NovelToon NovelToon
Dinikahi Konglomerat Sejagat

Dinikahi Konglomerat Sejagat

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Rhiy Navya

Sudah direvisi lebih bagus, silakan dibaca dari awal. Terima kasih!

Tidak kenal, tapi menikah. Nadin menyetujui surat perjanjian karena ditolong oleh tuan muda, saat hendak dijual dengan temannya sendiri. Nadin tidak menyia-yiakan kesempatan, dia berusaha membuat Argan jatuh cinta padanya. Akankah dia berhasil mencapai tujuannya, disaat banyak rintangan yang menghalangi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhiy Navya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perhatian Argan

Bibi Ingke dan bibi Ranti mengantarkan teh dan makanan untuk Nadin. Mereka juga membawa baskom berisi air hangat. Mereka langsung masuk setelah dipersilahkan oleh Argan.

"Aku tidak masuk kerja hari ini. Aku ingin menjagamu." Ucap Argan.

"Aku tidak apa-apa. Bila kamu ingin masuk kerja pergilah." Jawab Nadin.

"Aku tidak mau, anggap saja ini sebagai permintaan maafku."

"Terserah kamu saja." Jawab Nadin.

'Bahkan dengan Allah saja kamu merasa cemburu. Kamu suamiku, tapi Tuhanku lebih segalanya.' Batin Nadin.

"Aku akan menyuruh dokter pribadiku, untuk ke sini!" Argan hendak mengambil ponsel.

Nadin mencegahnya. "Jangan sayang, tidak perlu memanggil dokter. Aku hanya sedikit kurang enak badan kok."

"Baiklah." Argan mengangguk.

Bibi Ingke dan bibi Ranti meletakkan makanan di atas meja. Argan mengisyaratkan arah pintu, supaya pelayannya segera keluar. Argan mengambil baskom berisi air hangat, dan mencelupkan kain di dalamnya. Argan memeras kain itu, dan menempelkannya pada dahi Nadin.

"Semoga panasmu segera turun, dan keadaanmu segera membaik." Dia menyendok kan nasi dan lauk. Lalu Argan menyuapkannya ke mulut Nadin.

Nadin menerima suapan dari Argan, dia tidak menyadari ada butiran nasi yang menempel pada bibirnya. Argan mengusap nasi yang menempel tersebut. Mata mereka kini bertemu, saling pandang-pandangan. Argan tersenyum menatap wajah Nadin.

'Dia kenapa sih sulit sekali ditebak. Apa isi hatinya saja, aku tidak tahu.' Batin Nadin.

"Minum teh hangat ini, biar kamu tidak kedinginan lagi." Argan memberikannya pada Nadin.

Nadin meneguk teh hangat tersebut. Argan mengusap lembut bibir Nadin dengan tangan kanannya.

'Hentikan perhatian ini tuan muda. Sudahlah jangan terus membuat hatiku terbawa perasaan' Batin Nadin.

"Kamu kenapa memandang aku seperti itu?" Tanya Argan.

"Tidak, aku hanya melihatmu sekilas." Jawab Nadin.

Tok! Tok! Tok!

"Kakak mutiara sakit iya!" Terdengar suara dari luar.

"Iya, kamu masuk saja langsung ke kamar." Titah Argan.

Sahara membuka pintu dan masuk ke dalam. Dia menghampiri Argan dan Nadin, yang sedang duduk bersama.

"Cie cie kakak." Mulai lagi jailnya.

"Apa sih kamu adik cantik dan manja. Kamu jangan berisik iya, kak Nadin mau istirahat." Ucap Argan.

"Siapa yang berisik kak. Aku hanya sedang mengajaknya bergurau."

"Sama saja adik manja." Jawab Argan.

"Kakak ketus dengan kakak mutiara tidak cocok. Harusnya kak mutiara bersama pangeran salju yang baik hati."

"Apa maksudmu? Kalau kamu menyuruhnya bersama pria lain kamu akan jarang bertemu kak mutiara." Sahut Argan.

"Kakak berubah dong jangan jadi kakak ketus terus. Kalau kakak tidak berubah, kak mutiara akan dicuri oleh pangeran salju yang baik hati." Sahara menakut-nakuti.

"Asal kamu tahu iya, yang bisa menjadi pangeran salju hanya kakak seorang."

Sahara menjulurkan lidahnya, sambil bergoyang pinggul. Nadin yang memperhatikan mereka menjadi tertawa kecil.

"Kalian lucu sekali sih. Tidak ada yang mau mengalah." Ujar Nadin.

"Harusnya sih kak Argan yang mengalah. Dia kan sudah tua." Ledek Sahara.

"Adik manja yang tukang ingusan, apa mata kamu belum dicuci sehingga rabun untuk melihat. Kakakmu ini tampan dengan berat tubuh ideal." Argan memuji diri sendiri.

"Menurut kak mutiara apa kakakku tampan."

Nadin mengangguk dan tersenyum.

"Apa kakakku cocok menjadi pangeran salju?" Sahara masih kecil pintar mengintrogasi.

"Cocok saja Sahara. Salju kan dingin." Jawab Nadin.

Argan menyenggol tangan Nadin. "Jadi maksudmu aku dingin?" Tanyanya.

"Ntahlah, sebaiknya kamu nilai sendiri." Jawab Nadin.

Sahara cengengesan sambil menutupi mulutnya, yang hendak tertawa lebih keras lagi.

****

"Dera!" Panggil Heru.

"Hmmm." Jawab Dera.

"Kenapa sih cuek sekali. Dari di kantor Shakespeare Group tadi, kamu diam terus." Gerutu Heru.

"Terlalu banyak basa-basi akan membuatmu mendapatkan masalah."

"Yaelah Dera, kenapa sih kamu mengucapkan kalimat itu terus."

"Diamlah, aku sedang berpikir."

"Kamu memikirkan apa?"

"Menyelidiki keadaan di rumah ini. Banyak hal yang tidak beres. Kamu lihatlah ada tuan besar yang tidak menyukai nona muda, nona Vahisa mantan kekasih tuan muda, ada pelayan Niken yang membuatku penasaran ada apa antara dia dengan nona muda." Jawab Dera menjelaskan sekelumit permasalahan itu.

"Bahkan si penguntit belum diketahui. Kita juga sekarang disuruh menyelesaikan kerjaan yang ada di kantor Rentala Group." Jawab Heru.

"Sudahlah, kita berpencar saja. Bagi-bagi tugas, yang terpenting semuanya segera beres." Usul Dera.

"Tugasku apa?"

"Kamu selesaikan tugas kantor. Aku akan menyelidiki orang-orang yang aku sebutkan tadi."

"Baiklah, aku pergi dulu." Heru segera melangkahkan kakinya.

"Jangan terus bercanda lalu tertawa, selesaikan tugasmu dengan baik." Teriak Dera dari kejauhan.

"Iya, iya, asisten galak." Jawab Heru dengan berteriak juga.

Dera berjalan menelusuri lorong rumah seperti istana itu. Saat ingin berbelok dari tembok pembatas, dia memergoki Niken dan Vahisa tengah berbincang. Dera tidak bisa mendengar dengan jelas pembicaraan mereka, karena suaranya terdengar pelan. Akhirnya dia bersembunyi dan memilih menguping pembicaraan mereka, meski hanya samar-samar terdengar. Ini kesempatan untuk menyelidiki semuanya pikir Dera.

"Ayo kita berbicara di luar saja nona Vahisa, biar semuanya jelas." Ujar Niken.

"Baiklah, ayo kita berbicara di restoran sambil makan-makan." Jawab Vahisa.

'Yes, tidak sia-sia merayu nona Vahisa. Perutku akan kenyang makan enak dan gratis' Batin Niken bergumam kesenangan.

'Dasar munafik, masih saja dia beraksi. Awas kau pelayan, bakalan aku kerjain biar kapok' Batin Dera. Tanpa terasa dia tersenyum sendiri memikirkan ide yang terbesit di kepalanya.

Dera segera mengikuti mereka dari belakang. Vahisa tiba-tiba menghentikan langkahnya, dan menoleh ke belakang. Tapi nihil, tidak ada siapa-siapa di sana. Tentu Dera sudah bersiap untuk cepat bersembunyi.

"Ada apa nona?" Tanya Niken. Dia melihat wajah Vahisa yang kebingungan.

"Aku tidak apa-apa. Aku hanya merasa ada yang sedang mengekori langkah kita." Tutur Vahisa.

"Memangnya siapa, di sini tidak ada siapa-siapa selain kita berdua." Ujar Niken.

"Mungkin hanya perasaanku saja." Jawab Vahisa.

Mereka berdua pergi dengan menggunakan mobil. Dera segera menyamar dengan menggunakan kacamata, dan juga jaket yang bisa dibolak-balik. Mengikuti mereka dari belakang secara diam-diam. Mobil Vahisa singgah di sebuah restoran yang besar dan mewah. Niken ingin berjingkrak kegirangan karena akan diajak makan di sana.

Mereka masuk ke dalam restoran, lalu duduk. Vahisa memesan makanan pada pelayan yang ada di restoran itu.

"Kau mau bicara apa?" Tanya Vahisa.

"Nona masih mencintai tuan muda kan? Aku bisa membantu untuk nona kembali dengannya." Jawab Niken.

"Kau kenapa sepercaya diri itu bisa menaklukkan hatinya untukku?" Tanya Vahisa.

"Karena kita bisa saling bekerjasama. Satu hal yang perlu nona tahu, aku juga bekerjasama dengan tuan besar." Jawab Niken.

"Apa rencanamu?" Tanya Vahisa yang penasaran.

Niken berbisik "Nona pura-pura saja sakitnya kambuh." Usul Niken.

'Dia ada benarnya juga' Batin Vahisa.

1
Hj Hasmiati
Biasa
Rahma Inayah
gila ja rumh sdh spt hotel bintg 5 aja ..es jagung lgi viral.skrg ..ya..
Rhiy: Lebih dari fasilitas bintang lima hhh
total 1 replies
Yuniati Widya Amastuti
thor perbaiki kosa kt dlm penulusan ..contohnya..oermisi dl ya..bkn permisi dulu iya..🙏🙏🙏
maaf krn sukak dg ceritax,semiga makin sukses..💪💪💪
Rhiy: Terima kasih
total 1 replies
Rhiy
Jangan lihat komentar masa lalu, namun baca isi novelnya sekarang. 👍
Meity Manoppo
Lantai berlian, dinding emas, stap kristal...seribu kamar, seribu toilet, seribu pelayan, yg tinggal di situ hanya tuan muda...halu nya tingkat dewa..thor, tp lanjut baca aja deh namanya jg novel 😆😆😆
Lisma Wati
jangan kebanyakan ngmng dlm batin Thor ,cerita nya jd ga seru ,udah serius baca ujung2 nya batin yg ngomong ,jd ky di prank .
Besse sumarniekarani Ekarani
knp banyak bahasa dlm hati si nadin
Besse sumarniekarani Ekarani
aku suka crt ceo
yg jahat tp nanti bucin
walau crt sama tp beda nama doang
tp aku suka crt ceo
tiya amelia
suara nada ponselnya itu loh
mbek mbek mbek 😂😂😂
achie puspita
seru
Rhiy: Terima kasih
total 1 replies
Amanah Amanah
kucing dn tikus
Amanah Amanah
suka dh dg kejailn Sahara dn argan
Amanah Amanah
👍👍🥰🥰👍
Amanah Amanah
katanya nadin sudh tidur thooor koq Sling pndng SMA dera
Amanah Amanah
ga ada insyapnya ya vahisa dn niken
Amanah Amanah
tooobbat vahisa ,,,nikeen
Amanah Amanah
semoga happy smuanya
Amanah Amanah
semoga g ada lgi yg mengganggu nadin dn argan
Amanah Amanah
suka thooor
Amanah Amanah
syukur dh argan waspada thdp minuman itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!