NovelToon NovelToon
Tumbal Cinta Tuan Muda

Tumbal Cinta Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:9.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: ZiOzil

Season 1 menegangkan dan Season 2 kocak abis.

Tak pernah Venus bayangkan bahwa dia harus terjebak pernikahan dengan pewaris tunggal sebuah perusahaan terbesar di kotanya dan hanya menjadi tumbal atas kutukan keluarganya.

Segala kesusahan dalam hidupnya dan perlakuan buruk orang orang disekitarnya, menjadikan Venus sosok wanita yang kuat dan berani.

Namun siapa sangka akhirnya dia malah jatuh cinta kepada Tuan Muda tampan itu.
Akankah cintanya berbalas?

IG : nevi_andriani90
FB : Nevi Andriani

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZiOzil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Pagi ini Liana dan Reino sedang menikmati sarapannya di meja makan, tapi tak tampak Venus disana.

"Ina, dimana wanita itu?" Reino bertanya kepada pelayan yang bernama Ina itu tanpa menoleh kepadanya .

"Sepertinya masih di kamar, Tuan." Ina menjawab sambil menundukkan kepalanya.

"Panggil dia untuk sarapan!"

"Tidak perlu! Aku sudah disini!" Venus melangkah pelan mendekati meja makan.

"Baguslah, aku nggak ingin ada orang yang kelaparan dirumah ini!" Reino berbicara tanpa memandang Venus yang telah duduk disampingnya.

Dia tau Venus belum makan dari tadi malam, karena pelayan mengatakan Venus nggak terlihat keluar kamar.

"Kelaparan atau tidak, aku tetap akan segera mati. Bukankah begitu Tuan Muda?" Venus hanya melirik Reino sambil mengoleskan roti dengan selai stroberi diatasnya.

"Kau sudah tau apa alasannya kau ada disini?" Reino menautkan kedua alisnya dan memandang lekat Venus.

"Iya, aku sangat tau!"

"Kalau begitu mainkan peranmu dengan baik dan jangan menyusahkan putraku!" Suara Liana menyambar telinga Venus, membuat gadis itu tertawa sarkas.

"Hahaha ... menyusahkan katamu, Nyonya?"

Reino dan Liana bingung melihat Venus yang tertawa seperti itu.

"Kalianlah yang sudah manyusahkan hidupku, menjadikanku Kambing Hitam demi menghindari kutukan itu." Venus berkata pelan namun penuh penekanan.

Byuuurrr ......

"Jaga bicaramu wanita murahan!" Liana berdiri dan menyiramkan segelas air kewajah Venus.

Reino terkesiap melihat tindakan Mamanya itu.

"Ini caramu memperlakukan menantumu, Nyonya?" Venus memandang sebal Liana, sambil menyeka air diwajahnya.

"Aku tak sudi mempunyai menantu murahan sepertimu!" Liana memasang ekspresi jijik dan memalingkankan wajahnya dengan angkuh.

"Kalau begitu ceraikan saja aku! Aku pun tak sudi berada dikeluarga yang penuh kutukan ini."

"Beraninya kau wanita sialan!" Liana semakin geram.

Brraaak ......!

"Cukup! Hentikan ini!" Reino menggebrak meja dihadapannya membuat Venus maupun Liana tersentak kaget.

"Sudahlah, Ma!"

"Dan kau, jaga sopan santunmu dihadapan Mamaku!" Reino mengarahkan jari telunjuknya kedepan wajah Venus.

"Kenapa aku harus menjaganya?" Venus memasang wajah lugu.

"Karena dia adalah mertuamu!" Reino menajamkan tatapannya ke Venus.

"Kau tidak dengar tadi? Dia tidak sudi mempunyai menantu sepertiku." Venus tersenyum sinis.

Reino membuang nafasnya kasar, mencoba menahan emosi yang menjalar diotaknya, bagaimana pun juga Venus benar, Liana juga bersikap tidak baik pada gadis itu, jangan salahkan dia kalau dia membalasnya.

"Aku penasaran, bagaimana kalau seluruh dunia tau bahwa keluarga Brahmansa menjadikan seorang gadis sebagai tumbal dan memperlakukannya dengan buruk." Venus meletakkan jarinya didagu seolah olah sedang berfikir.

Reino dan Liana terkesiap mendengar kata kata Venus, mereka sadar bahwa Venus sedang berusaha mengancam mereka.

"Apa maumu?" Reino menatap Venus dengan rasa penasaran bercampur geram.

"Kau sedang ingin mengabulkan permintaan terakhir orang yang akan mati?" Venus memandang Reino dengan raut wajah yang dibuat sedih.

"Kau terlalu banyak basa basi!" Liana menengking dengan penuh emosi.

"Ssstt ... jangan mencampuri urusan rumah tangga putramu, Nyonya!" Venus meletakkan jari telunjuknya didepan bibir dan berbicara dengan nada pelan.

"Kaaauuuuu ...!" Liana hendak berjalan mendekati Venus, tetapi Reino menghentikannya.

"Apa yang kau inginkan?" Reino menatap Venus dengan sorot mata penuh amarah.

"Perlakukan aku dengan baik, berikan hakku sebagai istri dan kebebasan dirumah ini."

Kata-kata Venus berhasil membuat Liana semakin geram tapi dia tak berani bersuara karena Reino telah mengisyaratkannya untuk diam.

"Baiklah! Kau boleh melakukan apapun dirumah ini, tapi jangan menyentuh barang-barang di dalam lemari itu." Reino menunjuk sebuah lemari kaca yang dipenuhi barang barang antik.

"Kenapa? Kau takut jika aku menyentuh barang-barang itu lalu aku mati, maka barang-barang itu akan menjadi sial?" Venus memasang wajah sedihnya lagi, memandang Reino dengan tatapan ambigu.

Seketika Reino merasa iba mendengar kata-kata Venus, terlebih melihat tatapan mata gadis itu yang mulai sendu.

"Bukan begitu! Itu barang-barang antik peninggalan Kakekku, aku takut kau merusaknya." Reino melembutkan suaranya, seketika emosinya sirna begitu saja.

"Baiklah, Tuan Muda!" Venus melebarkan senyumannya lalu beranjak pergi dengan membawa sepotong roti yang telah dia olesi dengan selai stroberi dan sedikit air siraman dari Liana tadi.

Reino hanya memandang Venus yang melangkah menaiki anak tangga, ada rasa menyesal dihatinya karena melibatkan gadis itu didalam masalah keluarganya.

"Kenapa kau terlalu baik kepadanya?" Liana memandang sinis kepergian Venus.

"Sudahlah, Ma! Berhenti mempelakukannya dengan buruk!" Reino memandang Liana penuh harap.

"Apaaaaaa ...? Kau menyalahkan Mama?" Liana memekik tak terima dengan ucapan putranya itu.

"Ma, dia akan membocorkan rahasia ini ke publik. Aku bisa apa?" Reino terlihat frustasi.

Sebenarnya bukan itu alasan satu satunya Reino mengabulkan permintaan Venus, tapi dia juga merasa kasihan kepada gadis itu.

"Haaa ... Mama pusing!" Liana berlalu meninggalkan Reino yang masih terdiam di meja makan.

Kejadian pagi ini benar-benar membuat acara sarapan di kediaman Brahmansa berantakan, lalu bagaimana dengan besok?

Akan kah seperti ini setiap pagi?

***

Mentari siang sudah naik tinggi, panasnya mulai menyengat kulit. Venus yang merasa bosan segera keluar dari kamar untuk mencari udara segar.

Langkahnya terhenti di ujung anak tangga teratas saat mendengar suara berisik dilantai bawah, lalu seorang pelayan datang membawakan makan siang untuk Venus atas perintah Tuan Mudanya, karena Reino nggak ingin kejadian tadi pagi terulang lagi saat Venus dan Mamanya bertemu di meja makan untuk makan siang.

"Nona Muda, ini saya bawakan makan siang Anda." Pelayan itu menundukkan kepala dengan nampan berisi makanan dihadapannya.

"Ada siapa dibawah?" Venus terlihat penasaran dan tak memperdulikan makanan yang dibawa pelayan itu.

"Di bawah ada Nona Diana dan Nyonya Helen sedang berkunjung."

"Siapa mereka?" Venus semakin penasaran.

Sejenak pelayan itu terdiam, dia bingung harus mengatakan apa?

Dia takut salah bicara dan mendapat masalah, tapi Nona Mudanya sedang menunggu jawaban darinya.

"No ... Nona Diana adalah kekasih Tuan Muda." Ragu-ragu pelayan itu akhirnya menjawab pertanyaan Venus, dia pasrah dengan apa yang akan terjadi pada nya setelah ini.

"Oh, ya sudah bawa makan siangku ke kamar, aku mau menyambut tamu dulu." Venus melangkah pasti menuruni anak tangga.

Pelayan itu memandang kepergian Venus dengan perasaan takut.

Venus menghentikan langkahnya di tengah tangga dan tersenyum kepada orang-orang dibawah sana yang sedang memandangnya dengan tatapan tidak suka.

"Wah ... ada tamu rupanya, kenapa aku tidak diberitahu?" Venus tersenyum memandangai Diana dan Helen bergantian.

"Jadi ini si tumbal yang nggak tau diri itu?" Diana mendekati Venus dengan tatapan sinis.

"Walaupun aku tumbal dan akan mati, setidaknya saat ini akulah istri Tuan Muda dirumah ini. Jadi sebaiknya kau cukup tau diri." Venus tersenyum mengejek.

"Beraninya kau!" Diana melangkah menaiki anak tangga ingin menarik Venus, namun kakinya tersandung dan nyaris jatuh. Venus menangkap lengan Diana dan mencengkeramnya kuat hingga gadis itu tidak jadi jatuh.

"Tanganku sakit!" Diana mengaduh kepada Liana dan Helen.

"Lepaskan putriku!" Helen reflek berteriak.

***

1
Maa Yanti Maa Yanti
waduh jiwa jomloo ku meronraa liht yg ganteng ini mh 😍😍🤤🤤
Maa Yanti Maa Yanti
semangaat thor ku sayang 🫶💕 cerita nya seru biarin aja mirip jg atuh da ta sama klau bisa mh jngan dibnding"kn cerita na bisa" lierrrr yg pnting hapyy baca na atuh ah 🙏🙏😅😅
Maa Yanti Maa Yanti
tah kitu lawan atuh venus jngan diam wae 💪💪
ione
Luar biasa
Erna Kurniawati
Kecewa
Erna Kurniawati
Buruk
Moza9i
salah Reino jg sih pake dirahasiain segala. harusnya kasih tau aja, gak mgkin venus ninggalin dy walaupun udah ketemu kakaknya, kan mereka udah jadi suami istri sah.
Moza9i
salah sendiri gak mengakui istri sendiri, jd banyak yg naksir deh 🤣🤣
Moza9i
dari pada cari info keluarga kandung venus, mending cari pendonor lain dulu kan?
Moza9i
dasar si venus aja yg bego, gak belajar dr pengalaman
Moza9i
venus ini keluarga atau pembantu sih? masa 1 pun orang di rumah itu gak ada yg baik sama dy?
Moza9i
"baru separuh dia meminum jus jeruk itu, ..." berarti kira² sudah setengah gelas dong yg diminum, masa baru disemburin? harusnya seteguk aja thor
Iin Karmini
🤣🤣🤣🤣bukan kepompong lagi ya udah ganti😅😅😅
Iin Karmini
aku kecewa thor klo erik sma erika...dia jahat ga pantes sma erik yg baik, 21 thn venus d kluarga winata selama itu mereka menjahatinya..cariin jodoh erik yg lain dong
Iin Karmini
utk org yg seumur hidupnya d aniaya terus menerus...penolakanmu trhadap kk mu sgt brlebihan venus meskipun alasannya merasa mustahil karna merasa punya kluarga, nyesel kan skarang???
Iin Karmini
hrsnya kau senang kau bukan bagian dri kluarga kejam itu venus...ah mengecewakn jga karaktermu
Iin Karmini
ck knapa slalu emosi denger" aja kek...d aniaya kluarga winata aja sabar
Iin Karmini
bapanya erik yaa thor
Iin Karmini
sembarangan ganti nama org nih tuan muda🤣🤣vino =kecoa, kenan= siluman laba"...ntah apa lgi nanti jka ada org lain lgi yg bikin dia kesel
Iin Karmini
pasrah amat venus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!