Reuni kelas yang seharusnya menjadi malam penuh tawa berubah menjadi titik balik kehidupan.
Di hadapan murid-muridnya, Mo Yuan mengungkapkan rahasia yang terdengar mustahil—ia berasal dari dunia kultivasi dan akan segera kembali ke sana. Tak seorang pun mempercayainya, hingga semuanya benar-benar terjadi.
Dalam sekejap, Qin Shang dan seluruh teman sekelasnya terlempar ke dunia yang dipenuhi para kultivator, iblis, dan berbagai bahaya yang belum pernah mereka bayangkan.
Di dunia tempat kekuatan menentukan segalanya, mereka harus memulai kehidupan baru dan menapaki jalan kultivasi dari titik nol. Namun, semakin jauh melangkah, semakin banyak rahasia yang tersembunyi di balik perpindahan mereka ke dunia ini.
Akankah Qin Shang mampu mengubah takdirnya, atau justru tenggelam di tengah kerasnya persaingan menuju keabadian?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TEMOLLA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
"Hiss! Masa Ketua Kelas punya rencana sedalam itu?"
Mendengar analisis Qin Shang, Lu Chen sontak menarik napas panjang.
Qin Shang menggeleng.
"Aku juga belum bisa memastikannya. Tapi kau tahu sendiri betapa berharganya Sup Peningkat Darah itu. Kakak Senior Lin Yan pernah bilang, semangkuk sup ini nilainya setara dengan persediaan makanan untuk satu keluarga beranggotakan empat orang selama tiga tahun. Kita tidak boleh gegabah."
"Tentu saja, aku juga tidak berani memastikan seratus persen. Bisa saja dugaanku keliru."
"Mana mungkin! Qin Shang, menurutku kau terlalu curiga. Ketua Kelas bukan orang seperti itu."
Meski berkata demikian, kepercayaan Lu Chen mulai goyah karena selama ini dia selalu memercayai Qin Shang.
Mereka tumbuh bersama sejak kecil. Lu Chen tahu betul bahwa Qin Shang sangat cerdas dan pandai membaca situasi.
"Sudahlah. Lebih baik manfaatkan waktu untuk berlatih Jurus Kuda-Kuda Giok Yang. Kalau Wen Ren bisa menembus alam tanpa pengalaman terobosan orang lain, kenapa kita tidak?"
Qin Shang segera kembali naik ke atas tiang latihan.
Sementara itu, Gu Yang mengumpulkan lima belas orang lainnya. Mereka membentuk lingkaran, lalu Gu Yang membagikan pengalaman terobosan Wen Ren kepada mereka.
Adapun Qin Shang dan Lu Chen jelas dikeluarkan dari kelompok itu.
Saat tengah hari tiba dan Sup Peningkat Darah dibagikan, semua orang mengantre untuk mengambil jatah masing-masing.
Qin Shang dan Lu Chen pun menerima semangkuk sup.
"Eh, Qin Shang! Lihat Ketua Kelas!"
Tiba-tiba Lu Chen menyenggol lengan Qin Shang.
Qin Shang mengikuti arah pandangnya. Dia melihat Gu Yang berdiri bersama si kembar, Zu Rou dan Zu Yue.
Di tangan Gu Yang terdapat sebuah botol, sementara Zu Rou dan Zu Yue masing-masing menuangkan setengah mangkuk Sup Peningkat Darah mereka ke dalam botol itu.
Melihat pemandangan tersebut, Qin Shang langsung menyipitkan mata.
Lu Chen berkata dengan heran, "Aneh. Bukannya tadi kau bilang Ketua Kelas mencari kita dengan alasan ingin berbagi pengalaman menembus Alam Peningkatan Darah? Tapi kenapa dia juga meminta Sup Peningkat Darah dari Zu Rou dan adiknya? Bukankah mereka juga sudah mendapat pengalaman terobosan itu?"
Qin Shang menjawab dengan tenang, "Sekarang sudah jelas. Ketua Kelas memang punya tujuan lain."
"Sialan! Kemarin dia membela kita sampai aku mengira dia benar-benar peduli pada teman. Ternyata dia selicik ini! Bahkan teman perempuan pun dia manfaatkan. Aku harus membongkar wajah aslinya di depan semua orang!"
Dipenuhi amarah, Lu Chen hendak melangkah untuk membongkar perbuatan Gu Yang.
Qin Shang segera menahannya.
"Sudahlah. Saat ini kita berdua pada dasarnya sudah dikucilkan. Menurutmu, apa untungnya kalau kau membongkar Gu Yang?"
"Kalau dia malah balik menuduh kita, yang ada justru kita akan menjadi sasaran semua orang."
Lu Chen mengumpat beberapa kali, tetapi pada akhirnya mengurungkan niatnya.
"Qin Shang, minumlah mangkukku ini!"
Tiba-tiba Lu Chen seperti teringat sesuatu, lalu menyodorkan mangkuknya kepada Qin Shang.
"Dulu Kakak Senior Lin Yan menaruh harapan besar kepadamu. Sayangnya kau mengidap penyakit kelaparan itu. Kalau bukan karena penyakit tersebut, kau pasti sudah menembus Alam Peningkatan Darah."
"Tapi tentu saja kau tidak boleh meminum jatahku begitu saja. Kalau nanti kau berhasil menembus Alam Peningkatan Darah, kau harus melindungiku."
Qin Shang terdiam sejenak. Ia menatap mata Lu Chen, lalu bertanya, "Jadi... kau benar-benar sudah menyerah?"
Tatapan Lu Chen sempat mengelak, tetapi tak lama kemudian kembali menatap Qin Shang.
"Daripada kita berdua sama-sama gagal, lebih baik salah satu berhasil. Kalau tidak, kita tidak akan pernah punya kesempatan untuk membalikkan keadaan."
Qin Shang menerima mangkuk dari Lu Chen. Ia meminum setengah isinya, lalu mengembalikan sisanya.
"Aku hanya minum setengah. Sisanya kau habiskan."
"Baik! Jangan sampai kau mengecewakanku!"
Lu Chen tidak lagi sungkan. Ia langsung menghabiskan sisa setengah mangkuk itu.
Selama ini, untuk menahan penyakit kelaparannya, Qin Shang biasanya hanya meminum sekitar sepertujuh mangkuk Sup Peningkat Darah. Kali ini, ia menambah setengah mangkuk lagi dari jatah Lu Chen. Seketika, darah di sekujur tubuhnya bergolak hebat.
Ia tak berani menyia-nyiakan waktu. Begitu selesai minum, ia segera naik ke tiang latihan dan kembali melatih Jurus Kuda-Kuda Giok Yang.
Hasil latihannya kali ini jauh lebih baik daripada sebelumnya.
Setelah berlatih seharian penuh, Qin Shang bisa merasakan dengan jelas bahwa kekuatannya kembali meningkat. Hanya saja, ia sendiri tidak tahu seberapa besar peningkatan itu.
Sisa satu mangkuk Sup Peningkat Darah sengaja disimpannya untuk menahan serangan penyakit kelaparannya.
Hingga malam tiba dan waktu istirahat datang, penyakit kelaparannya benar-benar tidak kambuh.
Keesokan harinya, Lu Chen kembali membagi setengah mangkuk Sup Peningkat Darah miliknya kepada Qin Shang.
Qin Shang tidak menolak. Peningkatan yang dirasakannya sehari sebelumnya begitu nyata. Ia yakin, tak akan butuh waktu lama lagi sebelum berhasil menembus Alam Peningkatan Darah.
Di sisi lain, Gu Yang kembali meminta satu mangkuk Sup Peningkat Darah dari si kembar Zu Rou.
Satu hari kembali berlalu. Kekuatan Qin Shang sekali lagi meningkat, tetapi ia masih belum berhasil menembus Alam Peningkatan Darah.
Gu Yang pun mengalami hal yang sama.
Pada hari itu, seorang penduduk asli berhasil menembus Alam Peningkatan Darah, membuat semua orang memandangnya dengan iri.
Hari ketiga pun tiba. Itu adalah hari ke-23 sejak mereka datang ke kawasan tambang Gunung Tianyuan untuk berlatih Jurus Kuda-Kuda Giok Yang.
Menjelang tengah hari, setelah Sup Peningkat Darah dibagikan, Gu Yang dan Qin Shang sama-sama menambah porsi minum mereka.
Namun, Gu Yang ternyata langsung meminum tiga mangkuk sekaligus.
Satu mangkuk adalah jatahnya sendiri. Satu mangkuk lagi berasal dari si kembar Zu Rou dan Zu Yue. Adapun mangkuk ketiga diberikan oleh perwakilan kelas bahasa, Xu Wen, bersama seorang siswa lain bernama Yang Zheng.
Keduanya pun segera memanfaatkan waktu untuk melatih Jurus Kuda-Kuda Giok Yang.
Sekitar dua jam kemudian, tubuh Gu Yang tiba-tiba mengalami perubahan. Seluruh badannya memerah, bagaikan besi yang baru saja diangkat dari dalam tungku.
"Berhasil!"
Lin Yan yang duduk santai di kursi rotan di bawah memandang perubahan itu dengan sorot mata penuh kegembiraan.
Bakat bela dirinya memang masih kalah dari Wen Ren. Namun, kecerdikan dan cara berpikirnya jauh melampaui anak-anak seusianya. Prestasinya di masa depan belum tentu berada di bawah Wen Ren.
Meski tugasnya setiap hari hanya mengajarkan Jurus Kuda-Kuda Giok Yang dan bahasa Dunia Xuanwu, bukan berarti ia tidak memperhatikan keadaan di sekitarnya.
Ia melihat dengan jelas bagaimana Qin Shang dan Gu Yang memperoleh tambahan Sup Peningkat Darah dari teman-teman mereka.
Namun, dibandingkan Qin Shang, Gu Yang berhasil membuat empat teman sekelas rela menyerahkan Sup Peningkat Darah kepadanya. Kemampuan memengaruhi orang serta kecerdasannya jelas berada di atas kebanyakan remaja seusianya.
"Ketua Kelas berhasil!"
"Cepat lihat Ketua Kelas!"
Perhatian semua orang langsung tertuju kepada Gu Yang.
Qin Shang pun ikut memandang ke arahnya.
Tak lama kemudian, Gu Yang membuka mata. Warna merah yang menyelimuti tubuhnya perlahan memudar, tetapi auranya terasa benar-benar berbeda, seolah seluruh dirinya telah mengalami perubahan.
Ia segera menghampiri Lin Yan, lalu memberi hormat.
"Kakak Senior Lin Yan, aku berhasil."
Lin Yan mengangguk sambil tersenyum.
"Berhasil dalam dua puluh tiga hari. Bagus. Ikutlah denganku ke Divisi Urusan Administrasi untuk mendaftarkan keberhasilanmu."
Gu Yang berkata, "Kakak Senior Lin Yan, bolehkah aku diberi waktu sekitar sepuluh menit? Aku ingin mengatakan sesuatu kepada teman-teman."
"Tidak masalah. Selisih waktunya tidak akan banyak. Asalkan masih hari ini. Semakin cepat kau mendaftar, semakin besar manfaat yang akan kau dapatkan."
Gu Yang mengangguk, lalu segera memanggil semua orang.
"Semuanya, kemarilah sebentar. Aku ingin membagikan pengalaman saat menembus Alam Peningkatan Darah."
Semua orang segera berkumpul mengelilinginya.
Bahkan Qin Shang dan Lu Chen juga dipanggil.
"Qin Shang, Lu Chen, kalian juga ikutlah. Dulu Wen Ren melarangku membagikan pengalamannya kepada kalian. Tapi kali ini aku yang berhasil menembus alam, jadi kalian juga berhak mendengarkannya."
Mendengar itu, ekspresi Lu Chen langsung berubah menjadi aneh.
"Apa sebenarnya yang sedang direncanakan Gu Yang?"
Qin Shang berkata, "Tidak ada salahnya kita dengarkan."
Ia sebenarnya memahami alasan di balik tindakan Gu Yang. Kalau Gu Yang sengaja mengabaikan mereka berdua, semua orang justru akan semakin menyadari adanya keretakan di antara mereka.
Sebagai ketua kelas, Gu Yang tentu harus menjaga wibawa sekaligus citranya di depan semua orang.
Tentu saja, bukan tidak mungkin Gu Yang memang benar-benar bertindak tanpa pamrih.
Apa pun alasannya, Qin Shang tidak merasa perlu menjaga jarak darinya. Lagi pula, di antara mereka masih belum ada benturan kepentingan yang benar-benar nyata.
Setelah semua berkumpul, Gu Yang mulai menjelaskan pengalamannya saat berhasil menembus Alam Peningkatan Darah.
Sekitar sepuluh menit kemudian, penjelasannya pun selesai.
Pada dasarnya, yang ia bagikan hanyalah pengalaman dan kondisi yang ia rasakan saat berhasil menerobos. Intinya tetap sama, yaitu terus melatih Jurus Kuda-Kuda Giok Yang dengan tekun. Pengalaman itu tidak terlalu banyak membantu orang lain.
Namun, ucapan Gu Yang berikutnya langsung membuat semua orang mulai gelisah.
"Aku sudah mengamati situasinya. Peluang kita semua untuk menembus Alam Peningkatan Darah dalam waktu satu bulan sebenarnya sangat kecil. Tetapi, kalau seseorang bisa meminum lebih banyak Sup Peningkat Darah, peluangnya akan meningkat drastis."
"Karena itu, saranku adalah untuk sementara kita mengumpulkan jatah Sup Peningkat Darah, lalu memprioritaskan beberapa orang agar lebih dulu menembus Alam Peningkatan Darah. Setelah mereka berhasil, mereka bisa membantu teman-teman lainnya berkembang di kawasan tambang Gunung Tianyuan. Dengan begitu, kehidupan kita semua di Gunung Tianyuan akan menjadi jauh lebih baik. Bagaimana menurut kalian?"