NovelToon NovelToon
Upstage My Heart

Upstage My Heart

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen / Romansa / Showbiz / Slice of Life / Cintapertama
Popularitas:490
Nilai: 5
Nama Author: meongming

Kisah Lyla, seorang make-up artist muda yang menjalin hubungan diam-diam dengan Noah, aktor teater berbakat. Ketika Noah direkrut oleh agensi besar dan menjadi aktor profesional, mereka terpaksa berpisah dengan janji manis untuk bertemu kembali. Namun, penantian Lyla berubah menjadi luka Noah menghilang tanpa kabar. Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka lagi. Lyla yang telah meninggalkan mimpinya sebagai make-up artist, justru terseret kembali ke dunia itu dunia tempat Noah berada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meongming, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 : Latihan Lagi

Pagi itu langit berwarna biru lembut. Libur semester baru saja dimulai, tapi Lyla bangun lebih awal dari biasanya Ia berdiri di depan lemari, memilih baju yang tak terlalu mencolok tapi tetap manis. Bukan untuk jalan-jalan. Tapi... latihan teater.

"Kenapa aku deg-degan begini sih..." gumamnya, menarik hoodie warna pastel dan mengikat rambut ke atas.

Di aula sekolah, tim teater sudah mulai berkumpul. Juliet, seperti biasa, sibuk membagi tugas.

"Semua bersiap. Hari ini kita coba blocking panggung lengkap. Lyla, bantu touch-up rias kalau perlu ya!" katanya sambil menggulir jadwal latihan di tabletnya.

Lyla mengangguk cepat dan duduk di dekat meja rias darurat.

Tak lama, Noah datang—dengan jaket denim dan rambut sedikit berantakan, tapi senyumnya tetap sama.

"Pagi, perias andalan," sapanya sambil duduk di bangku rias.

Lyla hampir menjatuhkan spons bedaknya.

"Eh, pagi... Kamu udah datang aja."

"Aku semangat hari ini. Soalnya kamu juga datang," ujar Noah ringan.

Lyla pura-pura sibuk menata kuas, padahal jantungnya menabuh genderang, Noah terlalu santai. Terlalu nyaman. Dan entah kenapa... itu membuat Lyla makin waspada terhadap dirinya sendiri.

Saat sesi latihan dimulai, Lyla duduk di pinggir, memperhatikan Noah yang berperan sebagai ksatria adegan yang dimainkan cukup intens—Noah harus menyelamatkan sang putri dari kejaran musuh dan memeluknya sambil berteriak,

"Aku akan melindungi mu, apa pun yang terjadi!"

Lawan main Noah, seorang siswi cantik bernama Rose kelas dua, tiba-tiba menghentikan adegan dan menutupi wajahnya. "Maaf, Kak Juliet... aku gak bisa lanjut. Noah terlalu serius ekspresinya," ucapnya sambil tertawa gugup.

Juliet menghela napas. "Lagi? Ini udah kelima kalinya kamu minta cut."

Lyla tak bisa menahan senyum geli. Tapi jauh di dalam hati... ada rasa aneh. Melihat ekspresi Noah yang begitu meyakinkan, begitu... tulus. Padahal itu hanya akting, kan?

Tiba-tiba Noah menoleh ke arahnya—mungkin karena sadar Lyla memperhatikannya sejak tadi mata mereka bertemu. Dan Lyla segera menunduk, pura-pura mencatat sesuatu di buku kecilnya.

"Aku harus hati-hati..." pikir Lyla dalam hati. "Jangan sampai... aku beneran jatuh."

Suasana aula latihan siang itu dipenuhi aroma makanan bekal rumahan. Kotak-kotak makan terbuka, suara tawa bersahut-sahutan, dan beberapa anak teater duduk membentuk lingkaran sambil menikmati istirahat mereka.

Lyla duduk di antara Juliet dan Noah, masih agak kaku tapi mulai terbiasa dengan kehangatan klub teater ini.

Juliet membuka kotak makannya dengan ekspresi lelah. “Aah… seandainya aku bisa minta dana konsumsi dari sekolah untuk klub teater,” keluhnya sambil menopang dagu. “Kepala sekolah itu pelit sekali. Masa hal sepele seperti ini saja harus bawa bekal sendiri?”

Lyla tersenyum canggung, lalu melirik ke arah bekal Noah. Hanya ada sebungkus Roti dari minimarket dan beberapa bungkus cemilan.

“Kamu cuma makan itu?” tanya Lyla, agak khawatir.

Juliet langsung menyahut, “Dia itu bujang kesepian. Nggak ada yang ngurusin~”

“Hehe… aku sudah biasa, kok,” jawab Noah sambil nyengir, tidak terlalu ambil pusing.

Lyla ikut tertawa kecil. Tapi entah kenapa, hatinya terasa hangat.

Juliet langsung menatap Lyla dengan mata menyipit penuh selidik. Ia mencondongkan tubuhnya sedikit lebih dekat. “Kenapa? Peduli, ya?” godanya.

“Eh? T-tidak… bukan gitu…” Lyla gugup pipinya langsung memerah seperti tomat rebus.

Juliet makin semangat menggoda ,“Kalau gitu, besok bawain bekal dong buat Noah~”

“E-eh?! Itu… hehe…” Lyla semakin salah tingkah.

Noah terkekeh pelan sambil meneguk air minumnya. “Nggak usah, jangan repot-repot. Kak Juliet memang suka bercanda.”

Lyla mengangguk cepat, tapi hatinya masih berdebar. Anehnya, tawaran tadi sempat terlintas di benaknya. Membawakan bekal? Untuk Noah?

1
StellaY
semangat terus thor💪
meongming: yesss💪💪
total 1 replies
StellaY
uwu banget😍😍
meongming: seneng ada yang suka 🤩 makasih dukungan mu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!