Kenanga mengabdikan hidupnya pada sang suami dan anak sambungnya, tapi pada akhirnya dia dihianati juga. Suami yang dia kira mencintainya dengan tulus nyatanya hanya kebohongan. Di dalam hatinya ternyata masih tersimpan nama sang mantan yang kini telah kembali dari luar negeri.
Rahasia yang selama ini ditutupi sang suami dan keluarga pun terbongkar. Kenanga memilih mundur dan memulai kehidupan yang baru meskipun semua itu terasa sulit.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon husna_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Bima mengetuk pintu dengan kasar, lebih tepatnya dia menggedor pintu sambil berteriak, "Alicia, aku mohon pengertianmu! Sekarang ini bukan waktu yang tepat untuk kita. Kenanga pasti akan melapor ke kantor polisi jika kamu tidak mengembalikan kalung miliknya."
"Jika aku tidak mau, dia juga pasti tidak akan mengetahui kalau kalungnya ada di sini. Kamu jangan membohongiku," balas Alicia sambil berteriak juga, tanpa peduli jika tetangganya akan mendengar.
"Kamu salah. Di dalam kalung itu ada GPS-nya, pasti dengan mudah dia akan menemukan kalung miliknya ada di sini dan kamu pasti akan masuk ke dalam penjara. Aku mohon kembalikan kalung itu! Nanti setelah keadaan tenang, aku akan mengembalikannya padamu lagi."
"Tidak. Aku tidak mau. Kamu berbohong!"
Bima merasa frustasi mendengar penolakan Alicia. Apalagi saat teringat dengan apa yang dikatakan Kenanga tadi pagi. Istrinya itu mengatakan akan melaporkan ke kantor polisi segera jika menunda-nunda.
Dia sebenarnya tidak yakin dengan apa yang ingin dilakukan istrinya itu, mengingat selama ini Kenanga adalah wanita yang lembut dan baik hati. Namun, melihat tatapannya tadi entah kenapa ada sesuatu yang berbeda, hingga membuatnya terpaksa harus mengambil kalung itu ke sini sekarang juga. Bima juga takut jika mertuanya mengetahui apa saja yang sudah dia lakukan pada Kenanga, sudah pasti niatnya untuk meminta kucuran dana pun akan terasa sulit.
"Alicia, aku mohon! Ini semua juga demi masa depan kita semua. Apa kamu tidak ingin menjadi istriku dan melihat perusahaanku berkembang lebih besar lagi? Hanya ini satu-satunya jalan. Tolonglah dengarkan aku dulu! Buka pintunya, kita bicara baik-baik," pinta Bima dengan frustasi.
Alicia sebenarnya merasa enggan menuruti. Namun, dia juga takut jika nanti dirinya akan dilaporkan ke kantor polisi. Membayangkannya saja sudah membuatnya ngeri, bagaimana jika nanti dia benar-benar akan dipenjara. Belum lagi cemoohan di media sosial miliknya.
Sampai akhirnya Alicia pun terpaksa membukakan pintu dan berbalik duduk di sofa ruang tamu dengan kesal. Bima menghela napas lega dan ikut duduk di sofa ruang tamu tersebut. Dia hanya perlu membujuk Alicia sekarang meski tidak mudah.
"Alicia, aku mohon mengalah 'lah untuk sementara saja."
Bima pun menjelaskan rencananya pada Alicia dan membujuk wanita itu agar mau mengembalikan kalung tersebut untuk sementara. Nanti saat semua sudah kembali membaik dia akan mengambilkan kembali kalung tersebut. Pria itu juga berjanji akan membelikan berlian lainnya lagi sebagai kompensasi. Mau tidak mau akhirnya Alicia pun mengambilkan kalung tersebut, juga beberapa perhiasan pemberian Bima sebelumnya.
"Apa perlu perhiasan juga, Bim? Dia juga tidak akan tahu kalau kamu mengambilnya." Alicia masih berusaha untuk membujuk Bima.
"Surat-surat perhiasan itu masih ada pada Kenanga, tentu saja dia akan tahu. Sudahlah, kembalikan semuanya. Nanti juga akan menjadi milikmu lagi."
Alicia pun mengembalikannya dengan terpaksa dan wajah cemberut. Padahal hari ini dirinya akan bertemu dengan teman-temannya dan berniat ingin memakai kalung berlian itu untuk dipamerkan. Kalau begini terpaksa dia harus memakai perhiasannya yang lama. Nanti dirinya tidak bisa bergaya di depan teman-temannya seperti biasanya.
"Ya sudah, aku pergi dulu. Kamu jaga diri baik-baik."
"Jangan lupa transfer, Mas. Hari ini aku ada janji dengan teman. Aku malu kalau bawa uang sedikit."
"Iya, nanti aku akan kirim ke rekening kamu."
Alicia tersenyum, setidaknya dia tidak akan terlalu malu nanti di depan teman-temannya. Kalau perlu dirinya akan mentraktir teman-temannya agar mereka tahu jika dirinya kini sudah banyak uang. Mereka juga tidak akan bertanya darimana asalnya uang yang dimilikinya. Asalkan perut kenyang dan bisa belanja, itu sudah cukup bagi mereka.
Bima melajukan mobilnya mau menuju rumah. Dia akan mengembalikan perhiasan tersebut langsung pada Kenanga agar istrinya itu tidak lagi menodongnya. Dirinya sudah stres dengan cecaran wanita itu.
"Ini yang kamu minta. Sekarang kamu puas, kan?" ucap Bima sambil meletakkan perhiasan milik Kenanga serta surat mobilnya.
"Ini memang barang milikku, kenapa harus bertanya seperti itu? Seharusnya kamu yang tahu diri dan meminta maaf padaku," jawab kenangan dengan sinis.
Bima syok mendengar jawaban Kenanga yang tidak terduga. "Kamu ...."
semoga iya dan berjodoh dan bisa punya baby sekarang banyak bngt usia puber ke dua pada tekdung
tapi jaman sekarang yg kepala 4 tuh lagi wow kaya umur 25 th ga kelihatan tuir
ayo kenangan do something temui tuh wanita yg di cintai suamimu