NovelToon NovelToon
Dinikahi Pak Dokter Tampan

Dinikahi Pak Dokter Tampan

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Penyelamat / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:563.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Hanela cantik

Elisa pikir hari ini adalah hari paling bahagia dalam hidupnya, karena laki-laki yang dia idamkan akan menikahinya. setelah mereka melakukan ta'aruf sebelumnya. Tapi bak disambar petir adiknya datang dan mengatakan jika calon suaminya mengatakan pernikahannya dibatalkan dulu. Tanpa alasan yang pasti.

Elisa merasa malu dan dikhianati, sampai seorang dokter datang dan mengatakan siap menikah dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32

Arka baru selesai mandi, rambutnya masih agak basah dengan handuk yang tersampir di lehernya, menguarkan aroma sabun yang segar.

Arka berjalan menghampiri istrinya ke meja makan sambil tersenyum hangat.

"Sudah selesai masaknya, Dek?" tanya Arka sembari melirik deretan lauk yang tampak menggugah selera.

Lilis mendongak, menyambut suaminya dengan senyuman manis yang tulus. "Sudah, Mas. Mau makan langsung?"

Arka mengangguk cepat, tangannya terulur untuk mengacak pelan rambut Lilis dengan gemas sebelum menarik kursi untuk duduk.

"Boleh," sahut Arka semangat.

"Mas sudah lapar banget dari tadi mencium aroma masakan kamu."

Arka mulai menyuapkan sendok pertama ke dalam mulutnya, mengunyah perlahan sambil meresapi bumbu masakan Lilis yang meresap sempurna. Lilis yang duduk di hadapannya memperhatikan ekspresi suaminya dengan tatapan penuh harap dan sedikit cemas.

"Enak nggak, Mas?" tanya Lilis memastikan.

Arka tersenyum lebar, lalu mengangguk mantap tanpa ragu. "Enak. Apa aja yang kamu masak semuanya enak. Kenapa nanya gitu?" Arka balik bertanya.

"Nggak ada sih. Cuma aku baru pertama kali buat lauk ini. Lihat resep di medsos, enak banget lihatnya, jadi aku langsung penasaran mau coba masak buat Mas," aku Lilis jujur, matanya berbinar senang karena eksperimen memasaknya kali ini berhasil.

Setelah membereskan semua piring kotor di dapur hingga bersih, Lilis melangkah menuju ruang tamu. Di sana, Arka sudah menunggu dengan posisi duduk.

"Lilis, sini duduk di samping Mas," panggil Arka sambil menepuk sofa kosong di sebelahnya.

Lilis menghampiri dan duduk di tempat yang diminta. Ia menatap suaminya dengan pandangan penasaran. "Ada apa, Mas? Mas mau ngomong sesuatu ya?" tanya Lilis langsung pada intinya.

"Iya, sini duduknya deketan dikit," sahut Arka pelan.

Lilis pun menggeser duduknya hingga benar-benar menempel di sisi sang suami. Arka memantau Lilis sejenak, menatap lekat ke dalam mata istrinya sebelum akhirnya membuka suara.

"Mas boleh minta sesuatu?" tanya Arka.

"Minta apa, Mas? Kok aku jadi curiga gini," seloroh Lilis.

"Mas boleh minta kamu berhenti ngajar?" ucapnya pelan namun terdengar tegas.

Mendengar permintaan yang begitu mendadak itu, Lilis langsung terdiam. Senyum yang tadinya menghiasi wajahnya perlahan luntur, digantikan oleh raut wajah yang membeku kaku..

Arka tidak membuang waktu, ia segera menggenggam tangan Lilis erat, berusaha menenangkan sekaligus meyakinkan istrinya.

"Mas tahu... Mas tahu banget kalau ini adalah cita-cita kamu dari dulu," ujar Arka.

"Mas tahu... Mas tahu banget kalau ini cita-cita kamu dari dulu," ujar Arka.

"Tapi, coba kamu lihat apa yang terjadi belakangan ini. Mas nggak sanggup kalau harus terus-terusan cemburu buta. Mas benar-benar nggak tenang kalau kamu diganggu pria lain di sekolah, dan Mas tersiksa kalau akhirnya kita harus berantem hanya karena masalah pekerjaan."

Ia menghela napas, lalu menyambung dengan suara yang lebih dalam dan tulus, "Mas cuma ingin kamu jadi ibu rumah tangga saja, fokus di rumah sama Mas. Mas sanggup kok mencukupi kebutuhan kita, dan Mas ingin kita punya waktu yang tenang tanpa harus memikirkan urusan sekolah atau orang-orang yang bikin kita salah paham lagi. Tolong, pertimbangkan ini ya, Sayang?"

"Kalo aku nggak ngajar, kerja aku ngapain dong, Mas?" tanya Lilis.

"Ya ngurus suami. Nanti kalau ada dedek bayi, ngurus dedek bayinya. Fokusnya cuma buat keluarga kita saja di rumah," jawab Arka tenang.

Lilis menunduk sejenak, menghela napas panjang sebelum kembali menatap Arka. "Aku pikirkan dulu ya, Mas. Lagi pula, aku nggak bisa gitu aja berhenti ngajar. Ada tanggung jawab sama murid-murid di sekolah," ujarnya.

Arka mengangguk pelan, jemarinya mengusap punggung tangan Lilis dengan lembut, namun tatapannya tetap menuntut sebuah kepastian. "Nggak apa-apa, Sayang. Tapi secepatnya ya, dibuat surat pengunduran dirinya."

"Iya, Mas," jawab Lilis pelan, meski dalam hatinya masih ada ganjalan yang besar.

Malam harinya, Arka sudah rapi mengenakan jaket kesayangannya dan menyemprotkan parfum hingga aromanya memenuhi ruangan. Arka mulai mencari keberadaan istrinya.

"Sayang?" panggilnya ke arah ruang tengah, namun tidak ada jawaban.

"Dek?" panggilnya lagi sembari melangkah ke dapur.

"Dek Lilis?"

"Di teras, Mas," sahut Lilis dari depan.

Arka langsung melangkah cepat menuju ke sana. Matanya menyipit melihat istrinya sedang berjongkok. "Ngapain malam-malam di sini? Udah dingin, nanti kamu sakit," tegur Arka dengan nada khawatir.

Lilis menoleh, lalu tersenyum tipis. "Lupa tadi belum sempat nyiram bunga di depan, Mas. Kasihan bunganya kering kalau tidak disiram," jawabnya santai.

Pandangan Lilis kemudian beralih pada penampilan suaminya yang sangat rapi. Ia mengendus aroma maskulin yang menguar kuat dari tubuh Arka.

"Mas mau ke mana? Harum banget," tanya Lilis.

Arka berhenti melangkah, menatap Lilis dari ujung kepala sampai kaki dengan tatapan penuh kekaguman. Ia mengulas senyum yang membuat hati Lilis berdesir.

"Udah, nggak apa-apa. Tetap cantik kok di mata Mas, kamu pakai apa saja juga cantik."

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Tamat juga baca marathon.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Dasar Kakek sama Opanya Gibran ada saja bahan bikin ribut./Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Selamat datang di dunia baru mu baby Gibaran Hafizan.. panggilannya GIBRAN atau HAFIZAN nih.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Hihihi pak Yuda lucu sekali kayak bocil lagi merajuk./Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Akhirnya calon Arka - Elisa junior hadir juga.👏👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Inibsebenarnya dokter Gunawan yang salah prediksi apa gimana sih, kok Elisa kebiasaannya menunjukan dan perubahan badan serta moodnya kayak orang lagi hamil.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kamu gantle Elham.👍
Hana buka hati mu untuk Elham suami mu karna dia sudah benar² berjuang keras untuk tanggung jawab dan maaf mu jadi berjuang bareng² saling melengkapi karna kamu sudah melihat sendiri gimana perjuangan dia di depan mu sampe rela melepas semua barang dan jabatan daribAyahnya demi kamu juga
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kok bisa gitu ya, di kirain beneran hamil.🤔
Mungkin belum waktunya... di suruh mantenan dulu.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Aduh Arka kamu dokter sampe ga kedeteksi kalau Elisa lagi hamil, biasanya kan dari gejalanya saja sudah ada ngarah ke situ beda sama Magh... coba kalau tadinya diperiksa denyut nadinya pasti ada yang beda.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Nah Loh bu Tantri dengan bu Marni saling mengenal, kejadian antara Elham dan Hana menjadi penghubung antara bu Tantri dan bu Marni yang mungkin sudah lama ga bertemu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Calon baby sudah hadir nih dari gejalanya.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
pak Yasir ini kayaknya arogan banget, sombong dan lebih mentingin kehormatan dari pada tanya baik² anaknya gimana.
Sudah sepuh harusnya ga pake otot pak takutnya larinya ke stroke.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Terus berjuang Elham, jangan menyerah sampe kamu benar² sudah sampe batas di mana kamu harus terus maju atau mundur untuk berhenti berjuang dan mendapatkan jawaban keputusan dari Hana.💪
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Sebenarnya ga ada yang namanya untung di sini tapi di balik kejadian Hana, hikmahnya adalah dia meskipun kehilangan kehormatan tapi Elham hadir bertanggung jawab dan datang di waktu yang tepat juga di saat bu Marni memerlukan pertolongan plus sosok Elham mungkin yang Allah kirim untuk jadi tempat Hana bersandar plus berbagi beban hidup yang selama ini dia keluhkan.

Jadi Hana dengan bantuan dan hadirnya Elham juga kamu ga kehilangan ibu mu, orang tua yang paling kamu sayangi... tapi masalahnya bukan hanya pada maaf Hana tapi juga ortu'nya Elham gimana nanti.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Betul Arka, meskipun kesalahan Elham berat tapi dia mau tanggung jawab dan ga lari dari kesalahannya begitu juga dia mau berjuang untuk maafnya Hana dan membantu bu Marni biayain operasinya dan menuhin kebutuhan Hana.

Biar waktu yang menjawab gimana nanti keputusan Hana pada Elham entah mau menerima dia atau ngga yang penting Elham sudah berusaha.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Saatnya Elham berjuang maaf pada Hana, untung juga a Elham datang tepat waktu jadi berarti Elham masih punya sisi baik meskipun itu ga bisa mengubah / mengembalikan keadaan Hana seperti dulu tapi kalau Elham haris menebus kesalahannya itu tergantung Hana gimana karna takutnya Hana hamil.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Terus kalau kamu pergi, Ibu mu di rumah barrng siapa dan siapa yang rawat beliau Hana.

Apalagi sakit jantung, kalau sewaktu² kambuh terus kamu ga ada yang ada kamu bakal lebih nyesel seumur hidup... lari dari masalah malah akan dapat cobaan baru
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Waduh apa Hana di perk0sa sama Elham ya karna Elham patah hati dan frustasi saat tau kalau Elisa sudah menikah dan berkahir mabuk terus lampiasin ke si Hana.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ada hubungan apa Hana dengan Elham kok kayak terjadi sesuatu di antara mereka.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Bilang saja kamu keberatan karna kamu sudah menikah dan ga mau bikin salah paham Elisa.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!