NovelToon NovelToon
Malam Satu Suro

Malam Satu Suro

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Kutukan / Dendam Kesumat
Popularitas:50.8k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

"Jangaaaaan, jangan bunuh aku! "

Ardian berlari kencang di tengah Desa ketika dia melihat sesuatu yang sangat mengerikan mengejar dirinya malam ini, tidak ada yang mendengar suara jeritan pria itu sehingga sosok yang menyerang dia dengan leluasa memberikan serangan.

Kematian secara misterius datang di Desa ini karena mereka semua telah melakukan perbuatan yang sangat buruk di Malam Satu Suro, dendam yang sangat membara karena ketidakadilan yang telah dia terima sehingga membuat para pelaku harus menebus dengan derita yang begitu besar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 07. Tangan putih

"Kenapa kau terlihat gelisah sekali seperti itu?" Muhammad bertanya kepada Iwan yang terlihat tidak tenang.

"Kalian dari tadi ada mencium aroma bunga melati gitu tidak?" Iwan menatap para teman-teman yang ada di pos ronda.

"Enggak ada kok, hidung kau saja mungkin yang masih mencium aroma bunga mawar atau melati di kuburan Yayuk." celetuk Huda.

"Ah kau kalau bicara jangan sembarangan seperti itu." Muhammad langsung tidak suka karena dia menyadari sendiri bahwa kematian Gadis itu masih penuh misteri.

"Iya, sudah tahu Yayuk mati dalam keadaan tidak wajar tapi malah kau bicarakan saja!" Iwan juga terlihat semakin gelisah.

"Ya mau gimana karena sebenarnya aku juga menyimpan rasa takut ini." Huda berkata dengan sungguh-sungguh.

Sebab rasanya sejak tadi dia sudah merinding karena merasakan sesuatu yang tidak beres di area pos ronda tempat mereka duduk saat ini, tapi Huda tidak berani untuk banyak berbicara karena dia tidak mau bila nanti justru akan menjadi fitnah untuk arwah Yayuk itu sendiri.

Sebenarnya banyak warga yang merasa cemas setelah menyadari bahwa Yayuk meninggal dunia itu mungkin saja di Malam Satu Suro tepat saat dia menghilang, tapi mereka tidak berani berterus terang karena selama ini takut kena hujan oleh warga yang tidak mempercayai bahwa setan itu memang ada di dunia ini.

Sebab kepala desa sangat tidak percaya dengan arwah gentayangan atau bahkan roh jahat seperti itu sehingga banyak yang merasa tidak enak untuk membicarakan Terus masalah tersebut, sebab sudah langsung dari kepala desa yang membantah ucapan demi ucapan itu sehingga mereka memilih untuk tetap bungkam saja.

Padahal rasa takut itu sebenarnya sudah mulai timbul di dalam hati mereka setelah membayangkan tentang angkernya Malam Satu Suro, banyak desa yang takut dengan kejadian di Malam Satu Suro karena selama ini desa sebelah memang mengalami hal yang sangat buruk, sehingga mereka memang tidak ada yang berani keluar dari rumah ketika malam itu datang.

Beda dengan Desa mereka yang memang malah melakukan pawai obor ketika malam satu suro itu datang, sebab kepala desa tidak percaya dengan hantu sehingga dia terus menentang dan para warga yang tidak memiliki kuasa tentu saja mereka diam dan memilih untuk tidak bergelut pada perasaan takut Ini lagi.

"Istri tahu itu kan dari desa sebelah Apa memang dia pernah melihat sendiri kejadian aneh di Malam Satu Suro?" Huda bertanya kepada Iwan.

"Ya memang dia dari sana Dan kalau kita rasakan Desa itu memang jauh berbeda dari Desa kita.'' Iwan juga mengakui tentang hal itu.

"Apa lagi Desa itu kan banyak bambu ya, banyak mitos mengatakan kalau genderuwo pasti tinggal di bambu." Muhammad mulai teringat dengan cerita orang tua.

"Aku Sebenarnya masih penasaran dengan cerita keranda terbang, Apa memang keranda itu terus mencari nyawa." Huda berkata dengan serius.

"Aih bau bunga ini lagi." Iwan mengeluh karena dia mencium aroma tersebut.

Iwan rasanya sudah sejak tadi mencium aroma bunga yang campur aduk tidak karuan tapi dia bertanya kepada teman dan ternyata teman tidak mencium aroma itu, sekarang dia sungkan pula untuk bertanya lagi karena jelas mereka semua tidak akan pernah mencium aroma yang sama seperti dirinya malam ini.

"Hah!" Iwan tersentak kaget ketika dia menatap pohon Kapuk yang ada di dekat pos ronda itu.

"Apa?!" Huda dan Muhammad langsung mendekat karena mereka ikut kaget.

"A.. aku tadi seperti melihat ada orang berdiri di pohon Kapuk itu." tunjuk Iwan.

"Kau Jangan membuat orang semakin merasa takut saja ya." Muhammad menyambar senter dan menyorot pada pohon Kapuk tersebut.

"Demi Tuhan aku tadi memang melihat ada orang berdiri di sana dengan gaun panjang." Iwan tidak berdusta dan dia mulai merasa ngeri.

"Apa arwah Yayuk?" Huda juga tidak enak sekali sekarang.

"Tolong lah kau itu Jangan sebut nama dia terus seperti itu!" Muhammad mulai merasa kesal kepada Huda.

Huda menelan ludah dengan susah payah Karena sekarang rasa takut itu semakin tebal karena dia merasakan ada seseorang yang mendekati dirinya dari arah belakang, tapi ketika menoleh malah tidak ada orang sama sekali sehingga dia hanya bisa melihat kegelapan malam yang terasa begitu mencekam di tubuh manusia.

"Ini bukan bau bunga lagi tapi sudah bercampur dengan tanah." Muhammad mengusap hidung dia.

Iwan juga Mulai mencium aroma yang sama karena tadi bukan hanya aroma bunga tapi sudah bercampur dengan tanah basah, suasana itu semakin mencekam ketika mendadak saja turun hujan sehingga mereka terjebak di pos ronda itu dan tidak bisa pulang ke rumah, meninggalkan pos ronda juga pasti akan kena marah oleh Kepala Desa.

"Hah!"

"Apa lagi, Da?!" Muhammad kaget karena kali ini justru Huda yang mengeluarkan suara.

"Barusan ada tangan menyentuh pundak ku." Huda menjelaskan dengan wajah pucat.

"Jangan bicara seperti itu, Kau membuat aku semakin takut saja." Muhammad juga mepet pada teman-teman karena dia tidak mau sendirian.

Huda mengusap bahu dia yang barusan terpegang oleh tangan dingin itu namun ketika dia menoleh tangan itu sudah tidak ada lagi, tapi dari ujung mata dapat sudah rasakan bahwa tangan itu terlihat begitu pucat dan berwarna putih lengkap pula dengan kuku berwarna hitam pekat.

Jedeeeerrr.

"Allahu akbar!" mereka berteriak kaget ketika suara petir menghantam bumi.

"Aduh kalau begini mana bisa kita bertahan di pos ronda inilah." Iwan mulai merasa tidak sanggup.

"Ya kalau pulang malah Nanti kena denda.'' Huda Masih memikirkan itu karena dia tidak mau membayar lima puluh ribu.

Iwan sudah tidak peduli karena menurutnya kali ini lebih baik dia pulang ke rumah dan mengurung diri di dalam kamar saja, tidak peduli walau nanti harus membayar tapi yang jelas dia tetap merasa aman ketika ada di dalam rumah, kalau terus bertahan di pos ronda itu makan nanti yang ada dia justru akan semakin ketakutan dan mungkin akan melihat sesuatu.

"Gila, dia malah menerjang malam dengan cara seperti itu." Muhammad memperhatikan punggung Iwan yang semakin menjauh.

"Dia agak sensi kalau kita membahas tentang Yayuk." lirih Huda.

"Udah lah, ini kita cuma tinggal berdua saja dan kau masih sebut terus nama itu." Muhammad semakin kesal.

Huda segera menutup mulut karena tidak mau bila nanti semakin dihantui oleh sesuatu yang masih belum mereka ketahui secara pasti, ini duduk di pos ronda hanya berdua saja dan lengkap pula dengan hujan yang membasahi bumi sehingga suasana semakin terasa mencekam untuk mereka berdua.

Selamat siang, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.

1
V3
Mak Anjar mlh larut dalam Dendam dn mlh membiarkan arwah Yayuk mjd Brutal 😡😡
V3
spt nya cerita si Laila boleh jg tuh ,, psti nti nya Laila JD SunBol 🙈🙈
tse
aduh.. aduh ada aja gebrakkannnyra Ratu ular ini...
masaf. irya seorang ratu ular. yang di takuti seluruh iblis malah jatuh dari . atas pohon kelapa... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
awass ya Ran kamu jangan macam2
V3
dasar iblis tuh laki ,,,, bini nya mati di lempar ke lemari bgtu ja dan sampai kna pecahan kaca mata dan leher nya 🙈😡😡
trs mo di kemanain itu jasad istri nya ❓🤔
Dede Maesaroh
menyala janda Q🤣
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔✰͜͡v᭄
bhahaahaaa ular janda mah ungu bukan hijau 🤣
ani Cempreng
siang meski baca nya habis magrib,,mau apapun yang terbit dulu aku sellu menanti semua karya mu Thor😍
Hbbnra
Jerat pemikat aja mak
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔✰͜͡v᭄
ngikut aja lah mau yang mana geh 🤣
tse
sore juga mak ku...
ayo Yuk siksa dan bantai para pelakunya saja jangan warga yang ta tau apa2 juga kau bantai...
semangat mak ku...
Eli Rahma
sore juga thor..oke lah lanjuut
tse
ok mak...
selalu ku tinggalkna jejak setip abis baca ko mak...
yang Jerat Pikat aja dulu mak..
mifta
jerat pemikat
Marsiyah Minardi
Laila Mati Beranak
Akankah dia jadi semacam sundel bolong kah?
Ass Yfa
22nya mau mak...💪
Laila Amalia
mana2 boleh Thor..
yg penting Ada purnama the gang
Raffaza Direzky87
terserah aja mak mau yg mana dulu, yg penting ada purnama and the genk di dalam nya
Erik Erik: terserah, selalu bagus ceritanya 💪
total 1 replies
Tri Lestari
ibnu kalau tidak mampu menasehati Mak Anjar cba bicara dgn ustadz atau bertamu ke MBK pur
Yeyet Rohaeti
semua karya othor aku tunggu.
Eli Rahma
bolehkah daku serakah 🤭🤭 dua²nya aja thor 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!