NovelToon NovelToon
Heart Blossom

Heart Blossom

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Cinta Seiring Waktu / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Romansa / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:27.6k
Nilai: 5
Nama Author: Eriza Yuu

Lima tahun telah berlalu sejak Edeline putus dengan kekasihnya. Namun wanita itu masih belum mampu melupakan mantan kekasihnya itu. Setelah sekian lama kehilangan kontak dengan mantan kekasih, waktu akhirnya mempertemukan mereka kembali. Takdir keduanya pun telah berubah. Edeline kehilangan harapannya. Namun tanpa dirinya sadari ada seseorang yang selama ini diam-diam mencintainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eriza Yuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#27 Permintaan Maaf Nyonya Martha

...Bab. 27...

...PERMINTAAN MAAF NYONYA MARTHA...

Siang itu Henoch baru hendak mencuci piring sisa makan siangnya. Tiba-tiba pintu depan diketuk. Henoch bergegas untuk membuka pintu sambil bergerutu.

"Siapa yang datang jam segini? Keith tidak mungkin pulang secepat ini."

Saat pintu dibuka, ia terheran-heran melihat Ny. Martha yang datang.

"Ada apa, Nyonya Martha? Keith tidak ada di rumah. Dia masih bekerja," tanya Henoch.

"Aku tahu. Aku datang untuk bicara denganmu. Apa kamu tidak mengijinkanku masuk lebih dulu?" jawab Ny. Martha.

Henoch membuka pintunya lebih lebar untuk Ny. Martha masuk. Kemudian keduanya duduk di sofa. Ny. Martha merasa agak canggung.

"Dari kemarin aku merasa tidak tenang. Aku terus memikirkan ucapanmu," tutur Ny. Martha.

"Oh, aku minta maaf karena ucapanku tidur anda jadi terganggu," ujar Henoch.

"Bukan itu, aku rasa mungkin perkataanmu ada benarnya. Selama ini aku tidak menjadi nenek yang baik terutama untuk cucu perempuanku. Aku juga bukan ibu yang baik bagi kedua putriku. Aku baru menyadari semua kekeliruanku selama ini. Aku sangat egois. Tidak pernah memikirkan perasaan orang lain. Aku hanya peduli pada martabat, derajat, dan materi. Semua itu telah menutup mata hatiku, sampai aku begitu tega memisahkan mereka yang saling mencintai. Oh, aku sungguh menyesal! Tolong ... maafkan aku, Henoch!" ucap Ny. Martha dengan penyesalan dan kesedihan.

"Aku sudah memaafkan anda sebelum anda memintanya, Nyonya. Aku bersyukur mata hati anda telah terbuka. Anda masih bisa memperbaiki semuanya. Belum terlambat untuk memperbaiki semuanya dari awal," hibur Henoch.

"Apakah mereka akan memaafkanku? Cucu perempuanku Ariana, Keith, putriku, semua orang yang telah aku sakiti ...," ratap Ny. Martha dengan sedih.

"Mereka pasti akan memaafkan, jika anda melakukannya dengan tulus. Aku yakin. Vanesa di surga pun pasti telah memaafkan anda," jawab Henoch pasti.

"Terima kasih, Henoch. Selama ini aku telah salah menilaimu. Aku benar-benar minta maaf!" pinta Ny. Martha sekali lagi.

"Yang telah berlalu tidak perlu diingat lagi, Nyonya. Menyesal pun tidak akan mengubah keadaan kembali menjadi seperti semula. Yang harus kita lakukan hanyalah memperbaiki semuanya. Kita selalu memiliki kesempatan itu selagi masih hidup. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan itu!" jawab Henoch.

"Ya, kamu benar. Sekali lagi terima kasih, Henoch. Tolong, jangan beritahu Keith tentang kedatanganku kemari. Aku yang nanti akan langsung menemuinya untuk meminta maaf," pesan Ny. Martha.

"Pasti, Nyonya Martha. Aku janji tidak akan memberitahunya," janji Henoch.

"Terima kasih. Satu lagi Henoch, tolong jangan memanggilku nyonya. Apa kamu keberatan bila memanggilku ibu? Karena kamu juga ayah dari cucuku," pinta Ny. Martha dengan halus.

"Tentu saja tidak. Ya, bagaimana juga anda pernah menjadi mertuaku. Bukankah begitu ... Ibu?" sahut Henoch.

Ny. Martha tersenyum. Seketika hatinya merasa amat lega dan damai. Ada perasaan bahagia yang sulit ia ungkapkan menjalar di hatinya. Hatinya tidak pernah merasa sehangat ini.

Siang itu Ny. Martha mengajak Henoch berziarah ke makam Vanesa. Henoch agak ragu namun ia ikut pergi juga. Dengan perasaan sedih Henoch meminta maaf di depan makam Vanesa.

...🌹🌹🌹...

Sore itu setelah tutup toko, aku pergi bersama Keith untuk bertemu paman Henoch. Kami bertiga menghabiskan makan malam di luar bersama. Tidak ada perasaan canggung karena paman Henoch begitu hangat dan pembawaannya santai. Kami nampak seperti sebuah keluarga. Usai makan malam kami bertiga juga berjalan-jalan dan menghabiskan malam di teluk.

...🌹🌹🌹...

Malam itu Ariana baru saja pulang. Sesampai di pintu depan ia melihat neneknya sedang duduk di ruang tamu bersama bibinya. Ariana tidak menyapa. Ia langsung lewat begitu saja di depan neneknya.

"Ariana." Panggilan dari bibi Amera menghentikan langkahnya.

"Ya, Bibi. Ada apa?" jawab Ariana.

"Kemarilah sebentar! Nenek ingin bicara denganmu," kata bibi Amera.

Ariana berbalik dengan malas kemudian duduk dengan kasar di samping bibi Amera. Ia melipat tangannya sementara matanya melihat ke arah lain. Bibi Amera menatapnya sambil menghela nafas. Lalu beranjak dengan alasan mencuci piring supaya mereka berdua bisa bicara lebih leluasa.

"Ariana ...." Ny. Martha baru membuka mulut. Ariana menyela lebih dulu.

"Kalau Nenek ingin bertanya tentang Keith lagi, maaf aku tidak tahu. Aku sudah lama tidak bertemu dengannya."

"Bukan. Nenek tidak membicarakan Keith tapi ini tentangmu!" Ny. Martha meluruskan.

"Aku?! Memangnya aku kenapa? Aku tidak merasa melakukan apapun yang telah merugikan Nenek," ujar Ariana ketus.

"Memang tidak. Nenek hanya ingin minta maaf padamu! Nenek menyesal atas semua perlakuan nenek selama ini padamu!" tutur Ny. Martha dengan raut wajah sedih.

"Maaf? Menyesal? Permainan macam apa lagi yang Nenek lakoni sekarang? Aku tidak tahu apa rencana Nenek berikutnya. Tapi, sudah berapa kali Nenek meminta maaf dan itu semua hanyalah bohong!? Hanya pura-pura!" cecar Ariana dengan kesal. Ny. Martha mulai terisak.

Ariana kembali berkata. "Nenek ingat, terakhir kali aku datang ke rumah Nenek dengan niat baik membawakan buah kesukaan Nenek. Apa balasan yang Nenek berikan untukku? Apa yang Nenek katakan padaku? Apa Nenek pikir itu tidak menyakitiku? Apa kata maaf dan menyesal saja cukup untuk mengobati sakit hatiku selama ini? Nenek tidak perlu berpura-pura seperti ini. Setidaknya aku masih menganggap dan mau memanggilmu Nenek, itu sudah cukup!" Ariana lalu bangkit berjalan pergi meninggalkan neneknya yang cukup terpukul dengan ucapan Ariana.

Diam-diam bibi Amera menguping di belakang. Ia menarik Ariana saat gadis itu hendak masuk ke kamarnya.

"Ariana, jangan terlalu keras terhadap nenekmu. Kali ini nenek bersungguh-sungguh. Nenek benar-benar telah menyadari kesalahannya," tegur bibi Amera dengan lembut.

"Bibi, aku telah berusaha memaafkan semuanya tapi dia terus menipuku. Bukannya berbicara baik-baik, dia justru bersikap lebih kasar padaku. Aku ini siapa? Aku juga memiliki hati dan aku sudah cukup sabar selama ini. Berapa kali lagi dia harus berbohong dan berpura-pura baik seperti itu padaku?" jawab Ariana.

"Setidaknya berikan nenekmu satu kesempatan lagi. Kali ini dia tidak main-main, Ariana. Lihatlah, nenekmu benar-benar menangis. Dia benar-benar menyesal!" ungkap bibi Amera. Ariana tak mau bilang apa-apa. Dia masuk ke kamarnya begitu saja.

Hanya bibi Amera yang kini berusaha menghibur Ny. Martha. Sebelumnya mereka memang sudah saling bicara. Ny. Martha juga mengutarakan penyesalannya tidak menjadi ibu yang baik untuknya. Bibi Amera menerima semua permintaan maaf ibunya itu dengan hati lapang. Ia bersyukur ibunya telah berubah. Ny. Martha pulang setelah supirnya datang menjemput.

Dengan pelan bibi Amera membuka pintu kamar Ariana. Ia melihat Ariana masih meringkuk di atas tempat tidurnya. Ia berjalan mendekat duduk di depannya sambil mengusap kepalanya.

"Bibi mengerti dengan kemarahanmu. Tetapi tidak baik menyimpan rasa sakit hati terlalu lama. Cobalah untuk melepaskan rasa sakit itu. Belajarlah untuk merelakan. Tidak ada luka yang tak bisa disembuhkan. Sakit hati juga ada penawarnya, yaitu memaafkan!" kata bibi Amera. Ariana hanya diam menatapnya.

"Nenekmu sudah tua. Kita tidak pernah tahu berapa lama lagi dia hidup di dunia ini. Bisa jadi inilah kesempatan terakhirnya untuk meminta maaf. Nenekmu tidak pernah terlihat begitu sedih, setelah kepergian orang tuamu. Orang tuamu juga pasti telah memaafkan nenekmu. Ariana, bukankah impianmu juga dapat berkumpul kembali bersama nenek, Bibi, dan semuanya di satu rumah? Mungkin inilah waktunya. Bibi hanya bisa mengingatkan, jangan sampai kemarahan sesaat membuatmu menyesal selamanya. Bibi menyayangimu seperti anak sendiri. Bibi juga ingin melihatmu hidup bahagia." Bibi Amera melanjutkan ucapannya sambil tersenyum pada Ariana. Ariana memeluk bibinya dengan penuh haru.

...🌹🌹🌹...

Aku sedang memotret beberapa model bunga meja untuk di upload ke blog. Keith membantu menata bunga itu agar terlihat menarik. Gemerincing lonceng pintu berbunyi. Aku dan Keith menoleh ke arah pintu. Raut wajah kami yang tadinya ceria langsung berubah tegang.

"Nenek?!" seru Keith.

"Untuk apa Nenek datang kemari?" tanya Keith dengan was-was.

Dengan perasaan gelisah Keith menatapku. Aku juga merasa demikian. Ny. Martha tidak menjawab pertanyaan Keith. Ia malah berjalan menghampiriku. Keith sudah was-was lebih dulu di sampingku. Ia tidak tahu apa yang akan dilakukan neneknya padaku. Namun Ny. Martha malah meraih kedua tanganku. Ia menatapku.

"Edeline, nenek minta maaf padamu. Nenek telah bersikap tidak baik kepadamu. Kamu mau kan memaafkan nenek?" tutur Ny. Martha dengan kesungguhan.

Aku dan Keith saling memandang tidak menyangka kalau Ny. Martha datang untuk meminta maaf. Aku tersenyum dan menganggukkan kepala. Ny. Martha lalu memelukku dengan hangat. Saat ia melepaskan pelukannya, ia kembali menarik tangan kananku dan tangan kanan Keith kemudian ia taruh di atas tanganku.

"Mulai sekarang, kalian akan terus bersama. Tidak ada yang akan memisahkan kalian lagi, termasuk nenek!" ucap Ny. Martha dengan senyuman.

Aku dan Keith juga tersenyum lebar. Hati kami yang diliputi kegelisahan tadi, kini menjadi amat lega. Kami berdua langsung memeluk nenek sambil berbisik. "Terima kasih, Nenek!"

Ny. Martha sampai tertawa bahagia. Ronan pun ikut bertepuk tangan. Ny. Martha hanya melihat-lihat sebentar. Rupanya dia juga sangat menyukai bunga. Sebelum dia pergi aku memberikannya seikat bunga mawar berwarna peach yang berarti terima kasih.

Sore itu toko sudah mau ditutup. Semua sibuk berkemas. Ariana datang. Wajahnya tidak ceria seperti biasa. Ia menatap kami semua bergantian.

"Ariana ... Kamu mau membeli bunga?" tanya Ronan dengan semangat.

"Tidak," jawabnya. Ia berjalan menghampiri Keith.

"Bolehkah aku pulang denganmu? Kali ini saja!" pinta Ariana memelas.

Keith menatapku, aku mengangguk dengan cepat.

"Oke. Tunggu sebentar, ya!" kata Keith. Ariana mengangguk.

Tidak seperti biasanya, aku menangkap kegundahan di wajah Ariana. Sepertinya sedang ada masalah. Begitu Keith dan Ariana pergi, Ronan menghampiriku.

"Kakak, kamu tidak cemburu kakak Keith pergi bersama Ariana?" tanya Ronan.

Aku memandangnya dengan lucu.

"Aku yang cemburu atau kamu yang cemburu?" godaku.

"Kakak mengejekku lagi," sungut Ronan. Ia masih menunggu dengan penasaran.

"Jangan khawatir. Keith dan Ariana itu saudara cuma beda ayah, ya bisa dibilang saudara tiri," jelasku.

"Oh ... Aku mengerti. Pantas Kakak tenang saja. Ya sudah aku pulang dulu. Sampai bertemu besok, Kakak!" pamit Ronan yang pergi dengan langkah santai. Aku tersenyum dengan tingkahnya yang lucu.

^^^bersambung...^^^

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩ
hilangkan kenangan masa lalu dengan berlahan .. percayalah semua pasti akan indah pada waktunya
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩ
kenangan memang tak bisa menghilang begitu saja .. tapi tetap kita harus membuka lembaran baru dan menjadikan masa lalu sebagai pelajaran sama seperti kita merawat bunga memotong kisah yang tak terpakai agar tumbuh kisah yang baru dan lebih indah
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩ
kenapa harus terperangkap dengan masa lalu .. sesakit apapun seindah apapun dulu jadikan semua itu pelajaran berharga karena hidup terus berjalan ke depan bukan ke belakang.
New Spirit
jalanin aja sapelan nya aja jgn asalan
karna buka kisah baru itu perlu tenaga jga hirup udara yg pas😌 utk qm edeline semangat ya buat kisah baru nya lgi😌
New Spirit
duh namanya jga wanita
ga segampang itu menjalani kisah baru dan melupakan yg lama
cari kerjaan baru mngkn akan berubah kehidupan baru dan pastinya akan bertemu dgn org yg baru
semangat
New Spirit
sepi seperti hatiku hari ini tanpa sapaan dr kekasih pujaan hati
masih nyangkut masa lalu jgn mulai buka halaman baru
bisa aja qm yg selanjutnya menyakiti perasaan nya 🙄 pahamkan itu jgn asal hdup aja🙄
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆
gak pernah tahu bunga Edelweis kayak apa 🙃🙃🙃
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆
perhatian dan pengertian banget ya wkwk 🤭🤭
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆
bunga Edelweis Sama Edeline hampir sama namanya hehe pasti orangnya cantik ☺
❁🅢🅐🅛❁$aly
Keith grogi juga juga ya ditatap ama Edeline, mungkin sebenarnya Keith ada rasa ama Edeline 🤔
❁🅢🅐🅛❁$aly
pola pemikiran yg bijak mama Edeline. Sekalian ttp meneruskan usaha yg telah dirintis suaminya
❁🅢🅐🅛❁$aly
sudah sperti itulah klo lagi menjual pas sepi pembeli pasti lah sangat membosankan beda klo lg rame2 nya😊
percaya lah kadang ak di pikirin juga ttp muncul di mimpi🤣
entah esok bangun apa engga🤣🙊
ah elahh orang lagi buru2 juga👩‍🦯👩‍🦯🤣
kea ada hal yang gak bisa di jelaskan deh sama mama, intinya mama gak mau toko bunga itu tutup😌
mimpiin siapa cuhhh😌😌😌
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
basa basi
maybe
wehh karna apa ya mama mempertahankan 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!