NovelToon NovelToon
Terlempar Ke Dunia Kecil

Terlempar Ke Dunia Kecil

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Zhu Ge Liang

Xue Yao, murid pertama Sekte Yiyuan, kehilangan segalanya ketika Raja Iblis menghancurkan sektenya. Sebagai satu-satunya yang selamat, ia melarikan diri membawa pusaka sekte, Cincin Zhutian, demi membalas dendam.

Namun saat dikepung musuh, ia menghancurkan kultivasi dan memecah kesadarannya sendiri. Takdir justru membuat seluruh serpihan kesadarannya terserap ke dalam Cincin Zhutian dan tersebar ke berbagai dunia. Setelah hampir seratus tahun tertidur, Xue Yao terbangun dan mendapati setiap serpihan hidup dalam penderitaan akibat keterikatan batin yang dapat melahirkan iblis hati.

Kini, dengan kekuatan Cincin Zhutian, ia harus kembali ke setiap dunia untuk menyelamatkan, mengumpulkan, dan menyatukan kembali seluruh serpihan jiwanya. Namun, mampukah Xue Yao mengembalikan dirinya yang utuh... atau justru kehilangan segalanya untuk kedua kalinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhu Ge Liang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gagalnya Jebakan Pertunangan³

    Orang yang tergeletak di tanah itu, pada kenyataannya memang bukan seorang pembunuh bayaran.

    Ia adalah seorang pembelot perang.

    Ia juga bukan dibawa dari Penjara Kekaisaran, melainkan diambil secara tergesa-gesa oleh para pengawal dari barak pasukan kerajaan yang berada di wilayah ibu kota.

    Karena takut turun ke medan perang, orang ini membawa sejumlah informasi lalu melarikan diri saat pertempuran hendak dimulai. Meski tindakannya belum menimbulkan akibat besar, perbuatan tersebut tetap tergolong sebagai pembelotan perang yang tidak terbantahkan.

    Xue Yao menatap Yelu Yunxiao dengan sorot mata yang tenang dan penuh keyakinan, tanpa sedikitpun rasa gentar.

    Saat orang itu dibawa masuk, ia sudah menyadari adanya kejanggalan.

    Jika benar telah menjalani dua belas hukuman berat Penjara Kekaisaran, maka luka-lukanya seharusnya menyeluruh. Namun, luka pada tubuh orang itu justru terkonsentrasi di punggung serta pinggang dan bokong—lebih menyerupai bekas hukuman cambuk.

    Karena itu, meskipun kondisi kesadarannya sudah sangat terbebani—bahkan dalam satu hari ia hampir mencapai batas kemampuan dengan memanggil dua Jimat Petir—Xue Yao tetap memaksakan diri menggunakan satu jimat pencari ingatan.

    Jimat tersebut menelusuri lautan ingatan seseorang dan lazim digunakan untuk menggali informasi saat interogasi.

    Hasil ingatan yang diperoleh justru sepenuhnya bertolak belakang dengan apa yang disampaikan Yelu Yunxiao.

    Ini adalah sebuah ujian berlapis.

    Jika benar bertindak atas nama Langit untuk menghukum kejahatan, bagaimana mungkin tidak mampu membedakan hakikat kejahatan itu sendiri?

    Tepat seperti dugaannya, tatapan Yelu Yunxiao kepadanya kini telah berubah total—tidak lagi sekadar pengujian.

    "Yeguang memperoleh pertanda mujur seperti ini, sungguh merupakan keberuntungan besar bagi negeri," ujar Yelu Yunxiao perlahan. "Namun, sekarang kamu memikul pertanda tersebut. Lalu, apa yang sesungguhnya kamu pikirkan dan inginkan?"

    Ia memberi isyarat agar para pengawal rahasia yang hendak maju melindunginya mundur. Kemudian ia melangkah mendekat, menatap tajam wajah Xue Yao yang kini pucat akibat penggunaan kesadaran spiritual secara berlebihan.

    Perempuan di hadapannya ini memiliki kekuatan petir yang mengerikan, entah berasal dari mana. Apa yang hendak ia capai? Apa yang ia inginkan? Dan sejauh mana keberadaannya akan mempengaruhi tata letak kekuasaan yang selama ini ia bangun?

    Xue Yao merendahkan suaranya, hanya cukup terdengar oleh mereka berdua.

    "Hamba ingin menjadi Permaisuri, menjadi pedang paling tajam di dalam istana yang dapat digunakan oleh Raja Shezheng untuk melindungi Yang Mulia Kaisar."

    Detik berikutnya, ia kehilangan kesadaran.

    Para pengawal memandang sosok nona yang roboh ke dalam pelukan Raja Shezheng itu cukup lama, hingga akhirnya seseorang memberanikan diri bertanya, "Yang Mulia, apakah perlu memanggil tabib?"

    Satu tangan Yelu Yunxiao telah menempel di pergelangan nadi Xue Yao. Ia tahu bahwa perempuan itu hanya pingsan karena kelelahan ekstrem dan tidak berada dalam bahaya serius.

    Tampaknya, kekuatan petir itu memang memiliki harga yang harus dibayar.

    "Tidak perlu," ujarnya tenang. "Antarkan dia ke istana. Tempatkan di Istana Weiyang."

    Semua yang mendengar perintah itu terkejut.

    Istana Weiyang—itu adalah Kediaman Permaisuri!

    "Putri sulung Keluarga Xue adalah sepupu kandung Yang Mulia Kaisar, keponakan kandung Ibu Suri. Hubungan darah sedekat ini, tentu tidak akan menimbulkan keberatan dari siapapun," lanjut Yelu Yunxiao dengan tenang. "Qingyang, ambil segel kekaisaran. Setelah itu, kau sendiri yang mengantarkan titah pernikahan ini ke kediaman Adipati Wen Chang'an. Bacakan untuk Adipati Wen Chang'an dan juga untuk Marques Wu Yuan."

    Meski terkejut, para bawahan bergerak cepat tanpa berani menunda.

    Tak lama kemudian, sebuah tandu mewah telah disiapkan di depan ruang perjamuan taman. Beberapa pelayan wanita dengan hati-hati membantu sang Calon Permaisuri yang baru ditetapkan naik ke tandu, lalu mengiringinya menuju istana.

    Sementara itu, titah kekaisaran yang dikeluarkan langsung oleh Raja Shezheng telah tiba di kediaman Adipati Wen Chang'an hanya dalam waktu sebatang dupa.(30 menit)

    Saat itu, kediaman Adipati Wen Chang'an sedang berada dalam kekacauan besar. Semua orang sibuk mencari Nona sulung yang tiba-tiba menghilang. Ditambah lagi, pelayan perempuan bermarga Sun yang kehilangan lengan kanannya, serta lubang besar di atap kamar yang tampak seperti bekas sambaran petir, membuat orang-orang yang percaya pada pertanda ilahi menjadi semakin panik.

    Di tengah kekacauan tersebut, tiba-tiba datang titah kekaisaran yang memerintahkan seluruh penghuni kediaman—termasuk para tamu—untuk berkumpul dan menerima titah.

    Ayah dan anak keluarga Cheng saling bertukar pandang, merasakan firasat ganjil.

    Namun bagaimanapun juga, mereka adalah keluarga bangsawan wilayah. Di tengah kekacauan zaman, menjaga sikap hormat kepada kekaisaran tetap penting demi mempertahankan legitimasi dan tata krama.

    Ketika titah itu selesai dibacakan, hampir seluruh hadirin berubah pucat.

    Dalam titah tersebut tertulis dengan jelas:

    Putri sulung kediaman Adipati Wen Chang'an menerima pertanda mujur dari Langit, dilindungi oleh kehendak surgawi, menjadi utusan Dewa Naga, penguasa hukuman petir. Perempuan bertuah seperti ini layak menjadi Permaisuri Yeguang yang baru, demi melindungi dan memastikan keberlangsungan negeri Yeguang.

    Setelah membacakan titah, Qingyang tidak lupa memberi selamat.

    "Adipati Wen Chang'an, sungguh keberuntungan besar. Permaisuri yang baru memiliki hubungan darah dekat dengan Yang Mulia Kaisar. Ibu Suri pun sangat berkenan."

    Ayah Xue Yao hanya mampu menunjukkan ekspresi terharu secara naluriah.

    Ia benar-benar belum mencerna apa yang baru saja terjadi.

    Bagaimana mungkin putri sulungnya yang selama ini tampak lemah dan pendiam, tiba-tiba menjadi Permaisuri?

    Ia tahu, titah ini bukan berasal dari Kaisar maupun Ibu Suri—keduanya telah lama kehilangan wewenang untuk menyusun titah.

    Namun Raja Shezheng selama ini juga tidak pernah memandangnya dengan baik. Mengapa justru memilih Xue Yao?

    Apakah benar-benar karena pertanda Langit?

    Qingyang lalu menoleh ke arah Marques Wu Yuan dan putranya.

    "Marques Wu Yuan, Tuan Muda Cheng, Raja Shezheng menitipkan pesan. Permaisuri yang mengemban pertanda mujur telah ditakdirkan memasuki Istana Weiyang. Kini keluarga Cheng telah menjalin perjanjian pernikahan dengan putri kedua keluarga Xue—ini pun merupakan kisah yang indah. Adipati Wen Chang'an menikahkan dua putrinya sekaligus, sungguh kebahagiaan berlapis."

    Dalam beberapa kalimat singkat itu, seluruh insiden Cheng Zhilan yang secara terbuka membatalkan pertunangan sekaligus mencemarkan nama Xue Yao dialihkan sepenuhnya kepada putri kedua, Xue Rou, anak dari bibi selir Ruyue.

    Pertunangan keluarga Cheng adalah dengan putri kedua. Maka tuduhan hubungan terlarang sama sekali tidak berkaitan dengan Permaisuri yang baru ditetapkan.

    Namun, meskipun putri kedua benar-benar memiliki aib, demi "kebahagiaan berlapis" ini, keluarga Cheng tetap harus menikahinya.

    Jika tidak, jangan berharap bisa meninggalkan ibu kota.

    Wajah Cheng Zhilan langsung menggelap.

    Ia sama sekali tidak ingin menikahi putri Keluarga Xue.

    Keluarga yang penuh intrik dan perhitungan, apa yang bisa lahir dari sana?

    Namun sebelum ia sempat membuka mulut, Marques Wu Yuan telah lebih dulu berbicara.

    "Apa yang dikatakan Raja Shezheng sangat benar. Keluarga Cheng dapat menjalin hubungan pernikahan dengan kediaman Adipati Wen Chang'an adalah takdir yang baik. Anak saya kurang bijaksana, termakan hasutan orang jahat, hingga mengucapkan kata-kata yang tidak pantas hari ini. Saya pasti akan menghukumnya dengan berat. Mohon Adipati Wen Chang'an tidak menyimpan keberatan. Ke depan, hubungan pernikahan anak-anak kita tentu akan menjadi kebaikan bagi kedua keluarga."

    Pernyataan itu berarti menerima pernikahan tersebut, sekaligus menarik kembali semua ucapan Cheng Zhilan sepenuhnya.

    Di mata orang luar, ini berarti meskipun putri kedua keluarga Xue benar-benar memiliki aib, keluarga Marques Wu Yuan tetap bersedia menerimanya.

    "Ayah!"

    Cheng Zhilan menoleh dengan tidak percaya, tetapi satu tatapan tajam dari ayahnya membuatnya terdiam.

    Ia mengenal ayahnya dengan baik—tatapan

 itu tidak memberi ruang untuk bantahan.

    Qingyang tersenyum.

    "Kalau begitu, hamba pamit. Raja Shezheng berpesan, karena Permaisuri adalah tubuh bertuah, hanya Istana Weiyang yang layak baginya. Maka beliau diperkenankan terlebih dahulu memasuki Istana Weiyang dan menjalankan kewenangan istana tengah. Adipati Wen Chang'an, besok para wanita kediaman dapat memasuki istana untuk menghadap."

    Disisi lain, bibi selir Ruyue dan putrinya saling menopang agar tidak roboh ke tanah.

    Mereka tahu betul—seluruh rencana dan intrik yang telah mereka susun dengan susah payah, kini hancur total oleh satu titah kekaisaran ini.

1
xuer jinghao
lanjut ☺️
Fitri 066
cerita nya bagus ayo teman2 kasih bintang 5 untuk othor nya biar tambah semangat kk othor nya....
xuer jinghao
kak lanjut semangat terus 😍💪💪
xuer jinghao
lanjut
xuer jinghao
lanjut 🤭
xuer jinghao
lanjut💪
xuer jinghao
lanjut wuy💪😍
xuer jinghao
lanjut 💪
anyelin stephania
mantap😍😍😍😍😍😍 seru ceritanya
xuer jinghao
lanjut 💪🥰🥰
xuer jinghao
lanjut 😍
xuer jinghao
lanjut 💪
xuer jinghao
lanjut terus 💪
xuer jinghao
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!