NovelToon NovelToon
SEBENARNYA...

SEBENARNYA...

Status: tamat
Genre:Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:12.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: hijaudaun_birulangit

(Sudah tersedia versi cetak)


Perjuangan Andreas mendapat maaf dan cinta dari wanita yang telah ia nodai.

Andreas yang Tuan Muda dan terbiasa hidup mewah dengan segala fasilitas terbaik, sampai merelakan semua itu hanya demi mengejar Marisa, yang sayangnya begitu benci padanya sejak kehormatannya direnggut Andreas secara paksa.

Marisa yang hamil, terpaksa mengubur semua impian dan cita-citanya, bahkan harus rela dibenci Ibu kandungnya sendiri karena menjadi penyebab kematian Ayahnya.

Apakah menurut kalian orang yang jahat akan selamanya menjadi jahat?

Bisakah Marisa memaafkan Andreas yang telah meluluh lantahkan hidupnya?

Konflik yang menguras emosi serta air mata bisa kalian baca di sini.


Halo... Ini novel pertama saya di Noveltoon, ayo ikut larut dalam perjalan cinta Andreas dan Marisa.

Semoga menghibur ❤

-🍀-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hijaudaun_birulangit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERUNTUNG ATAU SIAL

"Mbaaak..!" panggil Marvin, ia segera bangkit dan berlari menolong Marisa. Di angkatnya motor yang menimpa kaki Kakaknya, kaki Marisa lecet dan bengkak.

Beberapa orang mulai berkekumpul untuk menolong, termasuk Pak Kirman si Supir dari mobil yang hampir bertabrkan dengan motor Marvin.

"Hati-hati dong Pak klo nyetir..!" Marvin emosi. "Kenapa mobil Bapak tadi keluar jalur..?"

"Lha situ bawa motor juga kenceng-kenceng, sudah tahu itu di tikungan." Pak Kirman tidak mau kalah. "Mobil Tuan saya juga hampir menabrak pohon." lanjutnya.

Suasana mulai ramai,orang-orang yang ikut berkerumun lebih membela Marvin yang naik motor dari pada mobil yang di kendarai Pak Kirman.

Laki-laki itu memperhatikan dari dalam mobil, ia berdecak kesal sambil memegangi pelipisny yang lebam saat menubruk pintu mobil tadi. Sesaat kemudian di ambilny ponsel nya dari saku celana, kemudian di telponnya seseorang.

"Ya Tuan Muda...?" suara dari dalam ponsel terdengar.

"Ren, segera ke tempatku. Aku ada sedikit masalah." kata Laki-laki itu.

Tanpa menunggu jawaban dari orang yang di telponnya. Laki-laki itu segera mematikan ponsel nya. Ia tidak perlu mejelaskan di mana dirinya, karena GPS pada ponselnya terhubung di ponsel orang yang barusan ia telpon.

"Tuk..tuk.." Pak Kirman mengetuk pintu kaca mobil. Laki-laki itu segera menurunkan kaca mobilnya. Di lihatnya raut cemas di wajah tua sopirnya.

"Maaf Tuan Muda, sepertinya Tuan Muda harus turun. Orang-orang yang berkerumun itu menuduh kita yang salah." Pak Kirman menjelaskan.

Laki-laki itu diam sesaat sambil memandang ke arah Marvin dan Marisa yang sudah di kerumuni orang banyak, kemudian membuka pintu mobil dan mulai turun.

"Tuan Muda lebih baik Tuan Muda mengalah, saya takut ada apa-apa dengan Tuan Muda.." Pak Kirman takut-takut memberi tahu. "Di kota ini, orang-orang lebih suka main fisik tanpa mau menyelidiki dulu siapa yang salah." lanjutnya.

Laki-laki itu mengangkat tangannya,menyuruh Pak Kirman untuk diam.

"Dasar orang kaya, sudah tahu menabrak tapi tidak mau turun dan minta maaf." Seorang Bapak-bapak berkata.

Laki-laki itu melirik sekilas ke arahnya dari balik kacamata hitamnya. Seketika si Bapak terdiam, ada aura mengintimidasi dari laki-laki itu walaupun dia hanya diam.

"Orang saya akan datang sebentar lagi, kalian bilang saja berapa jumlah yang harus di bayar." ia berkata tenang.

Marisa dan Marvin saling pandang, dan orang-orang yang tadi ribut seperti lebah mendadak diam.

Alis Marisa berkerut, ia tidak suka dengan cara Laki-laki itu bicara. Seolah kecelakaan yang bisa saja merengut nyawa nya itu bisa selesai dengan uang.

"Saya sudah di sini dan bersedia bertanggung jawab." Laki-laki itu bicara lagi kepada orang-orang yang mengerumuninya. "Saya rasa kalian bisa membubarkan diri."l anjutnya tetap dengan ekspresi datar.

Orang-orang yang berkumpul itu saling berpandangan, sebelum akhirnya membubarkan diri.

Kini tinggal mereka yang berdiri di pinggir jalan di siang yang terik itu, termasuk Pak Kirman si Sopir dari laki-laki itu yang berdiri menunduk di belakang Tuan nya.

"Sepertinya kau orang yang sangat kaya Pak sampai mau mengganti berapa pun yang kami minta."Marvin berkata.

Ia mencoba menghidupkan motornya, tapi motor itu tidak mau menyala. "Lihat!Sepertinya kau juga harus mengganti motorku."l anjutnya.

Laki-laki itu tersenyum samar sambil memandangi motor buntut Marvin.

"Dek..!" Bentak Marisa yang duduk di pinggir trotoar. Ia belum bisa berdiri karena kaki nya yang bengkak. Marisa tahu, Adiknya sedang mencoba mencari keuntungan. Laki-laki berkacamata hitam itu melihat ke arah Marisa sesaat sebelum kembali acuh.

Tak berapa lama sebuah mobil Civic Turbo warna merah berhenti di samping mereka. Seorang laki-laki berjas hitam keluar dari dalamnya.

"Tuan Muda Andre," Rendy berjalan menghampiri laki-laki berkacamata hitam itu.

"Berikan kunci mobilmu." perintahnya.

Rendy segera menyerahkan kunci mobil yang ia kendarai kepada Laki-laki itu

"Kau urus mereka." lanjutnya sambil menunjuk Marisa dan Marvin, kemudian berjalan ke arah mobil Civic Turbo yang tadi di kendarai oleh Rendy. Tak lama mobil itu telah melaju kencang membelah jalanan.

"Apa-apaan dia...??" Marisa melihat mobil yang mulai menjauh itu dengan pandangan tak percaya. Ia tak habis pikir dengan sikap laki-laki itu.

"Berapa uang yang harus Tuan kami bayar untuk mengganti kerugian kalian? "tanya laki-laki berjas hitam bernama Rendy sambil mengeluarkan buku cek.

"Lima juta!" kata Marvin cepat. "Dan itu belum termasuk biaya service motorku yang rusak."

Marisa memelototkan matanya ke arah Marvin, tapi yang membuat Marisa heran, orang bernama Rendy itu benar-benar menuliskan cek senilai lima juta rupiah.

Marvin menerimanya dengan tak percaya, padahal tadi dia hanya asal menyebutkan nominal. Karena tak suka dengan gaya sombong laki-laki berkacamata hitam tadi. Tak di sangka bawahan dari laki-laki tersebut benar-benar membayar nya lima juta.

"Motor itu sudah tua, perusahaan Tuan Muda kami ada yang berinvestasi di pabrik motor. Kalau kalian bersedia, kami akan mengirimkan motor baru,dari pada motor itu di service" kata Rendy dan di sambut ekspresi tak percaya dari Marisa dan Marvin.

Entah hari ini merupakan hari sial atau hari keberuntungan mereka.

Di sebuah Klinik Kesehatan, kaki Marisa telah di balut dengan perban elastis warna coklat untuk mengurangi bengkak pada kakinya. Begitu pun yang lecet telah di obati. Meski begitu, untuk sementara Marisa tidak diperboleh berjalan dulu.

"Dua sampai tiga hari ini jangan di buat jalan dulu yaa biar bengkak nya berkurang." Perawat yang baik itu menginggatkan lagi sebelum pergi meninggalkan Marisa.

"Terimakasih..."Marisa tersenyum.

Ia duduk di atas ranjang sambil merenungi kejadian tadi. Marvin pulang duluan karena harus bekerja di bengkel. Sebelum ia pulang, Marisa sudah menyuruhnya menelpon Restoran Padang tempat Marisa bekerja untuk memberi tahu soal Marisa yang tidak bisa berangkat.

"Siapa dia...?" tanya Marisa dalam hati. Ia mengingat-ingat wajah dari laki-laki berkacamata hitam tadi. "Dari wajah dan perawakannya seperti orang asing." Mendadak wajahny berkerut. "Aku tidak suka sikapnya,sombong sekali.Mudah sekali ia mengeluarkan uang begitu banyak,sedang aku...."Marisa memeluk lututnya, wajahnya terlihat muram.

"Marisa..!" Lenna berlari ke arahnya. Di sebelahnya berdiri seorang laki-laki berumur sekitar 35 tahunan.

"Lenna..? Pak Erwin..?" Marisa terkejut.

Lenna langsung memeluknya.

"Kami langsung ke sini begitu mendengar kau kecelakaan." kata Lenna menerangkan.

"Dasar Marvin, aku cuma menyuruhnya memberi tahu kalau aku ijin tidak masuk, dia malah memberi tahu soal kecelakan." gerutu Marisa dalam hati.

"Kakimu tidak apa-apa...?" tanya Erwin, seorang laki-laki bersahaja dan berwajah ramah. Ia menyukai Marisa sejak pandangan pertama, ia kagum dengan Marisa yang tekun dan pekerja keras.

"Sudah tidak apa-apa Pak" jawab Marisa. "Hanya mungkin saya harus ijin dua sampai tiga hari, sampai bengkakny hilang dan bisa berjalan lagi."

"Ambil saja cuti satu minggu." Erwin mengusulkan. "Aku tidak ingin kau memaksakan diri,Marisa"

"...Te,terimkasih.." Marisa menunduk.

"Aaah...jadi seperti ini yaa rasanya jadi obat nyamuk..?" Lenna pura-pura kesal. Ia melirik Marisa dan Erwin bergantian.

"Lenna,apaan sih,ada Pak Erwin juga.." Marisa menjadi malu. "Maaf kan saya Pak.." Ia tertunduk.

Lenna pura-pura acuh, dalam hati ia tertawa melihat Marisa yang salah tingkah.

"Tidak apa-apa kok,saya tidak keberatan di gosipkan dengan mu" Erwin tersenyum lebar.

Seketika wajah Marisa memerah, ia menundukkan wajahnya. Sebaliknya Lenna sudah tersenyum-senyum kegirangan.

"Baiklah,kalian ngobrol lah sebentar lagi. Aku tunggu di luar." kata Erwin lagi lalu berjalan keluar ruangan.

"Lihaaat Marisa...!" kata Lenna gemas begitu Erwin tak terlihat. "Sekarang bahkan dia terang-terangan menunjukkan rasa sukanya."

"Nggak..." Marisa mengelengkan kepalanya. "Untuk saat ini aku sama sekali tidak kepikiran untuk menjalin hubungan dengan lelaki mana pun. Aku ingin fokus lulus kuliah dulu."

"Apa kau tidak ada perasaan sedikitpun dengan dia..?" tanya Lenna mulai putus asa mencoblangkan Marisa dengan Erwin Managernya.

"Nggak.." Marisa mengeleng.

"Coba sekali-kali kau bayangkan wajahnya yang ganteng." Lenna kembali menyakinkan.

Marisa terdiam dan mencoba membayangkan wajah tampan Erwin. Tapi yang muncul di pikiran Marisa malah laki-laki berkacamata hitam itu.

"Apa yang aku pikirkan sih..?" kata Marisa dalam hati sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

"iyaa kan?Dia ganteng kan?baik hati lagi." Lenna terlihat antusias.

Sepertinya ia salah paham dengan sikap Marisa. Ia berpikir Marisa membayangkan Erwin managernya.

"Bukan seperti itu..!" Marisa berusaha menjelaskan.

Tapi Lenna terus saja mengodanya sambil tertawa-tawa.

"Haduuh...bagaimana aku menjelaskannya..?" runtuk Marisa dalam hati, ia pusing sendiri dengan temannya yang suka menjodoh-jodoh kannya dengan Erwin Managernya.

Dan bertambah tak mengerti kenapa wajah laki-laki berkacamata hitam itu yang terbayang di pikirannya.

1
Retno Desy (Ning)
Rendi anak angkat..
Retno Desy (Ning)
suka main perempuan jg ternyata
Retno Desy (Ning)
Bryan temen menyesatkan..
dan itu pasti narkoba kan
Retno Desy (Ning)
makin terbayang² ya ris,pandangan pertama walau dlm keadaan TDK baik🤣
Retno Desy (Ning)
lah pak Kirman siapa disini sebenernya yg salah
Retno Desy (Ning)
waduh kecelakaan..dan ini pasti andre
Retno Desy (Ning)
baca yg ke3x nya🥰🥰
Mugi
aku baca lagi min 💪💪🤭
Ciprut
karya terbaik
Al Fatih
sangat menyentuh hati ya kisa Marisa ini,dia gadis yg sangat berjuang keras demi bisa berkuliah di universitas agar suatu saat dia lus bisa mengangkat perekonomian keluarga ,harus di hadapkn dengan segala macam cobaan hidup,dan Andreas lelaki tampan mapan arogan dan tak Ter sentuh bisa takluk dan tunduk kepada Marisa karna satu kesalahan,Hem pokonya sangat thebest deh karya Ator yg satu ini
Al Fatih
datang lagi tur sekian purnama ,masih GK bisa muf,on,sama babang Andreas,ini yg kesekian kali nya aku baca novel sebentar.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
justru aku tertarik baca novel ini karena judulnya , alasan kedua karena komenen pembaca nya yg ketiga karena memang bagus ceritanya
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
mau ikutan jawab ya 😂🤣 walau giveaway nya lewat

semua bab berkesan, aku pilih yg bisa buat aku terharu ini bab yg judulnya KEINGINANMU TERKABUL bab penuh bawang , POV Rendi yg bikin terenyuh siapa aja yg baca dan kebesaran hatinya Andre menerima Dave secara hukum sebagai anaknya
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
wahhhh banyak nya pulsa 300k di tahun 2020 banyak nihh
kak author mengalir deras ya rejekimu.
yang bilang novelmu membosankan, hempaskan... dia maunya sat set Marisa dan Andre ketemu, tragedi p3m3rk*saan , terus nikah paksa , bahagia selama² nya.
abaikan kak abaikan...buatlah novel sesuai maumu bukan mau pembaca. karena novel yg bagus gk akan ditinggalkan pembaca justru banyak pembaca baru yg langsung jatuh cinta sama karya mu... sama kayak aku baca di tahun 2025 langsung terlope lope sama novel ini
semangat🥰
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
aku gk mau baca POV Rendy
GK kuat😭😭😭😭😭tapi penasaran
galau
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
sesuai harapan mu kan evaaaa😭😭😭😭😭makanya kalau ngomong jangan sembrono
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
yaaa gk mungkin kan Dave umur 3 tahun donorin darah buat Rendi 🤧🤧🤧sangking putus asa nya Eva
poor Rendi semasa hidup hanya ingin sama terlihat sempurna seperti Andreas tapi selalu dihina Eva...
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
kisah nya Johan ini gk kalah seru nya tapi kekunci😭😭😭
untung disini Spil tipis²
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
tapi yg kamu ucapkan soal Marisa suka sama Andre emang bener lenna...
tentang kamu yg mendesak Marisa segera menikah dg Andreas karena kamu cemburu dg Erwin agar melupakan Marisa itu juga benar , kamu berusaha mempertahankan pernikahanmu ... tapi sekali kali teflon di rumah diberdayakan ... kalau Erwin sok sok ingat Marisa lagi geplak aja pake teflon
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
RECOMMENDED‼️
KENAPA KALIAN HARUS BACA NOVEL INI⁉️

1. Banyak novel dg genre yg sama , tentang p3m3rk*saan dan berakhir nikah dg pelaku. disini beda , banyak pertimbangan sampai akhirnya Marisa mau menikah dg Andreas... gak mudah gaeesss perjuangan Andreas untuk mendapatkan hati Marisa , menguras emosi pembaca.

2. jempol buat author nya , keren banget dia buat karakter tokoh . di novel ini dijelaskan sifat baik buruk nya setiap tokoh... jadi pembaca gk akan jomplang dukung satu tokoh aja.

3. ceritanya bikin nagih, sekali baca gk akan bosen . aku nyesel baru ketemu novel ini dan semoga semakin banyak yg baca meskipun novel ini udah lama tamat nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!