Yasmin Nayara, seorang gadis dengan albinisme yang membuatnya selalu menjadi sorotan negatif—dari orang-orang yang takut dan menghindar, hingga keluarga pamannya yang memperlakukannya begitu buruk. Bahkan, Yaya dijadikan pelunas hutang untuk dinikahkan dengan seorang juragan kaya yang memiliki banyak istri.
----------
Tak mampu menanggungnya, Yaya kabur di hari pernikahannya dan merantau ke kota dengan bermodalkan nekat.
Namun takdir punya jalan lain. Di hari pertamanya di kota, Yaya hampir diperkosa oleh seorang pria dalam pengaruh obat, yang ternyata adalah Baskara Narendra yang sedang dijebak rekan bisnisnya.
Baskara yang kalap menarik Yaya ke dalam mobilnya untuk melakukan sesuatu yang tidak semestinya. Namun aksi Baskara itu dipergoki Warga dan dipaksa menikah secara mendadak.
----------
Apa yang akan terjadi pada hubungan tak terduga ini di tengah perbedaan latar belakang dan masa lalu yang menyakitkan? Apa lagi Baskara terkenal dingin dan pemarah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon QueenMardhiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kelicikan Keluarga
Di sebuah kamar kostan yang terlihat mewah dengan perabotan lengkap dan bersih, Selina duduk bersandar di kepala tempat tidur sambil memegang ponselnya erat-erat. Suaranya terdengar lemah dan penuh penyesalan saat ia berbicara lewat panggilan video, wajah kedua orang tuanya terlihat jelas di layar dengan ekspresi yang berubah dari senang menjadi kecewa mendengar kabar yang disampaikannya.
"Maaf Pak, Bu... Tadi pagi Aku benar-benar sudah menemukan Yasmin. Bahkan Aku sempat memegang tangannya, tapi tiba-tiba dia menginjak kakiku, melepaskan diri dan lari dariku. Aku sempat mengejar, tapi larinya lumayan cepat, jadi aku tidak bisa mengikutinya," jelas Selina dengan nada menyesal, kepalanya menunduk seolah takut menatap tatapan kecewa orang tuanya.
Di layar, Pak Surya menghela napas panjang, wajahnya terlihat gelisah dan marah. Tangan kanannya mengepal erat di atas meja di depannya. "Dasar ceroboh! Sudah dekat di depan mata, malah dibiarkan lepas begitu saja! Kalau saja kau bisa menahannya sedikit lebih lama, rencana kita sudah selesai sekarang!" bentaknya, suaranya meninggi karena rasa kecewa yang mendalam.
Bu Manda yang duduk di samping suaminya ikut menghela napas, matanya terlihat berkaca-kaca namun bukan karena sedih, melainkan karena rasa frustasi. "Sudah berapa lama kita menunggu kesempatan ini, Selina. Kalau Yasmin bisa kita serahkan pada Juragan Irwan, hutang-hutang kita yang menumpuk itu akan lunas seketika. Kita juga akan hidup berkecukupan, tidak perlu lagi hidup dalam kesusahan seperti ini. Sekarang harapan itu hampir hilang begitu saja..." ucapnya dengan nada sedih yang dibuat-buat, berusaha membuat Selina merasa lebih bersalah.
Selina menggigit bibir bawahnya, perasaannya campur aduk antara rasa bersalah dan ketidakpuasan sendiri. Ia sebenarnya tidak terlalu menyukai rencana ini, namun ia tahu bahwa nasib keluarganya sedang terancam, dan jika rencana ini tercapai, ia juga akan mendapatkan keuntungan sendiri.
"Aku benar-benar tidak sengaja, Pak, Bu. Tapi jangan khawatir, Aku sudah melihat dengan jelas. Dia pasti tinggal di kota ini. Aku yakin kita masih bisa menemukannya lagi," katanya dengan nada meyakinkan, mencoba menghibur orang tuanya.
Mendengar kata-kata itu, ekspresi Pak Surya dan Bu Manda sedikit berubah. Mereka saling bertukar pandang, seolah ada rencana baru yang terlintas di benak mereka. Pak Surya menatap kembali ke layar ponsel dengan tatapan yang lebih tajam dan penuh perhitungan.
"Benar juga. Kita tidak boleh menyerah begitu saja. Juragan Irwan sudah berkali-kali menegaskan bahwa dia masih menginginkan Yasmin, meskipun wanita itu memiliki kondisi cacat kulit. Menurutnya, keunikan itu justru yang membuat Yasmin berbeda dan menarik perhatiannya. Dia bahkan sudah berjanji akan memberikan imbalan yang sangat besar bagi siapa saja yang bisa membawa Yasmin kepadanya," ucap Pak Surya perlahan, matanya berkilat serakah.
Bu Manda segera menyambung pembicaraan itu, suaranya terdengar lebih bersemangat. "Betul sekali. Kalau kita bekerja sama dengan Juragan Irwan, kita tidak perlu bersusah payah mencari sendirian. Dia memiliki banyak orang yang bisa membantu, jaringannya pasti luas di kota. Dengan bantuan dia, mencari Yasmin akan menjadi jauh lebih mudah dan cepat. Apalagi sekarang kita sudah tahu dia ada di kota itu, kemungkinan untuk menemukannya sangat besar."
Selina mendengarkan dengan saksama, hatinya mulai tergerak oleh rencana itu. Ia tahu betapa berkuasanya Juragan Irwan, dan dengan bantuan orang itu, tugasnya akan menjadi jauh lebih ringan. "Baiklah, Bapak, Ibu. Kalau itu yang terbaik, Aku setuju."
"Bagus! Itu baru anak yang baik," puji Pak Surya, senyum licik terukir di bibirnya. "Besok pagi kita akan menghubungi juragan Irwan dan menyampaikan semua informasi ini. Kita akan pastikan kali ini tidak ada kesalahan lagi. Yasmin harus ditemukan dan diserahkan kepada Juragan Irwan, demi kebaikan kita semua. Tidak ada yang boleh menghalangi hal ini."
"Iya, Pak. Aku juga akan ikut membantu, aku yakin Yasmin pasti tinggal disekitar lokasi kita bertemu." jawab Selina.
Panggilan pun diakhiri. Selina meletakkan ponselnya di samping tempat tidur, menatap langit-langit kamar yang mewah itu disertai seringaian. Sebentar lagi Selina dan keluarganya akan mendapatkan keuntungan besar lagi
Di tempat yang berbeda, Pak Surya dan Bu Manda duduk berdampingan di ruang tamu rumah mereka yang sederhana, wajah mereka kini terlihat penuh harapan dan perhitungan.
"Kali ini tidak akan gagal lagi," gumam Pak Surya sambil mengusap telapak tangannya satu sama lain. "Dengan bantuan Juragan Irwan, gadis itu pasti tidak akan bisa lari lagi. Hutang kita akan lunas, dan kita akan hidup enak selamanya. Siapa peduli dengan nasibnya? Dia selalu menjadi beban bagi keluarga kita, jadi inilah guna dia yang sebenarnya."
Bu Manda mengangguk setuju, matanya berbinar-binar. "Benar sekali, Pak. Dia lahir hanya untuk menjadi penolong bagi kita. Sekarang saatnya dia membayar semua biaya yang sudah kita keluarkan selama merawatnya. Biarkan dia menjadi istri muda Juragan Irwan, setidaknya dia akan hidup terjamin, dan kita pun mendapatkan apa yang kita inginkan. Semua pihak diuntungkan, kan?"
Mereka tertawa kecil, tidak merasa sedikit pun bersalah atas rencana kejam yang sedang mereka susun. Mereka sudah yakin, dengan petunjuk yang ada dan bantuan orang berkuasa seperti Juragan Irwan, keberadaan Yasmin akan segera terungkap, dan rencana mereka akan segera terwujud. Mereka tidak tahu, bahwa di tempat lain, Yasmin kini sedang berada di bawah perlindungan seseorang yang justru mulai menyayanginya, dan perjuangan untuk melindungi dirinya baru saja akan dimulai.