NovelToon NovelToon
Istri Ketiga

Istri Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anindia Andin

perjuangan cinta aji sang pengusaha sukses begitu rumit dan panjang, mencintai dalam diam yang dia pendam selama bertahun-tahun tak membuat dia patah semangat mendapatkan sak kekasih. suci adalah wanita yang dia cintai dalam diam selama ini. akankah aji mendapatkan cintanya suci? di baca sampai akhir ya. terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

suara naga

Aji kembali menghadiahi bogem metah ke wajah pak eko.

sambil memegang krah baju pak eko

"jangan bicara sembarangan kamu. mau aku laporan ke polisi? haahhh!!!! " bentak aji tepat di muka pak eko

"ampun... " rengek pak eko

beberapa orang laki-laki melerai aji dan pak eko

"ada apa ini" suara berat pria paruh baya melerai keduanya

Mela menceritakan duduk perkaranya

"pak eko dan mas aji mari duduk" ajak bapak itu, ternyata ketua RT di tempat tersebut

"jika memang pak eko tidak bersalah, coba kita lihat rekaman cctvnya"

pak eko diam, dia tau kalau di salah

"kalau ndak mau, di laporkan saja pak. kurang ajar" kata salah seorang penghuni kos.

tempat kos yang semula tenang kini di penuhi orang yang melihat Kejadian itu

"sudah diam. yang tidak berkepentingan diam" ucap pak RT

pak eko mengambil laptop di dalam kamarnya

Salah satu mahasiswa membantu membuka rekaman CCTV itu. terlihat jelas kejadian yang sebenarnya.

"coba putar mundur mas. mungkin sebelumnya ini pernah melakukan pelecehan juga" perintah aji

Mahasiswa itu memutar mundur Beberapa hari sebelumnya

"ini pak. di dapur" ucapnya sambil menunjukkan rekaman itu

"wah... kamu memang salah pak" ucap pak RT "kalau ini sampai naik ke jalur hukum pasti pak eko kena pasal berat. pelecehan"

"jangan pak" rengek pak eko

"lho... itu kan kamar saya" ucap salah satu penghuni kos. melihat rekaman di dalam kamarnya. sontak mengundang perhatian penghuni yang lain

"jadi selama ini bapak diam-diam menaruh CCTV di kamar kita?" emosi salah satu dari mereka

"wah ndak bener ini. jadi selama ini bapak melihat semua kegiatan kita di kamar?" mereka sudah mulai tersulut emosi

pak eko meringkuk ketakutan

Aji dan Mela ikut melihat rekaman yang mereka maksud

"wah pasalnya perat ini pak" pak RT semakin memojokkan pak eko

"jangan pak... jangan laporkan saya. saya minta maaf" rengek pak eko

"wah ndak bener ini.. ayo kita cabut dari sini" ucap salah seorang dari mereka dan diikuti dengan yang lainnya

"jangan... jangan pergi" rengek pak eko

"akan aku pastikan tempat ini akan tutup" ejek aji merasa puas

"tolong jangan pergi" pak eko berteriak melarang penghuni tempatnya pergi

"bagaimana pak? apa mau di laporkan?"

"saya tanya dwi dulu pak, selaku korban. jika dia ingin melaporkan ya silahkan"

"jangan mas.. jangan" rengek pak eko

"makannya pak jangan kurang ajar" ucap Mela

"huuhhh... lanangan opo iku, lak gatelen mbok nang komplek kono. tuku. kapok a wis... rasakno" celoteh salah seorang tetangga pak eko

disara urusan sudah selesai. aji dan Mela pergi dari tempat itu

"terimakasih ya pak RT"

"Sama-sama mas"

"eh tunggu..." ucap Mela "pak eko minta foto kopi KTPnya"

"buat apa mel?"

"siapa tau suci mau ke kantor polisi mas"

"o iya... " aji tidak kepikiran

pak eko memberikan foto copy ktnya dan di sahut oleh aji

Satu persatu orang mulai pergi meninggalkan tempat kos milik pak eko

"aku yakin dia pasti bangkrut mas"

"pasti mel. biar tau rasa"

"seandainya suci ndak di usir sama wulan pasti ndak ada kejadian seperti ini" tambah aji

"sudah menjadi jalannya mas. tidak ada yang namanya kebetulan, semua sudah di atur"

******

Tiba di rumah Mela

aji dan Mela mengeluarkan barang-barang milik suci

"lho mbk... " suci masih tetap duduk di tempatnya dan melihat aji dan Mela mengangkat barangnya

"kami bawa semua barang kamu ci" ucap Mela

suci keluar membantu aji dan Mela

setelah selesai

"ci untuk sementara kamu tinggal disini ya" ucap Mela

"tapi mbk, saya takut merepotkan"

"tidak ada yang di repotkan ci. aku senang kalau kamu disini" ucap Mela

Suci diam.

"sekarang kamu mandi, bersihkan badan. kamar kamu ada di tengah" ucap Mela

 aji diam di ruang tamu Mela, sesekali memegang tangganya yang sakit setelah menghajar pak eko

"sakit mas?" tanya Mela

"lumayan mel. minta air es"

Mela mengambil air es untuk mengompres tangan aji

"suci biar tinggal disini mas"

"kamu yakin?"

"yakin, aku biar ada temannya. kamu kan jarang tidur disini"

"iya mel, aku takut kalau eko dendam sama suci"

 beberapa saat kemudian suci keluar dengan baju baru dan sudah membersihkan badan

'"duduk ci" ucap Mela

mata suci masih sembab

Mela menceritakan kejadian di tempat kos milik pak eko tadi

"maaf ya mbk, aku merepotkan. maaf tuan" ucap suci menunduk malu

"ci. kamu sekarang tinggal di sini" ucap aji

"tapi tuan"

"tapi apa? kamu mau kos lagi? kemarin sudah di keroyok beberapa orang, trus sekarang ada kejadian seperti ini kamu mau kos lagi?"

"saya ndak mau merepotkan kalian" ucap suci tertunduk sambil menangis

"kenapa sih kalian ini sulit di kasih tau" Tiba-tiba nada suara aji naik "ndak kamu, ndak Mela ndak wulan. semua ndak bisa di kasih tau. ya sudah terserah kalau ndak bisa di atur. silahkan pergi, tinggal di mana yang kamu suka"

"sabar mas... sabar.. " ucap Mela meredakan emosi aji

"kamu juga. sama aja"

"lha kok aku. aku ndak ikut-ikut kok jadi kena juga" gerutu mela sambil tersenyum

"ci... nurut ya. tinggal disini. di luar sana ndak sebaik yang kamu pikir ci" rayu Mela

Suci mengangguk

"sudah mas jangan marah-marah. suci mau tinggal disini" ucap Mela

Aji masih diam berdiri menghadap ke jendela

 di dalam kamarnya ajeng menangis keras

"mel. Ajeng kenapa?" ucap aji

"ndak tau mas"

Mela mendatangi Ajeng di dalam kamarnya

"kamu kenapa nak?"

"ayah marah-marah... ayah marah"

Mela menggendong putrinya itu keluar menemui aji

"mana ada ayah marah" ucap Mela "ayah ndak marah kan yah?"

"endak sayang. ayah ndak marah" ucap aji sambil mengambil Ajeng dari gendongan Mela

"tadi ayah marah. ayah teriak-teriak"

"ndak... tadi ayah cuma memeragakan derama aja kok. ayah ndak marah"

Ajeng masih menangis

"tanya tante suci... iya kan tante" ucap aji. di balas dengan anggukan kepala oleh suci

"nah.. ayah ndak marah kan"

"ayah mau pentas? main derama?"

"iya.. judulnya 2 anak bandel" sambil melirik Mela dan suci

mela tersembunyi melihat aji dan Ajeng. sedang suci masih diam seribu bahasa

"jeng kamu pingin tau suaranya naga?"

"naga yah? mana?"

"sini... sini" aji menurunkan Ajeng dari gendongannya

"coba dengarkan suara perut ayah... "

Ajeng menempelkan telinganya di perut aji

"kedengaran ndak?"

"iya yah... itu suara naga? krucuk krucuk gitu yah"

"iya... suara naganya lapar"

Mela tersenyum lalu pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan di bantu suci

1
Ujang Muhamad
iiiiiiiiii
Ujang Muhamad
asik
Anindia Andin: terimakasih sudah mampir di novelku
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!