Ye Tianming, seorang pemuda biasa, secara tidak sengaja membangkitkan Jiwa Heavenly Demon yang tersembunyi dalam plakat kayu pengganjal pot bunga. 500 tahun yang lalu, Heavenly Demon pernah menjadi musuh terbesar umat manusia dan dihancurkan oleh Aliansi Beladiri, yang memaksa pengikutnya untuk meninggalkan seni beladiri yang ia wariskan. Kini, dengan kekuatan jiwa tersebut, Ye Tianming menjadi penerus Heavenly Demon dan memulai perjalanan yang mengguncang dunia seni beladiri. Namun, dengan kekuatan baru yang dimilikinya, apakah Ye Tianming akan mengulang tragedi kelam yang telah dihapus dari sejarah dunia tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Regar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tehnik Menyerap Jiwa
Dahulu, Klan Ye diam-diam membeli budak dan monster. Lalu mereka diberikan ramuan herbal serta dipaksa berkultivasi hingga mencapai basis Kultivasi tinggi, kemudian mereka akan dipanen oleh Klan Ye. Setelah mereka mati, Klan Ye akan memusnahkan mayat mereka agar tidak diketahui oleh Aliansi Beladiri.
Jika Ye Tianming menggunakan seni beladiri asli Klan Ye itu, maka ia akan mengulang kembali seni beladiri jahat tersebut. Namun, tentu jika Ye Tianming tidak ingin menyerap energi spiritual dari manusia, ia masih memiliki alternatif menyerap energi spiritual dari monster.
Ye Tianming merasa bimbang karena seni beladiri asli Klan Ye itu ternyata sangat keji, tetapi setelah memikirkan hanya itu satu-satunya cara untuk menjadi seniman beladiri, Ye Tianming pun membulatkan tekadnya. Dia akan mempelajari apapun yang diinstruksikan oleh Leluhurnya, yang penting ia menjadi Pendekar hebat di masa depan. “Aku akan mempelajari tehnik Menyerap Jiwa itu, Leluhur Xiu!”
“Oh, darah Ye memang mengalir di dalam pembuluh darahmu. Kau sangat cocok menjadi pewaris Heavenly Demon.” Ye Xiu memuji tekad baja keturunannya itu. “Baiklah, kita akan berlatih di pegunungan sambil memburu monster.”
“Apakah itu berlangsung lama? Ayah dan Ibu pasti melarangku pergi, mungkin … sebaiknya aku kabur saja dan meninggalkan secarik kertas berisi kata-kata perpisahan serta menyarankan mereka agar tidak mencari keberadaanku,” sahut Ye Tianming.
“Terserah kau saja mau lari ataupun mengendap-endap. Yang pasti kau harus pergi ke tempat yang banyak monsternya,” balas Leluhur Ye Xiu. “Untuk sementara aku harus berhibernasi dulu, energi spiritualmu tidak cukup untuk membuatku terjaga cukup lama.”
...***...
Duel antara Ye Tianming melawan Ye Jing sudah terdengar ke telinga Ketua Klan Ye. Dia sangat terkejut putranya itu menguasai Jurus Pedang Penghancur, seni beladiri pamungkas Klan Ye. Bahkan Ye Tianming juga sanggup menangkis serangan Ye Jing yang telah mencapai Ranah Tubuh Spiritual Tingkat Tiga.
Dia menyuruh bawahannya memanggil Ye Tianming, tetapi mereka hanya menemukan secarik kertas di kamar Ye Tianming. Isinya adalah Ye Tianming meninggalkan kediaman Klan Ye dan pergi bersama gurunya yang merupakan seorang Pendekar pengembara.
Ketua Klan Ye tidak percaya begitu saja dengan pesan yang ditinggalkan oleh putranya itu. Dia langsung menyuruh seluruh Pendekar Klan Ye mencari keberadaan Ye Tianming di seluruh Kota Bulan Angin.
Sementara itu di lereng bukit yang tidak jauh dari Kota Bulan Angin, Ye Tianming mendaki bukit tersebut sembari membawa perbekalan besar yang dibalut dengan kain di punggungnya.
Detak jantungnya berdegup kencang saat berjalan dibawah pohon-pohon besar, ia takut monster akan menyergapnya. Leluhur Ye Xiu belum menjawab panggilannya padahal matahari akan segera tenggelam. Tanpa arahan dari Leluhurnya itu, ia tak yakin apakah bisa melewati malam yang akan segera tiba.
Ye Tianming tidak menyalakan api karena takut itu akan menarik perhatian monster. Dia justru menggali tanah dan menanam tubuhnya sendiri, hanya wajahnya yang tersisa agar bisa bernafas tetapi itupun masih ditutupi oleh dedaunan kering.
Hingga tengah malam Ye Tianming tidak bisa tidur. Dia beberapa kali mendengar suara langkah kaki dan suara geraman monster. Apesnya lagi tikus yang merayap di dalam tumpukan daun malah mengencingi wajahnya. Walaupun kesal atas ulah tikus tersebut, ia tetap berdiam diri agar selamat hingga Leluhurnya muncul kembali.
“Kenapa kau mengubur dirimu, apakah kamu sudah menyerah menjadi seorang Pendekar?” Leluhur Ye Xiu mengagetkan Ye Tianming yang masih terjaga hingga matahari terbit.
“A-akhirnya kamu kembali Leluhur Xiu, aku mengira Anda sudah menghilang selamanya karena selalu tak menanggapi panggilanku.” Ye Tianming menahan air mata, lega suara leluhurnya kembali terdengar di benaknya. “Tadi malam aku hampir di makan monster, apakah lokasi ini benar-benar tempat terbaik untuk latihanku? Bagaimana kalau kita membeli monster di Kota Bulan Angin saja.”
Tadi malam ia beruntung tidak ada monster yang mengendus keberadaannya. Namun, malam-malam kedepannya keberuntungan itu mungkin tak akan terulang lagi.
“Seorang Heavenly Demon harus bermental baja. Jika hanya monster lemah saja tidak dapat kau kalahkan, maka kau tak akan bisa melangkah jauh di dunia beladiri yang jauh lebih mengerikan. Asal kau tahu saja, manusia itu jauh lebih berbahaya dari monster,” sahut Leluhur Ye Xiu.
Tentu itu termasuk dirinya sendiri dan Klan Ye-nya yang menjadikan manusia sebagai bahan untuk meningkatkan Kultivasi mereka. Selain itu manusia sudah menumpahkan lautan darah akibat perang dari masa ke masa dan itu akan selalu terulang kembali.
Ye Tianming langsung tercerahkan oleh ucapan santai leluhurnya. Matanya berbinar-binar sembari mengepal erat tangannya. “Leluhur Xiu benar, aku tak boleh menjadi penakut. Aku sudah melangkah ke jalan dunia beladiri, sudah saatnya bilah pedangku berlumuran darah musuh!”
“Ha-ha-ha … bagus-bagus, aku suka dengan tekadmu itu. ” Leluhur Ye Xiu tertawa terbahak-bahak.
Ye Tianming juga ikut tertawa sembari melipat kedua tangan di dada. Dia berusaha meniru gaya tertawa leluhurnya itu agar mirip dengan Heavenly Demon sesungguhnya.
“Kamu mengatakan tempat ini dilewati oleh beberapa monster tadi malam, maka aku memutuskan kita akan berlatih di sini saja. Kamu harus menguasai Tehnik Menyerap Jiwa,” kata Leluhur Ye Xiu. “Kamu harus menguasainya sebelum matahari terbenam, karena nanti malam akan menjadi laga hidup mati pertamamu. Semua monster yang melewati tempat ini harus kau kalahkan, termasuk tikus yang mengencingi wajahmu itu.”
“Eeeeee?” Ye Tianming berteriak histeris, karena tidak menyangka akan bertarung melawan monster padahal basis Kultivasinya belum mencapai Ranah Tubuh Spiritual Tingkat Satu.
Murid-murid Klan Ye saja baru boleh ikut berburu monster saat melangkah ke Ranah Tubuh Spiritual Tingkat Dua, itupun sebagian dari mereka akan kembali dengan tubuh penuh luka-luka. Hanya jenius seperti Ye Jing dan murid-murid langsung para Tetua yang tidak terluka saat pertama kali ikut berburu monster.
Leluhur Ye Xiu sudah mengetahui isi pikiran Ye Tianming. Tanpa ditanya lebih dulu ia langsung menjelaskan, “Kau itu tidak memiliki Akar Spritual sehingga tidak bisa berkultivasi secara normal seperti yang lain. Agar energi spiritual terserap ke Dantianmu adalah dengan Tehnik Menyerap Jiwa itu. Itu adalah Kultivasi Iblis yang secara paksa akan merubah Dantianmu sehingga bisa menyerap energi spiritual.”
Karena sejarah tentang Heavenly Demon sudah dihilangkan dari catatan sejarah, maka Ye Tianming akan aman berkultivasi dengan Tehnik Kultivasi Iblis itu selama ia tidak bertemu dengan Ketua Aliansi Beladiri.
Leluhur Ye Xiu menduga Aliansi Beladiri sengaja menghilangkan sejarah itu agar tidak ada yang mencoba mencari tahu tentang seni beladiri asli Klan Ye tersebut. Mereka tidak ingin perang paling besar di dunia itu terulang kembali, di mana banyak Pendekar kuat berguguran. Bahkan Klan-Klan besar banyak yang musnah saat itu termasuk Ketua Aliansi Beladiri dan sebagian Tetuanya.
Sementara itu, Ye Tianming sudah duduk bersila di bawah Pohon besar. Dia memejamkan mata dan mulai fokus pada Tehnik Menyerap Jiwa yang sudah ditransfer oleh Leluhur Ye Xiu ke pikirannya.