NovelToon NovelToon
Ice Breaker!

Ice Breaker!

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: blackblue_re

"Slebor banget sih jadi orang?" -Delta

"Emang kayak elo? Udah jalan kek Putri Keraton, muka kayak es batu, mana galak lagi. Gak akan ada cewek yang mau sama lo, gue jamin!" -Alpha

Alpha si cewek slebor dengan bentuk super abstrak. Baju berantakan, rambut diikat asal-asalan dan yang paling penting, dia manusia paling kikir sedunia!
Delta dengan sifat batu dan antisosial, tidak ada yang boleh menyentuhnya karena bisa ditebasnya habis-habisan, wajah dingin dengan aura mencekam di sekitarnya membuat semua orang tidak mau berinteraksi cowok itu.

Hingga Alpha membalikkan semuanya.

"Gue bakal buat lo jatuh cinta sama gue! Ingat itu baik-baik!" -Alpha

"Ogah." -Delta

Ngalahin Sang Raja Es? Emang bisa?

Ice Breaker started

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blackblue_re, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 | Fragmented 2

"Delta! Pulang sekarang! Beraninya kamu kabur hah! Besok udah boleh pulang ke rumah, kaki kamu udah sembuh dan jangan cari anak panti itu lagi, dengar kamu?!!"

Delta ingin protes namun tatapan penuh murka Viola dan Andreas membuat ia diam beribu bahasa. "Aku gak mau pulang... Aku mau ketemu Alpha, sekali aja."

Andreas—Papa Delta mengusap muka penuh kesal, menatap panti itu lama lalu mendekati Ismah. "Saya adopsi anak perempuan di sini, siapa saja!" perintahnya. Ismah langsung memanggil Ussy, gadis kecil itu setengah berlari dengan senyum terkembang. Menatap Delta berbinar-binar lalu Papa Delta kemudian.

"Sekarang udah Papa turuti keinginan kamu kan?"

"Bukan dia, Pah! Alpha!"

"Apa bedanya, hah? Mereka sama-sama anak panti!"

Tidak ada perlawanan lagi.

Andreas mendekati Ussy, "Sekarang kamu jadi anak angkat saya. Temani Delta, jagain dia. Kamu tahu Alpha? Jangan biarkan dia dekati anak saya lagi." bisik Andreas di kalimat terakhir. Ussy mengangguk paham, sesaat kemudian mereka menatap Delta namun ternyata dia sudah tidak ada.

×××

"Alpha! Ini aku, ck! Ke mana sih?? Jangan bercanda bodoh!" pekik Delta mencari di bawah pohon teduh tempat di mana Alpha sering bermain sendirian. Napas cowok itu makin berat ketika melihat Saga, anak dari salah satu donatur di panti asuhan ini mendekatinya.

"Mana Alpha?" tanya Delta kesal.

"Alpha... Dia pergi, sumpah aku gak ada maksud nyakitin dia. Kita semua cuma bercanda, dan kita gak tahu kalau semuanya bakal jadi begini," ucap Saga dengan wajah mengelam. "Semua gara-gara kalian semua!"

"Memang kamu sama Papa kamu gak salah apa?!"

"Hah?"

"Aku ngelihat waktu kamu ngusir Alpha! Semuanya gara-gara kamu, bodoh!" tuduh Saga makin marah. Delta juga ikutan mengamuk. "Kalau kalian gak nyakitin dia, Alpha gak akan sesedih itu!"

"Diam! Kamu tahu 'kan, bagi Alpha kamu teman baiknya. Udah dia anggap kaya keluarganya sendiri."

Delta terdiam.

"Alpha salah menggantungkan harapan ke kamu, dia nganggap kamu begitu tapi kamu malah membuangnya kayak sampah! Mana otakmu, hah??!"

"Kenapa sekarang kamu yang marah? Bukannya dia cuma boneka yang kalian mainin seenaknya?! Sekarang berlagak sok peduli, emang wajah busuk kalian masih bisa dia maafkan?!"

"Diam! Mulai hari ini, aku pastiin kamu gak bakal ketemu lagi sama dia. Dan selama itu juga, aku yang bakal jagain Alpha."

"Hah? Jadi itu bentuk rasa penyesalan kamu? Terlambat!"

Hingga perdebatan mereka terhenti saat Delta pergi dipaksa kedua orang tuanya.

×××

Selama beberapa hari ini ada yang berubah, terutama bagi Saga. Bayangan wajah kesal Alpha ketika dia dan teman-temannya mengerjai cewek dengan penuh tertawaan gembira. Tawa gembira itu berubah menjadi suatu penyesalan, dan rasa bersalah itu menghantuinya setiap saat.

Apa yang nanti gadis kecil itu lakukan? Apa seharusnya Saga tidak menyakitinya, ia harus minta maaf. Dan kemungkinan terburuknya Alpha dan adiknya itu...

"Enggak! Gak mungkin!" pekik Saga terbangun dari tidurnya, rasa bersalah makin menggerayanginya. Dengan cepat dia meminta untuk diantar ke Panti Asuhan Cempaka, berlarian ke sana kemari tanpa arah.

"Alpha... Aku beneran minta maaf..."

Lelah mencari, peluh Saga berjatuhan. Icha—Mama Saga menyuruhnya masuk ke mobil, awalnya ia ingin menolak namun tidak ada pilihan lain.

Hingga di perjalanan mereka memberhentikan mobil, melihat kecelakaan yang terjadi ketika mobil sedan itu menabrak seorang anak kecil hingga jatuh tersungkur.

"Alpha? Alphaa!!!" teriak Saga panik sambil memangku kepala Alpha yang berdarah mengenai pembatas jalan, darah itu mengenai Saga.

Sekali lagi, Saga melihat mobil sedan itu dengan penuh amarah. Napasnya tercekat beberapa saat melihat betapa kejinya raut wajah pria itu.

Papa Delta.

Alpha dibawa ke rumah sakit dengan Bintang yang menemaninya, Saga tidak tahu di mana rumah Alpha namun adik kecilnya itu menangis hebat ketika melihat kakaknya kecelakaan.

Gadis itu bangun dengan perban di kepala, wajahnya kosong seperti berpikir. "Mikirin apa? Serius banget?" tanya Saga dengan ramahnya.

"Kamu siapa?"

"Hah?!"

Dokter datang memberitahu keadaan Alpha saat itu, Saga menghela napas perlahan. Ada rasa lega dan kecewa dalam helaan napasnya.

"Aku Saga, kenalin. Kita udah kenal kok di panti," ucap Saga mengulur tangannya. Wajah gadis itu tetap kosong.

"Kenapa? Gak senang, ya?"

"Bukan itu... Alpha gak kenal Saga yang mana," ujarnya merasa bersalah.

"Gak apa kali. Udah lupain aja ngapain dipikirin lagi sih??" Saga menundukkan kepala, melihat jelas raut wajah Alpha yang masih seperti sebelumnya. Murung.

"Bukan itu, tapi Alpha ngerasa kayak ada yang hilang," balas Alpha menunduk menatapi infus di tangannya.

"Delta? Apa sebegitu pentingnya? Kamu lagi hilang ingatan kenapa masih mikirin dia, sih?!" batinnya cemburu, hingga Saga tersadar mengapa ia berpikir demikian.

"Saga... Kenapa?"

"Saga pasti tahu kan kenapa Alpha kayak gini? Alpha denger kata dokter Alpha hilang ingatan... Tapi, Alpha masih inget nama sendiri kok," ucapnya lemah.

"Saga... bilang sesuatu, tentang Alpha, apa aja."

Lama terdiam, gadis itu makin memaksa. "Kamu... Sahabatan sama dia."

"Oh... Dia siapa yah? Entah kenapa Alpha inget tapi cuma sekilas, wajahnya pun lupa. Saga bisa kasih tau gak, kayaknya itu penting buat Alpha."

"Gak bisa, nanti kamu tambah sedih."

"Kok bisa? Dia kan baik?"

"Hah? Baik? Yang benar aja! Kemarin dia buang kamu kayak sampah, dia lebih mentingin teman munafiknya itu dibanding kamu!" sesaat kemudian rasa bersalah itu makin membuat Saga tertekan.

"Sorry, aku gak maksud."

"Jadi dia benar-benar pergi...?" tangisannya pecah, kepalanya berdenyut hebat. Sudah Saga pastikan, setelah ini ia tidak akan pernah lagi memberi kesempatan pada siapa pun untuk menyakiti Alpha. Wajah pria bengis ketika menabrak anak kecil tidak berdosa itu, hal terkeji yang pernah Saga lihat.

"Udah gak apa, lagian sekarang ada aku kok! Kamu tahu, asal ada aku gak akan ada siapa pun yang berani nyakitin kamu, mereka semua takut sama aku! Haha!" tawa Saga namun tidak diindahkan Alpha. Wajah gadis itu tambah murung. Saga mencoba menarik senyumnya.

"Pangerannya pergi?"

"Iya,"

"Kenapa ditungguin? Ada pangeran yang lain loh."

"Siapa?"

"Aku."

"Enggak mau. "

"Yakin?"

"Iya."

"Kenapa?"

"Karena pangeran cinderella cuma satu," Saga mengusap pucuk kepalanya hingga cewek itu cemberut. Entah mengapa Saga yang notabenenya sering membully Alpha kini semakin baik semenjak Delta pergi tanpa mengucap sepatah kata. Setelah tahu, Alpha akan seterpuruk ini.

"Yaudah deh... Aku jadi ksatrianya cinderella aja."

"Hum? Gimana caranya?"

"Kalau ada yg nyakitin kamu aku bakal hajar dia."

"Termasuk kalau dia kembali, aku yang bakal duluan hajar dia seandainya berani nyakitin kamu lagi. Bukan cuma dia, termasuk Papa brengseknya."

Persahabatan mereka makin erat, tanpa Alpha ketahui bahwa Saga dulu yang sering menertawainya, mengejek ia ketika diperlakukan jahat. Semuanya terbalik, pribadi Saga berubah drastis.

Hingga Saga tersadar, perasaan itu bukan rasa bersalah seperti dulu lagi. Menjadi sesuatu yang tidak pernah terpikirkan olehnya, ketika senyuman Alpha mampu membuatnya merasa bahagia menjadi orang yang melindunginya.

×××

1
Ginan Velony A. Artantha
sedihnya sampe nangis kejer.
Sukses selalu thor
Qaisaa Nazarudin
wkwkwk ngakak aku..Mampir thor🙋🏻‍♀️🙋🏻‍♀️🙋🏻‍♀️
Ran Aulia
👍👍👍😂😂😂😩😩😩😩😍😍😍
Wahyu Setiadi
nangis kejer akoohh
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
banjir Thor bantal ane tanggung jawab,,bikin nangis gw lu Thor... nyesek bgt,,,dr awal ketawa pas dah mau end mlh kejer...
Casvanya Lee
author bener2 deh udah bikin aku nangis seharian ku kira alpha bakalan pergi beneran, kk author pinter membulan balikkan hati ku huuhuhuuuh untung aja happy end.... padahal ini cerita udah lama tapi aku baru baca sekarang bnr2 good job ceritanya... aku juga udah baca cerita kk author yg lainnya sukses trs ya makin banyak karya nya😍💪
Indriani Zein
ini nih novel yg akk cari, to the point gak berbelit² dan eps nya cuma sedikit tapi memuaskan 👍👍, keren bgt dah thorr,, semangat buat author 👍👍💪
Indriani Zein
baru paham kalok bintang itu cowok 🤦
Indriani Zein
suakit sumpah 😭
Rya_1212
z♡
Rya_1212
Rya_1212
Rya_1212
Rya_1212
Rya_1212
Alee
mirip kelas w :v
ErNa Pujiastutie
aku baru Nemu ini novel,,aku baca seharian sambil ini itu,,ngakak sedih ngakak galau trs d bikin suuuueeeddiiiihhhh,
tapi gila keren kak karya mu👍👍👍👍❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
tukang nyimak
ruwet obrolanya,, pd rebutan tanya jawab,, aduhhh aku butuh pahamex hey paramex
tukang nyimak
mereka ada di fase,, siapa aku,, dimana aku,, oy bayar utang lo pura2 amnesia
tukang nyimak
aku mah rajin nyimak sajaaahh.. entah mudeng gk nya ya pura2 nyimakk sajaahhh.. palaku udah mumet nampung pikiran real of the my life😵😵😵
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!