Amanda Djoyodiningrat, seorang gadis berusia 20 tahun, masih keluarga bangsawan Jawa, yang cantik, manis, pintar dan tidak pernah kemana mana tanpa sekelompok pengawal yang mengawalnya super ketat perintah dari ayah dan ibunya.
Manda, dikhianati oleh teman baiknya yaitu Marvella Arafat, yang dirawat oleh pamannya yang bernama Burhannudin Arafat, seorang pemilik saham di Perdana incorporation, milik Narendra Sakabumi Perdana.
Vella mengorbankan keperawanan Manda demi ambisinya mendapatkan hati seorang CEO tampan incarannya, sehingga Manda bangun suatu pagi bersama seorang laki-laki tampan yang tertidur di ranjang yang sama.
Bagaimana kisah selanjutnya?
Warning: Banyak konten vulgar, one night stand dan pengkhianatan
Mature content 21+, harap bijaksana dalam membaca. Harap menyesuaikan dengan batasan usia yang dicantumkan. Terimakasih!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nophie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30.
" Oke, berarti minggu depan acara lamaran dengan orang tua kamu. Lha emang rencananya kapan kamu menikahi Manda? Ingat kalau udah diminta itu harus segera dinikahi. Kalau orang Jawa bilang, ora ilok ( \= gak baik ) lama lama menikahi kalau sudah lamaran." nasihat ayah Noto dengan tegas. Ia tidak mau kalau Lio mempermainkan Manda, hanya dilamar doang tapi gak segera dinikahi.
" Iya... minggu depan, Lio akan ajak orang tua dan keluarga untuk melamar Manda, mungkin pernikahannya akan dilakukan satu bulan sesudah lamaran, gimana menurut ayah?" sahut Lio cepat.
" Apa??" Manda melotot sama Lio, gila bener kalau 1 bulan apa gak terlalu cepat?
" Hah? 1 bulan apa cukup untuk mempersiapkan pernikahan? Ayah ga mau kalau nikahannya Manda biasa biasa saja, soalmya Manda iti masih keturunan bangsawan, tentu harus ada perhelatan yang besar, setidaknya keluarga kraton Jogja dan yang di Solo harus diundang ajar pernikahan kalian dianggap sah. " jelas ayah dengan nada menggebu gebu, Manda semakin melotot, dan kemudian memutar kedu bola matanya dengan malas, ayah ini masih keekeuh untuk pamer sama keluarga di Jawa, biar kelihatan kalau anaknya yang paling cantik, yang jadi rebutan trah bangsawan Jawa itu telah dinikahi oleh seorang yang tajir melintir.
" Tentu saja, ayah! Tapi kalau kita menyewa EO, Lio rasa ga akan sulit untik mengabulkan permintaan ayah, mau berapa undangan saja mereka pasti sanggup. Asal ada uang bukannya semuanya bakal beres." lanjut Lio dengan nada datar tapi sekarang ada kesan sombongmya. Batin Lio, tadi aja ayahnya Manda masih ragu dengan dirinya, sekarang begitu tahu dirinya tajir, ngomongnya bisa lain yah.
" Ayah, gausah mengundang tamu banyak banyak. Yang penting Manda sah dan bisa menikah dengan Lio, Manda kira itu sudah cukup, yah!" tolak Manda dengan halus. Ia ga habis pikir dengan ayahnya, kok ya bisa bisanya minta pernikahan yang megah sama Lio, walau Manda juga yakin kalau Lio pasti bisa melakukan pernikahan yang besar besaran. Secara Lio itu emang tajir.
" Eh ga bisa! Ayah ga setuju. Keluarga di Jogja dan Solo harus diundang semua. Mereka keluarga besar kesultanan dan kratin Jogja harus tahu kalau kamu sudah menikah jadi ga akan lagi bikin proposal buat ngelamar kamu." alasan ayah pada Manda, padahal sebenernya ayah mau pamer kalau dapet mantu bilioner.
" Its okey, Manda! Selama aku bisa, buat kamu, kenapa tidak sih! Emang kamu punya request apa buat pernikahan kita? " tanya Lio sambil menatap Manda dengan tatapan sayang. Ini membuat ayah Noto semakin bahagia, sedangkan ibu Ayya hanya menatap anak gadisnya dengan sayang, karena ada yang akan menyayangi anaknya itu lebih dari dirinya.
"Aku ga ada request apa apa sih, mas. Aku nurut sama kamu saja kalau masalah acara resepsi. Yang paling penting kan acara ijab kabulnya toh, mas. Yang penting kita sah, masalah yang lainnya ga penting." ujar Manda sambil menatap Lio balik. Entah kenapa ia merasa Lio tambah tampan karena ia berani menghadapi ayahnya yang super galak.
" Oh tidak bisa, nduk! Bagi ayah, kesahan sebuah pernikahan ya harus disaksikan oleh banyak orang juga toh. Termasuk keluarga, daripada nanti dipikir kok nikah diam diam, ntar dikira udah nabung duluan sebelum menikah. Ayah ga mau kalau hal itu sampai terjadi. Ayah malu lah, nduk." perkataan ayah Noto sontak membuat Manda berkeringat dingin. Ia ingat kalau dirinya juga sudah ga suci lagi dan juga sebenernya sudah membuat malu keluarganya kalau seandainya ia hamil. Jujur sampai sekarang Manda sendiri belum sempat mengecek dirinya, apakah dari apa yang sudah diperbuat Lio malam itu, sudah ada hasilnya atau belum.
" Kalau Lio terserah sama ayah dan Manda saja. Tapi mungkin benar yang ayah bilang Manda,Lio kira ayah Langit juga ingin merayakan pernikahan yang gede juga. Mungkin pemikirannya sama dengan ayah Noto juga." tegas Lio, ia tidak mau kalau nanti ayah Noto kecewa dan berimbas pada ijin menikahi Manda yang dicabut.
" Ya udah terserah ayah dan Lio aja.
Manda nurut deh. " ungkap Manda dengan suara lirih.
" Bagus, kamu itu nurut aja. Nah, nak Lio jangan lupa, untuk menghubungi ayah jam berapa orang tua kamu datang pas lamaran." lanjut ayah lagi.
" Ya ayah, nanti pasti ayah akan Lio kabari lagi. Sekarang Lio mau pamit pulang dulu, soalnya sudah malam. Maaf sudah mengganggu waktu ayah dan ibu beristirahat, apalagi ayah dan ibu kan baru pulang dari Yogja." pamit Lio dengan sopan.
" Hmm, ga pa pa. Bukankah niat baik itu harus disegerakan, supaya ga ditunda tunda. Baik, Manda kamu antar mas kamu itu pulang. Ingat, social distancing!! Belum mukhrim!! Nak Lio, ayah dan ibu tinggal ke dalam dulu ya. Assalamuaalaikummm!!"
" Waalaiumasalam.." sahut Lio bersamaan dengan Manda.
" Walaikumsalam, Iya iya, nanti Manda akan jaga jarak 10 meter sama mas Lio." kata Manda dengan nada ketus. Gimana ga malas, kan Manda juga dari tadi ga nempel nempel amat sama mas Lionya tapi dari tadi dituduh aja, belum lagi bahasa ayah tadi kesannya kayak pengusiran aja! batin Manda dengan wajah kesal.
" Ayo mas! Manda antar ke luar." kaataa Mandaa, taapi setelaah Lio tidak melihat keberadaan calon ayah dan ibu mertuanya, ia langsung saja menggandeng tangan Manda dan menggenggamnya tanpa ijin. Sontak Manda kaget dan ingin menarik tangannya yang digenggam erat sama Lio karena takut kalau ayah memergokinya dan kembali menyalahkan dirinya, tapi Lio dengan senyum smirk yang tersungging malah semakin mengeratkan genggamannya.
" Mas, lepasin ah! Nanti ayah lihat loh!" kata Manda dengan lirih.
" Enggak akan lihat. Kan ayah dan ibu sudah masuk!" kata Lio denngan enteng. Hatinya bahagia banget karena ia bisa mempersunting Manda dan bisa dengan segera menjadikannya sebagai istri. Kirain Lio itu malam hari ini bakalan alot dan berdarah darah. Tapi alhamdullilah lancar. Dan minggu depan ia bisa melamar Manda.
"Mas..." seru Manda karena Lio menggenggam tangannya sambil mengecup punggung tangannya dengan rasa sayang. Manda malu deh, nanti kalau ada orang yang lihat gimana?
" Alhamdullilah ayah sudah setuju ya, sayang!" jelas Lio senang. Ia tidak bisa menyembunyikan kelegaan di hatinya. Selama berminggu minggu ini ia takut kalau orang tuanya Manda ga menerima lamarannya, dan malah menerima laki laki lain, dan jujur yang paling Lio takuti adalah kalau Kenan berhasil mendapatkan Manda.
Lio bukan orang bodoh, ia tahu kalau Kenan suka sama Manda dan dalam taraf ingin mengejar Manda. Untung saja kalau ia selangkah lebih depan dibandingkan Kenan. Mudah mudahan ga ada gangguan sebelum Manda berhasil ia miliki sepenuhnya.
.
.
.
TBC
*** apa ya lancar sampai akad???
crtanya bagus....👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
semoga manda selamat
walau jauh, tp bs memprotect wanita, mantap...
kenan pemaniez aja..
spy ada gemez2 nya gitu...
😁