NovelToon NovelToon
The Chosen Soul

The Chosen Soul

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Time Travel
Popularitas:100
Nilai: 5
Nama Author: kyc_ibell

Tiga siswa SMA biasa tidak pernah membayangkan hidup mereka akan berubah hanya karena sebuah buku fiksi misterius di perpustakaan sekolah.

Buku itu terbang ke atas air dan membentuk sebuah portal bercahaya tiba-tiba muncul dan menyeret mereka ke masa lalu, tepatnya ke sebuah dinasti Jepang kuno yang sedang berada di ambang kehancuran.

Negeri itu tidak hanya diguncang oleh perebutan kekuasaan di istana, tetapi juga diteror oleh Makhluk Kutukan, entitas mengerikan yang lahir dari kebencian, dendam, dan ambisi manusia. Kehadiran mereka membuat rakyat hidup dalam ketakutan, sementara para bangsawan sibuk saling menjatuhkan demi takhta.

Namun semakin dalam mereka terlibat, semakin mereka menyadari bahwa musuh terbesar bukanlah para monster yang berkeliaran di luar tembok istana, melainkan kegelapan yang bersemayam di hati manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kyc_ibell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30

Mereka yang berada di aula kini larut dalam alunan musik yang mengisi setiap sudut ruangan. Langkah-langkah dansa bergerak selaras dengan irama, gaun-gaun mewah berputar anggun, sementara jas para bangsawan muda menambah kesan elegan pada malam yang megah itu.

Tawa kecil, senyum malu-malu, dan tatapan hangat saling bertukar di antara para pasangan. Dari kejauhan, mereka tampak seperti lukisan hidup yang menggambarkan kebahagiaan dan romansa dalam satu bingkai sempurna.

Di balkon kehormatan yang menghadap langsung ke aula, Kaisar berdiri dengan di sampingnya Master Seijun. Mereka mengamati suasana dengan tatapan tenang namun penuh perhatian.

Malam itu, mereka berdua memegang satu tugas khusus.

Memilih pasangan dansa paling romantis.

Pasangan yang mampu menampilkan keselarasan, kepercayaan, dan perasaan terdalam mereka melalui setiap gerakan akan mendapatkan hadiah istimewa yang telah disiapkan pihak kerajaan.

"Menarik," gumam Kaisar sambil menyipitkan mata memperhatikan para penari. "Beberapa pasangan terlihat sangat serasi."

Master Seijun tersenyum tipis.

"Keserasian tidak selalu lahir dari gerakan yang sempurna."

"Oh?"

"Kadang justru terlihat dari tatapan yang tak bisa disembunyikan."

Kaisar tertawa kecil mendengar jawaban itu.

Mata mereka berdua terus menyapu aula, mengamati satu per satu pasangan yang menari. Ada yang begitu terlatih hingga setiap langkah tampak sempurna. Ada pula yang sesekali salah langkah namun tetap tersenyum satu sama lain, membuat suasana terasa hangat.

Di bawah cahaya lampu kristal yang berkilauan, malam itu berubah menjadi panggung besar bagi perasaan-perasaan yang selama ini tersembunyi.

Dan tanpa disadari para tamu, setiap senyum, setiap genggaman tangan, serta setiap tatapan yang mereka berikan kepada pasangan masing-masing sedang dinilai dari atas sana.

Karena bagi Kaisar dan Master Seijun, pasangan paling romantis bukanlah mereka yang menari paling indah.

Melainkan mereka yang membuat seluruh aula percaya bahwa dunia ini hanya berisi dua orang saat mereka saling menatap.

Di tengah gemerlap aula dan lautan pasangan yang berdansa, perhatian beberapa bangsawan senior perlahan tertuju pada satu pasangan tertentu.

Jinsei dan Yua.

Gerakan mereka tidak berlebihan, bahkan jauh lebih sederhana dibanding beberapa pasangan lain yang sengaja memamerkan kemampuan menari mereka. Namun entah mengapa, mata banyak orang justru sulit berpaling dari keduanya.

Langkah Jinsei begitu tenang dan mantap, sementara Yua mengimbanginya dengan gerakan yang lembut dan anggun. Setiap putaran seolah terjadi secara alami tanpa perlu dipikirkan. Seakan keduanya sudah memahami ritme satu sama lain bahkan sebelum musik dimainkan.

Seorang bangsawan tua mengelus janggutnya sambil tersenyum kagum.

"Pasangan yang menarik."

"Benar," sahut rekannya.

"Lihat bagaimana mereka saling menatap. Tidak ada keraguan sedikit pun."

Beberapa bangsawan senior lain ikut memperhatikan.

"Keselarasan mereka luar biasa."

"Dan pakaian mereka... Bukankah warna dan motifnya saling melengkapi?" ujar seorang wanita bangsawan sambil menunjuk ke arah keduanya.

"Ya. Seolah memang dibuat sebagai pasangan."

Di sudut lain, beberapa pemuda bangsawan yang sedang beristirahat dari dansa juga mulai memperbincangkan hal yang sama.

"Hei, lihat ke sana."

"Hm?"

"Mereka kan Jinsei dan Yua."

Pandangan mereka pun beralih. Sesaat kemudian salah satu dari mereka bersiul pelan.

"Wah... mereka sangat serasi."

"Benar juga. Aku baru sadar pakaian mereka seperti satu kesatuan."

"Gerakan mereka juga cocok. Tidak terlihat dipaksakan."

"Kalau tidak tahu hubungan mereka, aku pasti mengira mereka pasangan sungguhan."

Ucapan itu membuat beberapa pemuda tertawa kecil. Namun tak ada yang membantah.

Karena dari kejauhan, di bawah cahaya lampu kristal yang berkilauan, Jinsei dan Yua memang tampak seperti pasangan yang keluar langsung dari kisah romantis para bangsawan.

Tatapan yang saling bertemu, langkah yang selaras, serta warna pakaian yang saling melengkapi membuat keduanya terlihat begitu menyatu.

Bahkan bagi orang-orang yang tidak mengenal mereka, sulit untuk tidak berpikir bahwa mereka adalah pasangan yang diciptakan untuk berdiri berdampingan.

Alunan musik terakhir akhirnya menghilang dari aula, meninggalkan keheningan sesaat yang kemudian disambut oleh gemuruh tepuk tangan para tamu.

Para bangsawan, pejabat kerajaan, dan tamu undangan memberikan apresiasi atas setiap tarian yang telah ditampilkan malam itu. Suasana aula dipenuhi senyum dan wajah-wajah puas.

Jinsei dan Yua yang masih berdiri berhadapan saling menatap sejenak. Keduanya mengulas senyum hangat, masih merasakan sisa-sisa irama yang beberapa saat lalu menyatukan langkah mereka.

Bersama para penari lainnya, mereka lalu membungkukkan badan dengan anggun sebagai bentuk penghormatan kepada para penonton.

Tak lama kemudian, Kaisar melangkah maju ke tengah aula.

Seketika suasana menjadi tenang. Semua mata tertuju kepadanya. Kaisar mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan sebelum berbicara dengan suara yang berwibawa.

"Malam ini, kami telah menyaksikan banyak tarian yang luar biasa. Setiap pasangan menunjukkan keanggunan, kerja sama, dan dedikasi yang patut dipuji."

Para tamu mendengarkan dengan penuh perhatian.

"Namun, hanya ada satu pasangan yang berhasil menarik perhatian kami malam ini."

Ketegangan perlahan menyelimuti aula.

Beberapa bangsawan muda saling melirik. Bahkan para peserta yang tadi berdansa pun menunggu dengan napas tertahan.

Kaisar tersenyum tipis.

"Pasangan dengan tarian terbaik malam ini adalah..."

Beliau sengaja berhenti sejenak.

"...Tuan Muda Jinsei dan Nona Yua."

Sesaat aula terdiam.

Lalu tepuk tangan meriah langsung menggema memenuhi ruangan.

Yua membelalakkan matanya.

Jinsei pun tampak sedikit terkejut.

Keduanya secara refleks saling menatap, seolah memastikan bahwa mereka tidak salah dengar.

"Kita... menang?" bisik Yua pelan.

Jinsei tersenyum kecil.

Di antara keramaian itu, Ryujin ikut bertepuk tangan dengan tulus. Matanya memandang Yua yang terlihat begitu bahagia menerima pengumuman tersebut.

Ada sedikit rasa perih yang bersembunyi di dalam dadanya, namun senyum tetap menghiasi wajahnya. Karena bagi Ryujin, melihat Yua tersenyum seperti itu sudah cukup untuk membuatnya ikut merasa bahagia.

Gemuruh tepuk tangan terus berlanjut ketika Jinsei dan Yua melangkah menuju Kaisar. Setibanya di hadapan beliau, keduanya membungkukkan badan dengan hormat.

"Terima kasih atas kehormatan ini, Yang Mulia," ucap mereka hampir bersamaan.

Kaisar tersenyum puas.

"Kalian berdua menampilkan tarian yang indah. Bukan hanya langkah kalian yang selaras, tetapi juga cara kalian saling mempercayai satu sama lain selama berdansa."

Ucapan itu membuat beberapa bangsawan yang menyaksikan kembali mengangguk setuju.

Tak jauh dari sana, Master Seijun ikut melangkah mendekat. Senyum bangga terlihat jelas di wajahnya.

"Selamat."

Jinsei dan Yua segera memberi hormat kepadanya.

"Kalian berdua telah menampilkan tarian yang tidak hanya indah dipandang," lanjut Master Seijun,

"tetapi juga mampu menyampaikan perasaan melalui setiap gerakan. Itu bukan sesuatu yang bisa dilakukan semua orang."

Yua menundukkan kepala dengan sedikit malu.

Sementara Jinsei hanya tersenyum tipis.

Di bawah sorot lampu kristal aula kerajaan, tepuk tangan dan ucapan selamat terus mengalir kepada keduanya.

Dan malam itu, nama Jinsei dan Yua menjadi pasangan yang paling bersinar di antara seluruh tamu yang hadir. Bahkan banyak orang yang masih membicarakan betapa serasinya mereka saat berdansa beberapa saat yang lalu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!