NovelToon NovelToon
Ibu Pengganti Kesayangan Papa

Ibu Pengganti Kesayangan Papa

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mande Qita

Zeya diam terpaku ketika melihat suaminya sedang jalan bergandengan tangan dengan wanita yang tak Zeya kenal.
Ryan yang kebetulan juga melihat Zeya melengos tanpa mau menyapa istrinya tersebut, malah Ia bergegas meninggalkan Zeya.
Menikah dengan Ryan keputusan hidup yang Zeya sesali, manis di awal ternyata hanya kedok belaka, agar bisa menikah dengan mantan kekasihnya.
Zeya menerima perceraian itu dan melanjutkan hidupnya dengan pindah ke kota besar.
Akankan Zeya menemukan kebahagiaannya sendiri, atau Zeya terus di bayang bayangi oleh masa lalunya.
Dan bagaimana kehidupan rumah tangga Ryan setelah menikah dengan mantan kekasihnya itu?, Kenapa dia kembali mengejar cinta nya Zeya?
Pergulatan batin Zeya dimulai di saat tuan Gatra ingin menikahinya sedangkan mantan istri Gatra ingin kembali rujuk dengan Gatra, ditambah lagi dengan Ryan yang kembali membayangi hidupnya…
Akankan keputusan Zeya akan merubah semuanya..?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mande Qita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 21 Bertemu Zea

Arsen berlari menghampiri Zea dan Maya yang masih mengawasi muridnya bermain bersama.

“Miss…kok teltawa ada apa?” Arsen tiba tiba menanyakan pada Zea dan Maya kenapa mereka berdua tertawa.

“Eh anak pintar, Miss Zea dan Miss Maya lagi bahagia tampan” jawab Zea sambil mengusap kelapa Arsen dengan lembut.

“Oh jadi kalau kita bahagia halus teltawa ya Miss…” tanya Arsen lagi, seperti biasa pertanyaan yang sangat sulit mencari jawabannya, Zea dan Maya saling pandang seolah sama sama ingin bertanya apa jawabnya yang bagus untuk pertanyaan Arsen.

“iya anak baik, kalau kita sedang merasakan bahagia kita boleh tertawa dan boleh tersenyum, pokoknya ekspresi nya harus membawa senang hati orang yang melihat kita” jawab Zea sedapatnya.

“Oh gitu ya Miss, jadi kalau kita bahagia boleh teltawa dan boleh telsenyum…” balas Arsen dengan wajah polosnya.

“Benar sekali anak baik..” imbuh Maya

“Thank you Miss..” balas Arsen sambil memperlihatkan senyum manisnya.

“Sama sama anak Sholeh…” sahut Zea

“Iya Arsen…” sahut Maya dan Zea berbarengan.

“Asen main dulu ya..” tanpa menunggu jawaban dari Zea dan Maya, Arsen kembali bermain dengan teman temannya.

“Arsen sebenarnya anak yang periang dan cukup aktif, hanya karena masalah kedua orang tuanya menyebabkan Arsen jadi anak yang murung, tapi kita patut bersyukur sekarang Arsen sudah bisa menikmati masa kecilnya di sekolah” ungkap Maya, yang lebih dulu mengajar Arsen dari pada Zea.

“Iya anak yang sangat menggemaskan “ sahut Zea, kemudian mereka kembali menghampiri beberapa muridnya untuk bicara dan berinteraksi sebelum bubar sekolah sebentar lagi.

***

Gatra dan Barra sudah berada di parkiran sekolah Arsen mereka menunggu beberapa saat sebelum berjalan masuk menjemput di depan pintu masuk ke sekolah Arsen.

Memang tempat sekolah Arsen, yang menjemputnya hanya boleh menunggu di luar halaman sekolah tersebut.

“Ayo Gatra kita kesana” ajak Barra

“Oke..” mereka berdua keluar dari mobil menghampiri Edo dan Lia yang biasa menunggu Arsen pulang sekolah.

“Selamat siang tuan Gatra, tuan Barra…” sapa Edo dan Lia hampir berbarengan, mereka kaget ketika melihat Gatra dan Barra yang tiba tiba hadir di sekolah Arsen.

“Siang…” sahut Barra sedangkan Gatra hanya menganggukkan kepalanya menanggapi sapaan dari kedua orang yang selalu menjaga Arsen.

“Kamu boleh ke kantor duluan Edo, saya mau ajak Arsen main ke kantor sepulang dari sekolah” perintah Gatra.

“Siap tuan Gatra…” tanpa banyak bertanya Edo segera pergi dari tempat dimana dia biasa menunggu Arsen pulang bersama dengan Lia pengasuh Arsen.

“Papaaaaaaa….” teriak Arsen dari jauh, Ia sangat senang karena papanya datang menjemputnya ke sekolah hal yang jarang sekali Gatra lakukan selama Arsen sekolah.

Gatra tertawa kecil melihat kegembiraan putranya tersebut, Gatra tanpa sadar tertawa di depan orang banyak, selama ini Gatra akan bersikap kaku dan dingin di depan siapa saja, kecuali di depan Arsen.

Arsen yang sedang di antar oleh Zea berteriak dan melompat lompat kegirangan melihat Gatra, tapi Arsen tidak pergi meninggalkan Zea, Ia tetap menggenggam tangan Zea seperti biasa ketika Arsen pulang sekolah.

“Papaaaa..” panggil Arsen lagi setelah sampai di depan Gatra, Ia baru menghampiri Gatra lalu mengangkat tangannya meminta digendong oleh papanya tersebut.

Tanpa ragu Gatra menggendong Arsen lalu mengangkat tinggi tinggi tubuh mungil putranya tersebut, yang membuat Arsen tertawa kencang karena geli dan juga senang.

“Ha ha ha papa…Asen telbang pa” teriak Arsen lagi yang dijawab dengan kekehan dari Gatra.

“Tapi suka kan sayang…” sahut Gatra

“Suka pa, tapi sekalang udahan dulu ada Miss Zea pa…” Arsen menyuruh papanya berhenti mengangkat tubuhnya tinggi tinggi, alasannya karena ada Zea.

“Oke sayang…” Gatra segera menurunkan putranya tersebut dengan nafas ngos-ngosan begitupun dengan Arsen.

Barra, Zea dan pengasuh Arsen melihat kegembiraan ayah dan anak tersebut sambil tersenyum, mereka senang melihat kegembiraan Arsen.

“Papa, ini Miss Zea pa, gulu Arsen pa” Arsen memperkenalkan Zea pada papanya dengan antusias.

Gatra langsung mengulurkan tangannya ke arah Zea sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

“Saya Gatra, papanya Arsen, terima kasih sudah membuat Arsen bisa tertawa dan ceria lagi” ucap Gatra dengan tulus, dari lubuk hatinya yang terdalam Gatra memang sangat berterima kasih pada Zea.

“Saya Zea tuan Gatra, Arsen hanya perlu di dengarkan, itu yang saya lakukan tuan Gatra dan bersyukur Arsennya menerima saya untuk mendekatinya”

Zea menjawab ucapan terima kasih Gatra sambil menyambut uluran tangan Gatra dan mereka pun berjabat tangan saling melemparkan senyum dan menganggukkan kepalanya.

“Apapun itu, Miss Zea tetap punya peran dalam perubahan sikap Arsen, sekali lagi terima kasih” ungkap Gatra lagi.

“Terima kasih tuan Gatra..” sahut Zea dengan sopan

“Miss Zea, itu uncle Barra, uncle sangat baik, Arsen suka” promosi Arsen membuat Barra tertawa kecil sedangkan Zea menanggapi dengan tersenyum manis.

“Wah Arsen banyak yang sayang, Miss Zea ikut bahagia…” sahut Zea, lalu mengulurkan tangannya pada Barra.

“Senang berkenalan dengan anda Miss Zea, terima kasih sudah membimbing Arsen, bisa bawel seperti ini” Seloroh Barra, mereka berjabat tangan sambil tertawa.

“pada dasarnya Arsen itu anaknya ceria dan pintar…” sahut Zea sambil mengulas senyum manisnya, lalu mengusap kepala Arsen dengan lembut, sedangkan Lia pengasuh Arsen tersenyum bahagia melihat kedekatan Arsen dan gurunya itu.

“Jujul ya Miss, kalau Asen pintal…” tiba tiba Arsen memastikan kalau dirinya memang pintar.

“Iya sayang, Arsen anak pintar, anak Sholeh, anak baik…” ungkap Zea, membuat Arsen langsung memeluk Zea dengan erat.

“Terima kasih Miss…” Arsen senang di puji oleh Zea, Ia bertepuk tangan dan melompat karena gembira.

“Sama sama anak baik..” Zea tersenyum manis melihat ekspresi gembira Arsen, yang hari ini di jemput oleh papanya pulang sekolah.

“Ya sudah Miss Zea, kami pulang dulu!” Gatra berpamitan pada Zea

“Iya tuan Gatra..” sahut Zea lalu menganggukkan kepalanya dengan sopan.

“Mari Miss Zea…” Barra pun berpamitan pada Zea, begitupun dengan Lia pengasuh Arsen.

“Iya tuan Barra…” balas Zea lalu mengulurkan tangannya pada Lia untuk berpamitan.

“Asen pulang dulu Miss Zea, see you…” ucap Arsen sebelum melangkahkan kakinya berjalan beriringan dengan papanya, menuju mobil Gatra yang parkir tak berapa jauh dari gerbang sekolah Arsen.

“Dadah Miss Zea…” teriak Arsen dari jauh, Ia melambaikan tangannya pada Zea yang juga membalas melambaikan tangannya pada Arsen, sedangkan Gatra melemparkan senyum dan menganggukkan kepalanya pada Zea, melihat hal itu Zea pun membalas senyuman Gatra dan membungkukkan badannya sedikit tanda dia menghormati Gatra.

Zea segera membalikan badannya ketika Arsen dan yang lainnya sudah masuk ke dalam mobilnya.

“Hhmmm…” Barra menggoda Gatra ketika berbalas senyum dengan Zea.

“Apaan sih Bar…” Gatra yang merasa malu menegur Barra yang tengah menggodanya.

“Ha ha ha…kita sekarang kemana Gatra…” tanya Barra mengalihkan pembicaraan mereka, karena Barra tahu Gatra sedang merasa malu saat ini, karena sikap manisnya pada Zea.

“Langsung ke kantor saja Bar, sebelumnya belikan makanan kesukaan Arsen dulu, agar dia betah bermain di kantor…”

“Oke siap…” balas Barra.

Setelah itu mobil yang dibawa oleh Barra menuju ke perusahaan meninggalkan sekolah Arsen dan juga sedikit kenangan baik dengan Zea.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!