ASYIFA PUTRI WINATA
Kehidupan Asyifa yang dikelilingi 3 kakak yang sangat Posesif. Keluarga yang Overprotektif membuat semua pergerakannya terbatas.
Termasuk teman yang terbatas. Karena tidak semua orang bisa berteman dengan Syifa. Tentu saja karena keposesifan ketiga kakaknya.
Kehidupan yang awalnya di Panti Asuhan, kini dia hidup dikeluarga berada, rumah mewah yang bisa disebut Mansion.
Dengan kemewahan dan keharmonisan keluarga, lengkap sudah keinginan Syifa untuk memiliki keluarga yang harmonis, walaupun dengan keposesifan ketiga kakaknya.
Posesif yang sudah di level atas.
Akankah alur hidup Syifa selalu berjalan mulus?
Jika tidak, rintangan seperti apakah nantinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chnslai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30
Kini Syifa dan Revan sudah kembali ke Sekolah lagi. Mereka baru saja datang ke Winata High School.
Revan memarkirkan mobil Sport hitam, ia pun turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Syifa.
Yang tentunya menjadi sorotan banyak anak-anak lain.
"Sini tangannya"
Revan menggandeng tangan mungil Syifa. Dan berjalan santai memasuki Sekolahan.
Dengan senyum yang terukir lebar dibibir Revan. Membuat banyak cewek-cewek berteriak lebay.
Syifa bahkan terkikik mendengar teriakan cewek-cewek centil.
"Aaahhh My bebeb Revan"
"Itu Masdep Gue"
"Wahh mobilnya.. mau dong diajak jalan"
"Hilih ngimpi lo!"
"Gue mau jadi adeknya Revan"
"Kapan Revan nembak Gue"
"No! No! Revan langsung nglamar Gue nanti"
•
"Lihatkan Princess, Kakak itu banyak fansnya"
"Hehe.. Kakak sih, terlalu tampan"
"Oh ya jelas. Revan gitu lho"
"Sombong~"
"Gak papa. Mereka aja banyak yang ngarepin Kakak lamar"
Revan ngakak setelah mengatakan itu. Disusul juga suara tawa dari Syifa.
...●●●...
Syifa sudah sampai didepan kelasnya. Lalu berpamitan dengan Revan didepan pintu kelas.
"Syifa masuk dulu ya Kak"
"Iya sana masuk. Belajar yang bener Sayang"
"Siap Kak"
"Istirahat nanti, Kakak jemput. Okey"
"Okey Kak Rev"
Revan mengecup pipi Syifa kilat. Dibalas senyuman manis Syifa yang tentu menular pada Revan. Membuatnya ikut tersenyum juga.
Revan melambaikan tangannya pada Syifa. Dibalas Syifa dengan lambaian tangan, juga senyuman manis.
Revan segera berlalu pergi, menuju kelas IPS.
Setelah punggung Revan tak terlihat lagi. Syifa segera masuk kelasnya. Duduk dibangku miliknya, yang sebangku dengan Ana.
"Hai Ana!! Syifa kangen"
"Hai Fa! Aku juga kangen kamu. Kamu lama banget di Aussie-nya"
Mereka berdua berpelukan ala teletubies. Membuat semua perhatian teman sekelas tertuju pada mereka berdua.
Tapi mereka berdua tak peduli, walau diperhatikan anak sekelas. Mereka sedang asik dengan pelukan kangen mereka.
Melepas rindu ceritanya.
"Iya Ana. Di Aussie banyak banget yang terjadi. Salah satunya, sekarang Syifa udah tunangan"
Syifa menunjukkan cincin dijari manisnya. Seraya tersenyum manis pada sahabatnya.
"Woahh... selamat ya, gercep deh. Udah Tunangan aja. Aku aja masih Pacaran"
"Siapa nama Tunangan Kamu Fa?" Lanjut Ana bertanya.
"Namanya Alfarezi Sachdev Kavindra. Dipanggil Alfa"
"Umm namanya bagus. Ganteng gak?"
Ana terlihat antusias saat menanyakan itu.
"Ganteng banget, Syifa aja jadi Cinta"
"Masa? Pengin lihat. Ada fotonya gak?"
"Ada. Nih, foto saat Pesta Tunangan"
Syifa menunjukkan foto-foto mereka berdua di Ponsel miliknya, saat acara Tunangan berlangsung.
"Ugh Tampannya"
Reaksi Ana membuat Syifa mengernyit.
"Ingat Kak Sandy. Syifa kasih tau Kak Sandi yah. Kalau Ana bilang Tampan sama cowok lain"
Ancam Syifa berlagak tegas, tapi justru terlihat imut.
"Ehh! jangan dong Fa" Mohon Ana memelas.
"Siapa yang ngajarin Kamu ngomong gitu?"
Ana heran.
Pasalnya Syifa yang polos, mana ngerti kalimat begitu. Kok bisa-bisanya Syifa mengatakan itu dengan lancar.
"Kak Alfa"
Jawaban Syifa membuat Ana menganguk-angguk mengerti.
"Ooh ternyata yang namanya Alfa itu, Possesive toh." Gumam Ana pelan.
"Ana tadi ngomong apa?"
"Hah?!"
"Enggak kok, Aku gak ngomong apa-apa"
"Ouh ya udah"
"Eh, hari ini gak ada tugas kan?"
Syifa mengeluarkan buku dan alat tulis, untuk ditaruh diatas meja
"Gak ada Fa"
"Alhamdulillah kalau gitu"
Mereka terdiam sesaat. Berkecamuk dengan pikiran mereka masing-masing.
"Kok gurunya gak dateng-dateng sih"
"Iya nih. Padahal udah pukul 07.20"
Ana berucap sambil melirik jam yang terpasang ditangannya.
"Gas"
"GAS"
"GAASSS!!!"
Ana memanggil teman sekelasnya.
"DIPANGGIL NENGOK DONG!"
Lagi, Ana berbicara dengan nada tidak santai.
"APAAN SIH! NAMA GUE BAGAS! BUKAN GAS!!"
"Iya Gas. Lo kan tiap hari bawaannya ngegas mulu"
Cibiran Ana disusul dengan tawa anak-anak lain.
Yang sama-sama menertawakan Bagas. Karena Bagas selalu ngegas saat berbicara.
Bagas. Lelaki yang ditunjuk sebagai Ketua Kelas X MIPA 3.
Entah kenapa, Bagas selalu bersuara keras saat berbicara. Entah bawaan Ketua Kelas yang tegas. Atau memang dia mempunyai suara toa.
"Gas! Coba Lo ke Ruang Guru"
"Ngapain?!"
"Ini kok gurunya gak dateng-dateng. Siapa tau gurunya lagi ada urusan. Jadinya..?"
"JAMKOS!!"
Sorak ramai anak-anak lain.
"Iya iya!"
Bagas akhirnya bangkit dari bangkunya. Segera berjalan menuju Ruang Guru.
Beberapa saat kemudian, Bagas kembali ke kelas dengan membawa secarik kertas.
"Yah.. Tugas ya Gas?"
Tebak salah satu anak cewek. Yang duduk paling depan, dekat pintu.
"Iya, Tugas!"
"PERHATIAN SEMUA!! GURU MAPEL MATEMATIKA PEMINATAN, HARI INI ADA KEPENTINGAN. JADI SEKARANG KITA DISURUH NGERJAIN TUGAS!!"
"YAHHH"
Keluh semua anak-anak. Tugas lagi. Tugas lagi.
"Ngak usah dikerjain aja"
Ucap seorang cowok yang duduk dipojok memprovokasi.
Membuat semua atensi siswa menuju padanya.
"Yuk yuk! Mending kita Mabar!"
Cowok-cowok langsung berkumpul di pojokkan. Membuka Ponsel masing-masing untuk Mabar Game Online.
Untuk Cowok kebanyakan main FF atau gak ML.
Sedangkan cewek juga ada yg main Game. Contohnya Among Us.
Itu hanya sebagian, yang lain tetap mengerjakan Tugas MTKP.
"Ana"
"Iya, apa Syifa"
"Syifa gak ngerti yang nomor 3"
"Hah? Cepat amat. Aku aja baru selesai ngerjain yang nomor 1"
"Ana lama ngerjainnya"
Syifa cemberut dengan Ana yang baru ngerjain satu nomor.
"Ish ya maklum. Kan ini susah"
"Iya sih, awalnya mudah. Ada yang mirip sama contoh soal. Eh... kesini-kesini jadi susah. Nyebelin!!"
"Nah itu!"
Sambung Ana menyetujui perkataan Syifa.
Mereka berdua tetap fokus, berusaha mengerjakan soal didepan mereka.
...●●●...
Kringg~
Kringg~
Kringg~
Bunyi bell istirahat, semuanya segera keluar dari kelas. Berjalan tergesa-gesa menuju kantin.
Mereka tidak sabar untuk segera mengisi perut yang sudah keroncongan.
Juga ada beberapa yang tidak ingin berdesakan di kantin, lebih memilih duduk dikelas.
Menyantap bekal yang mereka bawa masing-masing dari rumah.
"Mau ke Kantin Fa?"
"Iya, nanti nunggu Kak Revan"
"Ana juga pasti nunggu Kak Sandi kan?"
Tebakan Syifa tepat sasaran.
Ana menyengir mendengar tebakan Syifa yang tepat.
Ana menggenggam sebelah tangan Syifa sambil berucap,
"Hehe.. kok tau sih"
"Syifa cuma nebak."
"Lagian Kak Sandi kan Pacarnya Ana. Pasti Kak Sandi bakal nyamperin Pacarnya."
Syifa menyengir atas ucapannya sendiri.
Lalu mereka berdua tertawa terbahak-bahak. Merasa lucu saja dengan topik pembicaraan kali ini.
"Syifa Sayang"
"Kak Rev!"
Sahut Syifa semangat dengan kedatangan Kakaknya.
"Yuk Ke Kantin!"
Revan segera menggandeng Syifa, berjalan keluar kelas. Di susul Doni dibelakang mereka.
"Ayok Sayang"
Sandi merangkul bahu Ana penuh cinta. Mereka berdua berjalan menyusul sahabat mereka yang sudah duluan ke Kantin.
Lima orang sudah duduk rapi berhadap-hadapan di bangku Kantin.
Sedang sibuk menyantap makanan didepan mereka.
"Pelan-pelan makannya"
Revan mengelus rambut belakang Syifa lembut.
Syifa mengangguk atas nasehat Revan.
"Syifa udah kenyang"
Spontan Revan melirik piring Syifa yang sudah kosong.
Revan mengangguk, lalu menyodorkan Jus Stroberry untuk Syifa.
Syifa meneguk Jus dengan cepat. Setelahnya ia mengelus perutnya yang terasa penuh.
"Kenyangnya~"
"Ya harus dong. Adeknya Kakak harus kenyang pokoknya"
Mulai deh, Protectivenya.
Lalu hening beberapa saat.
"Kita ke Rooftop yuk. Udah lama kita gak kesana"
Doni menimpal di tengah keheningan.
"Rooftop? Apa itu?"
"Ayo kesana biar Kamu tau"
Revan menarik pergelangan tangan Syifa lembut. Menuju Rooftop dengan menaiki tangga.
Diikuti Doni, Sandi, dan Ana dibelakang.
Revan membuka pintu Rooftopnya. Terlihatlah pemandangan indah dengan udara sejuk.
Angin semilir, meniupkan beberapa helai rambut panjang Syifa.
"Duduk Sayang"
Revan dan Sandi berucap bersamaan. Sama-sama mempersilakan gadis yang mereka sayangi dan cintai.
Ana dan Syifa tersenyum.
Sedangkan Doni yang merasa sendirian, ia pun memulai aksinya.
"Silakan duduk Sayang"
Doni menggerakkan tangannya berlagak seperti pelayan, dan badannya membungkuk didepan sofa.
Padahal tidak ada siapa-siapa dihadapan Doni.
Saat kepala Doni sedang menunduk, Sandi dan Revan mendekat lalu memukul kepala Doni secara bersamaan.
"Adaw!"
Doni memekik kesakitan, tangannya mengelus kepalanya dengan wajah penuh kesakitan.
Syifa dan Ana tertawa melihat wajah Doni, kasihan.
Mereka berlima sudah duduk di atas sofa coklat. Dengan meja di tengah-tengah.
Juga ada satu Lemari kecil dan satu Lemari pendingin, alias Kulkas.
"Lo pada apa-apaan main pukul kepala orang, sakit tau!"
"Ya Lo sendiri yang banyak tingkah" Revan menatap Doni sinis.
"Ish!" Doni bergumam tidak jelas karena masih tidak terima ia kena pukul.
Sandi yang peka beranjak mengambil beberapa minuman soda dan susu kotak.
3 kaleng soda sudah berpindah tangan pada ketiga cowok itu.
Sedangkan susu kotak diberikan kepada Syifa dan Ana.
Syifa membuka kamera di Ponselnya.
Memotret awan yang terlihat sangat indah dan menarik.
Langin biru cerah dengan awan yang terlihat putih. Tak lupa, awan yang tak sengaja berbentuk unik.
Membuat Syifa kagum dan senyum-senyum.
Sangat indah. Baik awan itu, maupun senyuman manis dan imut dari seorang Asyifa Putri Winata.
...■■♧■■...
1390 Karakter
Aku Update Beb😍💝
Semoga suka Part ini.❤
Ada yang nungguin Aku Up gak??😆
Semoga ada😂
JANGAN LUPA BUAT VOTE✅✅✅
KOMEN✅✅✅
Sebentar lagi mendekati Konflik😭
Stay Tune terus ya cerita Overprotektive Asyifa Family💜
Sayang Readers OAF banyak-banyak😍😘😘
Dadah Sayang😉👋👋
^^^Rabu, 4 November 2020.^^^
makanya, jangan menistakan orang lain kalau nggak mau di nistakan juga 😂😂
dan smngt trs thorrrr untk lnjt crtny dan thor jan lam2 bnget dong up ny sya kan jdi greget nunggunya dan klau thor ad wktu crazy up dong thor