[NIKAH KONTRAK]❗
[OBSESI] ❗
[DARK ROMANCE] ❗
start proses : Juni 2026-Ongoing
by Leni Utami
"Cinta yang seharusnya membuat Layla merasa bebas, justru menjadi rantai belenggu yang mengikat erat dirinya. Di antara kekuasaan dan luka masa lalu serta hasrat panas membara, ia terjebak di kobaran asmara yang gelap. Bayangan kelam masa lalu masih menghantuinya. Akankah ia bisa memilih melepaskan diri dari belenggu yang menyiksa batinnya atau memeluk belenggu itu selamanya?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CDB 13
Ben dan Zhao Lee dulu adalah sahabat, perusahaan orang tua mereka sudah lama bekerja sama. Tapi suatu peristiwa tak terelakan terjadi, dan membuat hubungan mereka pecah.
Peristiwa kematian orang tua Zhao Lee di duga ada campur tangan dari ayahnya Ben, namun Ben seolah tutup mata akan hal itu. Saat Zhao Lee sudah cukup kuat untuk menumbangkan perusahaan keluarga Ben, Zhao Lee membuat segalanya hancur. Ayah yang di cintai Ben meninggal karena mengakhiri hidupnya sendiri serta meninggalkan hutang yang cukup banyak. Terpaksa Ben menjual semua aset yang tersisa untuk menutupi semua hutang yang ada, sisa dari penjualan aset, dia gunakan untuk bertahan hidup dan membiayai pendidikan nya.
Beruntung Ben punya koneksi di bidang pendidikan sehingga ia bisa mendapatkan Beasiswa di Universitas yang dia mau.
Masa-masa gelap kehidupan Benedict berlangsung cukup lama, tidak sedikit orang yang berani mengucilkannya. Namun ia masih beruntung punya orang-orang yang merasa hutang budi pada Ayahnya. Bennedict bukan lagi tumbuh menjadi pria dewasa yang manja dan sombong. Ia tumbuh sebagai pribadi yang lebih baik.
Namun pertemuannya dengan Zhao Lee hari itu mengubah segalanya. Ternyata ia masih menyimpan dendam lama jauh di lubuk hatinya. Ia bertekad untuk membalaskan dendam itu suatu hari nanti dengan caranya sendiri. Tak perduli pada akhirnya akan menang atau kalah, yang terpenting hasrat yang menggebu-gebu itu tersampaikan.
Malam pun tiba, hari ini mereka bertiga lembur karena banyak pekerjaan yang harus segera di selesaikan hari itu juga. Malam itu sudah pukul 23.00. Karena kondisi saat itu hujan sedang turun deras, Ben menawarkaaan tumpangan kepada Layla dan Riri.
"Wah..terima kasih ya Ben, kamu baik banget mau di ditumpangin kita" kata Riri.
"Makasih ya Ben" kata Layla.
" Iya santai. Ayok masuk udah malem nih, harus cepet-cepet istirahat besok kita harus lanjut kerja lagi kan" kata Ben.
"Iya bener banget" kata Riri.
"Berarti yang turun duluan Riri abis itu Layla" kata Ben
"Iya.." jawab mereka berdua.
Beruntung hujan sudah reda saat mereka sampai di depan rumah Layla. Kemudian Bennedict berpamitan. Suasana malam itu begitu syahdu, mereka terlihat seperti pasangan kekasih yang habis pulang dari kencan. Melihat Layla pulang terlambat, di tambah dia di antar oleh seorang laki-laki. Timbulah rasa cemburu di hati Zhao Lee.
"Dari mana kamu?!" tanya Zhao Lee kesal dan cemburu.
"Aku kerja" jawab Layla singkat.
"Ini jam berapa?! Aku kan sudah bilang jangan pulang terlambat. Lalu siapa laki-laki yang antar kamu pulang?!" tanya Zhao kesal.
"Bennedict" jawab Layla singkat.
"Aku peringatkan ya! Jangan dekat-dekat dengan Benedict! Dia itu laki-laki brengsek! " Zhao marah kepada Layla.
"Dia bilang orang lain brengsek, sebenarnya dia ini ngaca apa enggak sih" gumam Layla dalam hati.
"Sesuai janjiku tadi pagi, jika kamu pulang terlambat. Kamu harus di hukum!" kata Zhao tegas. Lalu Zhao memberikan kotak berwarna hitam kepada Layla.
"Apa ini?" tanya Layla datar.
"Buka lalu pakai itu" perintah Zhao Lee. Kemudian Layla membuka kotak itu, ia terkejut dengan isinya. Isinya membuat Layla malu dan kesal.
"Apa-apaan ini?!" Layla protes.
"Anda memberikan baju haram ini kepada saya dan menyuruh saya untuk memakainya?!" Layla kesal kepada Zhao Lee.
"Aku bukan mau diskusi, Layla. Melainkan ini perintah." tanya Zhao.
''Tidak, aku menolak. Jika anda terus seperti ini saya tidak segan-segan mengambil langkah lebih tegas kepada anda, Tuan,'' ucap Layla tegas.
"Ohh rupanya kau mulai lancang, Layla. Terkadang aku memang bersikap lembut padamu, tapi bukan berarti kamu boleh membangkang perintah ku. Apa kau ingin mengabaikan tugas mu sebagai istri?" ucap Zhao Lee dingin.
"Seharusnya anda ijin dulu kepada saya," kata Layla.
"Aku suami mu, tidak perlu ijin untuk itu," ujar Zhao Lee tegas.
''Anda bahkan menggunakan pasal satu untuk bertindak semena-mena kepada saya, itu tidak adil," protes Layla.
Zhao Lee menyikapinya dengan santai kemudian berkata, "Tapi aku rasa kamu tidak punya pilihan lain. Kau tidak mau kan di seret ke pengadilan dan merasakan lantai penjara yang dingin. Kau tau kan aku bisa lakukan apa kepada mu" kata Zhao Lee mengintimidasi.
Mendengar ancaman itu Layla hanya diam menuruti Zhao Lee, lalu berjalan ke kamar untuk mengganti pakaian nya. Tapi di dalam hatinya ia memberontak. Namun ia tak bisa melakukan lebih karena kontrak pernikahan itu begitu terikat dengannya. Sempat ia berpikir, "Kalo kayak gini ceritanya mending aku pilih di seret ke pengadilan aja!" kata Layla dalam hati. Namun seketika ia ingat nasib keluarganya jika ia di penjara, "Sungguh menyedihkan" batin Layla. Setelah memakai pakaian memalukan itu, dia bercermin untuk melihat dirinya sendiri, seberapa terlihat terbukanya ia mengenakan itu.
"Ya ampun.., aku rasa ini sangat memprovokasi lawan. Dia benar-benar tidak tau malu" gumam Layla.
Kemudian Layla keluar dari kamar dan berdiri di hadapan Zhao Lee. Zhao Lee yang melihat Layla mengenakan gaun malam itu tak bisa memalingkan pandangannya, Layla begitu cantik sampai-sampai ia tak ingin memberikannya kepada siapapun.
"Kau cantik malam ini" Zhao Lee tersenyum. Layla hanya diam sambil mengepalkan tangan karena malu bercampur marah.
"Aku peringatkan sekali lagi ya. Jauhi Bennedict, aku tidak suka kau dekat dengan pria brengsek itu" Layla mendapat peringatan keras dari Zhao Lee.
"Layla apa kau mendengar ku?'' Zhao Lee kepada Layla dengan tenang. Melihat Layla tidak memberikan respon yang memuaskan, Zhao Lee Kemudian menghampiri Layla dengan aura yang mendominasi, "Jika aku sedang bicara kamu dengarkan, jika aku ingin respon, kau harus merespon nya dengan baik, jika aku ingin tindakan maka lakukanlah" Kata Zhao Lee tegas.
Melihat kecantikan Layla sedekat itu, membuat Zhao Lee sulit mengendalikan dirinya.
"Layla, bukankah kau ingin aku melakukannya tanpa memaksamu? Jika benar maka ijinkan aku untuk melakukannya sepanjang malam ini. Kau ingat kan kontrak yang tertulis di sana, jika tidak ada persetujuan dari kedua belah pihak itu tidak sah. Maka malam ini kita lakukan secara sah dan hutang mu akan di kurangi'' ucap Zhao Lee.
Layla menundukkan kepala. Jemarinya mengepal kuat hingga buku-buku jarinya memucat. Ia mengangguk pelan tanpa sanggup mengucapkan sepatah kata pun. Malam itu terasa sangat panjang baginya. Sementara di dalam hati Zhao Lee, keyakinan bahwa Layla tak akan pernah bisa lepas darinya semakin mengakar.
Layla merasa tak berdaya dan kesal pada diri sendiri. Ia juga semakin membenci Zhao Lee. Dan Zhao Lee mulai menyusun rencana untuk menyingkirkan Bennedict selamanya.
****************