Di usia yang sudah cukup matang, nyatanya ArXy Rahardian Wijaya belum juga mau menikah. Ia masih begitu nyaman dengan kesendiriannya meski julukan Si bujang lapuk melekat padanya.
Hingga kedua orangtuanya pun terpaksa menjodohkan Putra sulung mereka itu dengan gadis manis bernama Starla.
Starla adalah anak Piatu yang dibesarkan hanya oleh ayahnya saja yang seorang pemabuk juga penjudi. Demi menebus pria itu di dalam penjara ia menerima tawaran menikah dengan Pewaris Rahardian Group.
Pernikahan yang hanya diatas kertas itupun akhirnya berujung dengan perceraian.
Mereka berpisah dan sibuk dengan kehidupan masing-masing hingga takdir justru membawa keduanya kembali bertemu.
Rasa yang berbeda pun ArXy rasakan pada Mantan Istrinya tersebut.
Akankah cintanya diterima kembali?
Usaha apa yang akan di lakukan ArXy demi kembalinya Si masalalu?
Yuk, kepoin kisah cucu anak bawang yang tak seindah keturunan Buaya 🤣🤣
Like komen dan Subscribe ya, Sayang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Starla yang sudah di dandani secantik mungkin oleh calon ibu mertuanya kini tengah bersiap menuggu ArXy datang. Ia duduk seorang diri di Privat room sebuah Restoran yang baru pertama ia datangi. Ayahnya baru dua jam lalu di bebaskan oleh Tuan Rahardian maka itu Starla juga mau dan bersedia di makeover sampai ia tak mengenal dirinya sendiri.
Dan suara derap langkah nyatanya semakin membuat jantung Starla berdegup kencang ribuan kali lipat.
"Kamu Starla?" tanya ArXy yang kini sudah duduk setelah menarik kursinya sendiri.
Starla hanya mengangguk, ia tak berani mendongakkan wajahnya terlalu lama meski rasanya ingin, harum parfum pria itu begitu menenangkan hingga ia terbuai dan akhir jatuh cinta.
Ya, Starla langsung jatuh cinta pada pandangan pertama pada sosok pria tampan dengan garis rahang yang begitu tegas. Ia dewasa dan sangat tampan pastinya.
"Berapa umur mu?" tanya ArXy lagi karna ia merasa gadis di depannya kini masih sangat imut dan polos.
"17 tahun, Tuan," jawabnya pelan namun mampu membuat kedua bola mata ArXy bulat sempurna.
"Apa?!" pekiknya kaget luar biasa.
ArXy yang tak menyangka hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan. Gadis itu terlalu muda untuknya yang sudah dewasa dan matang. ArXy pun memijit pelipisnya yang mendadak sakit karna kelakuan Apihnya yang di luar dugaan.
Ia memang hanya di beritahu nama saja oleh Apihnya, untuk hal lainnya ArXy di minta untuk bertanya langsung sebagai bahan obrolan mereka nanti, itulah sebabnya ia kaget bukan kepalang saat mendengar angka yang di ucapkan Starla barusan perihal umurnya.
"Sudah lulus sekolah 'kan?" tanya ArXy lagi memastikan, jangan sampai ia seperti Apihnya yang menikah saat Amih masih memakai seragam abu-abu.
"Sudah, Tuan, baru saja lulus sekolah dengan nilai terbaik," jawab Starla jujur dan polos padahal ArXy juga tak akan perduli dengan hal tersebut.
"Baguslah, setidaknya kamu bukan seorang siswi SMA."
Starla hanya menganggukan kepala, ia masih sedikit curi-curi pandang pada ArXy yang sedari tadi sepertinya tak tersenyum. Pria itu masih betah melipat tangan didada dari sejak datang sampai sudah melayangkan beberapa pertanyaan.
"Baiklah, aku juga tak perduli denganmu. Jika kamu sudah siap menikah denganku, kita akan menikah. Tapi jangan harap kita bagai suami istri sungguhan. Aku tetap aku dan kamu jangan urusi hidupku. Jangan banyak bertanya apalagi melarangku. Aku menikah hanya karna orangtuaku. Selebihnya aku masih anggap diriku sendiri, paham?!"
Starla yang kaget tak langsung menjawab, ia kira pernikahannya akan indah dan bahagia layaknya pasangan pada umumnya.
Tapi pria yang katanya akan menikahinya itu justru memilih jalan masing-masing dalam berumah tangga.
"Tuan, Saya--,"
"Apa? Kamu cuma butuh yang kan? nanti saya berikan yang jauh lebih banyak dari orangtua saya," potong ArXy yang menyamaratakan Starla dengan gadis lainnya.
Ia pergi meninggalkan calon istrinya yang tanpa ia tahu sudah menjatuhkan satu tetes air mata.
"Aku tak serendah itu, Tuan."
Starla yang menangis beberapa saat terkejut dengan seseorang yang tiba-tiba memberinya sapu tangan.
"Terimakasih," ucapnya bingung.
"Mundurlah jika kamu merasa tak sanggup," ucap orang itu yang entah siapa.
"Tidak, ayahku sudah di bebaskan. Ia juga sudah mulai bekerja besok. Aku tak mau mengingkari janjiku pada Tuan Gala," Jawabnya sambil terisak.
.
.
.
Baiklah.. aku akan menjagamu.