"Jangaaaaan, jangan bunuh aku! "
Ardian berlari kencang di tengah Desa ketika dia melihat sesuatu yang sangat mengerikan mengejar dirinya malam ini, tidak ada yang mendengar suara jeritan pria itu sehingga sosok yang menyerang dia dengan leluasa memberikan serangan.
Kematian secara misterius datang di Desa ini karena mereka semua telah melakukan perbuatan yang sangat buruk di Malam Satu Suro, dendam yang sangat membara karena ketidakadilan yang telah dia terima sehingga membuat para pelaku harus menebus dengan derita yang begitu besar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30. Flashback
Ardian termenung sendirian di depan kuburan ibu kandung dia sendiri ketika baru saja menerima pesan dari Amri, teman yang ada di kampung sibuk mencari keberadaan dia yang menghilang entah kemana Ketika pulang menjaga gudang minyak tadi pagi, dan ternyata saat ini para warga Kampung sedang Dihebohkan dengan kematian Iwan yang sangat mengerikan sekali.
Ardian sudah tahu bahwa ini semua ulah dari Yayuk sehingga dia tidak mungkin bila untuk menghindar, pasti suatu saat nanti dia akan bertemu dengan arwah Gadis itu dan Untung saja dia telah memiliki pegangan sehingga Yayuk sama sekali tidak bisa mendekati Ardian dan bahkan menyakiti Pemuda yang berhati kejam itu.
Bila saja dia tidak mendapat pegangan dari Nenek nya kala itu, maka dapat dipastikan Ardian akan terus menderita ketakutan tidak terkira dan bahkan mungkin saja dia akan menyusul seperti Iwan dan juga Doni, tapi untung dia mendengarkan ucapan sang nenek sehingga Ardian masih selamat dan sekarang dia terhindar dari balas dendam Yayuk.
Namun itu hanya untuk keselamatan dia saja, karena Yayuk justru membalas kepada keluarga yang lain sehingga juga menimbulkan luka hati yang cukup besar dalam diri Ardian, meski Ardian adalah pria yang tidak memiliki iba terhadap orang lain namun tetap saja Dia adalah anak baik untuk sang ibu, anda saja di malam itu dia juga mendapatkan sesuatu untuk ibu maka pasti dia tidak akan kehilangan seperti ini.
Flasback.
"Kamu dari mana Kok malam-malam gini datang ke rumah nenek?" nek Rukmini bertanya dengan.
"Aku habis melakukan sesuatu." Ardian tertunduk.
"Jangan bilang, Ardian!" Rukmini sudah melihat cipratan darah yang ada di tubuh Sang cucu.
Rukmini terdiam ketika Ardian sama sekali tidak merespon dan ini pasti telah terjadi sesuatu yang sangat mengerikan, terlebih lagi Rukmini juga melihat beberapa luka cakar yang ada di tangan sang cucu sehingga dia pun mulai berpikir bahwa Ardian telah melakukan sesuatu dan sedang membutuhkan pertolongan.
"Ceritakan pada Nenek, bila kau tidak bercerita maka aku tidak bisa membantu dirimu." Rukmini berkata dengan sangat tegas.
"Yayuk, Aku memperkosa dan membunuh dia." Ardian memutuskan untuk mengaku.
"Astaga!" Rukmini yang Mendengar hal itu tentu saja menjadi kaget karena korban itu adalah tetangga mereka sendiri.
"Aku tidak sendirian karena masih ada teman yang lain juga." Ardian menatap Rukmini.
"Itu sama sekali tidak akan ada membawa pengaruh, arwah itu tidak akan peduli dan dia akan balas dendam meski jumlah kalian sangat banyak." Rukmini berkata dengan emosi.
"Tolong aku, Nek! Aku sudah membuang mayat dia ke dalam sungai dan kemungkinan besar tidak akan pernah muncul." Ardian mendekati Rukmini karena dia memang butuh bantuan.
"Mayat Dia mungkin tidak akan pernah muncul tapi arwah dia akan datang untuk mengambil nyawamu." jawab Rukmini.
"Sekali ini saja Tolong berikan aku sesuatu agar arwah dia tidak bisa mendatangi aku, mayat dia ada di dalam sungai dan aku menggantung batu di tubuh dia sehingga tidak mungkin bisa muncul ke permukaan." jelas Ardian kembali.
Rukmini yang mendengar hantu Tentu saja dia cukup merasa sedih karena membayangkan Bagaimana derita Gadis itu di tangan para pria tidak bertanggung jawab ini, tapi rasa sedih itu jauh lebih bisa di kalahkan dengan rasa takut kehilangan sang cucu.
"Ambil kembali bola mata dia dan satu gigi." Rukmini memberi perintah kepada Ardian.
"Hah?!" Ardian kaget sekali karena dia harus kembali menemui mayat Yayuk.
"Aku membutuhkan anggota tubuh dia untuk menjadi penangkal agar kau tidak sampai mati dibunuh oleh gadis itu!" bentak Rukmini.
"Ta.. tapi aku takut, Nek!" Ardian ingin menolak karena dia tidak mau melihat mayat Yayuk yang ada di dalam Sungai itu.
"Kau membunuh dia tanpa ada rasa takut, Lalu kenapa sekarang kau harus takut?" Rukmini menatap tajam mata Ardian.
"Ak.. akuuu..
Ardian kelu untuk menjawab namun pada akhirnya dia bangkit juga dan mendatangi Sungai tempat dia membuang mayat Yayuk tadi, daripada dia harus dihantui oleh Gadis itu maka lebih baik bila dirinya kembali mengambil sesuatu di tubuh Yayuk untuk dijadikan penangkal oleh Rukmini itu sendiri, jelas ini adalah pilihan yang lebih baik karena Ardian juga menyadari bahwa Yayuk pasti akan memiliki Dendam Membara.
"Apa yang sudah kau lakukan ini Ardian." Rukmini mengeluh sendirian di dalam ruang dukun.
Siapa yang tidak kenal dengan wanita tua ini, banyak yang mengenali dirinya Karena Rukmini memang dukun terpandang dan dia bisa melakukan apa saja, Bahkan dia bisa membunuh manusia hanya dalam sekejap mata melalui ilmu hitam yang telah dia miliki.
"Bangsat, Kenapa hujan ini tak kunjung selesai?!" Ardian memaki sendirian dan Dia memasukkan kaki ke dalam Sungai.
"Aaaaahk, tahu begini maka aku tidak akan membuang dia ke dalam Sungai." Ardian kembali mengeluh dan Dia segera mencari mayat Yayuk.
Jedeeeeer.
Jedeeeeer.
Petir beberapa kali menghantam bumi seolah juga merasakan kemarahan yang begitu besar terhadap para anak manusia itu, mereka semua menjadi saksi atas kebiadaban yang telah dilakukan oleh Ardian terhadap Yayuk, gadis yang sama sekali tidak pernah memiliki salah terhadap mereka namun para pria itu tidak memiliki ibadah terus memperlakukannya seolah binatang.
"Hahhhh ini dia!" Ardian muncul ke permukaan sembari menyeret tubuh Yayuk yang sangat berat itu.
"Ini Jamal juga sama sekali tidak kira-kira saat membebani tubuh dia." Ardian memang kesulitan membawa mayat Yayuk itu.
"Gigi, astaga sulit pula mau mengambil gigi." keluh Ardian namun dia segera mengeluarkan pisau.
Sraaaaak.
Kreeeeek.
"Mampus lah kau, andai saja sejak awal kau mau menerima maka tidak akan menderita seperti ini." Ardian berkata dengan sinis.
Tangan pemuda ini dengan Gesit merobek pipi yang tadi sudah di sayat menggunakan pisau sehingga menimbulkan suara yang amat mengerikan, darah di tubuh Yayuk masih ada sehingga langsung bercampur dengan air sungai disertai dengan hujan yang masih mengguyur bumi, mengambil gigi di dalam rahang juga bukan pekerjaan gampang.
"Sudah sekali gigi dia di ambil!" kesal Ardian.
Plaaaak.
Bahkan tubuh gadis yang sudah menjadi mayat itu tak lepas dari penderitaan juga ketika Ardian akan mengambil gigi dia, akibat terlalu sulit mengambil gigi yang masih bergusi sehat itu maka Ardian memberikan tamparan keras, berharap salah satu gigi yang ada pada bagian rahang bisa terlepas.
"Nah gini kan enak, tampaknya kau ini memang sangat suka sekali dengan kekerasan." Ardian tertawa menatap mayat berwajah pucat ini.
"Yayuk, Yayuk! padahal kau secantik ini tapi malah rela mati daripada menjadi kekasih ku." Ardian mengelus dada yang terlihat begitu montok.
Lama tangan pemuda itu meraba-raba dengan geram sehingga sesuatu yang ada di dalam celana itu kembali bangkit kembali, dilihat juga suasana sedang sepi begini maka Ardian tanpa berpikir panjang segera melepas celana dan menyetubuhi mayat itu kembali dengan penuh gairah.
"Aaaah, Aaaaaah sayang!"
Ardian merintih dalam kenikmatan yang tiada tara meski lawannya saat ini telah menjadi mayat seperti itu, tubuh Yayuk terguncang dan dia sama sekali tidak bereaksi karena saat ini nyawa sudah tidak ada di dalam raga itu kembali, hanya pria yang tidak memiliki otak itu terus saja menyetubuhi tanpa ada rasa Iba.
Selamat siang, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.
yeesss akhirnya ratuku keluar jg🥰👍
mksh bess🔥🔥
ular janda gaesss...