NovelToon NovelToon
Bukan Pemuasmu, Om Duda!

Bukan Pemuasmu, Om Duda!

Status: tamat
Genre:Romantis / Badboy / Cintamanis / Duda / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:7.9M
Nilai: 4.7
Nama Author: Dilla_Nurpasya_Aryany

Arabella wanita cantik berumur (23) tahun, tegas juga berpendidikan, menjadi target pelampiasan duda tampan hanya untuk sekedar memuaskan nafsunya..

Kaivan Mahavir Dyndra, (28). Lelaki kekar juga tampan mempesona sangat berpengaruh di perusahaan besar, merubah gaya hidupnya setelah menceraikan sang istri, ia menjadi CEO dingin suka bermain wanita, hingga sampailah bertemu dengan Arabella, wanita yang ditargetkan berikutnya...




Kisah selanjutnya! >>>

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dilla_Nurpasya_Aryany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 7

"Nona jika tidak mau masuk, tolong jangan menghalangi jalan!.." Ujar Reiki dengan wajah herannya.

Jantung Arabella berdebar kencang, haruskah ia balik badan dan bertemu kembali dengan lelaki kasar itu?..

"A-aku tidak akan masuk silahkan duluan..." Timpal bela tanpa menoleh.

"Kita mau ke ruang kerja lo kan Bel??.." Potong Rianty.

Bella langsung menggeleng berkali-kali, Rianty terdiam sepertinya ada sesuatu yang aneh dengan Arabella.

Kaivan menatap tajam punggung wanita yang membelakanginya, baru kali ini ada manusia yang tak sopan. "Berbalik lah dan tatap atasanmu!..."

Deg!...

Rianty yang peka dengan kondisi Bella, walaupun ia tak paham kenapa sahabatnya bersikap seperti itu. Rianty langsung menarik sahabatnya ke belakang. "Maaf tuan, sepertinya sahabat saya sedang tidak enak badan, ia tidak mau memperlihatkan wajah pucatnya di depan anda.." Sengaja Rianty bohong.

"Ya kan Bel?..." Tanya Rianty sambil menoleh ke belakang.

Plong!!

Tidak ada siapa-siapa, Arabella menghilang begitu saja. "Lah???..."

"Ck!..." Decak Kaivan kesal. "Jika sakit jangan datang ke perusahaan, nanti merepotkan!..."

"Iya tuan, maaf..." Sungkan Riri.

"Hmmm.." Jawab singkat Kaivan, ia kembali menekan tombol. Lift itu kembali tertutup.

Arabella mengatur nafasnya yang terengah-engah. "Ah ya Tuhan, saat melihatnya leherku terasa sakit kembali..."

Pikiran Arabella menerawang kemana-mana. "Rianty menyebutnya tuan? siapa dia? aaarrrgh stop Bel! lo kenapa? padahal tadi gak usah menghindar biar jelas!..."

"I don't care! oke..." Gumam Bella tak mau ribet, ia mengatur nafas agar kembali tenang.

"Bel!!.." Pekik Rianty mengejutkan Arabella. "Lo kenapa malah lari hah! gue gak enak sama tuan Kaivan..."

"Jadi dia namanya Kaivan?.."

"Ya putra tuan Dyndra, CEO utama perusahaan saat ini..." Jawab Riri.

Seketika botol yang dipegang Bella terjatuh, ia terkejut mendengar hal itu.

Riri yang mendapati keanehan Bella lagi, mengerutkan kening. "Sebenarnya lo kenapa Bel? panik banget apa ada sesuatu?.."

Arabella membuang nafas berat. "Dia yang mencekikku kala itu Ri, karena kesal gue gak bersikap sopan dengannya..."

"Apa!...."

"Gue gak tahu dia pemimpin perusahaan ini, paham dong perasaan gue. Gak enak juga gak nyaman, taunya malah jadi atasan..." Lirih Bella.

Rianty terdiam. "Itu pasti, tapi lupakanlah, kalau berpapasan dengan tuan Kaivan bersikaplah seperti biasa Bel.."

"Hmmm, tidak jauh akan seperti itu..." Pasrah Arabella.

"Yaudah, ayo kita ke ruang kerja lo..." Rianty menggandeng tangan sahabatnya.

"Oke..."

...~...

Semua karyawan yang berpapasan dengan Kaivan juga Reiki memberi hormat, dua orang penting itu berjalan di lantai bawah menuju parkiran.

"Apa kau sudah mencarinya??..." Tanya Kaivan.

"Hmmm, bawahan ku sedang bergerak. Tunggu saja.." Timpal Rei.

Tidak ada jawaban dari Kaivan, ia hanya berjalan menuju parkiran diikuti sahabatnya.

"Tuan!..." Panggil seseorang, membuat langkah keduanya berhenti.

Asisten Rei menghampiri. "Aku menemukan wanita yang tuan Kaivan maksud, bukan cuma menemukannya namun wanita itu ada di perusahaan ini sekarang..."

Rei sedikit terkejut, apakah ini yang dinamakan kebetulan?..

Kaivan menyunggingkan senyum tipisnya.

"Arabella Khanza, pegawai magang sebagai business manajer baru, beberapa menit yang lalu interviewnya di terima, mungkin berkas itu belum ditandatangani tuan Kaivan karena masih dalam proses..." Lapor asisten.

"Oke, kerjamu bagus..."

Setelah selesai melapor, bawahan Reiki berlalu pergi meninggalkan kedua atasannya.

"Suruh dia ke ruanganku!.." Ujar Kaivan dengan senyum tipisnya.

"Hmmm.." Timpal Rei, ia merogoh handphone menghubungi seseorang.

...~...

"Ini ruang kerja anda nona..." Tunjuk asisten perusahaan kepada Arabella.

"Terimakasih..."

"Sudah jadi tugas saya.."

Rianty sekarang tidak bersama Arabella, dia tadi pamit ada jadwal yang harus dilakukan bersama rekan yang lain.

Tok tok tok!

"Silahkan masuk!.." Jawab asisten saat ada yang mengetuk pintu.

Dua orang lelaki berjas hitam masuk ke dalam. "Dengan nona Arabella Khanza?.."

Bella mengerutkan kening. "Iya saya sendiri?..."

"Ikutlah bersama kami, tuan Kaivan sedang menunggumu di ruangannya!..."

Deg!

Tubuh Arabella seketika mematung, pikirannya menerawang kemana-mana. Bagaimana Kaivan tahu dia ada di sini?..

"Ada apa ya?.." Tanya Bella.

"Kami tidak tahu, itu urusan anda dengannya nona. Mari!.." Jawab mereka berdua memberi jalan.

Dengan perasaan tak tenang tentunya, mau tak mau Bella mengikuti dua orang berjas hitam itu menuju ruang CEO utama.

Sesampainya di depan pintu. "Silahkan masuk!.."

Dengan perlahan Bella mendorong gagang pintu, ia masuk ke dalam. Terlihat Kaivan menatap tajam ke arahnya dari kursi kebesaran, di meja CEO itu sudah ada biodata lengkap Arabella.

Arabella memberi hormat, ia langsung duduk di hadapan Kaivan. "Ada apa tuan memanggil saya?.."

Tidak ada jawaban dari Kaivan, ia menatap lekat wajah cantik yang ayu itu. "Kau satu-satunya karyawan yang sangat tak sopan saat bertemu atasan..."

Arabella terdiam. "Apa tuan sudah mengetahuinya? aku tidak sengaja hanya terkejut saja jika kita bertemu lagi, itu saja penyebab saya menghindar..."

Kaivan berdiri dari duduknya, ia berjalan menghampiri Arabella. "Datang ke rumahku nanti malam, jika kau ingin magangmu diterima sepenuhnya!..."

Arabella seketika menghindar saat Kaivan berbisik di telinga. Menyadari posisinya yang dekat, ia langsung merubah posisi berdiri kembali.

1
Nining Chili
👍
Kadek Bella
trima kasih thor ,,ceritanya bagus
Amoy Ima
waduh bisa berabe ni,,,persaingan akan di mulai...bela bakalan pusing thooorrr
Ayii Endah
luar biasa
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄
hwaiting
aryuu
hebatnya bisa bertahan sekian lama... kalo didunia nyata ada kaya gini boro boro mau bertahan bertahun-tahun yg ada baru sehari tau janinnya beda bulan dgn masa pernikahan pasti udah ditalak karna mengandung anak org lain
aryuu
kaivan sama Diandra itu bodoh apa gimana ya ... ga berasa di manfaatkan gitu???
aryuu
disini aku agak kepikiran
seorang diandra yg notabene pendiri perusahaan, bertemu dgn berbagai kolega bisnis, trus dengan umur yg sudah tua seperti itu masa ga bisa menilai anak tiri dan istri ke 2nya 🥴
aryuu
udah mirip si Elsa aja 🤣🤣🤣🤣
Fajar Mulia Fitri Maharani
karya2nya selalu keren Thor, ga berbelit2.. semangat Thor dlm karyanya, pokoknya keren abis/Heart//Heart//Heart/
⋆.˚mytha🦋
bagusssss n gak bertele² 🫶🏻
⋆.˚mytha🦋
kaivan junior otw made in LA ini kayanya 🤭😄
R3Fresh
4 bulan dong Thor..
diumumkan setelah 2 bulan menikah.. dan 2 bulan kemudian
⋆.˚mytha🦋
om duda meresahkan yaa bell 😆
R3Fresh
cuma 10 menit?????🤔🤔🤔🤔🤣🤣🤣🤣
echa purin
/Good/
Khairul Azam
arabella gampangan cuman di ilang wanitaku aja langsung menghangat cih. dan ini pelecehan merendahkan wanita. dan anehnya cerita cerita seperti ini yg banyak komentar yg ketawa ketawa. padahal mereka jg wanita penulis wanita juga kan?
Khairul Azam
ini gak bener
Khairul Azam
sak enak udelmu dewe kaivan, mak bapaknya arabella membesar kan dia malah mau km jadikan pelampiasan nafsu km. dan aku paling gak suka klo ada perempuan yg dilecehkan
Andariya 💖
Luar biasa, keren bella suka dgn sikapnya yg tegas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!