NovelToon NovelToon
Pudarnya Cinta

Pudarnya Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:165.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sri Ghina Fithri

Pernikahan yang terjadi karena cinta belum tentu akan membawa kebahagiaan.

Felisya harus menderita menerima perlakuan suami yang selalu berbuat sesuka hatinya.

Sikap Rangga yang berubah karena lingkungan membuatnya tak tahu diri sehingga tanpa di sadarinya rumah tangganya berada di ambang kehancuran.

Sanggupkah Felisya mempertahankan rumah tangganya bersama pria yang di nikahinya karena cinta, atau haruskah Felisya melepaskan pria itu...???

Yukk baca novelku...
Cerita yang di ambil dari kisah nyata, namun di poles dengan khayalan Author...

Chek it out yuk...!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28

Hai Readers...terima kasih ya udah mampir di karyaku....

Selamat membaca...happy Reading...

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>

Putri menatap tajam pada Felisya, “ Kamu jangan senang dulu...tunggu pembalasanku..” ancam Putri dan berlalu meninggalkan Felisya.

“ Kamu nggak apa-apa?” Tanya Gery pada Felisya.

“ Nggak apa-apa pak...” jawab Felisya.

“ Maaf pak saya merapikan pakaian saya dulu...” ujar Felisya lalu dia pun melangkah menuju toilet yang ada di kantin tersebut.

“ Dasar cewek nggak tahu diri...” bathin Felisya ngedumel saat membersihkan bekas jus buah naga yang warnanya susah di bersihkan.

Felisya sudah susah payah membersihkan bekas jus yang ada di kemejanya, namun karena warna jusnya yang ngejrenk nggak bisa di hilangkan tanpa deterjen. Akhirnya Felisya pun keluar dari toilet. Gery yang melihat noda doi kemeja Felisya langsung membuka jas yang di kenakannya.

“ kamu pakai ini dulu untuk menutupi kemejamu yang kotor...” ujar Felisya membuat para karyawan yang mendukung hubungan Felisya dan Gery tersenyum sumringah.

“ Makasih pak...” ujar Felisya.

“ Ya udah kamu lanjutin makan siangnya ya...bentar lagi waktu istirahat habis...” ujar Gery lagi.

“ iya pak...” ucap Felisya.

Gery yang sudah tidak selera makan ulah melihat tingkah Putri yang kelewat batas. Dia pun melangkah meninggalkan kantin menuju ruangannya.

“ Ciiiieee...kak Feli...pak Gery perhatian banget sama kakak...” goda Rita pada Felisya.

“ Apaan sich...” sahut Felisya.

“ kak Feli itu cocok lho sama pak Gery...” ujar Rita lagi menggoda Felisya.

“ iya buk Feli...pak Gery itu baik...buk Feli juga baik...ya...jadinya serasi kan...” timpal pak Lung juga ikut menggoda Felisya.

“ nggak mungkin...aku...” Felisya belum menyelesaikan ucapannya.

“ nggak usah ngelak kak...hampir semua karyawan disini mendukung hubungan kak Feli ama pak Gery..” ujar Rita memotong ucapan Felisya.

Santi yang mendengar ucapan teman-temannya hanya bisa terdiam, dia tak ingin mengumbar status Felisya. Biarkanlah Felisya yang mengatakan bahwa dia sudah menikah.

Akhirnya Felisya hanya bisa tersenyum mendengar ucapan teman-temannya. Dia berfikir suatu saat nanti dia akan memberitahukan statusnya pada mereka semua.

Setelah makan siang, mereka pun kembali ke posisi mereka masing-masing. Felisya pun kembali mengerjakan pekerjaannya. Di saat sibuk memeriksa beberapa berkas.

Pada jam 15.00 Felisya pun siap-siap untuk pulang, begitu juga dengan karyawan lainnya. Gery tampak keluar dari ruangannya.

“ udah selesai?” tanya Gery ramah pada Felisya.

“ udah...yuk...” ajak Felisya.

Mereka pun melangkah menuju lift dan keluar dari gedung perusahaan XX.

“ Pak...jas bapak...” ujar Felisya hendak membuka jas yang di kenakannya.

“ kamu bawa pulang aja...kemejanya kan masih kotor...” ujar Gery sambil tersenyum.

“ya udah...kalau gitu aku duluan ya pak...” ujar Felisya lalu dia melangkah menuju sepeda motornya dan melajukan sepeda motornya pulang ke rumah.

*****

Rangga baru saja selesai shalat subuh, dia membuka lemari pakaian untuk mencari baju santai yang akan di pakainya pagi ini.

Saat membuka lemari, mata Rangga tertuju pada jas yang tergantung rapi di lemari itu, Rangga melihat jas itu, dia merasa tak pernah memiliki jas, Rangga mengambilnya dan memperhatikannya dengan seksama. Dari sana dapat di ketahui bahwa jas itu merupakan jas mahal.

Rangga menautkan kedua alisnya, dia pun mencium aroma parfum maskulin seorang pria dari jas tersebut. Rangga pun mulai berfikir yang tidak-tidak terhadap istrinya. Rangga pun memanggil Felisya yang masih sibuk mengurusi kedua putrinya sebelum berangkat ke kantor.

“ Feli...” panggil Rangga saat Felisya tengah menyuapi makan Aiza dan Aida.

“ iya bang...” sahutnya lalu dia pun menghnetikan kegiatannya. Dan melangkah menghampiri Rangga yang berada di dalam kamar.

“ Jas siapa ini??” tanya Rangga kasa sambil mencampakkan jas itu pada wajah Felisya.

“ Itu jas teman aku bang...” jawab Felisya jujur.

“ teman?? Teman apa...? teman kencan...? hah?? “ bentak Rangga ribut.

“ bukan bang...kema....” Ucapan Felisya di potong sebelum dia menjelaskan tentang jas itu.

“ wanita murahan!!!” bentak Rangga pada Felisya.

Felisya terdiam mendengar ucapan Rangga, setelah itu Felisya pun menyelesaikan pekerjaannya menyuapi kedua putrinya dengan menahan genangan air mata di pelupuk matanya.

“ Aiza...Aida....bunda berangkat kerja dulu ya....kalian jangan nakal...!” pesan Felisya pada kedua putrinya sebelum berangkat ke kantor.

Felisya pun pamit pada Buk Fatimah dan Pak Hendra, Felisya memilih berangkat kerja lebih awal dari pada bertengkar dengan Felisya.

Saat Felisya menaiki sepeda motornya, Rangga keluar dari kamar.

“ Feli...urusan kita belum selesai!!” teriakl Rangga membuat pak Hendra dan buk Fatimah pun menghentikan kegiatan mereka.

“ udahlah bang....percuma kita bicara sekarang...!” ujar Felisya.

“ Aku tak mengizinkanmu berangkat kerja...!!!” bentak Rangga.

“ Terserah abang....aku kerja bukan untuk diriku sendiri....aku sudah terlambat...” Felisya bersiap hendak melajukan sepeda motornya.

“ Jika kau pergi juga....maka aku akan ceraikan kamu...!!!” bentak Rangga.

Felisya pun terdiam mendengar ucapan Rangga, buk Fatimah dan pak Hendra urut dada melihat tingkah putranya. Felisya turun dari sepeda motornya lalu menghampiri Rangga.

“ Terserah kamu bang...yang pasti akau bekerja untuk anak-anakku...jika itu yang kamu inginkan... baiklah...lebih baik kita bercerai....!” ujar Felisya penuh amarah. Lalu Felisya pun kembali melangkah menuju sepeda motornya lalu melajukan sepeda motornya menuju kantor.

Felisya memilih untuk tetap bekerja, dan menyelesaikan masalahnya dengan Rangga nanti sore setelah dia pulang bekerja.

Aiza dan Aida berlari merangkul neneknya, mereka menangis melihat pertengkaran yang terjadi antara Bunda dan Ayah mereka.

Pak Hendra yang sangat kesal dengan kelakuan putranya langsung menarik tangan Rangga lalu menyuruhnya duduk di bangku yang terdapat di ruang tengah.

“ Apa yang kamu lakukan Rangga???” tanya pak Hendra heran pada putranya yang sangat mudah mengucapkan kata cerai pada istrinya.

“ bapak lihat kabn tingkah Felisya, dia lebih memilih pergi untuk berjumpa dengan teman prianya itu dari pada menyelesaikan masalah yang ada di antara kami...” ujar Rangga penuh emosi.

“ tenangkan dirimu...apa yang jadi permasalahannya...” tanya Hendra menautkan kedua alisnya penasaran.

“ dia selingkuh pak...” jawab Rangga singkat.

“ Apakah kamu ada bukti ?” tanya pak Hendra menyudutkan putranya.

“ aku mendapatkan jas seorang pria di lemari kami...” jawab Rangga.

“ Apakah kamu sudah meminta penjelasandari Feli?” tanya Pak Hendra lagi membuat Rangga terdiam.

Dia yakin saat ini ada pria yang tengah dekat dengan istrinya, dan dikarenakan Felisya yang tidak tahan hidup bersama dirinya yang hanya hidup pas-pasan maka Felisya pun memilih menghasilkan uang dari memuaskan pria itu. Begitulah yang ada di dalam benak Rangga tentang istrinya.

Pak Hendra hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Tak menyangka putranya bisa berfikiran yang tidak-tidak terhadap istrinya.

“ Rangga....sebelum kau memutuskan sesuatu lebih baik kamu selidiki terlebih dahulu... Ingat Rangga hanya kamu yang tahu bagaimana istrimu yang sesungguhnya...coba kau pikirkan tentang kepribadian yang di miliki istrimu...karena hanya kaalah satu-satunya orang yang paling dekat dengannya saat ini...” nasehat pak Hendra.

Pak Hendra pun berdiri dan meninggalkan Rangga yang masih terdiam terpaku di tempatnya.

Bersambung...

Hai reader jangan lupa tinggalkan jejak ya...

**Rate...

Favorite...

Like...

Koment...

Hadiah...

serta Vote...

di tunggu ya...biar semakin semangat...

Terima kasih🙏🙏🙏🙏🙏**

1
Zeya_
betul banget
Paulina
kisah sejuta rumah tangga...🤭🤭
Zeya_
hadir kembali untuk bersemangat 👏🏻👏🏻✨✨💪🏻💪🏻💪🏻
Zeya_
sudah like + favorit kaa.. 👏🏻👏🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Sulati Cus
akibat mudah mengeluarkan kata cerai
Sulati Cus
he klu itu emang jas selingkuhan istri mu ngapain jg di bawa plg kt guru tp kok..
Sulati Cus
bohong
✨Happy_wolf◖⚆ᴥ⚆◗🐺❤️
mampir..
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿
ini udh smw aku like
Dhiro Muna
pingin bgt y di sayang mertua dg tulus...tp kbnyakn mertua pd cari muka..giliran di blkng kita aj kejelekan kita di buka semua ke org2😔
Dhiro Muna
aku kasih 1 vote y kak😊...awal cerita yg bgs dan menarik😀
Endang Purwati
Ranggaaaaaaaa,.......... Ranggaaaaaaaa,..........
Ranggaaaaaaaa...........


loh tu yaaaaaahhhh 😡😡😡😡
Endang Purwati
klo sdh jauh, gkk ada dekat....

bilang sayang2, ...... telaaaaattt
Qirana
Salam 🙏🙏 Dari Kami Pasukan
Era Berdarah Manusia
I Firmo
♥️♥️♥️💚💚💚🖤🖤🖤
Qirana
Salam 🙏🙏 Dari Kami Pasukan
Era Berdarah Manusia
I Firmo
💙💙💙💕💕💕🥀🥀🥀
Qirana
Salam 🙏🙏 Dari Kami Pasukan
Era Berdarah Manusia
I Firmo
💕💕💕🥀🥀🌷🌷🌷🖤🖤🖤
Qirana
Salam 🙏🙏 Dari Kami Pasukan
Era Berdarah Manusia
I Firmo
♥️♥️♥️💚💚💙💙💙💙
Qirana
Salam 🙏🙏 Dari Kami Pasukan
Era Berdarah Manusia
I Firmo
🌷🌷🌷🌷🖤🖤🖤🥀🥀🥀
Qirana
Salam 🙏🙏 Dari Kami Pasukan
Era Berdarah Manusia
I Firmo
💕💕💕🖤🖤🖤💕💕💕
Dhina ♑
"Terimakasih Rita..." ucap Gery pada resepsionas

itu ☝️☝️ resepsionis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!