Aisy anak perempuan yang lahir dari keluarga yang sederhana,anak dari seorang buruh pabrik yaitu pak Didi,saat ini ia duduk di bangku SMA yang beberapa bulan lagi akan lulus.
Beberapa bulan kemudian tiba saatnya pengumumann kelulusan dan Alhamdulillah Aisy dinyatakan 'lulus'. Keinginannya untuk kuliah dibidang keperawatan dikabulkan oleh Ayahnya.
Beberapa Tahun kuliah sekarang terwujud pula Cita-citanya Aisy menjadi seorang perawat terwujud, beberapa Tahun setelahnya Aisy menikah, Awal pernikahan berjalan mulus dan penuh kebahagiaan, tapi kehidupan pernikahan selanjutnya pernikahan Aisy banyak konflik bahkan diambang perceraian.
Mampukah Aisy mempertahankan pernikahan?
Apakah Aisy rela dimadu?
Simak Kisah Aisy dalam kehidupan pernikahannya ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Flash back
Saat itu hujan deras ketika Ais pulang kerumahnya, setiap hari Sabtu ia pulang kerumah karena jatah uang sakunya habis, dan hari Senin paginya baru berangkat langsung menuju kampus.
Waktu itu Aisy lupa tidak membawa jas hujan maka memutuskan untuk berteduh dulu di warung pinggir jalan.
"Berteduh dulu deh nanti aku masuk angin lagi." Batin Aisy.
"Ciiiiit....ikut neduh ya mbak? Jas hujanku ketinggalan." Sambil duduk kata Wahid.
"Oh...ya mas silahkan Sampean dari mana?" Tanya Aisy sambil tersenyum.
"Ini Aku dari rumah temanku habis mengerjakan tugas, gara-gara perut lapar nih mampir dulu aku jadinya di Nasi Padang, ehh...malah kejebak hujann hehehe..." Jawab Wahid agar lebih akrab.
"manis banget ini cew, tidak terlalu cantik sih?tapi...kelihatannya baik." Batin Wahid.
"Mas kuliah dimana?." Tanya Aisy.
"Oh...Aku dkampus A."
"Kampus A? Berarti sekampus donk sama pacar temanku, katanya dia kuliah disana."
"Kamu sendiri dari mana, atau mau kemana sore-sore gini??." Tanya Wahid biar makin akrab.
"Aku mau pulang kerumah mas, kan ini hari Sabtu waktunya pulang uang sakunya habis hehe..." Jawab Aisy agak malu.
"Oh..jadi kamu kos toh??" Tanya Wahid lagi.
"Iya...." Sambil tersenyum jawab Aisy agak malu.
Cepat sekali mereka akrabnya dan sambil bercanda juga tidak terasa hujan mulai reda, dan mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka masing-masing.
Tidak disangka ini awal dari tumbuhnya asmara d hati keduanya,,saat tiba drumah Aisy berniat mau menghubungi Tari buat menanyakan tentang Wahid, tetapi batrey ponselnya habis dan harus d cas dlu jadi terlupakan niatnya.
"Ealahh...! Udah kepo nih aku malah ponselku batreynya habis kesel sendiri akunya." Batin Aisy.
"Aisy! Kamu sudah makan atau belum nakk??" Tanya pak Didi.
"Belum pak! Aku mau mandi dulu habis itu sholat baru makan." Jawab Aisy.
"Oh, yasudah cepetan mandi terus sholat nanti keburu habis waktunya." Kata pak Didi.
Keesokan paginya karena Aisy libur ia iseng ikut ibunya ke ladang buat panen cabe, ladang yang tak seberapa luas itu sekarang menjadi sumber keuangan dkeluarganya, karena PHK pak Didi sudah tidak bekerja dpabrik lagi.
Ia tanam apapun yang penting ada hasilnya buat mencukupi kebutuhan sehari-hari, dan buat bayar uang semesterannya juga.
"Alhamdulillah, "2"semester ini kita tidak pusing memikirkan pembayaran uang semester ya buk??." Kata Pak Didi kepada istrinya.
"Iya pak, alhamdulillah..nanti hasilnya sebagian dtabung ya pak? nnti semester "5" sudah mulai bayar lagi." Kata Bu kayah.
"Iya buk." Pak Didi menanggapi dengan tersenyum.
Sementara itu Wahid dkamarnya selalu teringat wajah cewek itu, yaa...semenjak bertemu dengan Aisy ia selalu terbayang-bayang wajahnya.
"Kok Aku bodoh sekali ya.. kok tidak tanya siapa pacar temannya itu kemarin, kalau tahu kan bisa buat bantuin pendekatan, mau minta wa nya juga kemarin batrey ponsel sama-sama habis." Sesal Wahid dalam hati.
"Woyy bro! Baksonya itu dmakan bukannya danggurin keburu dingin, bengong aja mikir apaan sih??" Tanya Fredy dia datang sama Ian. Mereka bertiga teman akrab seperti Aisy, Siti, dan Tari.
"Sialann! Ngagetin orang aja! Kmarin Aku tidak sengaja ketemu cewek waktu pulang dr rumahmu neduh bareng d warung pinggir jalan, waktu itu hujan aku tidak bawa jas hujan dia manis banget broo! Kayaknya aku jatuh cinta ini sama dia, salah aku kemarin tidak dapat no Wanya dan pacar temanya satu kampus sama kita, sayang juga aku lupa tanya namanya."
"Dia anak kampus mana bro?" Tanya Fredy.
"Naaa..itu juga lupa aku, padahal kemarin dia sudah ngasih tahu, ambil jurusan keperawatan kayaknya dia, soalnya pakai sragam putih-putih."
"Putih-putih?? Jangan-jangan mbak kunthi lagi hahahahahaha...!" Ejek Fredy.
"Siaaalannnn, aku tabok kalian baru tahu rasaa!" Ujar Wahid.
"Tring...tringgg..tringgg.."
Bel dah bunyi masuk kelas yookk?" Ajak ian.
"Ya, ayoookkk..!" Jawab Fredy dan Wahid srempak.