Akibat dari cinta satu malam membuat Nara harus merelakan masa mudanya, setelah dikeluarkan dari kampus, ternyata Nara juga di usir dari rumah oleh keluarganya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annis13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 11
sampai di ruangan bos barunya Nara segera
mengetuk pintu terlebih dahulu
tok tok tok,
'pak boleh saya masuk"
" masuk saja, pintunya tidak saya kunci, " sahutnya dari dalam
setelah mendapatkan, Nara segera membuka pintunya dan segera melangkah menuju meja untuk meletakkan berkas yang ia selesaikan,
" pak ini saya sudah selesaikan semua,"
Regan mendongak melihat ke Nara,
" ya letakan saja disini" Regan menujukan sisih meja yang kosong,
" baik Pak, kalau begitu saya izin, keluar ya pak, kan pekerjaan saya sudah selesai "
" ya"
Nara segera berbalik melangkah keluar dari ruangan direktur namun sebelum keluar marah mendengar suara Regan yang menjegat dirinya
" tunggu Nara "
" iya Pak, ada yang saya bantu,atau bapak ada yang di inginkan" tanya rentetan Nara
" gk ada cuma mau tanya "
" Bapak mau tanya apa, ,?
" sebenarnya suamimu ke mana sih Nara, sampai-sampai kamu kerja bawa putramu mungkin kalau saya jadi suami kamu aku pasti akan sewa pengasuh dan tidak membiarkan kamu bekerja, "
" Ih Bapak kepo deh"
" Loh kenapa saya kan Hanya penasaran sebab kamu sampai rela rela bawa putramu ke kantor memang tidak ada saudara lain yang bisa kau titipkan"
Nara menarik nafasnya dengan berat
" Kalau saya bilang memang tidak ada saudara lain Kenapa Pak Apa Bapak membantu saya untuk masalah suami Bapak tidak perlu tahu Itu privasi saya Pak Jangan karena mentang-mentang bapak bos saya bapak bisa seenaknya ingin tahu kehidupan saya" sewotnya
" Lho kok kamu marah kan saya tanya baik-baik lho"
" Papa nggak jelas banget sih ah udah ah Saya mau keluar mau ngajak anak pergi" kesalnya
dan berlalu pergi dari ruangan Regan.
Regan yang di tinggal begitu saja, hanya memasang wajah cengo dan berkata dalam hati
" kenapa dia, ko tiba-tiba marah, dasar wanita, maunya bener sendiri "
tiba-tiba terdengar suara ponsel berbunyi
Regan yang sedang fokus di depan laptop segera mengalihkan pandangannya ke ponsel
" Halo Jim tumben sekali lu telepon gue ada apa, ,?
" kada apa-apa Gue cuman mau ngajak lu kumpul doang di tempat biasa tongkrongan kita gimana Lu mau nggak kebetulan Dirga sama Dio juga bisa datang ku harap sih lu bisa datang" suara temannya di seberang sana
Regan diam sejenak menimbang-nimbang Apakah dia bisa hadir atau tidak , setelah dipikir-pikir dia juga udah cukup lama tidak berkumpul dengan teman temannya,
" Baiklah Kapan pertemuannya gue usahain bisa datang" sahutnya
" Oke gue tunggu ya besok jam 04.00 sore Ingat jam 04.00 sore Gua tunggu bersama Dirga dan Dio,"
" oke "
setelah menyusui permintaan salah satu temannya pun akhirnya telepon dimatikan,
Reganan menarik nafas panjangnya.
ia melihat ke arah depan dengan tatapan kosong ia mengingat jelas perbuatannya 6 tahun lalu, entah ke mana perempuan itu setelah ia menundanya justru perempuan itu menghilang tanpa jejak hanya meninggalkan secarik kertas yang bertulisan" Anggap saja sebagai tanda terima kasih karena sudah menolong saya"
hanya kertas itulah yang ia temukan di nakas meja sebelah tempat tidurnya,
" harus ke mana lagi aku mencarinya Sebenarnya kamu ke mana Kenapa kamu hilang seperti Ditelan Bumi tanpa jejak sama sekali"ucapnya dengan suara lirih
Seandainya saja dulu yang melihat wajah perempuan tersebut mungkin saja ia bisa menemukan yang ia takutkan jika wanita tersebut hamil setelah melakukan hubungan bersama dengannya,
...****************...
Meninggalkan Bos barunya Nara,
saat ini Nara berada di mall bersama dengan putranya setelah keluar dari gedung tempat kerjanya Nara langsung membawa putranya ke mall terdekat untuk bermain mandi bola ya ingat betul sudah sangat lama tidak membawa putranya pergi bermain mandi bola dan di sinilah ia sedang menunggu putranya bermain,
" Terima kasih ya Allah engkau telah memberikan kekuatan Putra yang sangat pintar dan cerdas " ucap syukur Nara yang melihat ke putranya sedang tertawa bahagia di dalam permainan mandi bola,
hampir satu setengah jam kurang lebihnya ia menunggu putranya bermain,
" giman sayang Rigel seneng, bisa main mandi bola ,,?
" senang Bunda, ligel sangat seneng bunda, makasih sudah bawa ligel main bunda " ucap bocah kecil dengan suara girangnya
Nara tersenyum melihat putranya betapa senangnya setelah bermain mandi bola,
" baiklah lain kali bunda akan mengajak Putra Bunda yang tampan ini ke sini lagi asalkan Putra bunda harus jadi anak yang nurut dan pintar Bagaimana mau dan harus rajin belajar tetap mau sekolah ya nggak boleh bolos-bolos"
" Iya Bunda, ligel gk akan nakal , ligel anak baik"
setelah berjalan-jalan puas di mall mereka saat ini berada dalam perjalanan pulang dan tidak lupa membeli mainan serta baju untuk putranya dan untuk dirinya,
kurang lebih perjalanan 30 menit sampai di rumah Nara dan putranya segera masuk ke dalam,
" Rigel sayang,, Rigel mau makan pake apa, biar bunda siapkan untuk makan malam,,?
"apa ya Bun, dengan jari telunjuknya di taruh di dagu, sedang berpikir,
" aha, ligel mau bikin sosis crispy saja bunda"
" baiklah, kalau begitu biar bunda sipakan, dan sekarang Rigel segera berganti pakaian ya,