NovelToon NovelToon
Suami Sombong Jatuh Cinta

Suami Sombong Jatuh Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:6.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ratu Asmara

Vian dan Putri terlibat pernikahan kontrak yang konyol. Keduanya saling cuek satu sama lain, bahkan memiliki pujaan hati masing-masing. Seiring berjalannya waktu, Sifat sombong Vian pun terkikis oleh sikap jutek tapi perhatian dari Putri.

Nah lo, jadi, apakah Putri juga punya perasaan yang sama pada Vian? Penasaran?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu Asmara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30

Acara makan malam Vian dan Putri berjalan sukses. Ini adalah

acara makan malam pertama yang mereka lakukan setelah menikah. Vian merasa

makan malam dengan Putri sedikit berbeda di bandingkan makan malam dengan

kekasihnya, Vanessa. Gadis itu membuat acara makan malamnya menjadi lebih

berselera.

Selepas makan malam keduanya berjalan santai berkeliling di

area sekitar hotel. Suasana malam hari yang dingin tidak menyebabkan tempat itu

sepi. Dari ujung ke ujung, banyak sekali warga lokal ataupun pendatang yang mungkin

hanya sekedar jalan santai menikmati udara malam.

Mereka berpapasan dengan banyak pasangan, semuanya merangkul

kekasihnya, setidaknya saling bergandengan tangan.  Vian memandangi Putri diam-diam saat gadis

itu tengah menikmati pemandangan sekitar dengan kedua tangannya saling

bertautan, seperti kedinginan.

“Putri...” panggil Vian perlahan, Putri spontan menoleh ke

arah empunya suara.

“Ada apa, Vian?” tatapan mata Vian membuat Putri sedikit

gugup. Sebelumnya ia biasa saja, tetapi kali ini, Putri seperti menemukan diri

Vian yang lain, terutama setelah mereka makan malam bersama.

“Boleh lihat tanganmu?” tanya Vian kemudian.

”Ada apa dengan tanganku?” Putri memperlihatkan tangan

kanannya pada Vian, saat itu posisi Putri ada di samping kiri Vian. Pria itu segera

menangkup tangan Putri, menggenggamnya, lalu memasukkan ke dalam saku baju

hangatnya.

“Aku tahu, kamu kedinginan. Sekarang, apakah lebih

baik?”  Vian tidak tahu apa yang terjadi

pada dirinya hingga ia selembut ini pada Putri, bahkan ia peduli dengan keadaan

gadis itu yang tengah kedinginan. Ia bisa merasakan telapak tangan Putri yang

dingin perlahan menghangat.

“Iya, udah sedikit hangat, terima kasih Vian, kamu peka di

saat seperti ini. Bagaimana kalau Vanessa melihat kita sedekat ini?” Putri yang

kalah tinggi dengan Vian terpaksa mendongak saat berbicara dengan pria itu,

apalagi mereka berjalan sedekat sekarang, hampir tanpa jarak.

“Sama-sama, Put. Aku pikir kamu akan marah, aku perlakukan

seperti ini. Soal Vanessa, biar saja kalau dia tahu, aku tidak perduli. Biar

aku panas-panasin sekalian.” Vian tampak acuh tak acuh, hingga Putri dapat

menangkap ketidak beresan hubungan Vian dan juga Vanessa.

“Kamu sedang berantem dengan Vanessa? Kenapa kamu seolah

tidak perduli dengan dia?”  Putri

penasaran, apa yang tersembunyi di balik sikap Vian yang sedikit misterius.

Sudah jelas sejak awal bahkan ia memberikan warning untuk jaga sikap di depan

Vanessa, tetapi yang terjadi justru sebaliknya.

“Begitulah, aku tidak bisa mengerti dia, tanpa sadar dia

sudah jauh berbeda di bandingkan beberapa tahun lalu. Meskipun bersamaku, aku

merasa sedikit asing dan tidak ada di hatinya.”  Vian mencurahkan perasaan yang sebenarnya ia rasakan saat bersama

Vanessa, ia juga merasakan wanita  itu

berubah, seakan-akan sikap Vanessa di hadapannya sekarang  adalah sebuah kepalsuan.

“Aku belum pernah pacaran, jadi aku kurang paham. Tetapi,

menurutku, mungkin itu hanya perasaanmu saja, Vian. Kata temanku, ada kalanya

rasa bosan hadir di dalam sebuah hubungan, seiring waktu, semuanya akan baik-baik

saja. Maaf, kalau saranku terkesan sok tahu, atau kurang bermanfaat untukmu dan

dia.”  Putri yang tidak berpengalaman,

takut di bilang lancang oleh Vian, bagaimanapun,  dalam hal hubungan dengan lawan jenis, ia

masih bisa di bilang pemula.

“Kamu benar, Put. Tapi, entah mengapa kali ini terasa ada

yang janggal di hatiku, semoga hanya perasaanku saja.” Kenyataannya apa yang

Vian rasakan merupakan gambaran perasaan Vanessa yang sebenarnya kepadanya,

hanya saja, waktu belum mengizinkan Vian untuk mengetahui yang sebenarnya

terjadi.

“Kamu mungkin terlalu lelah Vian, butuh istirahat yang

cukup. Sepulang jalan-jalan, segeralah tidur. Jangan melakukan apapun lagi.”

Kalimat yang di ucapkan Vian mengingatkannya pada neneknya. Nada bicara Putri

yang lembut, begitu menyejukkan hati pria itu, meskipun hanya hal sederhana,

Vian merasakan perhatian Putri begitu bermakna untuknya.

“Put, bolehkah malam ini aku tidur di kamarmu? Jangan salah

sangka, aku tidak akan melakukan apapun, serius, janji. Aku hanya ingin ada teman

ngobrol sebelum tidur.  Di saat seperti

ini, aku pasti akan sangat sulit memejamkan mata.” Vian coba menghiba, ia

berharap Putri mengizinkannya untuk tidur di ranjang yang sama dengan gadis

itu.

“Tapi, bagaimana kalau misalnya ada pemeriksaan kamar mendadak?”

Vian tersenyum geli mendengar kekhawatiran yang sedang menerpa Putri.

“Kita kan sudah menikah, di dompetku ada surat nikah kita,

kamu tidak perlu takut.” Putri sedikit malu, ia hampir melupakan status

pernikahan mereka. Meskipun ini sebenarnya bukan tindakan yang benar, tetapi,

Putri tidak bisa menolak permintaan Vian, ia takut bosnya itu akan memotong

gajinya bulan ini, jika ia menolak kemauannya.

“Oh, iya. Aku lupa kalau aku dan kamu sudah menikah,

meskipun hanya pura-pura.” Putri memelankan beberapa kata di ujung kalimatnya,

tetapi Vian dapat mendengarnya dengan baik.

“Jadi, maunya nikah beneran, nih?” ledek Vian,  Putri membenturkan kepalanya dengan sengaja

ke bahu Vian sebagai bentuk protes atas perkataan pria itu barusan.

“Jangan sembarangan bicara, Vian. Lagipula, aku tahu diri,

kok. Aku tidak ada bandingannya dengan wanita berkelas yang selalu

mengelilingimu, aku hanya gadis desa biasa yang sedang mengabdi padamu untuk

sesuap nasi.” Selepas Putri bicara seperti itu, mereka berdua terdiam.

Vian memikirkan perkataannya di masa lalu yang selalu

merendahkan Putri. Seketika ia merasa jahat pada wanita yang sekarang berada di

sisinya itu. terbayang ketika tiap kali bertemu, mereka berdua hanya saling

ejek dan memperdebatkan hal yang tidak terlalu penting.

“Maafkan kesalahan aku,  mungkin kemarin-kemarin aku sering mengatakan sesuatu yang tidak enak di

dengar. Aku juga tidak mengerti, mengapa tiap bersamamu aku selalu seperti itu.

jujur saja, itu bukan aku yang biasanya. Setiap bersamamu, aku selalu ingin

menindasmu, mengunggulkan kelebihanku, tanpa ku sadari, aku justru seperti pria

bodoh.” Vian tertawa kecil, ia menyadari kesalahannya. Sekarang ia ingin

berdamai dengan keadaan, setidaknya ia dan Putri bisa menjadi teman baik

sekarang.

“Tenang, Vian. Aku tidak pernah menganggap perkataanmu

serius,  kok.  Setiap bertemu denganmu, rasanya tidak cukup

seru kalau tanpa debat.” Meskipun ada rasa kesal, tetapi semua perdebatan

mereka menjadi hal yang  menarik untuk

Putri, walaupun, perkataan Vian tidak semuanya enak di dengar.

“Terima kasih, jadi, mengulang yang tadi, bolehkah aku tidur

di kamarmu?” Vian benar-benar menginginkan momen kebersamaan mereka saat di

Indonesia terulang, ia merindukan momen itu.

“Silahkan saja, aku percaya padamu, kamu tidak akan mungkin

berbuat yang tidak-tidak. “ Putri berusaha memberikan kepercayaan pada Vian,

lagipula, selama ini suami kontraknya itu tidak pernah berbuat mesum kepadanya.

“Aku tidak akan merugikanmu, Putri. Seandainya itu terjadi,

aku pasti akan bertanggung jawab. Meskipun, bisa di bilang aku ini pria

brengsek, tetapi aku bukan tipe orang yang suka lepas tanggung jawab. Ayo, kita

percepat jalannya, udaranya semakin malam semakin menusuk.” Putri hanya mengiyakan

perkataan Vian, ia juga sependapat dengan lelaki itu, suhu udara kian merendah

seiring waktu.

1
Ray Jepara
Lumayan
Ray Jepara
Biasa
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
Rima baharudin
wih...... mulutmu vian, tunggu kebucinanmu
Rima baharudin
visualnya sudah bikin aku meleleh kaka😍
Fredy: masukkin kulkas lg mba biar ga meleleh 😂😂
total 1 replies
aihhh visual nyaaa 😍😍😍😍
harwanti unyil
jangan terlalu banyak menghina entr malah jadi buncin
Dewi Nurmalasari
suka cerita nya g b|rtele2 n g terlalu banyak jahat2 yg g masuk akal
Dewi Nurmalasari
lah dia duluan yg bilang mo nik@hin cwe lain malah dia yg lebih sakit h@ti
Dewi Nurmalasari
yg ad malah dirimu yg hnacur sndri, gaya2 nerima erjodohna,, nnt malah shock klo tau putri dh nik@h
Dewi Nurmalasari
ngarep bilang bos
Dewi Nurmalasari
awas lu nyesel
Iis Isma
thor kpn vian tahu klo udah di selingkuhin sama vanesa
luiya tuzahra
puuut kmpungmu dimana siih ?klw dr penngambarannya gubuk reot miskin banget.
luiya tuzahra
ini yg ada bukan putri yg cemburu tpi vian yg bakalan uring2an ma vanessa krn cmburu hahah...
luiya tuzahra
ajak dolion aja put
luiya tuzahra
keren amat gaji 3jt bisa kuliah bisa ngebiayain adiknya 2 sekolah SMP blum lgi bwt bayar kos + makan sehari2....
yenni
baca dari bab satu sampai 20,
mulai suka dan coment.
lanjut....
panty sari
kapan ka kelanjutan nya
panty sari
hubungin dion biar putri jalan sama dion aja dari pada jadi obat nyamuk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!