Laura seorang gadis yang berkeinginan menjadi model internasional. Laura seorang gadis yang suka berpakaian sexy karena memang bentuk tubuhnya yang aduhai.
Namun pertemuannya dengan Zakia membuat dia tiba-tiba berubah haluan. Laura merubah 100% penampilannya.
Laura yang tidak pernah berpacaran harus menerima perjodohan sebagai syarat untuk menjadi seorang Model oleh Orang Tuanya. Sampailah dia dipertemukan dengan seorang CEO yang terkenal dengan keganasan nya dan gila akan kebersihan.
Akankah Laura bisa menaklukan kerasnya hati sang CEO?
Akankah Laura bisa bersatu?
Yuk ikutin kisahnya..🤗🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neti Jalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. Selena Cemburu
Jangan Lupa Like, Koment dan Vote🤗🙏
Selena mengepalkan tangannya ketika melihat Riko dan Sidney berpelukan dibandara. Saat itu terjadi, dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri Riko dan Sidney berpelukan dengan mesra. Selena memang tengah berada dibandara karena ingin menjemput ibunya yang baru saja liburan dari negara tetangga. Setelah melihat Riko menjauh, Selena langsung melakukan sebuah panggilan pada seseorang.
"Ada pekerjaan buat kalian! kalian selidiki siapa perempuan yang ada difoto ini. Nanti fotonya saya kirim lewat chat," ujar Selena.
Selena segera mengakhiri panggilan setelah orang yang diperintahkan menyanggupi permintaan Selena.
"Aku tidak akan melepaskan kamu begitu saja Riko. Salahmu sudah membuatku berpaling dari Jason. Kamu sudah mencuri ci***n pertamaku, jadi kamu harus bertanggung jawab akan hal itu. Aku akan menghancurkan siapapun orang yang berani merebutmu dariku," ucap Seleba lirih.
Dari kejauhan terlihat seorang ibu-ibu parubaya berlenggak lenggok sambil menyeret sebuah koper berwarna biru tua. Wanita tua itu menarik kacama hitamnya dan meletakkannya keatas kepala.
"Sudah lama nunggu?" tanya Mama Seruni.
"Baru Ma, gimana? happy liburannya?" tanya Selena.
"Of course. Aku juga bawa oleh-oleh untukmu." Jawab Seruni.
"Thank you Ma," ucap Selena.
"Yuk pulang," ujar Seruni.
Selena dan Seruni pun pulang. Disepanjang perjalanan pulang, Selena menceritakan apa yang terjadi padanya belakangan ini.
"Kamu mengapa naif sekali Selena, kenapa kamu harus memikirkan ciuman pertamamu yang tidak penting itu. Bukankah senjata utamamu masih utuh? itu yang bisa membuat lelaki manapun bisa terjerat olehmu," ujar Seruni.
"Tapi aku jatuh cinta padanya karena hal itu Ma," ucap Selena.
" Kamu dengar Mama. Didunia ini ada berapa banyak perempuan yang hilang keperawanannya tanpa harus dibayar? banyak sekali Selena, mereka rela menyerahkan mahkotanya hanya demi cinta. Nah kamu bisa menyerahkan itu pada target yang kamu mau untuk menjeratnya seumur hidup. Jangan bodoh, kamu jangan melepaskan Jason yang berkelas demi seorang remahan," ujar Seruni.
"Aku mengerti Ma, aku akan mencoba. Tapi Riko juga tidak buruk, dia bekerja dengan keluarga Thomson sudah sangat lama. Pasti aset yang dia miliki bernilai fantastis," ucap Selena.
"Terserah kau saja. Mama cuma ingin dapat menantu kaya. Mama tidak mau kamu susah," ujar Seruni.
"Mama tenang saja. Selena nggak sebodoh itu," ucap Selena menyeringai.
Sementara ditempat lain Riko juga sedang melakukan sebuah panggilan untuk seseorang. Dia menyuruh seseorang mengawasi Sidney selama berada di Australia. Riko tidak mau kecolongan dan sampai kehilangan gadis yang dia cintai.
*****
Satu minggu telah berlalu, kini Laura sudah bisa beraktifitas seperti biasa. Sudah dua hari ini Jason mengantar dan menjemput Laura ke tempat sekolah. Dan kegiatan itu juga tidak luput dari pantauan seseorang, siapa lagi kalau bukan Mark.
Sepertinya Mark sudah terobsesi dengan sosok Laura. Dia sangat penasaran dengan gadis yang berani menolak dirinya. Sementara diluar sana banyak para gadis yang rela naik keatas ranjangnya dengan suka rela.
"Apa ada perintah khusus buat kami Bos?" tanya salah satu anak buah Mark yang bernama Codet.
"Santai saja, pantau terus mereka berdua. Kalau nanti memang sulit untuk memisahkan merrka berdua, jalan terakhir kalian harus mengambil nyawa pria itu," ujar Mark menyeringai.
"Gadis yang ingin kumiliki, harus aku dapatkan apapun caranya. Kau tau? dia salah satu gadis tercantik yang pernah aku temui. Aku tergila-gila dengan keindahan matanya yang biru itu," sambung Mark.
Mendengar perkataan Mark, para anak buahnya hanya mengangguk tanda setuju. Mereka tidak berani ikut memuji tentang kecantikan Laura, karena takut nyawa mereka terancam oleh Mark yang pencemburu.
"Kalian silahkan pergi, nanti kalau ada perintah dariku barulah bertindak. Persiapkan diri kalian," ujar Mark.
"Baik Bos." Jawab Codet.
Merekapun meninggalkan Mark seorang diri di Markas. Mark melakukan sebuah panggilan dengan benda pipih kesayangannya. Ada beberapa nomor kontak yang tampak jadi bahan pertimbangannya.
"Sepertinya aku sudah lama tidak bercinta dengan Jenifer," ujar Mark lirih.
Mark melakukan panggilan pada Jenifer gadis berusia 21 tahun yang pernah ditidurinya.
"Hallo sweety, can you come to my home. Now?" tanya Mark.
"Of course honey, i miss you so much." Jawab Jenifer.
"Oke, i'll waiting for you," ucap Mark.
Mark menutup panggilan telpon dan segera pergi menuju Apartement miliknya.
Sementara ditempat lain Jason baru saja memarkirkan motornya didepan gedung sekolah Laura. Laura tampak baru keluar dan segera menemui Jason. Kini mereka makin dekat namun tidak tahu bagaimana mengartikan kedekatan mereka itu. Yang pasti mereka sama-sama merasa bahagia satu sama lain meskipun kata-kata cinta tidak pernah terucap dari bibir mereka.
"Mau makan apa?" tanya Jason.
"Ayam goreng." Jawab Laura.
"Kamu seperti film kartun yang hobi makan ayam goreng itu," ujar Jason.
"Sesekali El makan junk food," ucap Laura.
"Jangan terlalu sering, itu tidak baik untuk kesehatanmu," ujar Jason.
"Pokoknya aku mau ayam," ucap Laura.
Laura mengerucutkan bibirnya sembari menyilangkan tangan didada, karena memang posisi dia saat ini sudah berada diatas motor. Melihat Laura yang mengerucutkan bibir membuat Jason semakin gemas dan tidak bisa menolak permintaan gadis impiannya itu.
"Baiklah ini yang terakhir kali ya, aku tidak suka kamu terlalu sering makan makanan cepat saji. Apalagi mie instan," ujar Jason.
Laura mengembangkan senyumnya karena kemauannya akan dituruti. Dengan suka rela dia melingkarkan tangannya dipinggang Jason. Mendapatkan perlakuan itu membuat Jason menyunggingkan senyumnya, terlebih kini Laura juga menempelkan wajah dipunggungnya. Suasana itu terasa sangat romantis. Jason melajukan motor itu dengan kecepatan sedang, dia ingin menikmati suasana yang tidak biasa itu. Setelah sampai Jason segera memesan makanan itu untuk dibungkus.
"Kenapa selalu dibungkus? aku ingin makan bersamamu El," ujar Laura kecewa.
Jason menyunggingkan senyumnya karena dia tahu tujuan Laura ingin melihat wajahnya.
"Belum saatnya." Jawab Jason sembari mengusap puncak kepala Laura.
Laura mengerucutkan bibirnya sembari berjalan mendahului Jason. Jason hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Laura. Sesampai di Apartement milik Laura, Laura segera menyantap ayam goreng itu dengan lahap hingga tidak sadar ada noda saus belepotan disudut bibirnya.
"Kamu makan yang pelan! sausnya pada belepotan gini," ujar Jason.
Jason menyeka sudut bibir Laura dengan tisu hingga pandangan keduanya bertemu.
"Mata kamu benar-benar indah Laura. Aku benar-benar terpesona dengan kecantikan alami yang kamu miliki," batin Jason.
"Aku baru menyadari ternyata kornea mata El bukan berwarna hitam, melainkan coklat. Apa El seorang pria campuran? atau asli lokal? kenapa dia tidak terbuka padaku padahal kami sudah semakin dekat, apa dia tidak percaya padaku?" batin Laura.
Laura tiba-tiba tertunduk dengan raut wajah yang sendu.
"Ada apa? kenapa kamu tiba-tiba murung?" tanya Jason.
"Tidak apa-apa." Jawab Laura.
Laura segera beranjak dari duduknya karena ingin menyudahi makannya dan bermaksud mencuci tangannya. Jason mengikuti Laura dari belakang menuju dapur.
"Hey ada apa?" tanya Jason sembari menarik lengan Laura.
Badan Laura terhuyung hingga membentur dada Jason.
"Aku tidak apa-apa, aku mau cuci tangan." Jawab Laura.
Jason memperhatikan jemari Laura yang masih belepotan saus dan nasi.Tanpa aba-aba Jason langsung menjilati seluruh jari Laura hingga bersih. Diperlakukan seperti itu Laura sedikit terharu.
"A-apa yang kamu lakukan El? apa kamu tidak merasa jijik?" tanya Laura.
Jason menggeleng dan menyunggingkan senyumnya.
"Aku jauh lebih terluka kalau kamu yang memandangku dengan tatapan jijik." Jawab Jason
"Katakan. Ada apa? kenapa kamu tiba-tiba muru ng?" tanya Jason.
"Aku hanya merasa kita dekat, namun kamu tidak percaya padaku." Jawab Laura.
"Apa karena masker ini?" tanya Jason.
Laura mengangguk sambil tertunduk. Jason meraih kedua sisi wajah Laura dan menatap mata biru safir gadis itu.
"Aku tidak membukanya bukan berarti aku tidak percaya padamu. Aku sangat mempercayaimu, tapi ada satu hal yang tidak bisa kukatakan padamu saat ini. Tapi aku berjanji suatu saat aku akan menjelaskan semuanya padamu," ujar Jason.
Laura menurunkan kedua tangan Jason dari sisi wajahnya.
"Kalau kamu percaya padaku, pasti kamu akan membagi apapun denganku. Tidak apa-apa, mungkin aku bukan salah satu orang yang layak buat kamu percayai 100%. Terlebih kita baru mengenal beberapa bulan, wajar saja kalau kamu masih ragu," ucap Laura.
"Bu-bukan begitu," ujar Jason.
"Tidak apa El, aku akan menunggumu sampai kamu mempercayaiku." Jawab Laura.
Jason memeluk tubuh Laura erat karena takut gadis itu akan semakin salah faham padanya.
Jangan lupa Like, Koment dan Vote🤗🙏