NovelToon NovelToon
Jangan Sakiti Ibuku! (Anak Genius)

Jangan Sakiti Ibuku! (Anak Genius)

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / Anak Genius / One Night Stand / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:506.9k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

" Meskipun Anda adalah ayah biologis saya, tapi Anda bukanlah ayah dalam kehidupan saya!" ucap Haneul Ahmad Syafi.

Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun berkata tajam kepada pria dewasa yang mengenakan jas putih. Dia tahu bahwa pria itu adalah orang yang membuatnya dirinya ada di dunia ini sekaligus membuat sang ibu menderita selama bertahun-tahun.

Bagiamana pria itu meluluhkan hati putra dan wanita yang pernah ia buat menderita karena perbuatan jahatnya di masa lampau?

Akankan Haneul dan ibunya bisa menerima pria itu di kehidupan mereka, mengingat trauma yang dibuat pria itu cukup membuat sang ibu merasa menderita?

Yuuk baca, yang tidak suka di skip tidak apa-apa.
Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JSI 04: Semoga Eomma Tidak Kenapa-napa

" Eomma, hari ini ada pekerjaan kah?"

Haneul sedari tadi melihat Hyejin tengah sibuk mempersiapkan barang yang hendak digunakan untuk foto shoot. Dari tripot, kamera, dan juga beberapa perlengkapan lain untuk dekorasi seperti bunga, kayu dan juga kain.

" Ehmm, tidak juga sih. Eomma hanya merapikannya saja. Kalau ada klien datang untuk memakai jasa Eomma, maka semuanya sudah rapi. Soalnya karena Eomma sibuk di luar jadi barang-barang ini sedikit berantakan, dan ini harus segera dirapikan agar mudah dibawa ke studio."

Haneul hanya mengangguk kecil sambil melanjutkan makan paginya. Sandwich tuna kesukaan itu selalu jadi permintaan Haneul untuk sarapan. Tapi terkadang jika tidak ada stok tuna di kulkas, ia pun tidak menolak untuk makan apapun.

Drtzzz

Ponsel Hyejin yang ada di atas meja berbunyi. Nama dalam layar itu tertulis Appa. Itu berarti ayah dalam bahasa korea. Ini sebenarnya ada alasannya mengapa Hyejin dipanggil Eomma, dan nama Hyejin serta nama Haneul juga berbau negeri gingseng tersebut. Ayah Hyejin dan ibunya adalah keturunan dari negeri seribu pulau dan negeri gingseng. Bahkan kakek buyut Hyejin baik dari ayah dan ibu adalah asli dari negeri dengan produksi musik dan drama yang terkenal di penjuru dunia.

" Appa, berarti dia kakek ku," gumam Haneul lirih. Ingin sekali ia mengambil ponsel itu dan berbicara tapi urung. Bagaimanapun itu perbuatan yang tidak sopan karena menjawab panggilan orang tanpa izin meskipun itu milik ibunya sendiri. Lagi pula sang ibu juga ada di sana. " Eomma, ada telepon," ucap Haneul. Akhirnya dia memilih untuk memberitahu ibunya tentang ponsel yang berbunyi itu.

" Aah terimakasih sayang," sahut Hyejin sambil menghentikan aktivitasnya. Ia lalu mengambil ponsel dan melihat siapa yang menghubungi. Hyejin menghela nafasnya, dan semua bisa dilihat jelas oleh sang putra,

" Eomma, angkat saja siapa tahu memang itu mendesak."

Hyejin terdiam, ia menimbang saran dari Haneul. Tapi sepertinya dia tidak akan mengikuti saran sang putra dan memilih untuk menekan tombol merah pada ponsel yang berarti dia mematikan panggilan itu.

" Sepertinya nanti saja Eomma akan menghubungi lagi, saat ini Eomma sedang membereskan pekerjaan yang sudah lama menumpuk," ucap Hyejin sambil tersenyum. Tentu saja Haneul tahu bahwa itu bukanlah alasan sebenarnya, bisa Haneul hitung dengan jari hanya berapa kali ibunya itu mau menjawab panggilan dari kedua orang tuanya. Tidak lebih dari 10 kali setiap tahunnya.

" Eomma, bis jemputanku sudah sampai."

" Aah iya, Eomma akan mengantarmu ke depan."

Hyejin melambaikan tangannya saat bis jemputan sekolah Haneul mulai menjauh. Padahal Haneul selalu berkata untuk tidak perlu mengantarnya karena dia bisa melakukannya sendiri, tapi Hyejin tetap melakukannya.

Setelah Haneul pergi, Hyejin duduk di dapur. Ia meminum coklat panas yang sudah mulai menghangat karena sudah dibuat dari tadi dan tidak segera diminum. Tangan kirinya kembali melihat ke layar ponsel, ia membuka riwayat panggilannya dan ternyata orang tuanya sudah menghubunginya lebih dari 3 kali sepanjang pagi ini.

Hyejin hanya bergumam sambil mengetuk-ngetuk jarinya ke ponsel. Ia ingin menghubungi kedua orang tuanya tapi rasanya masih berat. " Apa aku anak yang buruk? Ya, pasti aku adalah anak yang buruk karena pergi meninggalkan orang tua yang sudah membesarkanku, tapi aku sungguh belum berani kembali dengan kesalahan yang pernah terjadi dalam hidupku. Uughh ... "

Bugh

Bugh

Bugh

Hyejin memukul dadanya sendiri dengan tangan karena tiba-tiba terasa sakit dan sesak. Dia bahkan kesulitan bernafas. Hyejin berusaha bangkit dan berjalan menuju ke kitchen set, untuk mengambil obat yang ia simpan di sana. Rupanya Hyejin masih mengonsumsi obat anti depresan yang diresepkan dokter. Tidak setiap hari, ia hanya meminumnya saat mengalami kondisi seperti ini.

Hyejin melakukan itu sudah dari lama. Awalnya Hyejin kira dirinya mempunyai penyakit yang serius dalam tubuhnya, tapi ternyata tidak. Semua itu adalah sakit psikis yang membuat dirinya merasakan sakit pada tubuhnya. Mengapa bisa, semua itu karena trauma yang dirasakan. Tanpa sadar lambat laun tubuh Hyejin mulai tidak sehat seperti sedia kala,

Hosh hosh hosh

Dada Hyejin serasa semakin sesak, ia pun semakin kesusahan dalam bernafas. Dan pada akhirnya tubuh Hyejin ambruk di lantai sebelum ia berhasil mengambil obatnya.

Bruk

***

" Hallo Han, pergilah ke rumah sakit nak. Ibu mu pingsan tadi dan sekarang ada di rumah sakit."

Haneul yang baru saja mau masuk ke dalam kelas langsung membalikkan tubuhnya saat mendapat telpon dari Nyonya Margot. Nyonya Margot adalah tetangga mereka, dia adalah wanita paruh baya yang begitu baik kepada Haneul dan Hyejin.

Ia mencegat taksi di depan sekolahan dan meminta sang supir untuk mengemudi lebih cepat. Sepanjang jalan Haneul berdoa, ia sungguh takut jika terjadi apa-apa terhadap sang ibu. Sudah lama ibunya itu tidak mengalami ini, terakhir sekitar setengah tahun yang lalu. Itu pun karena tubuh Hyejin lemah karena kelelahan dalam bekerja.

" Ba-bagiamana keadaan ibuku. Maksudku pasien yang baru saja dilarikan kemari, namanya Hyejin Meida Brajamusti. Saya anaknya "

" Aaah begitu. Saat ini dia sedang ditangani oleh dokter. Tunggu ya nak."

Beruntung jalanan tidak padat sehingga tidak butuh waktu lama bagi Haneul untuk sampai di rumah sakit. Rupanya Nyonya Margot Tidka hanya sekedar memanggil ambulans, dia juga ikut mengantar Hyejin sampai rumah sakit DNA bahkan menunggu.

" Oh Haneul, ibumu nak. Tadi saat datang ke rumah, berkali-kali aku mengetuk pintu tapi tidak ada sahutan. Dan terpaksa aku membuka pintu. Ternyata ibu mu pingsan di dapur."

" Terimakasih Nyonya Margot sudah membawa ibu ku ke rumah sakit. Aku yakin ibu akan baik-baik saja."

Nyonya Margot memeluk tubuh Haneul yang masih belum tinggi itu. Ia takjub dengan ketenangan yang Haneul perlihatkan. Padahal saat ini Haneul sangat takut, hatinya tidak tenang dan bahkan ia ingin sekali menangis. Tapi ia berusaha tetap kuat di depan Nyonya Margot. Saat ini dia lah satu-satunya yang ibunya miliki, maka dari itu dia harus kuat dalam menghadapi situasi seperti ini.

Sreeet

Tap tap tap

" Keluarga pasien?" Seroang dokter keluar dari ruang tindakan. Haneul mengangguk cepat. " Aah kamu putranya ya, ibu kamu sudah tidak apa-apa. Tadi memang ia kesulitan bernafas, tapi kami sudah memasang oksigen dan juga memberinya infus. Sepertinya ibu kamu kelelahan nak, aah iya dimana ayah mu. Sebaiknya ini ku jelaskan saja pada ayah mu."

" Saya satu-satunya keluarga ibu saya Dokter, jadi Anda bisa mengatakan semuanya kepada saya," ucap Haneul tegas. Dokter itu sedikit terkejut tapi kemudian tersenyum. Ia takjub, bahwa anak sekecil itu bisa bersikap sungguh dewasa.

" Baiklah, aku akan menjelaskannya kepadamu. Ibumu mengalami stres. Kesulitan bernafas nya itu adalah akibat dari rasa tertekan yang dialaminya. Dan ehmm, ternyata ibu mu juga mengonsumsi obat anti depresan. Obat itu sesekali membuat bisa meringankan rasa sakit yang dia rasakan tapi semuanya sebenarnya kembali dari hati dan pikirannya. Obat itu tidak bisa dikonsumsi dalam jangka panjang karena bisa merusak bagian tubuh lain nantinya entah itu liver atau jantungnya."

Duaaaar...

TBC

1
ambardinda c
aku suka bgt sama karakter bila dia tulus ceria tp gk byk drama gtu tp hyejin nd sai pun hebat bertanggung jwb nd saling memaafkan novel ini jga best bagiku semangat nd sehat slalu kk author ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️🤗🥰❤️😊
mama yogi
⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
Rahmawati Amma
thor padamu😘
Sri Supriatin
trims Thor ceritanya 🙏🙏
Ramadhan Muhammad: kak cerita Emma ada di judul apa
total 1 replies
Ika Alif
Thor urutanya kalau mau baca dari judul apa dulu???
Damar Pawitra: halo kak, makasih ya udah baca karya aku. tapi sebenernya nggak urit baca pun nggak masalah karena emang ceritanya nggak sambung menyambung ya🤗
tapi kalau mau baca sebelumnya kisah kakek dan Nenek Tara yang dari Yasa tuh judulnya, "Menggaet Hati Dosen Kiler".
terus kalau mau tau cerita kakek dan nenek tara dari pihah Kaluna, judulnya "My Hatters to be my Wife." di sana ortu Kaluna bukanlah pemain inti. terimakasih.
total 1 replies
Nurlaila Hasan
kereeeeennnn
Karsa Sanjaya
itulah mengapa kita d larang minum minuman keras karna akan berimbas ke dosa besar lainya seperti memperkosa atau membunuh karna kita tidak sadar
Jumi Eko
Bagus
Reznim Miarti
brigita dulunya disainer kan thor?
Endang Werdiningsih
kasihan Sailendra,karena ulah linggar,dia jd yersangka pemerkosaan terhadap heyjin
Sopi Yani
bagus
mimma
Luar biasa
bibuk Hannan & Afnan
Sai bukan Sia thor 🤦
bibuk Hannan & Afnan
agar thor bukan agra 🤦
bibuk Hannan & Afnan
kelu bukan keluar dan selain bukan selian thor
bibuk Hannan & Afnan
mencari mu /kau Thor bukan mencari ku
bibuk Hannan & Afnan
dan semua itu adalah akibat ulahmu dokter Sailendra yg terhormat. sadar kah saat memeriksakan hyejin bahwa itu adalah wanita yg kau rusak
Karsa Sanjaya: walaupun ulah sai tpi dsini dia juga korban karna ke isengan temanya jdi bukan sepenuhnya salah sai palagi dia jg coba mencari nya
awal awal episode jg aku sempat nyalahin sai tpi tentmyata dia d jadikan bahan taruhan temanya
total 1 replies
bibuk Hannan & Afnan
haneul cerdas ya seperti kai alias Mr.Sun anaknya mom sita
bibuk Hannan & Afnan
ruang x ya bukan rumah
bibuk Hannan & Afnan
tentu bukan tentun thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!