NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Dosen

Terpaksa Menikahi Dosen

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Nikahkontrak / Dosen / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:372k
Nilai: 5
Nama Author: Tina rifky

Dilarang boom Like xxx

Area ***
Haraf bijak dalam memilih bacaan

Kisah ini Tentang seorang gadis belia yang baru saja lulus SMA berusia 18 tahun, terpaksa harus melakukan Pernikahan Mendadak dengan seorang pria yang tidak pernah dia kenal sebelumnya.

Apa yang akan terjadi dalam rumah tangganya? Mari ikuti kisahnya di sini. Selamat Membaca... By Tina Rifky. Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina rifky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

🥰🥰Happy Reading🥰🥰

Andi menatap lekat istrinya, kedua matanya saling bersirobak seperkian detik. Suasana canggung keduanya, seakan menguasai situasi yang ada. Namun Andi langsung memutuskan pandangannya ke arah lain.

"Aaisshh... singkirin tangan loe, emangnya engga bisa dilepas hah..?" Andi merasa kesal dengan istri terpaksanya ini, yang terlalu takut untuk jatuh kelantai.

Sontak saja kedua tangan Mutiara, langsung melepaskan cengkramannya dikaos suami dadakannya itu. Tangan Andipun langsung melepaskan tubuh Mutiara, dan bangkit dari posisi yang membuatnya kesal.

"Makanya, kalau tidur itu jangan kayak kerbau, susah dibanguninnya." Hardik Andi kesal dengan situasi yang ada.

"M.. maaf Mas, saya baru saja ketiduran tadi sangat cape. Badan saya pegal semua, lalu saya tidak peka kalau Mas bangunin saya." Mutiara mengatakan dengan jujur, tanpa memandang Andi, wajahnya tertunduk kelantai.

"Heeemm.. loe engga lapar hah...? Kenapa loe engga keluar tadi untuk makan malam? Loe benar-benar gadis aneh, bisa tidur dalam keadaan perut kosong dan lapar!" Andi merasa heran, dengan istri dadakannya itu.

"S.. saya tadi ma..." Ucapannya terhenti, saat terdengar bunyi ketukkan pintu.

"Tok.. tok.." Bunyi Pintu di ketuk.

"Maaf Aden, Mbo mau bawakan makan malam buat istrinya Aden."

"Iya Mbo, tunggu sebentar." Andi berjalan ke arah pintu kamar, lalu membukakan pintu kamarnya dengan perlahan.

"Jeglek..." Pintupun terbuka sedikit lebar.

"Sini Mbo, biar saya yang berikan."

"Eeh.. iya Aden, ini tolong diterima."

"Terima kasih, Mbo Yuyun."

"Sama-sama, Aden."

Mbo Yuyun pergi meninggalkan anak majikannya, namun dirinya penasaran. Pasalnya dia ingin sekalih melihat istri anak majikannya itu, karena tadi saat istri anak majikannya itu datang, dirinya sedang memasak di dapur.

"Makan nih, gue engga mau loe sampai sakit, karena perut loe kosong belum makan, terus loe tidur. Kalau loe sampai sakit, Papi dan Mami pasti marahin gue, jadi loe jangan bikin gue susah." Andi mengomel seraya memberikan nampan yang berisi piring nasi, lengkap dengan sayur dan lauknya serta segelas air minum.

Tangan Mutiara terulur, untuk menerima nampan tersebut yang disodorkan dihadapannya. "Terima kasih, Mas." Mutiara mengucapkannya dengan melirik sekilas wajah suaminya, lalu memandangi nasi yang ada ditangannya itu.

"Heeemm... jangan di lihatin terus nasinya, dimakan." Ucap Andi seraya berlalu, dirinya pergi ke kamar mandi.

Mutiarapun langsung melahapnya dengan rakus, karena dirinya sungguh sangat kelaparan. Piring nasipun licin tak bersisa, entah masakannya yang terlalu enak atau memang perutnya yang terlalu lapar.

"Eeee..." Mutiara bersendawa karena kekenyangan, lalu diapun menghabiskan air digelasnya.

"Wooow.. cepat sekalih makan loe? Memangnya langsung ditelan yah? Tanpa loe kunyah makanannya?" Andi baru saja keluar dari kamar mandi habis menggosok gigi, dan mencuci muka, rutinitas yang biasa Pria itu lakukan sebelum dirinya tidur.

Andi begitu shock, melihat istri terpaksanya itu makan secepat kilat. Lalu diapun menggelengkan kepalanya saat melihat istrinya bersendawa, tidak percaya dan merasa aneh.

Mutiara tidak menjawab pertanyaan suaminya itu, dia malah berdiri dan mengucapkan. "Maaf Mas, saya mau menyimpan piring ini dimana?"

"Simpan saja di nakas itu, biar besok pagi Mbo Yuyun yang bereskan." Ucapnya, lalu diapun membaringkan tubuhnya diatas kasurnya yang berukuran besar dan empuk.

"Tapi Mas, apa boleh saya yang kembalikan piring ini kedapur?"

"Kembalikan kedapur? Memangnya loe sudah tahu dapur disini? Sudahlah, jangan macam-macam, gue sudah ngantuk. Besok pagi harus menjenguk Papi ke Rumah Sakit. Loe juga harus ikut, gue engga mau loe terlihat lelah. Satu lagi, loe harus bisa bersikap biasa saja didepan mereka, ingat itu." Sarkas Andi, kemudian dirinyapun menarik selimutnya, dan mulai memejamkan matanya.

Mutiara menyimpan nampan itu diatas nakas, namun perutnya masih berasa begah."Perutku kenyang sekalih, makanannya sangat enak."

Mutiara ke kamar mandi untuk menggosok giginya, dan mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat isya 4 raka'at. Selesai melaksanakan sholat, Mutiara berdoa kepada Sang Pencipta.

"Ya Allah, ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, tempatkanlah Ayahku disurgamu, dan jagalah Ibuku yang jauh dari pandanganku, serta sayangilah aku dari orang-orang yang membenciku. Robana atina fidunya khasanah, wafil akhiroti khasanah, wakina azabannar."

Air mata Mutiara mengembun, lalu membanjiri wajah cantiknya.

Sehabis shalat dan berdoa, Mutiara kembali duduk di sofa besar itu, lalu ingin memejamkan matanya namun dia tidak mengantuk sama sekalih, malahan semakin terang menyala.

Kedua matanya dia edarkan keseluruh ruang kamar, dia melihat suaminya yang sudah terlelap damai, padahal jam dinding baru menunjukkan pukul 09 malam.

Mutiara memandangi bingkai Photo suaminya yang menempel didinding kamarnya, dia melihatnya sedang berdiri dan tersenyum begitu manis dan tampan, dengan panorama gunung dan kawah yang indah dibelakangnya.

"Mas Andi sangat tampan, dan manis jika sedang tertidur dan berdiri seperti ini. Tidak seperti tadi yang ketus, galak dan angkuh, huuh... nyebelin." Mutia bergumam pelan, seraya memandangi suaminya saat tetidur dihadapannya, dan yang berada didalam Photo didinding, lalu diapun tersenyum simpul.

Kemudian Mutiarapun memaki suaminya, saat mengingat kejadian seharian ini, tidak ada baik-baiknya dan ramah-ramahnya sama sekalih.

Mutiara berjalan mendekati nakas, yang saat tadi dirinya menyimpan nampan nasinya. Dia melihat ada 3 bingkai Photo kecil, yang berjejer rapih disana.

Photo pertama, suaminya dengan banyak temannya 8 orang. Yang kedua, Photo suaminya bersama dua orang gadis. Dan yang ketiga, Photo suaminya bersama satu orang gadis.

Mutiara tersenyum saat memandangi semua orang yang nampak bahagia didalam Photo itu, namun senyumannya pudar, saat dirinya melihat Photo suaminya berdua dengan seorang wanita yang sangat cantik dan manis.

"Mas Andi nampak bahagia disaat berphoto, namun wanita ini selalu ada di dalam Photo bersamanya, dan terlihat lebih dekat dan begitu mesra. Apakah wanita ini kekasih Mas Andi? Cantik sekalih dan sepertinya Mas Andi sangat mencintainya?" Mutiara bermonolog dalam hatinya.

Setelah memandangi Photo-photo tersebut, setelah itu diapun sudah sedikit mengantuk. "Huaaammm..." Mutiara menguap lalu diapun berjalan kearah sofanya, dan mulai memejamkan matanya, perlahan terlelap dalam damai menyambangi mimpinya.

Seharusnya untuk pasangan pengantin pada umumnya, yang menikah karena cinta dan sayang, pasti malam Pengantin adalah malam yang sangat ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan Pengantin.

Malam untuk mencurahkan rasa kasih, sayang, dan cinta, segenap rasa penyatuan kedua insan yang akan bercinta, mereguk nikmatnya indah surgawi dunia dan manisnya malam penuh gairah.

Namun berbeda dengan nasib malam Pernikahan Mutiara, dia habiskan dengan tertidur lelap dalam mimpinya.

Pukul 5 pagi Andi baru terbangun dari tidur lelapnya, diliriknya istri terpaksanya itu disofa, namun tidak ada dirinya disana.

"Kemana gadis bodoh itu? Apakah dia sudah terbangun? Apa dia sedang di kamar mandi?" Andi bertanya dalam hatinya.

"Aduh, aku pingin buang air kecil lagi, kenapa gadis itu lama sekalih di dalam sana? Apa yang sedang dia lakukan sih?" Andi bergumam kesal.

"Tok.. tok.. tok.." Bunyi pintu diketuk.

"Loe ngapain didalam lama banget? Loe pingsan atau apa sih?" Andi kesal mengomel depan pintu kamar mandinya, saat istrinya masih belum juga keluar.

Saat Andi mencoba mengetuk pintu untuk yang kedua kalinya, masih tetap sama tidak ada jawaban. Akhirnya Andi mencari cara, untuk mendobrak pintu tersebut.

"Braaak.." Pintu itu terbuka dengan lebar. Andi bergeming menatap istri terpaksanya.

--BERSAMBUNG--

...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips komentar yah. Terima kasih....

1
Wandi
kebanyakan lagi gak sedep. trus Angga and Andi kn cowok masak cingeng sih🙄. Maco dikit napa
Bayu Ponsel
lanjut lh crita nya soal nya seru...
lina
up
nurul jannah
sopo iki sing teko 🤔🧐
Tutik Julianti
Angga jujur saja kalo kamu lagi cemburu sama Aldi.,..🤭
nurul jannah
bukannya umur #5 ke 26 ya andi🤔🤔
nurul jannah
lah tambah berdebar - debar tuh jantung angga
nurul jannah
hadeuh pai papi awas encokok loh
nurul jannah
stop ya angga
nurul jannah
mulai nih bau2 cemburu😅
nurul jannah
angga gercep selangkah didepan dibanding andi
nurul jannah
aduh papi - papi 😁
nurul jannah
eehh... jangan macam2ya ngga tar kuncir loh bibirmu 😂😂
nurul jannah
melamun saking terpesona nya sama kamu Mutia😊
nurul jannah
jangan sampai perang saudara ya ngga 🤭
nurul jannah
mulai tumbuh bibit pelakor😡
nurul jannah
umur 19 tahun menangani masalah perusahaan kok q sangsi ya🤔🤔
nurul jannah
hareudang, hareudang makin panas🔥🔥
nurul jannah
awas mulai panas nih hati ya si andi🤣🤣
nurul jannah
awas ada api ndi🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!