NovelToon NovelToon
1 JANUARY - Cinta Yang Seharusnya Tak Pernah Ada

1 JANUARY - Cinta Yang Seharusnya Tak Pernah Ada

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Sad ending / Menikah dengan Musuhku / Selingkuh
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: sea.night~

Sejak SMP, ia mencintainya dalam diam.Namun bagi pria itu, kehadirannya hanyalah gangguan yang ingin ia hindari.Tahun demi tahun berlalu, perasaan itu tidak pernah padam—meski balasannya hanya tatapan dingin dan kata-kata yang menyakitkan.Tapi takdir mempertemukan mereka kembali, saat keduanya kini telah tumbuh menjadi dewasa.Luka lama kembali terbuka.Rasa yang seharusnya mati, justru tumbuh semakin dalam.Apakah cinta yang bertahan sendirian mampu berubah menjadi sesuatu yang layak diperjuangkan?Atau ia hanya sedang menghancurkan dirinya sendiri demi seseorang yang tidak pernah ingin melihatnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sea.night~, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merasa bersalah

Winda sedikit bergerak dalam tidurnya karena suara alaram ponselnya yang berada tepat di meja disamping kepalanya. Winda perlahan membuka mata, ia langsung merasakan nyeri di sekitar kelopak matanya. Wajahnya masih sembab karena menangis semalaman. Ia terdiam sebentar, menatap langit-langit kamarnya yang masih gelap, berharap semua rasa sakit itu ikut hilang saat matahari terbit.

Perlahan Winda duduk, dan meregangkan tubuh nya. Mengangkat kedua tangan ke atas kepala. Otot-otot nya yang semalaman membeku perlahan terasa melonggar. Punggungnya melengkung sedikit, menghasilkan rasa nyaman yang menjalar dari pinggang hingga bahunya yang bertujuan untuk menyingkirkan rasa kantuk yang masih berat. Gerakan gerakan itu membuat Winda menguap panjang, seolah seluruh udara yang tertahan semalaman akhirnya keluar. Setelah tubuhnya terasa sedikit lebih ringan, winda menghela napas pelan " Huft.." lalu winda menurunkan kakinya dari kasur. Lantai dingin menyentuh telapak kakinya, menandai awal hari yang kembali harus ia jalani.

Winda perlahan berdiri dengan malas, tubuhnya masih dikuasai sedikit rasa kantuk. Ia berjalan keluar kamar tangan nya meraih gagang pintu sebelum menarik pintu perlahan hingga terbuka, lalu melangkah keluar. Dari arah dapur terdengar suara peralatan masak saling beradu. Aroma masakan menyusup ke udara, menghadirkan rasa hangat yang langsung membuat langkahnya terasa lebih ringan. " Mama masak apa buat bekal winda hari ini?" tanya winda penasaran sambil melirik ke arah kuali untuk melihat apa yang sedang di masak ibunya.

" Ayam kari santan" jawab ibunya sambil sedikit melirik ke arah winda sebelum kembali melihat masakannya.

" Wihhh! favorit winda tuh!" seru winda bersemangat membuat ibunya terkekeh pelan. " yaudah mandi sana, liat dah jam berapa ini." ucap ibunya tiba tiba tegas.

" Yaudah deh kalau gitu winda mandi dulu ya, ma" lanjut winda mencium pipi ibunya tiba tiba sebelum melangkah masuk ke kamar mandi.

Tanpa terasa Winda sudah berada di sekolah.

Ia berjalan dengan malas di lorong sekolah. setiap langkah terasa sangat berat baginya.

Tentu saja Winda sangat tidak bersemangat, sudah 2 hari sejak pertengkaran dengan Raisa di bus , Raisa tak masuk sekolah karena demam tinggi.

'Raisa masih ga balas chet aku...apa dia masih marah ya gara gara pertengkaran kemaren itu?' batin winda merasa bingung dan bersalah.

" WINDA!!"

Suara teriakan itu membuat winda tersadar dari lamunannya dan membuat nya terdiam sejenak sebelum akhirnya menoleh dengan malas ke asal suara itu. Dan itu dia, si Farhan yang menyebalkan. Suara langkah kakinya bergema di lorong sekolah yang agak sepi

"Apa?! pasti mau minta lagi PR kan?!" Tuduh Winda dengan nada yang kesal.

Farhan berhenti berlari , Tubuhnya hanya berjarak beberapa inci dari hadapan Winda.

" hh! hh! biar...biarin aku....bernafas dulu..hh!,capek.." ucap Farhan terengah engah membuat Winda menghela nafas berat.Wajah nya sedikit merah karena lelah berlari.

" Cepetan." tegas Winda.

Setelah beberapa detik akhirnya nafas Farhan kembali normal. Ia kembali berdiri tegak menghadap Winda.

" Jadi gini nih," ucap Farhan tampak serius membuat raut wajah Winda yang awal nya kesal juga berubah serius dan penasaran.

"Apa?"

" Semalam aku kan sibuk banget nih-"

" Sibuk apaan?"

" Menjalani kehidupan gua lah. Kepo banget nih anak satu " ketus Farhan

" jadi?" tanya Winda, satu alisnya terangkat jelas menunjukkan rasa jengkel.

" Jadiiiiiiiiiiiiiiiii , aku ga sempat ngerjain PR mtk and 20 menit lagi bu Sora masuk kelas jadi lo paham lah ya" jelas Farhan dengan suara lembut.

"Kerjakan. sendiri." ucap Winda menegaskan setiap kata. Ia berbalik dan berjalan pergi namun belum sempat melangkah Farhan sudah ada di hadapan nya , menghalangi jalan nya.

" Plis.. yah Winda yah yah?????? " Farhan mulai memohon dengan suara yang lembut. Tangan nya saling menggenggam dan matanya yang menatap Winda dengan penuh harapan.

"Ga." balas Winda singkat

" Winda kan baik ya , anak rajin dan murah hati" rayu Farhan dengan melontarkan pujian pujian pada Winda.

" Ga ngaruh. "

" Plissssssssssssssssss"

" Enggak, Farhan Dewantara. Ga ngerti bahasa Indonesia apa gimana sih?" ucap Winda semakin kesal.

" gua ngerti. tapiiiiii kalau nanti gua ga ngerjain PR ,nanti bu Sora bakal hukum gua. lalu gua disuruh berdiri di tengah lapangan sampai jam istirahat kedua. Ga kasian ma gua?"

" Enggak." Tegas Winda.

" Ga ada hati nuraninya ya, jahat banget ma teman sendiri"

" sejak kapan kita berteman?"

" oh jadi selama ini kita ga ada hubungan apa apa ya? bahkan teman? oke cukup tau. Sakit ginjal gua" Farhan memegang dada nya dengan dramatis.

" Sakit hati,bego. Lagian kalau ginjal itu di perut bukan di dada,ege." Ucap Winda semakin kesal setiap menitnya karena tingkah Farhan.

" Aku sedih tau,Win. Minta maaf ga? "

" Gamau."

" oke lah oke cewe mana mau minta maaf, Farhan yang baik hati ini maafin dah tapi dengan satu syarat. Mau liat PR Mtk yak????"

" Dasar. Yaudah! ambil sana di dalam tas aku!" Ucap Winda pasrah. Farhan selalu seperti ini, meski sudah di tolak berkali kali dia akan terus berusaha sampai mendapat apa yang dia inginkan.

" Yes! akhirnya! MAKASEH!" Teriak Farhan penuh kemenangan, sebelum berlari pergi kembali ke kelas meninggalkan Winda sendirian di lorong sekolah.

" Ya Allah kenapa engkau ciptakan manusia dengan sifat seperti ituuu" gerutu Winda dengan nada suara yang terdengar lelah.

----------------------------------------

Winda berbaring di kasurnya sambil menatap langit langit . Ia merasa bosan. Tubuhnya membeku dalam posisi yang sama sejak entah kapan, sementara pikirannya melayang tanpa arah. Seprai kusut di bawah punggungnya terasa hangat, bercampur dengan aroma kain yang sudah terlalu sering dicuci. Kipas angin berputar pelan di sudut kamar, menghembuskan udara yang sejuk.

Ponsel tergeletak di samping bantal, layarnya gelap, seolah ikut lelah menawarkan hiburan. Ia sempat meraih benda itu, lalu mengurungkan niat. Semua terasa sama saja—aplikasi yang itu-itu lagi, Tiktok, Instagram,Telegram, dan WhatsApp.

Jam berdetak lirih, tiap detiknya terdengar jelas di telinga. Ia menarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan, berharap kebosanan itu ikut keluar bersama udara. Namun yang tertinggal hanyalah rasa hampa yang menempel di dada.

" ngapain yak... bosan banget " ujar Winda pada diri sendiri.

" Aha! Aku tau!" Winda langsung duduk dan meraih ponsel nya. " Mending telponan sama Raisa " gumam Winda. Ia menunggu panggilan itu diangkat dengan perasaan yang campur aduk. Ponsel digenggam erat, layarnya menyala menampilkan nama yang sejak tadi tak lepas dari pandangannya. Nada sambung terdengar berulang, tiap bunyinya seakan mengetuk dadanya pelan namun pasti. Satu dering, dua dering, waktu terasa memanjang di sela-sela suara itu. Akhirnya Raisa mengangkat telepon nya " Halo Ra! gimana?! dah sehat?!" Tanya Winda penuh harapan.

" Lumayan dah.. masih pening sikit aja" jawab Raisa dari balik telepon , suara nya masih terdengar lemah.

" Besok dah bisa sekolah kan? "

" Liat besok, takutnya suhu tubuh aku naik lagi "

" Owh gitu ya.." ucap Winda sedikit kecewa.

" Bosan tau di sekolah ga ada kamu ,ra, ga seru aja gitu.. pokoknya besok kamu harus dah sehat, harus masuk sekolah aku gamau tau ya." lanjut winda dengan nada yang mencoba untuk tegas.

" hahaha iyee iyee " Raisa terkekeh lemah mendengar perintah sahabatnya itu.

"Janji?"

" Iyaa janji.."

1
partini
kalau kata" mah biasa mau ini itu Ampe penghuni kebon binatang pun masih ok busettt ini Ampe nampar gara" muak lihat muka
dalem bnggt sehhh
partini: nanti muka muak Widia jadi ngangenin 🤭
total 2 replies
partini
Kaka ipar yg
sea.night~: yess kakak ifar
total 1 replies
partini
hati yg kosong dari kecil,
sea.night~: huhu iyaa , tapi sama juga kayak Winda nya jadi anak tuntutan keluarga
total 1 replies
partini
aku baca sinopsisnya langsung loncat bab ini ma"af ya Thor
Winda muka tembok ga sih ini
sea.night~: Sudah up ya, kak
Selamat membaca🙏😁
total 11 replies
si kecil nikkey
kayanya si Winda tipe cwe menye2, bkin hati sejati para cwe mencelid TDK senang thor....masa mau aja JD bucin KY gtu lagian d lahirin GK nyadar klo kita ada bukan buat orang lain tp untuk kebaikan diri sndiri, payah Winda dahlah thor..
sea.night~: Setuju sih kak, tapi setiap orang punya waktunya sendiri buat sadar. Winda juga lagi berjuang kok, cuma caranya masih salah.😁🙏
total 1 replies
BiruLotus
Halo kak, aku mampir. Mau kasih saran aja, tanda bacanya masih ada yg keliru. Misalnya setelah tanda petik 2, langsung saja kalimat, jangan pake spasi. Semangat!
sea.night~: okaayy kakak , makasih banyak ya kak saran nyaa 🙏🙏😁
total 1 replies
BiruLotus
lanjut
BiruLotus
Gak punya otak!
BiruLotus
Ayahnya minta di slebew!
BiruLotus
Wah jangan berkecil hati Winda
BiruLotus
Dari Dirga kok berubah Dimas, kak?
sea.night~: 😭makasih koreksi nya kak, awal nya mau di kasih nama dimas kian🙏
total 1 replies
Gohan
Penuh makna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!