Sabar adalah kata yang selalu di ucapkan ibuku kepadaku, kata itu lah yang membuat ku kuat karena kesedihan tidak selamanya ada, akan ada kebahagiaan yang menanti.
Sejak kecil aku dan ibuku hidup berdua, ayah ku tidak pernah kembali setelah berpamitan dengan ibu ku pergi merantau ke luar negeri, setelah pergi tidak pernah ayah ku mengirim uang untuk kehidupan kami, ibu ku kerja menjadi buruh cuci gosok dari rumah ke rumah, aku sering ikut dengan ibuku karena tidak ada yang menjaga ku di rumah.
Ibu ku berhasil menyekolahkan ku sampai aku selesai kuliah, kehidupan ku yang berat membuatku selalu berhati hati kepada semua orang sampai suatu hari aku bertemu Yuda di tempat kerja ku. dia meluluhkan hati ku, membuat ku percaya bahwa lelaki tidak semua seperti ayah ku. sampai suatu hari dia mengenalkanku kepada keluarganya, disitulah aku bertemu ayah ku, pria yang sudah 20 tahun tidak pernah aku temui yang hanya aku lihat dari fotonya di kamar ibuku. ternyata ayah Yuda adalah ayahku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zahira alkhansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Percikan Kecemburuan
Malam ini cahaya gak bisa tidur, cahaya memikirkan kata kata Widya, kalau putra mencarinya. Kenapa sampai segitunya putra mencarinya. Terus terang cahaya juga rindu ke putra. Di antara semua pria yang di kenalnya hanya putra yang membuatnya berdebar, tapi cahaya takut mengakui perasaan nya.
Keesokan paginya, Widya dan cahaya pergi ke kampus, perasaan cahaya yang tidak karuan sejak kemarin malam membuat nya sedikit pucat.
" Ya, kamu beneran udah sehatkan? Muka kamu masih pucat" tanya Widya
" udah kok Wid, aku cuma gaknbisa tidur aja tadi malam" jawab cahaya
Setelah pamit dengan ibu, cahaya dan Widya menyusuri jalan rumah menuju ke jalan besar untuk mencari angkutan umum, tanpa cahaya sadari ternyata mobil om Iwan sedang menunggu cahaya, karena cahaya bersama Widya, om Iwan tidak jadi menghampiri cahaya.
Saat di kampus, anak anak sibuk dengan kegiatan nya masing masing ada yang bermain hp, bercerita, bahkan ada yang sedang memakan bekalnya. Saat itu Rasmi belum datang. Hanya Rani yang sedang membaca buku di bangkunya.
"udah baikan Ya"" tegur Rani saat melihat cahaya dan Widya datang.
" udah mendingan" jawabku
" Rasmi belum datang??? Tanyaku kemudian ke Rani
" belum, pasti kesiangan bangun ni anak" aku telepon dulu deh ucap Rani.
Rani mulai menelepon menelepon Rasmi, tapi tidak ada jawaban dari Rasmi.
" gak dijawab Ya" ujar Rani kepadaku
" mungkin lagi di jalan" jawabku
Jam pelajaran pun sudah dimulai tapi Rasmi juga tidak muncul di kelas. Cahaya, Widya dan Rani merasa ada sesuatu yang gak beres dengan Rasmi. Tidak biasanya Rasmi tidak masuk ke kelas seperti ini.
Saat jam istirahat, Widya Rani dan cahaya gendak keluar mencari udara segar di taman sambil membicarakan keberadaan Rasmi. Tapi tiba tiba ada yang memanggil cahaya.
" cahaya" ujar suara itu
Cahaya sangat hapal dengan suara itu. Ini suara putra batin cahaya, cahaya lalu menoleh ke asal suara itu. Ternyata benar putra, dengan memakai celana jins hitam, kaos dan kemeja dengan kancing terbuka dan lengan di gulung , membuat putra kelihatan keren. Cahaya sendiri hampir tidak tanda kalau itu putra. Karena potongan rambut putra yang berubah.
"Putra??" jawab cahaya
Putra berjalan menghampiri cahaya " kamu kemana aja? Setidaknya kalau pindah itu kasih kabar" ujar putra.
" ehmm... Sory put, aku dan ibu mau memulai kehidupan baru makanya aku memutuskan untuk mengganti no handphone ku" jawab ku lagi
" dan kamu nganggap aku apa?? Kenapa aku gak menjadi pengecualian?? Aku udah kayak orang gila mencari kamu Ya" ucap putra
"kenapa kamu nyari aku put???" jawab cahaya lagi
" karena janji ku dengan Aryo" jawab putra lagi
" hanya karena janji" tanya ku lagi.
Putra terdiam, sepertinya ada sesuatu yang ingin di ucapkan nya, tetapi tidak bisa.
" Put, kita udah dewasa aku juga udah dewasa, aku bisa jaga diri aku sendiri sekarang put. Aryo juga pasti maklum akan hal itu. Kamu harus melanjutkan mimpi mu put, kamu bilang kamu ingin jadi polisi, jangan karena aku mimpi mimpi mu jadi terhambat put." jawabku lagi
" aku udah lulus Ya, aku udah di terima di kepolisian, sekarang aku tugas disini, makanya aku bisa cari kamu" jawab putra.
" owh iya??? Alhamdulillah selamat ya put. Aku ikut senang kamu bisa di terima. Sekarang kamu jalani kehidupan mu put jangan jadi kan aku penghambat karir dan masa depan mu" jawabku lagi
" gak, kamu gak jadi penghambat buat aku, kamu itu justru jadi motivasi aku. Motivasi ku untuk melindungi dan membahagiakan mu Ya" ucap putra lagi.
" Put, kalau kamu ingin melindungi ku dan membahagiakan aku karena janji mu ke Aryo, lupakan itu put."jawabku
" bagaimana kalau itu keinginanku buka semata karena janji ku ke Aryo aja?" tanya nya lagi
"aku pembawa sial, aku gak ingin kamu terkena sial nya karena kamu dekat dengan aku. Kamu liat, ayah ku pergi saat aku lahir, Aryo meninggal hanya karena mau melindungi ku. Aku gak mau kamu terkena sial nya juga karena dekat dengan ku" jawab ku lagi
Aku lihat Widya dan Rani sudah pergi menjauh dari kami, mereka memberikan ruang untuk ku berbicara dengan putra. Mungkin Widya dan Rani sedang mencari keberadaan Rasmi, oh tuhan kenapa banyak sekali masalah datang bersamaan ucap cahaya dalam hati.
" aku gak peduli, bagi ku kamu itu segalanya Ya." ucap putra .
Waktu istirahat sudah habis, aku harus masuk ke kelas.
" aku harus masuk ke kelas lagi put, jam istirahat ku sudah habis." jawab ku
" aku tunggu kamu disini sampai kamu selesai kelas" jawab putra
" terserah kamu aja" balasku lagi
di dalam kelas Widya bisik bisik ke aku,
" Ya, Rasmi masuk IGD. Tadi malam setelah pulang dari rumah kamu Rasmi mengalami kecelakaan??" bisik Widya
" what?? Dan gak ada yang kasih tau kita?? Tanya ku
" Orang tua Rasmi baru nyampek tadi dari kampung nya, begitu handphone Rasmi di buka di lihat mamanya panggilan dari Rani dan langsung di telepon mamanya dan memberi kabar itu" bisik Widya lagi
"pantes aja perasaanku gak enak dari tadi malam Wid, ternyata karena ini. terus keadaan Rasmi gimana? Tanyaku lagi sambil berbisik ke Widya
" gak tau tadi mamanya belum sampai menjelaskan kesitu" ujar Widya.
Setelah jam mata kuliah selesai aku, Rani, dan Widya keluar kelas. Mata ku langsung tertuju ke putra, dia masih menunggu di bangku taman sambil memainkan handphonenya.
aku langsung berlari menuju putra di ikuti oleh Widya dan Rani.
"Putra" panggilku
Putra langsung berdiri begitu ku panggil
" put, kita bahas masalah kita nanti, teman kami kecelakaan sekarang ada di RS Sil***, kamu bisa antar aku?? tanyaku lagi
" pasti, aku libur 3 hari ini, aku akan antar kamu kemanapun kamu pergi ya" jawab putra.
Rani dan Widya beboncengan dengan motor Rani sedangkan aku berboncengan dengan motor putra, dari jauh om Iwan masih mengawasi cahaya.
Ponsel cahaya terus bergetar, karena di dalam tas cahaya tidak mendengarnya. Hal itu membuat om Iwan marah.
" berani kamu cahaya, berboncengan dengan pria lain, dan mengabaikan panggilan ku" gumam om Iwan dari dalam mobilnya.
Di rumah sakit, kami langsung berlari menuju kamar Rasmi, ternyata Rasmi sudah siuman. Dia terbaring di tempat tidur dengan tangan kiri di gips dan leher nya memakai penyangga leher.
saat kami masuk, mama nya Rasmi terkejut.
Lalu Rani langsung memperkenalkan diri. " Tante kami sahabat Rasmi, saya Rani, ini cahaya dan itu Widya dan yang ujung yang paling ganteng itu pacarnya cahaya namanya putra Tante" ucap Rani
Spontan aku mencubit Rani dan memelototinya. Sedangkan putra hanya tersenyum tersipu malu.
Rasmi di tempat tidur juga tersenyum melihat aku dan Rani bertengkar.
" silahkan duduk, karena kalian udah Dateng Tante tinggal dulu ya, Tante lapar mau cari makanan dulu" ucapa mama nya Rasmi
" siap Tante, percayakan aja Rasmi ke kita Tante" jawab Rani
"Mi, koq bisa ku kecelakaan dimana?? lu kecelakaan sama apa???" tanya ku
"sehabis pulang dari rumah mu tadi malam, aku bertemu mantan ku. Dia datang dari kampung minta balikan, tapi aku gak mau. Dia marah marah. Lalu aku langsung masuk ke mobil dan mengendarai mobilku. Tapi si Rangga ngejer aku. Karena aku takut dia tau kos an aku, aku ngebut sebisa mungkin, aku gak tau kalau ada orang yang mau nyebrang untuk menghindari biar aku gak nabrak orang tersebut aku banting setir ku ke kiri jadi aku nabrak trotoar jalan" Rasmi menjelaskan.
" ya Allah, terus mantan kamu itu gimana?? Tanya Widya
" nggak tau, bahkan sampai sekarang dia gak ada ngejenguk aku, mungkin dia takut" jawab Rasmi
" jadi kamu nggak apa apa kan " tanya Rani
" pertanyaan kalian banyak ya, nih liat, aku gak apa apa tapi aku tadi udah CT scan tapi hasilnya belum keluar. Kalo untuk luar sih ya lecet lecet dikit lah. Ni gips di tangan kata dokter seminggu paling udah bisa di lepas." jawabnya lagi dengan santai.
" owh syukurlah" ucap kami ber tiga bersamaan
" itu siapa?? Pacar mu beneran ya?? " tanya Rasmi
" nggak, dia sahabat aku, dari desa dia baru diterima jadi polisi dan di tugaskan disini" ucapku
" sebentar lagi akan jadi pacar cahaya" ucap putra menimpali lagi
" ciiiiiiieeeeee" ucap Rasmi, Rani dan Widya bersamaan.
" apaan sih put" dengan mata melotot ku omelin putra
Tapi dia hanya tersenyum.
begitu mama Rasmi kembali, mama Rasmi membawa banyak makanan.
" ini di makan, Rasmi banyak cerita tentang kalian, Tante titip Rasmi ya, memang Rasmi ini anaknya agak susah di atur, cerewet nekatan tapi kalian jangan kapok ya liat tingkah Rasmi" ucap mama nya Rasmi
" iya Tante" jawab kami serempak.
karena sudah menunjukkan pukul 06 sore kami pun permisi pulang. Widya dan Rani pulang bersama katanya mau singgah ke kos Rani karena ada yang mau di ambil tapi aku tau itu alasan mereka untuk memberi waktu aku dan putra berbicara.
Aku dan putra pun singgah ke sebuah cafe. Disna putra mulai membuka pembicaraan lagi tentang hubungan kami
"Ya, aku serius tentang hubungan kita, aku benar benar ingin melindungi dan membahagiakan kamu bukan karena janji ku ke Aryo tapi karena dari dalam hati ku" ujar putra
" tapi aku masih mau konsentrasi kuliah put, aku belum mau terikat dengan hubungan apapun" jawabku
" gak masalah, aku akan nunggu kamu, sampai kamu siap asalkan kamu bersedia aku tetap berada di sisi kamu sebagai sahabat untuk saat ini gak masalah bagiku." jawab putra
" gimana kalau suatu saat hatimu berubah?? Kalau kamu menemukan sosok yang membuat kamu jatuh cinta lagi?? " tanyaku
putra mengambil nafas panjang, " besok, lusa gak ada yang tau bagaimana Ya, bahkan aku hidup sampai kapan juga gak ada yang tau, tapi selama kamu ngasih kepercayaan ke aku, aku akan jaga kepercayaan itu" jawab putra.
"ya, kita lihat nanti" jawab ku.
Kami pun membahas masa masa SMA dulu, bagaimana keadaan desa, keadaan kawan kawan di desa. Sampai waktu menunjukkan pukul 9 malam, aku di antar oleh putra.
Di rumah , ibu terkejut dengan kedatangan putra, putra pun menyalami ibu. Dan ibu kelihatan senang melihat putra, apalagi dengan status putra sekarang sebagai seorang polisi.
" semoga cahaya bisa berhasil juga ya put, biar sepadan bersanding sama kamu." ucap ibu
" apaan sih Bu,"
Putra hanya tersenyum mendengar perkataan ibu.
Setelah putra pulang, aku lihat handphone ku. Ternyata banyak chat dan panggilan dari om Iwan. dari tadi siang aku belum membuka handphone sama sekali, lalu ada chat Widya yang permisi kalau malam ini akan tidur di rumah Rani. Aku buka chat om Iwan
Ada 20 chat dan 13 panggilan tak terjawab.
Semua isi pesan nya: " kamu dimana?"