zhi ke halaman belakang untuk dihukum. Setelah menyelesaikan pertengkaran kecil di Aula Utama, Ning Yueliu segera mendekati dan menenangkan Xiao Yun yang terlihat masih marah. "Tenangkan dirimu, Xiao Yun. Permasalahan antara dirimu dan Mo Zhi sudah selesai. Kau bisa menyimpan pedangmu kembali." ucapnya dengan nada lembut
Xiao Yun pun segera menghela napas panjang. "Aku mengerti. Maafkan aku, karena sudah melibatkan Istana Pelelangan Sayap Perak ke dalam konflik antara Klan Xiao dan Klan Mo."
"Kau tidak perlu meminta maaf. Istana Pelelangan Sayap Perak sama sekali tidak takut dengan ancaman kecil seperti itu." ujar Ning Yueliu seraya tersenyum
Mendengar perkataan Ning Yueliu, membuat hati Xiao Yun menjadi lebih tenang. "Baiklah. Karena masalah antara diriku dan Mo Zhi sudah selesai. Maka, ini waktunya kami kembali ke Kediaman Klan Xiao."
"Kalau begitu, izinkan aku mengantarmu dan Tuan Xiao Yuran hingga keluar."
Xiao Yun langsung menganggukkan kepalanya, lalu bergegas pergi bersama Xiao Yuran dan Ning Yueliu. Sesampainya di pintu utama, Xiao Yun segera menghentikan langkahnya. Kemudian, ia menghadapkan tubuhnya ke arah Ning Yueliu yang berada di sampingnya. "Terima kasih karena sudah mengantar kami, Nyonya Ning. Aku juga harus berterima kasih, karena kau sudah membantu menyelesaikan perselisihan antara diriku dan Mo Zhi." ucapnya dengan lembut
Jantung Ning Yueliu seketika berdetak cepat, saat mendengar ucapan terima kasih dari Xiao Yun. Langkah kakinya segera mendekati Xiao Yun seraya meraih tangannya. "Itu bukan masalah besar. Aku hanya melakukan tugasku sebagai Pemilik tempat ini."
"Ba, baiklah. Senang mendengarnya." ucap Xiao Yun sambil berusaha menjaga jarak dari Ning Yueliu
Namun, Ning Yueliu tanpa ragu justru mendekatkan tubuhnya ke tubuh Xiao Yun. Ia benar-benar mengambil langkah yang lebih berani dibandingkan sebelumnya. Kemudian, Ning Yueliu perlahan mendekatkan bibirnya ke telinga Xiao Yun. "Tentang perkataanku di restoran tadi. Jika kau berubah pikiran, cepatlah datang ke sini dan temui aku. Aku akan selalu menunggumu." bisiknya
Xiao Yun seketika terkejut, wajahnya kembali memerah. Ia langsung menjauhi Ning Yueliu, lalu mendekati Xiao Yuran sembari meraih tangannya. "Maafkan aku, Nyonya Ning. Se, sepertinya aku harus segera pergi. Ayahku dan Bibi Yi akan khawatir jika aku pergi terlalu lama. Terima kasih atas bantuannya hari ini. Sampai jumpa."
Xiao Yun segera menarik tangan Xiao Yuran dan pergi meninggalkan Ning Yueliu dengan cepat. Ning Yueliu pun hanya bisa menahan tawanya ketika melihat Xiao Yun yang pergi tergesa-gesa dengan wajah yang memerah. Tingkah gugup Xiao Yun benar-benar berhasil menghibur dirinya. Lalu, saat kedua mata Ning Yueliu melihat kereta kuda Xiao Yun yang mulai pergi menjauh meninggalkan dirinya. Ia segera kembali ke dalam Istana Pelelangan Sayap Perak dengan langkah yang tenang.
Sementara itu, Xiao Yun yang kembali mendengar ucapan Ning Yueliu tentang isi hati dan keinginannya. Hanya bisa terdiam selama perjalanan kembali ke Kediaman Klan Xiao. Hal yang sama juga terjadi pada Xiao Yuran. Pertanyaan tentang sikap Xiao Yun yang tiba-tiba aneh kembali muncul di dalam kepalanya. Akan tetapi, Xiao Yuran tidak memiliki keberanian yang besar untuk bertanya langsung kepada Xiao Yun. "Sebenarnya, apa yang terjadi antara Tuan Muda dan Nyonya Ning?" pikirnya sambil menggaruk-garuk kepala karena kebingungan
_______
Setelah perjalanan selama satu jam. Akhirnya, Xiao Yun dan lainnya sampai di Kediaman Klan Xiao. Ia pun segera turun dari kereta kudanya, lalu menghampiri Xiao Yuran. "Terima kasih karena sudah bekerja keras hari ini, Paman Yuran."
"Sama-sama, Tuan Muda Ketiga." ucap Xiao Yuran seraya menundukan kepalanya
"Kalau begitu, aku pergi dulu. Tolong sampaikan rasa terima kasihku kepada yang lain."
"Sesuai perintah Anda, Tuan Muda."
Xiao Yun pun bergegas pergi meninggalkan Xiao Yuran dan berjalan pulang ke arah Kediaman miliknya. Namun, langkah kaki Xiao Yun tiba-tiba terhenti ketika melihat Bibi Yi yang sedang berdiri menyambut kepulangannya. "Selamat datang kembali, Tuan Muda Ketiga." ucap Bibi Yi
"Terima kasih, Bibi Yi. Omong-omong, kenapa Bibi ada di sini? Apakah Bibi sedang menungguku?"
"Itu benar. Aku menunggu Anda di sini karena ingin menyampaikan perintah dari Tuan Pemimpin untuk Anda."
"Perintah dari Ayah?"
"Iya, Tuan Pemimpin menyuruh Anda untuk bertemu dengannya di Aula Utama." jawab Bibi Yi
Xiao Yun tampak terdiam sesaat. Kemudian, ia kembali berbicara, "Baiklah. Kalau begitu, aku akan segera pergi menemui Ayah. Terima Kasih, Bibi Yi."
"Sama-sama, Tuan Muda."
Xiao Yun pun segera pergi ke Aula Utama untuk bertemu dengan Ayahnya. Sesampainya di sana, Xiao Yun langsung masuk ke dalam Aula Utama Klan Xiao yang sangat megah tersebut. Di dalam Aula Utama, terdapat seorang Pria berpakaian serba putih sedang duduk di sebuah kursi besar dengan posisi tangan kiri menopang kepalanya. Aura yang sangat kuat terpancar sangat jelas dari Pria tersebut. Pria dengan rambut dan mata berwarna merah tersebut, merupakan Pemimpin Klan Xiao sekaligus Ayah Xiao Yun yang bernama, Xiao Qinzi.