NovelToon NovelToon
Tuan Buta Dan Pelayannya

Tuan Buta Dan Pelayannya

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:17.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: lara hati

Dirga Harun purnomo Adalah seorang pengusaha muda yang memiliki beberapa buah perusahaan besar. Dalam hidup dia memiliki segalanya.harta melimpah, wajah yang tampan serta istri baru yang sangat cantik dan terkenal.

saat bulan madu ke Hawai pesawat pribadinya terjebak badai hingga mengalami kecelakaan.
Untung saja semuanya selamat karena pilot yang cekatan.

Sayangnya Dirga mengalami kebutaan Akibat matanya terkena serpihan kayu yang berasal dari ledakan pesawat.

Hidup dan perkawinannya hancur, karena istrinya meninggalkan dirinya yang cacat.
Mampukah Dirga bangkit dari keterpurukannya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lara hati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 kisah kami

Bening kembali ke kamar sendiri berbaring diranjang dengan perasaan campur aduk, sedih,malu, dan terluka. merasa sangat menyesal, mengapa ia bisa lepas kontrol sehingga membiarkan Dirga mencium dan memeluknya begitu saja.

Rasanya malu hati, bila harus bertatap mata kembali mengingat bagaimana Bening turut menikmati kebersamaan mereka yang intim.

Bening keluar menuju balkon.

menikmati matahari yang terbenam di ufuk barat.

Hatinya sedikit terhibur. Rona orange memantulkan cahaya kekuningan yang sangat cerah dilangit sore.

Lama bening berdiri mematung Disana menikmati anugerah Tuhan yang indah itu,dengan pikiran menerawang memikirkan masa depannya yang masih gelap dan samar.

Waktu hampir menjelang magrib, Bening melihat pengunjung pantai mulai pergi,kini tepi pantai itu terlihat lenggang dan sepi.

Setelah melaksanakan shalat magrib, kewajibannya sebagai seorang muslimah, bening merasa bingung harus melakukan apa dikamar.

Dia kembali menuju balkon berdiri berlama-lama disana, pemandangan kini berganti dengan nuansa khas malam, lampu warna warni dan dingin yang menusuk kulit. Angin laut menerpa tubuh bening.

Ketukan dipintu mengalihkan pusat pikiran Bening.

Bening segera membukanya.

Wajah tampan Dirga dengan senyum manis khas miliknya menyembul di balik pintu.

"Ayo ikut aku, kita makan malam di restoran dekat pantai" Kata Dirga.

Tak menunggu Dirga meminta dua kali Bening langsung setuju.perutnya memang sudah lapar, sejak siang mereka belum makan apa pun, dan bening baru menyadarinya.

" Jangan lupa pakai Jaket" Dirga mengingatkan.

" Ta- tapi, aku tak memiliki satu pun jaket" jawab Bening gagu.

Dirga menghela nafas kesal, tapi ia

dengan sigap membuka jaket dibadan

" Ingatkan aku besok untuk membelikanmu jaket.."Dia mengangsurkan jaket miliknya pada Bening.

"Ini, pakai jaketku saja.."

Ragu bening menerima

" T-tapi, bagaimana dengan anda?"

" Sudah pakai saja, aku tidak apa-apa"

Bening pun memakai jaket pemberian Dirga, tercium aroma khas dari jaket itu

Harum tubuh Dirga.

Bening sepeti dipeluk oleh lelaki itu lewat kehangatan jaketnya

Sebelum pergi Dirga menemui pak Darmo yang ikut menginap di hotel, namu dilantai yang berbeda dengan Dirga dan bening. dia mendapatkan kamar biasa.

Bukan Kamar VVIP seperti Dirga dan bening tempati.

Darmo tetap saja bersyukur karena bisa menikmati liburan gratis bersama kedua majikannya.

Dirga memberikan beberapa lembar uang untuk kebutuhan pak Darmo.

" Terima kasih tuan muda" Ucap Darmo semangat.

Dirga dan Bening menyusuri jalan beraspal. Mereka disuguhi pemandangan yang sangat indah disepanjang jalan menuju restoran.

Lampu hias, perpohonan palem dan kelapa tumbuh disepanjang jalan.Ada juga jenis tanaman pangkas yang dipasangi lampu warna -warni hingga terlihat semarak.

Dirga ingin sekali menggandeng bening, Bening sepertinya tak ingin disentuh, dia menghindari berjalan terlalu dekat dengan Dirga.

Beberapa saat kemudian tanpa mereka sadari telah tiba disebuah restoran outdoor yang letaknya tak jauh dari tepi pantai.

Restoran itu bernuansa romantis, dengan lampu temaram yang dipasang disekelilingnya restoran.

Pelanggannya akan duduk didalam sebuah tempat yang dipasang kain tipis sejenis kelambu, menurut Bening tempat itu sepeti gezebo yang ada dirumah Dirga, bedanya didalamnya disediakan meja dan dikursi, bukan duduk secara lesehan seperti gazebo pada umumnya.

" Indah sekali..." Bening terkagum-kagum

Angin bertiup cukup kencang namun malam itu cuacanya sangat cerah, Langit begitu semarak dipenuhi bintang gemintang.

Dirga dan bening menyelesaikan makan malam tanpa banyak bicara.

Sesekali Bening menatap Dirga, pria tampan itu makin terlatih, dia bisa makan dengan nyaman menggunakan sendok dan garpu tanpa bantuan Bening sedikit pun

Bening hanya memberitahukan letak segala sesuatu dengan detail

Dia menyebutkan jarak dan ukuran suatu benda.

Misal jarak piring dengan gelas minuman, sehingga dirga tak terlalu kesulitan menemukannya

"Aku ingin berjalan-jalan sebelum kembali ke hotel," kata Dirga.

" Apa.tidak terlalu dingin Tuan, angin bertiup cukup kencang, anda tidak memakai jaket!? "

" Tidak apa, kita bisa saling berpelukan bila aku kedinginan " Goda Dirga mengedipkan mata.

" Jangan berpikir yang tidak-tidak, ingat Sonya, apa tuan lupa padanya?"

Ucapan Bening membuat wajah Dirga cemberut.

Tak berapa lama Bening dan Dirga sudah menyusuri tepian pantai.

Terlihat beberapa muda-mudi sedang berkumpul dan mengadakan barbeque.

Merekal terlihat kompak dan bahagia

" Ada apa bening, kok ramai sekali?"

" Ada belasan remaja sedang mengadakan kegiatan barbeque" Bening menjelaskan

Kehadiran Dirga dan bening menarik perhatian mereka.

Mereka menegur pasangan itu sekedar basa-basi

" Hmmm, pantas saja hidungku mencium aroma daging panggang." kata Dirga setelah mereka menjauhi para remaja itu.

Bening tersenyum,

"Apa perlu kita bergabung dengan mereka?"

" Apa mereka mengijinkan?"

" Entahlah!" sahut bening kembali tertawa.

Hati bening berbunga-bunga bisa berjalan berdampingan bersama dirga.

meski kebanyakan mereka hanya berdiam diri.

"Aku sangat menyukai laut.." kata Dirga tiba-tiba mengusir rasa canggung diantara mereka. Mata dirga menatap jauh tapi kosong ke arah lautan lepas, Bening mengikuti pandangan Dirga,dia melihat lampu yang memancar dari beberapa perahu nelayan yang melaut

"Kenapa anda sangat menyukai laut?" Tanya bening memancing Dirga untuk bercerita

Dirga tersenyum,menarik nafas dan memulai kisahnya.

" Waktu kecil, keluargaku tinggal di Amerika serikat, tepatnya di Miami, Saat itu papa belum sukses seperti sekarang, kami hanya keluarga sederhana, tetapi setiap akhir pekan papa suka sekali mengajak kami sekeluarga berlibur dipantai.

Aku dan Denis selalu menunggu saat-saat berkunjung kepantai, kami bisa berlarian telanjang kaki sepanjang pantai, kadang juga membangun istana pasir dan membanggakan pada mama dan papa."

Kegiatan selalu diakhiri dengan berenang. Sama seperti aku papa juga memiliki hobby menyelam, dia sudah melakukanya sebelum menikah dengan mama.Papa dan teman-teman yang memiliki hobby yang sama sering menyewa kapal boat dan membawa kami sekeluarga mengikuti kegiatan menyelam, dan jika menyelam papa melakukannya hingga ber jam-jam lamanya. Berbeda dengan Denis yang takut setengah mati melihat papa menghilang dibawah air, aku justru merasa penasaran. Seringkali merengek pada papa agar dibawa ikut menyelam bersamanya

Papa menolak dengan alasan Aku masih kecil, Namun rasa penasaran terus menggelayuti aku hingga remaja."

Dirga tersenyum simpul membayangkan masa kecil dan remajanya.

"Saat umurku enam belas tahun, aku mulai berlatih berenang dan belajar menyelam. Dan diumur tujuh belas Aku sudah menyelam untuk pertama kalinya bersama papa, melihat keindahan dasar lautan membuat aku ketagihan"

Dirga menghentikan ceritanya sambil menunduk dalam

" Setelah itu, papa mulai sibuk dan tak pernah punya waktu menemani kami,

Aku dan Denis mulai merindukan saat-saat kecil dahulu.

Namun untuk mengingat kebersamaan kami, saat sedih atau sennag aku selalu melampiaskan didasar laut"

" Saat remaja aku juga sangat nakal, hobby kebut-kebutan, membolos sekolah, suka menonton film porno,, pacarku juga banyak, Mama sangat kesal dengan perilaku ku yang makin tak terkendali. Dia sering membandingkan Aku dengan Denis yang cerdas,jenius dan pendiam. Karena kesal terus dibandingkan aku membawa Denis mengenalkannya pada beberapa gadis temanku. Agar hidupnya tak terlalu monoton dan serius, kerjanya setiap hanya mendekam dikamar membaca buku.

Dan kau tahu apa yang terjadi..Saat seorang gadis mendekatinya hendak menciumnya dia menjerit jijik dan menangis histeris layaknya balita usia lima tahun..padahal saat itu usianya menjelang enam belas tahun.."

" Dan kau tahu, Dia marah padaku selama berhari-hari lamanya."

Dirga terkekeh geli.

"Aku merindukan saat-saat itu," Kata Dirga mengakhiri ceritanya.

Bening ikut tertawa bersama Dirga.

Setelah tawa mereka terhenti Dirga menghadap bening

" keluargamu bagaimana?"

Dirga balik bertanya.

Bening menghela nafas berat

Enggan sekali mengingat masa lalunya yang pahit.

"Hidupku tak seindah anda tuan, aku berasal dari keluarga sederhana, ayahku hanya penjual bakso keliling, Karena miskin aku sering dijadikan bahan olok-olok temanku

Saat umurku enam belas tahun ayah meninggal, tak berapa lama kemudian ibu menyusul karena sakit parah,mungkin ibu sangat sedih dengan kepergian ayah.

Lalu di usia semuda itu aku harus merawat adikku yang cacat, bahkan setelah lelah merwatnya dia juga meninggalkanku untuk selamanya" Kata Bening sendu.

Dirga membelai kepalanya

" Hidupmu pasti sulit"

Bening tak menjawab. Matanya berkabut menahan tangis.

Benar perkataan Dirga hidup bening memang sulit

1
Nining yuningsih
zceritanya sanggat bagus
Nining yuningsih
asiiik jumpa
Nining yuningsih
munapik akhirnya mengakui mencintai bening
Nining yuningsih
seru suka ceritanya
Atifah Diani
lanjut tttt
limah
🥰
Faizah Izah
aduh Thor ..... kok kisah nya gitu sih! agak mengecewakan, lakinya dah tidur ma cewek lain lagi, kalau dipersatukan lagi Dirga sama bening , harusnya Dirga jangan bersetubuh dengan sonya lah, thor, kalau bikin novel lain jangan yang mengecewakan ya thor
Lianty Itha Olivia
Luar biasa
Yuli Winarsini
kok g nyambung ya critanya
R_3DHE 💪('ω'💪)
Luar biasa
R_3DHE 💪('ω'💪)
ini kasus medis yang unik... 🤔🤔🤭🤭
Nining Chili
bening bodoh
dhaa. made
kenapa gaaa donor mata aja ? kaya masa ga bisa minta donor mata
leni aswita
Buruk
Anonymous
yahh sebenernya dirga redflag bangeet, kenapa malah dijodohin sama bening 😕
Sifrianus Jahamat
so sweet
Sifrianus Jahamat
apa bedanya kamu dgn bianca 🤣🤣🤣
Sifrianus Jahamat
yg sabar
Sifrianus Jahamat
cinta krn harta dan rupa gk akan pernah kekal
Runik Runma
dasar lelaki
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!