NovelToon NovelToon
Air Mata Istri Pertama

Air Mata Istri Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:18k
Nilai: 5
Nama Author: peony_ha

Demi rasa iba, Arhan menikahi Dira, seorang gadis yatim piatu yang baru kehilangan kedua orang tuanya. Dira mengira pernikahan itu adalah awal dari kehidupan yang penuh kasih sayang. Nyatanya, ia hanya dijadikan istri untuk mengurus rumah, melayani suami, dan merawat ibu mertuanya.

Lima tahun berlalu tanpa kehadiran buah hati. Dira terus menyalahkan dirinya karena dianggap mandul. Ia tak pernah tahu bahwa setiap hari Arhan memberinya pil KB yang dikemas sebagai obat penyubur agar ia tak pernah mengandung.

Ketika alasan "mandul" itu digunakan Arhan untuk menikahi wanita yang sejak dulu dicintainya, hati Dira hancur. Lebih menyakitkan lagi, ia tak sengaja mendengar percakapan yang mengungkap bahwa selama ini dirinya hanyalah seorang babu yang sengaja dipertahankan sampai wanita pujaan Arhan kembali.

Namun, semua kebohongan memiliki waktunya untuk terbongkar. Saat rahasia pil KB akhirnya terungkap, penyesalan mulai menghantui Arhan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon peony_ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cincin Bermata Biru

Ayu masih meraung-meraung tak karuan, ia masih belum terima jika suaminya telah diturunkan jabatannya, Ayu dengar berderai air mata, terduduk dibawah lantai dengan sinar temaram lampu ruang tengah.

"Arghhh...." Ayu menggeram penuh emosi, kebahagiannya menjadi istri seorang direktur diperusahaan besar yang sering ia sombongkan pada teman-teman sosialitanya itu kini pipis sudah, menjadi bayang semu dan seperti titik hitam dalam rumah tangganya bersama Arhan.

Satu minggu yang lalu, setelah Arhan resmi bercerai dengan Dira. Ayu langsung meminta Arhan untuk mengesahkan pernikahan mereka secara negara, kemudian tanpa banyak pertimbangan lagi mereka langsung mendaftarkan diri dan langsung menikah sah secara negara.

Ayu tidak menyangka jika nasib buruk akan menimpa Arhan, ia akan sangat malu jika bertemu teman-teman sosialitanya yang sering berlomba-lomba untuk memamerkan barang-barang mewah, dengan harga selangit.

"Aku gak mau hidup miskin, aku gak mau..... Aku malu..." Ayu menjambak keras kepalanya, kepalanya langsung terasa pening oleh informasi penurunan jabatan yang disampaikan oleh suaminya itu.

Sementara Arhan sudah meringkukkan tubuh di atas ranjang miliknya bersama mantan istri, mendekap erat bantal milik Dira yang masih menyisakan wangi khas Dira. Air mata masih mengalir pada wajahnya, ia dekap erat penyesalan itu, karena telah menyia-nyiakan istri yang begitu menghormatinya sepenuh hati.

Jiwanya begitu rapuh, hatinya berdenyut nyeri kala mengingat semua kesalahan yang pernah ia lakukan pada Dira, kini ia merasa menjadi manusia yang paling jahat dimuka bumi.

"Ra....maafkan mas. Kembalilah...." Arhan dengan suara parau, tangannya masih mendekap erat bantal yang sering dipakai Dira, ia hirup aroma menenangkan yang masih meninggalkan jejak disana.

'Prankk.....' suara pecahan beling terdengar nyaring ke lantai atas.

Ayu melempar beberapa hiasan rumah, menghancurkannya dalam sekejap. Hiasan rumah kesayangan Bu Rena, mendiang ibu Arhan.

Arhan tetap tidak bergeming, energinya untuk melayani amarah Ayu yang sedang meledak itu sudah habis, yang Arhan inginkan kini hanyalah meringkuk sambil meratapi nasib dan penyesalannya, serta berharap apa yang sudah bukan menjadi miliknya itu kembali padanya. Arhan berharap Dira untuk kembali hidup bersamanya.

Arhan duduk bersandar pada sandaran ranjang, ditangannya terdapat sebuah botol tempat pil kontrasepsi yang sering ia berikan pada Dira, pil itu telah diganti oleh pil penyubur oleh Dira.

"Bahkan kamu tidak marah ketika mengetahui bahwa aku sudah memberikan kamu pil kontrasepsi, tapi kamu malah menggantinya secara diam-diam. Lalu kamu berhasil mengandung anak kita."

"Ra... Maafkan..."

"Jika kehidupanku tidak terbelenggu oleh kebodohan, mungkin kita sudah hidup bahagia dengan keluarga kecil kita, anak-anak yang lucu, dan mungkin ibu juga masih ada sampai sekarang...."

Arhan masih meratapi penyesalannya.

Sementara diatas balkon rumah yang telah disulap indah, Arya melangkah mantap ke arah Dira yang masih menatapnya dengan tatapan bingung, Irish hitam pekat itu melebar, bercahaya dengan pantulan lampu gantung diatas kepalanya.

Bu Mira yang masih berdiri disana, kemudian mengusap pelang bahu Dira, tanda pamit tanpa kata. Seolah sedang memberi ruang pada dua insan untuk mengutarakan perasaannya masing-masing.

Arya, pria kaku yang jujur sama sekali tidak mengetahui cara romantis untuk mengutarakan perasaannya.

"Mas Arya..sebenarnya ini ada apa? Kenapa kita ditinggal berdua diatas balkon seperti ini?" Dira mengedarkan pandangannya pada setiap penjuru, keberadaan Lara dan pak Malik serta Bu Mira sudah tidak ada disana. Benar-benar hanya menyisakan Arya dan dirinya berdua.

Arya mulai menarik nafasnya, tangan kanannya yang berlindung dibalik saku, kini perlahan keluar dengan menggenggam satu kotak beludru merah.

"Ra..." suara Arya sedikit bergetar, seiring dengan getaran didalam hatinya.

Jantung Dira semakin berdebar tak karuan, Arya yang semakin mengikis jarak dengannya dengan sorot mata tajam mengunci manik indahnya.

"Mas ga tau harus mulainya dari mana? Mas tidak pandai dalam mengutarakan perasaan. Tapi malam ini masa akan mencobanya, memaksimalkan setiap kata manis yang mungkin akan terkesan berlebihan pada telingamu."

Dira menggigit bibirnya pelan, berusaha menetralkan degupan jantung yang kian meningkat didalam rongga dadanya.

"Ra, setelah kita beranjak dewasa kini, rasa sayang mas padamu kini benar-benar telah berubah Ra. Bukan lagi perasaan sayang seorang kakak pada adiknya, melainkan perasaan sayang sebagai pria normal pada seorang wanita."

"Ra...mas sadar, rasa sayang ini begitu yakin untuk memilikimu seutuhnya, mas tidak ingin melihat kamu jatuh pada pria lain. Hati mas sakit, dan tidak rela jika hidup berjauhan bersama mu lagi."

Dira masih diam seribu bahasa, tapi bibirnya sudah menunjukkan getaran kecil. Manik matanya kini beralih pada sebuah kotak yang dibuka Arya dihadapannya. Sebuah cincin bermata biru terpampang jelas didepan matanya. Sangat indah berkilauan. menciptakan getaran yang semakin ketara didalam dadanya.

"Ra, malam ini dengan seluruh isi bumi yang menjadi saksi, ibu dan ayah serta Lara yang mengintip dibalik jendela. Malam ini mas dengan keyakinan sepenuh hati, izinkan mas untuk memilikimu seutuhnya." Arya dengan sorot mata yang sendu.

Deg.

Degupan dalam rongga dada Dira semakin berdetak tak karuan, ternyata apa yang berdesir aneh didalam rongga dadanya bukan hanya dia yang merasakan sendiri, tapi pria yang kini membungkukkan tubuh dihadapannya pun juga merasakannya.

Dira menghela nafas sedalam-dalamnya, ia meraih lengan Arya dan mengisyaratkan Arya untuk berdiri tegap didepannya. Air mata mulai menggenang pada pelupuk mata wanita cantik itu.

"Apa mas Arya serius?, bukan karena kasihan pada nasib hidup Dira?"

Arya menggeleng mantap, "Mas, serius Ra."

"Sebelum Dira menjawab apa yang sudah Mas Arya utarakan pada Dira, ada satu pertanyaan yang saat ini masih mengganjal dalam hati Dira."

Arya mengangguk. "Sampaikan saja Ra..."

"Apa mas Arya sudah menikah sebelumnya? kehadiran Lara sebagai putri mas, dan selama Dira tinggal disini, Raya belum sekalipun melihat sosok dari ibunya Lara."

"Maaf mas, ini pertanyaan yang sangat mengusik kehidupan mas sebelumnya, tapi Dira perlu jawabannya untuk memperkuat keyakinan jawaban yang akan Dira utarakan pada mas Arya..."

Bersambung

1
Ma Em
Semoga Dira dan Arya selalu bahagia 🤲🤲.
Lembayung: aamiin makasih ya kak...🙏
total 1 replies
cinta semu 2
attow 🤣🤣g kuuuuaaaaaattttttt
Lembayung: tahan kak tahannn😭
total 1 replies
cinta semu 2
suka banget
cinta semu 2
kok pas banget baca episode bulan madu mana malam Jum'at lagi 🤣🤣🤣mana suami ....suami mana ya🤣🤣😄😄
cinta semu 2: di maafkan 😄😄 terima kasih sungguh karya u bikin candu ... love sekebon..❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
total 2 replies
Ma Em
Semoga Dira dan Arya selalu bahagia dan segera diberi momongan .
Ma Em
Arhan penyesalanmu sdh terlambat dan tdk ada gunanya silahkan nikmati penderitaan taan yg kamu alami bersama istri pilihanmu dan cinta pertamamu , selamat untuk Dira dan Arya semoga selalu bahagia dan segera diberi momongan 🤲🤲🤲.
Ma Em
Selamat untuk Dira dan Arya karena skrg sdh sah menjadi suami istri , semoga pernikahan Dira dgn Arya langgeng sakinah mawadah warohmah hanya maut yg memisahkan , untuk Arhan selamat menyesal karena sdh membuang Dira
Ma Em
Arhan sekarang mantan istrimu jadi istri atasan mu terima dan ikhlaskan Dira bahagia bersama suami yg sangat mencintai Dira , si Ayu sdh kalah dari Dira .
Ma Em
Ditunggu pernikahan Dira dgn Arya , juga ditunggu kehancuran dan penyesalan Arhan yg sdh membuang berlian hanya untuk memilih batu kali yg tdk berharga .
cinta semu 2
heran segitu polos ny sampai di tipu mentah2 masih g peka...biasa ny feeling istri tu tajam nah ni kok kayak aneh 🤔
Dibalik Senja
Sombongnya arhan,tabur tuai iku nyata loe arhan
Dibalik Senja
Secepatnya cerai dan biarkan dira bahagia
Dibalik Senja
Mereka sama2 jht
Dibalik Senja
Semoga keguguran biar dira tdk terikat dngn laki2 bejat itu
Dibalik Senja
Arhan smpah menjijikan tdk tau malu
Dibalik Senja
Minta cerai dira
Dibalik Senja
Awak binggung mau ngomong apa krn klu sdh cinta memang susah untuk diingtkan
Dibalik Senja
Yg sbr dira pkoknya jngn buang2 tenaga untuk lk2 bejat dan jht kyk itu
Dibalik Senja
Lebih baik gk usah pny anak dngn laki2 bjt iku dira ,pergilah cari bahagiamu
Dibalik Senja
Jngn2 dira adeknya yg hilang,ayo dira sadar suamimu iku jht
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!