Fb : Wulandari
Ig : mommy_mikayla
Bijaklah dalam membaca.
Takdir yang mengharuskan gadis cantik yang berusia 19 tahun yaitu Andin Arindra. Andin dengan terpaksa menerima tawaran Bianca Kaliza istri pertama Kenan Mahendra untuk menjadikan dirinya isrti kontrak (Istri kedua).
Bianca dan Andin sama-sama terdesak. Bianca terdesak, karena mertuanya meminta dirinya agar secepatnya hamil. Namun, rahim Bianca sudah di angkat jadi Bianca tidak bisa hamil. Andin terpaksa menerima tawaran Bianca karena untuk membayar hutang-hutang paman dan bibinya kepada lintah darat.
Andin menjadi istri kedua hanya sampai hamil dan melahirkan. Di saat Andin hamil, di saat itu juga Bianca akan berpura-pura hamil.
Kenan sebagai suami yang sangat mencintai sang istri hanya bisa mengikuti permainan yang di buat istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30
"Sam... !"
Ya!
Laki-laki yang mengakui suaminya Andin itu adalah Samsul. Selama 3 bulan ini Samsul sama sekali tidak pernah datang ke Jakarta untuk menemui Andin. Sam disibukan dengan jadwal kuliahnya.
"Saya Samsul! Saya adalah suaminya Andin. Saya san Andin menikah siri tepat 5 bulan yang lalu. Sayang jarang menemui Andin karena saya masih berkeluliah di Bandung," jelas Sam tanpa ragu. Sam berusaha akan meyakinkan kepada para warga kalau dirinya adalah suami Andin.
Andin meraih tangan kiri Sam. Andin menggadengnya dengan sangat mesra,"Mas... akhirnya kamu datang juga," kata Andin seraya bersenderan di bahunya Sam. Andin juga ingin menunjukan kalau Sam betul-betul suaminya.
Kenan baru datang. Kenan terlambat. Andin sudah di selamatkan oleh Samsul.
"Ternyata saya sudah terlambat. Pacar Andin yang sudah menolong Andin dari kerumunan para warga," desis Kenan.
Andin, Sam maupun Tika sama sekali tidak menyadari kalau ada Kenan di antara kerumunan itu. Kenan emang sengaja tidak membawa mobilnya.
"Jadi kamu adalah suaminya Andin?" tanya Pak RT kepada Samsul.
"Iya pak! Maaf kami tidak ada buktinya soalnya kami menikah secara agama saja. Soalnya waktu itu mendesak karena nenek saya sakit parah. Dan saya di haruskan untuk menikah secepatnya sebelum beliau meninggal," jelas Sam begitu tenangnya. Emang nenek Sam sudah meninggal sekitar 1 tahun yang lalu.
"Baiklah kalau begitu. Kami minta maaf karena sudah membuat keributan," kata Pak RT.
Para warga juga mengucapkan kata maaf kepada Andin dan bi Tika atas kesalahpahaman ini. Semuanya bubar. Tika dan Andin akhirnya bisa bernafas dengan lega.
"Sam... " Andin memeluk tubuh Samsul.
"Terimasih."
"Sama-sama Ndin." Sam membalas pelukan Andin dengan hangatnya.
Saat itulah Andin tersadar kalau ada Kenan yang berdiri memantung yang sedang memperhatikannya. Saat ini para warga sudah bubar jadi sosok Kenan terlihat.
Kenan memutar tubuhnya membelakangi Andin. Kenan tak sanggup untuk melihat Andin dan Sam yang tengah berpelukan sangat mesra.
"Ndin... kamu itu masih istri sah saya," gumam Kenan. Air matanya menitik.
Kenan sangat cemburu. Perlahan-lahan Kenan melangkahkan kakinya. Andin melepaskan pelukannya dengan Samsul. Rasanya Andin ingin mengejar Kenan tapi Andin sudah berjanji dengan dirinya sendiri.
Mas Kenan.... maafkan Andin! Aku tahu kalau Mas Kenan saat ini sedang cemburu dan bersedih. Maafkan Andin Mas.
Andin terus memperhatikan punggung Kenan. Tika juga sama menyadari kalau ada Kenan. Tika menyentuh bahunya Andin."Kejarlah Ndin. Kasian Kenan," bisik Tika.
Samsul yang mendengar bisikan dari Tika seketika ia langsung memutar tubuhnya,"Sialan! Ngapain lagi sih dia," desis Sam dalam batinnya. Sam sama sekali tidak suka dengan kedatangan Kenan.
Andin tidak bergeming sama sekali. Kenan sangat berharap kalau Andin mengejarnya. Tapi sayang, Andin tetap diam.
Andin ingin rasanya mengejar kamu Mas, memeluk kamu. Tapi apalah dayaku Mas? Apakah keputusan ku ini sudah benar? Mas Kenan, perasaan ini tidak bisa aku bohongi. Kalau Andin sangat mencintaimu Mas.
Kenan sudah menghilang dari pandangan kedua mata Andin.
"Ndin kenapa tidak mengejarnya?" tanya sang bibi.
"Suami kamu nantinya salah paham Ndin," ucapnya lagi.
"Biarkan saja bi. Biarkan Mas Kenan salah paham," ucap Andin enteng.
Huft!
Sang bibi cuman bisa membuang nafas kasar. Bi Tika kasian juga sama nasib Andin. Tapi mau gimana lagi ini sudah takdirnya Andin dan Kenan.
(Bersambung)