NovelToon NovelToon
Madu Yang Pahit

Madu Yang Pahit

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nittagiu

Alya Kirana menerima Arga Pratama sebagai suaminya dengan harapan membangun rumah tangga yang bahagia. Namun, dia tidak pernah tahu bahwa sebelum menikah dengannya, Arga telah lebih dahulu memiliki seorang istri bernama Nadira Permata. Di antara rahasia yang disembunyikan, janji yang tak kunjung ditepati, dan cinta yang terbagi, Alya dihadapkan pada kenyataan pahit yang tak pernah dia bayangkan. Dia tidak ingin menjadi musuh bagi perempuan lain. Namun, apakah itu berarti dia harus mengorbankan kebahagiaannya sendiri? Sementara Arga berusaha mempertahankan dua pernikahannya, seorang pria dari masa lalu Alya kembali hadir membawa perasaan yang tak pernah benar-benar padam. Ketika cinta terasa manis di awal, siapa yang harus menanggung pahitnya di akhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nittagiu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Silahkan Jelaskan Sendiri, Mas!

“Siapa dia, Arga?”

Nadira berdiri di hadapan Arga dengan tatapan tidak percaya. Matanya sempat melirik perempuan berhijab yang berdiri di samping suaminya itu, lalu kembali menatap lekat wajah Arga.

“Nadira, kamu kenapa ada di sini?” Tanya Arga mencoba mengalihkan pembicaraan.

Pertanyaan itu justru membuat Nadira semakin kesal.

“Kenapa? Apa aku tidak boleh di sini? Jangan mengalihkan pembicaraan! Siapa perempuan ini?” Suara Nadira terdengar tegas. Tatapannya begitu tajam hingga Arga kembali terdiam.

Arga lantas melirik Alya sekilas. Perempuan itu berdiri tenang, terkesan cuek seolah tidak ada sesuatu yang sedang terjadi di hadapannya.

“Aku bisa menjelaskan,” ujar Arga.

“Kalau begitu, jelaskan sekarang!”

Arga mengusap wajahnya. Ia sama sekali tidak menyangka Nadira akan muncul di apartemen ini, apalagi tepat ketika dirinya baru saja keluar bersama Alya.

Tadi semuanya berjalan baik. Ibunya senang, makan siang berlangsung lancar, bahkan ia berhasil membuat Alya ikut berpura-pura menjadi pasangan yang harmonis di depan ibunya. Sekarang, semua itu seperti hendak runtuh hanya dalam hitungan menit.

Alya melirik Arga sebentar, memperhatikan wajah pucat suaminya itu. Ingin sekali ia mengatakan rasain, tetapi semuanya hanya tertahan di dalam hati. Ia mengembuskan napas panjang. Sebenarnya, ia ingin segera pergi dari sana dan kembali ke lantai atas.

“Arga, kenapa diam saja?” desak Nadira.

Suaranya semakin keras karena kesal tidak kunjung mendapat penjelasan. Beberapa orang yang berada di lobi mulai menoleh ke arah mereka.

Arga melirik orang-orang yang mulai memperhatikan mereka. Ia tidak ingin membicarakan persoalan ini di lobi, tetapi bagaimana caranya mengajak Nadira pergi tanpa membuat perempuan itu semakin marah?

“Nadira, kita bicara di tempat lain, ya.”

“Tidak. Aku mau tahu sekarang.”

“Nadira…”

Arga kembali memohon, namun Nadira menatapnya semakin tajam, seolah tidak peduli dengan wajah frustrasi suaminya. Sejak beberapa waktu terakhir, Arga memang sering sulit dihubungi. Ia juga semakin jarang pulang ke apartemen mereka dan selalu punya alasan ketika ditanya. Awalnya Nadira berusaha memahami kesibukan laki-laki itu, tetapi pemandangan di hadapannya sekarang membuat semua kejanggalan tersebut terasa berbeda.

“Dia siapa?” Nadira kembali bertanya, kali ini menunjuk Alya dengan gerakan kecil. “Apa hubungan kalian?”

Alya yang sejak tadi diam akhirnya ikut merasa tidak nyaman. Ia tidak ingin pertengkaran itu semakin menarik perhatian orang-orang di sekitar mereka.

“Mas, Ibu masih di atas. Aku tidak ingin masalah ini melebar sampai ke telinga orang tuaku,” ucap Alya.

Namun, sebelum Alya sempat masuk kembali ke dalam lift, Arga langsung menahan lengannya.

“Tolong bantu Mas menjelaskan kepada Nadira.”

Alya menatap laki-laki di hadapannya dengan kesal. Ia benar-benar ingin segera pergi. Ia sudah cukup malu karena beberapa orang terus melirik mereka. Kalau pertengkaran ini berlangsung lebih lama, jangan-jangan besok seluruh penghuni apartemen sudah tahu masalah rumah tangga mereka.

Alya melepaskan lengan Arga dengan hati-hati, tetapi tegas. “Aku sudah bilang, Mas. Aku tidak mau ikut menanggung kebohonganmu.”

“Aku bukan bermaksud begitu.”

“Lalu apa? Mas ingin aku menjelaskan sesuatu yang tidak seharusnya aku jelaskan?”

Alya kemudian menoleh kepada Nadira. Suaranya kembali lembut ketika berbicara kepada perempuan itu.

“Maafkan aku, Mbak. Aku tidak pernah berniat menyakitimu. Aku memilih menjalani ini karena memang ada hal-hal yang harus aku pertimbangkan.”

Alya tidak melanjutkan penjelasannya. Ia tidak merasa perlu menguraikan keputusan yang telah diambilnya kepada Nadira, apalagi ketika Arga masih berdiri di sana tanpa mampu menjelaskan perbuatannya sendiri.

Ia kembali menatap suaminya dengan tegas.

“Mas, tolong bawa Mbak Nadira pergi dari sini dan selesaikan urusan kalian di tempat lain. Apartemen ini tempat aku tinggal. Aku tidak ingin orang-orang di sini berpikiran macam-macam tentang aku.”

Arga terdiam. Ia tahu Alya tidak sedang mencari alasan untuk menghindari tanggung jawab. Sejak awal, perempuan itu memang sudah menegaskan bahwa ia tidak ingin ikut campur dalam kebohongan yang diciptakan Arga sendiri.

Setelah beberapa saat, Alya akhirnya masuk kembali ke dalam lift dan naik menuju lantai atas, tempat ibu mertuanya menunggu.

Arga hanya bisa memandang pintu lift yang tertutup. Ia tidak punya alasan untuk menahan Alya lebih lama. Semua yang dikatakan perempuan itu memang benar.

Sementara itu, Nadira masih berdiri di hadapannya. Wajahnya menunjukkan bahwa ia belum mendapatkan jawaban yang diinginkan.

Arga menarik napas panjang.

“Ayo kita pulang. Aku akan menceritakan semuanya di apartemen nanti.”

Ia mencoba meraih tangan Nadira, tetapi perempuan itu langsung menghindar.

“Jangan sentuh aku dulu, Arga.”

Nadira melangkah lebih dahulu keluar dari lobi tanpa menunggu jawaban. Arga terdiam sejenak sebelum akhirnya menyusulnya.

Ia tahu percakapan mereka nanti tidak akan mudah. Nadira pasti akan menuntut jawaban atas semua hal yang selama ini disembunyikannya.

Dan kali ini, ia tidak bisa meminta Alya membantunya.

Arga hanya bisa mengikuti Nadira dengan pikiran kacau, menyadari bahwa kebohongan yang selama ini berusaha dipertahankannya akhirnya mulai terbongkar satu per satu.

1
Setyowati Setyowati
dari kemarin ngintip trs sy kira keman Thor ...tp syukurnya up juga ..jangan Hiatus Thor 🙏🙏
Setyowati Setyowati
kalau bisa jangan simpan semua sendiri Nadira...karena kamu akan banyak pikiran jadi akan berimbas pada janinmu dan dirimu ..bagi bebanmu pada Arga juga ..biar sama " mencari solusinya
Setyowati Setyowati
lanjut 🙏🙏
Setyowati Setyowati
kemungkinan Nadira hamil ..dan tidak ada alasan untuk minta pisah ...Alya dan Nadira sama" terjebak pada laki" yg egois ..tidak ada pemenang maupun yg kalah ..karena kedua" nya posisinya sama ..di tipu di sembunyikan dari istri lainnya
Setyowati Setyowati
maaf .. sampai lupa kasih bintang 5 ..keasikan baca
Setyowati Setyowati
masih merasa enak ya si Arga Tengo sana sini masih oke ..tp kalau semua sudah ketahuan sama orangtua dan Nadira ...apa alasan yg keluar dari mulutmu
Setyowati Setyowati
angga lagi mampir ya thor
Anita Giu: Ah typo 🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!