NovelToon NovelToon
My Toni Is Mr Anthony

My Toni Is Mr Anthony

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cinta pada Pandangan Pertama / CEO Amnesia / Tamat
Popularitas:227.3k
Nilai: 5
Nama Author: EYN

Menuruti panggilan hatinya, Eliana bersedia merawat pasien amnesia tanpa identitas yang masuk ke Rumah Sakit tempatnya bekerja.

Semua orang menolak dan takut pada pasien yang di duga buronan itu. Tak seorang perawat pun bersedia melayani Toni. Tapi, Eliana justru bersedia merawat dan memberinya tempat tinggal.


Siapa sangka, pria itu tidak hanya tinggal dirumahnya tapi juga di hatinya.

Sayangnya, Toni tiba - tiba menghilang dan muncul dengan kabar bahwa dia sudah bertunangan.

Bagaimana kisah Eliana dan Toni selanjutnya? Apa yang terjadi saat ingatan Toni kembali nanti?

Yuk baca kisah Toni dan Eliana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EYN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 -- Dia Saudaraku!

"Hmm... jadi kamu panik dan menangis karena berpikir aku mau bunuh diri?" tanya Toni menarik kesimpulan, setelah mendengar cerita bagaimana Eliana kebingungan karena dirinya menghilang. Saat ini mereka dalam perjalanan pulang menuju rumah Eliana.

Eliana tak menjawab, dia hanya mengangguk - angguk dan kepalanya sedikit menunduk. Rasanya malu setiap kali mengingat bagaimana paniknya dia tadi saat mencari Toni. Dan, parahnya dia sampai menangis sambil memeluk Toni. Astaga!

Toni tertawa pelan. "Aku tak sebodoh itu. Tadi itu aku cuma berpikir, kemana aku akan pergi setelah ini."

"Hhh... aku cuma nggak nyangka aja kalau mereka bakal mengusirmu. Dan hanya kuatir padamu yang tak mengingat apa pun." ucap Eliana, dia mencoba memberi alibi. "Lagipula aku nggak suka cara suster kepala ngomong soal kamu, benar - benar tak punya perasaan."

Eliana terus mengomel, wajahnya nampak begitu serius, alisnya berkerut hampir menyatu satu sama lain, bibirnya mencebik dan tangan bersedekap seolah - olah dia sedang marah pada seseorang. Sayangnya, wajah cantik nan lembut itu sama sekali tak cocok untuk mengekspresikan perasaan marah. Di mata Toni, Eliana justru tampak semakin menggemaskan.

"Melihatmu wajahmu saat ini, membuatku teringat pada seseorang." komentar Toni.

"O'ya? Seseorang di masa lalu?"

"Ehem... biar aku ingat - ingat lebih dulu." sahut Toni, sambil memasang ekspresi sedang berpikir keras.

"Wah! Jangan - jangan sebentar lagi kamu bisa mengingat masa lalumu." katanya bersemangat, tangannya menepuk bahu Toni pelan. Eliana dengan sabar menunggu jawaban Toni dengan kedua sudut bibir yang melengkung keatas

"AHA! Aku ingat sekarang." Toni menjentikkan jarinya.

"Siapa? Siapa?" tanya Eliana tak sabar.

"Suster kepala." jawab Toni sambil mengulum senyum, matanya bersinar jahil. Dan dia juga bersedekap menirukan gerakan dan mimik wajah Eliana.

"HAH? ENAK SAJA!" sahut Eliana sewot.

Dia tak mau disamakan dengan suster kepala yang galak dan tak sabaran. Apalagi saat ini Eliana masih sakit hati karena kata - kata suster kepala tentang Toni.

"Nah! Kalau melotot begini semakin mirip." goda Toni lagi.

Hhhh... tak sopan sekali laki - laki ini! Elisa tak terima, tangannya terangkat hendak mencubit Toni.

Eits! Toni lebih cepat, dia berhasil menghindar. Dia berjalan mundur sambil menjulurkan lidahnya. Eliana kesal, dia menghentakkan kaki. Toni malah tertawa. Semakin Eliana kesal, semakin dia senang. Tawanya pun semakin membahana.

"Catch me if you can."

(Tangkap aku kalau bisa.)

Eliana masih tak terima, dia mengejar Toni. Melihat Toni memperlambat kecepatan larinya, Eliana memperlebar langkahnya, bergerak secepat mungkin berusaha menangkap Toni.

Ah, jarak mereka tinggal satu ayunan tangan.

Siuuutt...

"Ups, nggak kena."

Toni berkelit dengan lincah, kemudian lari menjauh. Tangan Eliana hanya menangkap angin.

"Hey! Stop! Aku nggak akan memukulmu." panggil Eliana akhirnya. Dia menyerah, napasnya sedikit terengah karena berkejaran dengan Toni.

Toni tak mendengar, dia malah berlari menuju ke arah keramaian pasar malam.

Eh? Dimana Toni? Eliana celingukan di depan pasar malam, kehilangan jejak Toni.

"Cih, kemana perginya orang itu." Eliana mulai bersungut - sungut dalam hati.

Langkah kakinya melambat, tapi matanya terus saja berkeliaran kesana kemari mencari sosok Toni. Diam - diam ada perasaan takut yang merayap di hati Eliana, kuatir kalau Toni akan tersesat. Dia tak tahu daerah ini.

"Nona, maukah berkencan denganku?" suara berat seorang pria menyapanya.

HEH!

Sesaat Eliana terkesiap, siapa yang berani kurang ajar padanya.

"Psst, nona cantik."

Eliana bersiap menghajar orang yang menyapanya dengan tidak sopan, dia menghirup udara dalam - dalam untuk menghimpun kekuatan. Kemudian menoleh dan menyemburkan kekesalannya.

"JANGAN SEMBARANGAN! KAU PIKIR ---"

"Nona perawat kalau marah - marah terus, nanti cantiknya bisa hilang." potong pria itu.

'Toni?'

Seketika kalimat Eliana menggantung di udara saat mendapati seraut wajah tampan sedang tersenyum di hadapannya. Matanya bertemu dengan mata coklat gelap yang menatap hangat ke dalam manik mata Eliana.

"Kamu mencariku?" tanyanya, memutus lamunan Eliana.

Eliana mengerjapkan matanya, mencoba tak hanyut dalam pesona Toni.

"Bagaimana kalau jalan - jalan ke pasar malam dulu?" tanya Toni. Jempolnya menunjuk ke belakang punggungnya, ke arah kerumunan orang dan stand - stand yang di pasangi lampu warna warni.

Tangan Toni terulur, telapak tangannya menghadap keatas. Eliana menatap telapak tangan dan wajah Toni bergantian, mencoba menebak apa mau laki - laki di hadapannya.

'Apa dia mau menggandengku?'

Toni tersenyum. Dia melangkah mendekat, meraih tangan Eliana dan menggenggamnya, hangat. Eliana tak merespon apa pun, kakinya melangkah mengikuti arah kemana Toni berjalan. Berkali - kali tangannya melirik ke tangan Toni yang terus menggenggamnya.

Ehm, apakah mereka saat ini tampak seperti pasangan yang sedang kasmaran? Eliana bermonolog dalam hati. Eliana tak bisa memungkiri, ada sesuatu yang menyergap hatinya yaitu perasaan aman dan nyaman.

Tapi kadang apa yang ada di hati dan apa yang keluar dari mulut bertolak belakang. Karena tak ingin menarik perhatian siapa pun, dia melepaskan genggaman Toni. Kemudian jarinya menunjuk kearah stand yang menjual pakaian.

"Eh Toni, sepertinya ini cocok untukmu." Eliana menunjukkan sebuah celana jeans model slim fit kekinian.

"Tapi aku sedang tak mau belanja, Eliana." sahut Toni. Biar bagaimana pun Toni tahu diri, dia tak punya uang. Harga dirinya melarang untuk menerima pemberian wanita cantik di hadapannya.

"Aku mau membelinya untukmu Toni. Pasti akan bagus menempel di kakimu yang panjang itu." ucap Eliana tak peduli. Tangannya menempelkan celana itu ke kaki Toni, mengira - ngira ukuran yang pas.

"Tapi aku nggak perlu itu." jawab Toni. Dia membalikkan tubuhnya, menghindari Eliana.

"Yes, you do. Memangnya kamu mau memakai pakaian yang itu - itu terus?" sergah Eliana. Tangannya menarik baju Toni untuk tetap tinggal.

"Jangan buang - buang uangmu untukku. Pakai saja untuk keperluanmu yang lain." jawab Toni lagi. Dia benar - benar malu kalau sampai Eliana membelanjakannya pakaian.

"Hey! Ini uangku dan aku ingin membelanjakannya. Kenapa tak boleh?"

"Belanjalah untukmu sendiri, bukan untukku." Toni bersikeras menolak.

Wanita penjaga stand yang ada di hadapan mereka hanya bisa mematung, menoleh bergantian pada sepasang pria dan wanita yang sedang berdebat.

"Hai, Eliana. Pacar baru, hm?" tiba - tiba terdengar sapaan suara seorang gadis.

Eh?

Serempak Eliana dan Toni menghentikan perdebatan dan menoleh. Seorang gadis berusia sekitar dua puluh tahunan tersenyum di hadapan mereka, matanya mengerling genit kearah Toni.

"Brenda?" sapa Eliana pada tetangganya.

"Kencan, huh?" Gadis itu menyikut lengan Eliana.

"No! Dia.... " Otak Eliana berputar cepat untuk menemukan jawaban. "Oh, bukan kencan. Dia saudaraku, kakak sepupuku. Kenalkan, namanya Toni."

"Tapi, aku tak pernah melihatnya berkunjung ke rumahmu selama ini." kata Brenda, dia memiringkan wajahnya.

"Dia baru kembali dari luar negeri." jawab Eliana cepat, berbohong.

"Kata ibuku, orang tuamu jarang dikunjungi saudara - saudaranya sejak dulu. Itulah sebabnya kamu sebatang kara setelah orang tuamu tak ada." ucap Brenda lagi. Dia masih penasaran dengan pria tampan yang berdiri di dekat Eliana.

Ingin menghindari Brenda si tukang gosip, Eliana segera mengumpulkan barang - barang yang tadi diincarnya.

"Nona, bungkus semuanya." perintahnya pada penjual pakaian. Dia tak mau membahas soal Toni lagi kepada Brenda dan berniat langsung pulang.

Setelah belanjaannya terbungkus rapi, Eliana segera membayarnya dan mengajak Toni pulang.

Sialnya, Brenda terus mengikuti mereka.

"Jadi dia akan tinggal disini?" tanyanya begitu mereka sampai di depan rumah Eliana.

"Ya, untuk sementara waktu."

"Sejak kapan kamu tinggal dengan pria asing?"

"Hey, dia saudaraku. Bukan pria asing." kata Eliana sambil membuka pintu rumahnya. Dia ingin segera masuk dan terlepas dari Brenda yang super kepo.

"Saudara atau bukan, kamu harus lapor ke neighborhood watch atau ke chief head. Itu peraturannya." tegas Brenda.

Bersambung ya....

Note :

1. Chief head adalah jabatan yang setara dengan ketua RT, mereka bertanggung jawab pada keamanan lingkungan. (luar negeri)

2. Neighbourhood Watch semacam kumpulan orang yang bertugas menjaga keamanan kampung / lingkungan (di luar negeri). Mungkin di Indonesia semacam petugas siskamling.

.

1
Endang Sulistia
bagus banget Thor...
Endang Sulistia
tambah wawasan...makasih thor
Endang Sulistia
mantap thor
Endang Sulistia
kasi jodoh nya si Alex
Endang Sulistia
apa tifany kembaran Clara 🤔🤔
Endang Sulistia
cie..cie...yg merasa tua 🤪🤪🤪
Ririn Nursisminingsih
biasanya klau hidup diluar negeri cuex2 yaa ini kenapa pads kepo2 ngurusin urusan orang lain ajs
sweetpurple
Luar biasa
Lala lala
semoga dpt t4 kerja yg lbh baik gak ada lambe turah ala lake wood hehe
Lala lala
bingung yah..rumkit inggres ngurusin pribadi org tinggal bersama smpe dipecat, kayak pak RT indo grebek warga yg blm syah, pdhl rumkit di indonesia ndk ky gt juga 😀 kecuali si eliana melakukan malpraktek br blh dipecat
Lala lala
gaya inggres tapi kelakuan kyk emak cctv indonesia...pdhl setau kita org barat cuek ya masalah living together 😅
Lala lala
kalau org barat sih mau lapor gak lapor ga da masalah mau nu.pang tdr mau kumpul kebo tetangga ga urus yg pnting gak ganggu ketentraman ga bikin huru hara dan bkn kriminal.
Juragan Jengqol
katanya ga boleh barengan, kok sama erik 😁😁

daripada sama erik mending sama toni. collin gimana sih, thor? 🤭
EYN: 😂😂😂 soalnya Toni punya lahacia 😝😜
total 1 replies
EYN
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca, Kak. 🙏
Juragan Jengqol
nah lho, bakalan ketemu tuh
Juragan Jengqol
embeeeer, bambaaang
Juragan Jengqol
toni sama john payah, ah. harusnya tinggalin bodyguard buat jaga eli
Juragan Jengqol
oh... apa yang terjadi terjadilah...
yang dia tahu hanyalah menyabung nyawa
EYN: Ada, Kak.
sudah lama banget
total 3 replies
Juragan Jengqol
luar negerinya di mana thor? emak2nya kaya di sini ya... 🤣🤭
EYN: 😂😂😂😂Luar negerinya ada di hatiku 🤣🤣
total 1 replies
EYN
Terima kasih koreksinya, Kak 🙏🙏
Otw revisi...

Maafkan, saking asyiknya ngetik 😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!