Dua kali menikah dengan pria dari keluarga yang sama, freya sasmita tak menyangka cinta dan takdirnya akan menikah dua kali. yang lebih membuatnya tak percaya adalah pernikahanya yang biasa disebut turun ranjang.
ya, istilah untuk pernikahan yang dilakukan dengan menikahi kakak/adik dari pasangan kita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencari tanggal
"Ibu kenapa ?sakit ?" Mila melihat Baru kali ini bosnya Tak semangat dalam bekerja
Biasanya orang yang paling rajin dan yang paling memiliki energi yang tak pernah habis
" entahlah rasanya malas sekali dua hari ini"
Sejak kemarin Arka tak menghubunginya ,baik mengirim pesan maupun meneleponnya .
Freya Gengsi untuk menghubungi Arka lebih dulu .tapi hatinya gelisah dan rasa rindu sedang menyerang
"Pasti karena Pak Arka ya Bu ?" Mila sudah move on dari Dika saat ini .dan mengetahui gejala yang dialami oleh bosnya
Pernah dirasakannya dulu saat masih berpacaran jarak jauh dengan Dika.
"enggak !Kenapa saya harus kangen " Freya tak mungkin mengaku bahwa dirinya sudah kecanduan oleh suara yang sering didengar akhir-akhir ini
"jangan bohong deh bu ,saya kan juga pernah pacaran LDR .mending ibu telepon duluan deh mungkin saja Pak Arka lagi sakit atau lagi dengan yang lain " mila memprovokasi Freya yang sedang gelisah
"Awas aja kalau dia berani!" freya meremas kertas dan melemparnya ke pintu
Cekrek
tepat sekali pintu ruangan Freya terbuka ,dan kertas yang dilemparkannya mengenai wajah orang yang membuatnya kesal .
"Ada apa ini ?" Nugroho menanyakan pada anaknya Mengapa melempar kertas bahkan tepat sekali mengenai wajah Arka
"maaf...maaf saya ngga sengaja! Tadi lagi bercanda dengan Mila" freya meminta bila mengiyakan ucapannya tak bercerita apapun tentang yang terjadi sebelumnya
" jangan kasar-kasar kak, biasanya kamu nggak pernah seperti ini !" Nugroho menegur Freya
"iya pi maaf, Mil buatkan kopi buat papi dan" ucapan freya tercekat saat arka mengedipkan sebelah matanya pada freya
"dan apa bu?" mila masih menunggu perintah bosnya
"dua kopi dan cemilan kesini" freya duduk di samping nugroho
"papi kenapa tiba-tiba kesini?" freya melirik ke samping tangan arka mulai nakal. Berani memegangnya saat ada calon mertuanya
Freya menggelengkan kepalanya tanda minta tangannya di lepaskan. Tapi arka tak peduli
"oh iya papi kesini mau bahas pernikahan karena sekalian ada arka disini" nugroho tak mau menunggu lebih lama lagi. Satu anaknya sedang mengandung dan freya juga aka. Segera menikah
Perasaannya saat ini sangat senang dan kebetulan arka datang memang menanyakan hal itu
"pi apa ngga terlalu buru-buru?" freya masih takut pada sikap arka yang sangat berubah derastis padanya
" tunggu apa lagi, memangnya kalian masih remaja! Minggu depan kalian menikah saja mami dan papi sudah bicara dengan ria dan beliau setuju saja" nugroho bukan ingin membahas tapi hanya memberitahukan pada freya
"arka kamu tunggu sini dulu, papi ada urusan dengan teman lama nanti setelah jam kerja selesai bawa freya pulang.papi tunggu dirumah" nugroho tak berkomentar apapun melihat tangan anaknya berpegangan erat dengan calon menantunya
Bahkan panggilannya sudah berubah entah sejak kapan
"papi? Kita belum menikah ya mas!" freya menghadap ke arka dan butuh jawaban dari ucapan papinya
"kita bicarakan di rumah saja, ada mami ria juga disana menunggu kita!" arka mengusap kepala freya
"kenapa buru-buru!" freya masih ragu
"kenapa? Kamu mau mundur atau membatalkannya?" arka melihat ketakutan pada mata freya
"tak perlu banyak berfikir, katakan yang ingin kamu katakan dan kita akan selalu berbagi kebahagian . Aku tak akan membiarkanmu merasakannya lagi"
Arka tau apa yang membebani pikiran freya, " kamu pikir saya menunggu lima tahun hanya sebentar! Ngga kali ini aku egois kita harus segera menikah. Aku tak suka tinggal jauh darimu!"
"lalu kita akan tinggal dimana?" freya harus mengurus pekerjaan dan perusahaan sementara arka juga harus mengurus perkebunan
"jangan banyak berfikir. Nanti kita jalani yang membuat mudah saja aku tak akan memaksakan apapun yang kamu tak sukai" arka memeluk freya
"maaf!"
Mila membawa kopi dan cemilan yang diminta. Karena takut mengganggu jadi menunggu waktu dan ternyata masih kurang tepat juga
"mas, malu!" freya bersembunyi dibalik badan arka
"sudah pergi, masih sibuk ngga? Saya bantu biar kita cepat pulang" arka menawarkan bantuan
"emang kamu bisa?" freya meremehkan calon suaminya
"belajar ,kan istrinya pinter masa suaminya kalah" arka mengajak freya kembali ke singasananya dan memangku freya agar muat tempat duduknya
"mas nanti mila masuk!"
"biarkan saja, mila sudah dewasa bukan anak-anak. Ayo mulai" arka tak mau menunggu lama, keputusan bersama untuk pernikahannya akan segera dirapatkan malam ini juga
freya tak menyangka arka ahli menggunakan komputer dan juga kerjaannya tak sampai satu jam selesai
"sudahkan! Beri saya hadiah baru kita pulang" arka menahan freya tetap duduk dipangkuannya
" nanti saja, ayo pulang!" freya menolak permintaan arka
"baiklah, kalau gitu saya ambil paksa" arka memeluk freya dari belakang dan mengecup pipinya berkali-kali
"ayo!"
"kesambet apa pria ini, jangan-jangan punya kepribadian ganda" gumam freya tapi tetap patuh pada arka yang lebih dominan saat ini
"mila, ayo pulang!" freya menarik mila agar mengikutinya takut jika arka melakukan hal yang aneh-aneh lagi
Freya merasa agak risih dan tak terbiasa jadi rasanya semakin takut untuk menikah
"antarkan mila pulang dulu pak" arka naik mobilnya bukan mobil freya
"mobil baru mas?" freya belum pernah lihat arka naik mobil mewah sebelumnya. Semuanya serba sederhana
Mila memberitahukan alamatnya pada supir untuk mengantarkannya pulang
Arka tak melepaskan tangan freya sedetik pun, bahkan sampai berkeringat sampai tiba di rumah
"cie-cie! Calon pengantin tangannya sampe ngga mau lepas gitu" acha menggoda kakaknya sampai wajahnya memerah
"mas lepasin" freya tak mau melihat wajah keluarganya yang pasti menatapnya dan ingin menggodanya juga
"benar kan kata mami, kamu akan tetap jadi menantu untuk mami" ria paling bersemangat mendengar freya dan arka menjalin hubungan
"aku mandi dulu, permisi" freya berlari kecil segera meninggalkan ruangan yang membuatnya sesak nafas
"kak arka hebat bisa buat wanita keras kepala itu sampai tersipu malu" ucap acha sambil mengusap perutnya yang mulai membuncit
"sudah berapa bulan usia kandunganmu cha?" arka beramah tamah pada calon adik ipar
"lima bulan kak" acha menjawab terus tersenyum berharap kali ini kakaknya bisa bahagia
"beb, pijitin!" acha juga lebih manja memanfaatkan kehamilannya untuk membuat suaminya semakin menuruti permintaannya
"vin jangan terlalu dimanjakan nanti dia jadi malas" sasmita menegur menantunya agar tak merepotkan
"ngga apa-apa mi, lagian ini juga akibat perbuatan saya!" kevin ketularan acha menjadi pintar menjawab
"sudahlah mba, dulu kan waktu hamil juga ngga beda jauh sama acha" ria pun ikut membela acha
"iya deh, mami kalah!" sasmita juga sangat senang mendapatkan menantu yang sayang dengan anak-anaknya
Sambil menunggu freya datang, sudah mulai membicarakan tanggal dan juga beberapa rekomendasi untuk persiapan pernikahan nanti freya dan arka tinggal memutuskan saja