Siapa yang tidak mengenal Rayna Almahyra Farobi. Putri satu-satunya tuan Ardhi Al Farobi dan Tsurayya Ednika Frederick
Rayna, alias Ina memiliki seorang kakak lelaki bernama Rayhan Putra Farobi dan dua orang adik lelaki bernama Rayyan Alvarendra Farobi dan Rayendra Putra Farobi
Kebayang ya.. satu anak perempuan dikelilingi bodyguard-bodyguard kesayangan
Ina, gadis yang lembut, berwibawa, cerdas dengan segudang prestasi.
Lean, putra dari Leon (baca Love Story yaa) yang jatuh cinta pada Ina sejak pandangan pertama
Bagaimana kisah mereka?
Akankah Lean menjadi generasi ke 3 yang kandas percintaannya dengan satu keturunan yang sama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qnoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 29
Bulan April..
Sekolah XYZ nampak ramai karena acara kelulusan dan wisuda. Tampak Ina dan Ian mengenakan baju adat untuk mewakili seluruh murid kelas 3 menerima penghargaan sebagai murid teladan dan murid berprestasi terbaik
Mata Aya berkaca-kaca saat berfoto dengan Ina dan Ian. Wanita itu nampak bangga dengan kedua anaknya.
Ian langsung bergabung dengan teman-temannya untuk merayakan kelulusan di Cafe Gengs
"Nunggu telepon siapa Na?" Tanya Aya saat melihat Ina mengamati HP nya
"Ah..nggak bunda. Cuma ngecek HP aja. Ayah nggak bisa datang ya bund?" Ina mengalihkan pembicaraan
"Ayah masih ada urusan di kantor. Nanti ketemu di rumah. Malam kita rayakan bareng ayah, bang Ray dan Endra ya."
Ina mengangguk. Sejenak gadis itu melihat HPnya berharap ada sebuah nama yang muncul menelepon
Ina mendesah. Semenjak Lean berangkat ke Prancis, komunikasi diantara mereka bisa dihitung dengan jari. Gadis itu menggenggam erat kalung pemberian Lean
"Abang..Ina sudah lulus. Abang janji kan mau datang.." Bisik Ina dalam hati
***
Prancis
Seorang pria duduk di ujung meja panjang. Tampaknya ia sedang sibuk membaca beberapa dokumen
"Tuan.."
Pria itu melirik sekilas ke arah anak buahnya kemudian melanjutkan pekerjaannya
"Ada kabar terbaru?"
"Tuan Alex berhasil memenangkan tender dengan Cyclop Company.."
Pria itu menyeringai
"Hebat juga dia."
"Tuan Alex juga berhasil membuka kasus kematian Louise Knight dan Indira Knight 20 tahun lalu."
Deg… Pria itu terkejut
"Dia.. Sudah sejauh mana ia melangkah?*
"Tuan Alex sudah menemukan beberapa dokumen penting penyelidikan dari Louise Knight. Namun ia masih mencari bukti siapa yang membacking pasokan Narkoba."
Pria itu meremas kertas di tangannya
"Temukan bukti itu sebelum Alex, bagaimanapun caranya!"
"Baik.."
"Dia tidak boleh tahu yang terjadi. Paksa ia menyerahkan bukti-bukti yang ia miliki."
***
Jakarta
Teras belakang rumah keluarga Al Farobi nampak ramai. Aya berinisiatif membuat pesta kelulusan kecil-kecilan untuk Ina dan Ian. Semua teman-teman Ina dan Ian diundang
Aya tersenyum lega melihat tawa ceria Ina ditengah-tengah teman-temannya.
"Cantik banget sayangku senyum-senyum sendiri.." Goda Ardhi sambil menjawil pipi Aya
"Ih malu banyak anak-anak." Aya pura-pura ngambek. Ardhi tertawa. Pria setengah baya itu nampak ikut menikmati pesta kecil-kecilan yang dibuat Aya
"Tau nggak beib, tadi Ina murung lho.*
Ardhi menatap Aya "murung kenapa?"
"Yaa kan hari ini hari kelulusan Ina. Tapi Lean sama sekali tidak mengucapkan selamat untuk Ina walaupun via messenger." Keluh Aya
Ardhi terdiam. Matanya melihat kearah Ina yang asyik bercerita dan bercanda dengan teman-temannya
"Husnudzon saja, mungkin Lean sedang sibuk. Tugas kita tetap mendampingi Ina dan mengawasinya. Kalau memang Allah menetapkan Ina untuk patah hati, setidaknya kita ada disampingnya untuk menguatkan."
Aya memandang Ardhi dengan kagum. Ardhi selalu berfikiran positif dan selalu mengambil sisi baik dari ketetapan Tuhan. Ardhi berdehem
"Jangan melihatku seperti itu sayang. Aku bisa langsung menggendongmu ke kamar.." Bisik Ardhi yang membuat Aya melotot
"Eh udah tua masih genit aja."
"Umurku boleh tua, tapi staminaku masih mampu membuatmu kelimpungan kan?" Ardhi tersenyum genit sambil mengedipkan matanya
Aya langsung mencubiti Ardhi. Pria itu mengaduh sambil tertawa. Aya pun ikut tertawa. Pandangan Aya tiba-tiba terhenti pada sesosok pria di pintu
"Papa?"
Aya segera berlari dan memeluk tuan Erik. Tuan Erikpun memeluk putri nya
"Papa..kenapa tidak bilang-bilang mau ke sini?"
"Papa mau kasih kejutan untuk Ina dan Ian. Dimana mereka?"
Terlihat Ardhi menghampiri tuan Erik diikuti Ina dan Ian. Ardhi segera mencium tangan tuan Erik
"Sehat Pa?"
"Seperti yang kau lihat, tuan Al Farobi. Aku baik-baik saja.."
Kening Ardhi berkerut, namun pria itu segera tersenyum
"Opaaa.." teriak Ina dan Ian sambil memeluk Tuan Erik
"Opa kenapa nggak ngabarin mau datang?" Tanya Ian sambil mencium tangan tuan Erik
"Opa mau kasih kejutan. Opa memang cuma beberapa hari disini. Jangan bilang-bilang Sam ya." Tuan Erik mengedipkan mata ke Aya
"Papa nggak bilang ke kak Sam?"
Tuan Erik menggeleng "Mereka sedang ke Belanda. Jadi Papa memilih ke sini beberapa hari. Ingat, jangan bilang-bilang Sam." Tuan Erik menempelkan telunjuk di bibirnya sambil tertawa
***
Ina menatap tiket yang ada di tangannya, lalu menatap tuan Erik yang tersenyum
"Ini benar untuk Ina, Opa?"
"Tentu saja. Hadiah kelulusan dari Harry Knight."
Ina terlonjak senang. Gadis itu langsung memeluk tuan Erik. Tuan Erik balas memeluk cucunya
"Kak Dzakia akan senang melihat Ina. Sudah lama kalian tidak ketemu kan. Lagipula.. Opa yakin ada seseorang yang lebih Ina rindukan di sana.."
Pipi Ina memerah saat tuan Erik menggodanya
"Abang..belum telepon Ina semenjak kelulusan seminggu yang lalu Opa. Memang disana sibuk banget ya?" Ina cemberut
"Knight Coorporation adalah perusahaan besar seperti halnya Frederick Groups Company. Alex baru menjajakinya. Tentu dia akan menemui kesulitan dan masalah. Karena itu mungkin dia belum sempat menghubungi Ina."
Ina mendesah. Gadis itu kembali memandang HP nya
"Harry Knight secara khusus mengundang Ina ke Prancis untuk memberikan pesta kejutan pada Alex. Opa juga akan menemani Ina di sana." Kata tuan Erik
"Ng..tapi ijin ayah bunda gimana?" Tanya Ina
"Nanti itu jadi urusan Opa."
Ina tiba-tiba tertawa geli. Membuat tuan Erik memandang Ina dengan heran. Ina menatap tuan Erik sambil tertawa
"Ina akan sangat menikmati wajah irinya Ian saat dia tahu Ina dapat tiket liburan ke Eropa.."
***
Butu waktu 2 hari untuk Ina bersiap-siap. Selain mengurus paspor, Ina juga harus menghadapi perijinan dari Ardhi dan Aya. Terutama Ardhi yang awalnya menolak untuk Ina pergi seorang diri. Namun akhirnya pria itu mengijinkan karena terus didesak oleh tuan Erik
Bandara Internasional Soekarno Hatta tidak terlalu ramai saat itu. Semua keluarga Ina mengantar Ina dan tuan Erik. Aya tak henti memeluk dan menciumi Ina sementara Ian manyun karena hanya Ina yang diundang pergi ke Prancis
"Hati-hati ya Na. Langsung telepon kalau sudah sampai." Pesan Aya
"Ya bunda.."
"Ah ya..ayah titip ini untuk Lean." Ardhi menyerahkan kotak beludru pada Ina.
Ina membukanya, mata gadis itu terbelalak melihat jam tangan Richard Mille RM 56-02 Sapphire
"Ayah serius?"
"Iya, itu jawaban ayah atas keseriusan Lean beberapa bulan lalu." Ardhi tersenyum. Pria itu memeluk erat Ina
"Jaga dirimu.."
Ina mengangguk dalam pelukan Ardhi.
Panggilan untuk para penumpang tujuan Prancis sudah terdengar. Ina dan tuan Erik segera memasuki ruang tunggu
Keluarga Al Farobi beranjak pulang saat Ina dan tuan Erik sudah tidak nampak di depan mata. Ardhi tampak serius dengan HP nya
"Beib..ayo pulang." Kata Aya
Tes..
Tiba-tiba tali tas jinjing Aya terputus. Wanita itu tertegun sejenak. Ardhi mengambil tas Aya dan memunguti isinya yang berceceran dibantu oleh ketiga anak lelakinya
"Sayang.." panggil Ardhi
Aya tiba-tiba mencengkram lengan Ardhi. Ardhi menoleh ke arah Aya yang menatap dirinya
"Beib..perasaanku tiba-tiba nggak enak.."
ga seru klo ga baca novel sebelumnya..
cerita ini sebenarnya sangat bagus
ayo bantu ramaikan
sedih tapi Yo pingin ketawa
mati aku 🤣🤣🤣
ternyata kisahnya sambung menyambung...
aku jadi fans mu sekarang Thor...
cerita mu keren keren...