NovelToon NovelToon
My Sweet Best Friend

My Sweet Best Friend

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi
Popularitas:665
Nilai: 5
Nama Author: salbiah pulungan

tentang dua remaja yang bersahabat bersahabat - Rigecherta dan Tivane - yang bersahabat dari kecil, namun tragedi saat mereka duduk di kelas 9 SMP membuat mereka harus berpisah karena Tivane yang hilang ingatan.
Berpisah selama 3 tahun dan bertemu saat kelas 12 SMA. Namun Tivane akan di jodohkan.
Bagaiman nasib Rigecherta yang menunggu 3 tahun dan diam diam suka terhadap sahabatnya itu.
Akankah dia berhenti berharap kepada sahabatnya itu, atau mereka akan kembali bersatu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon salbiah pulungan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

rencana pertunangan

Kini ruangan Aliandra terasa dingin saat Silvira masih menunduk di depannya, memohon agar tak di pecat. Sementara Rigecherta dan Tivane duduk diam di sofa.

" Pak, saya benar-benar tidak tau bahwa Tivane adalah putri bapak. Saya minta maaf. Tapi saya mohon jangan pecat saya." Ucap Silvira memohon dengan air mata mengalir deras.

" Tapi ini bukan cuma soal Tivane, ini soal kasus kamu yang beberapa kali menggelapkan uang kantor." Ucap Aliandra tegas.

Silvira menggeleng cepat dan kembali memohon.

" Tidak pak. Itu semua bohong! Itu hanya fitnah orang dengki yang ingin menjatuhkan saya" ucap Silvira bersikeras bahwa ia tak bersalah.

" Begitu? Menurut mu siapa wanita di layar ini?" Tanya Aliandra memperlihatkan rekaman Silvira sedang mengambil uang di bank dengan jumlah yang tak sedikit.

Silvira tersentak dan berusaha mengelak.

" Dan dana untuk membeli komputer yang kamu pegang di mana sekarang?" Tanya Aliandra membuat Silvira menunduk dalam.

" Dan uang hasil penjualan produk yang baru kita luncurkan juga belum ada di tangan saya. Kamu yang memegang semuanya" sambung Aliandra sehingga Silvira tak bisa berkutik lagi.

" Begini saja. Jika kamu bisa kembalikan semuanya, kamu tidak saya pecat." Ucap Aliandra tegas.

" I-itu.. duitnya.. saya.." ucap Silvira terbata, dan tak sanggup merangkai kata-kata lagi.

" So? Kemasi barang-barang kamu dan keluar dari perusahaan saya. Dan pastinya nama kamu di blacklist dari semua perusahaan." Ucapan itu mutlak. Membuat Silvira menangis sesenggukan dan keluar dari ruangan dengan kepala menunduk. Tak ada lagi kepercayaan dirinya yang biasanya suka semena-mena terhadap karyawan lain. Tivane melirik Silvira dengan tatapan puas. Lagian mulutnya tuh nyebelin banget.

Setelah Silvira pergi ruangan itu kembali cair dan mereka membuang nafas panjang.

Aliandra menatap Tivane dari kursi kebesaran nya. Lalu menatap Rigecherta yang juga menatap ke arahnya dengan wajah sama-sama menahan tawa.

Sepertinya sinyal keduanya terhubung.

" Kalian apaan sih? Gitu amat ekspresi nya" Tivane menatap Rigecherta dan ayahnya dengan tatapan jengah dan wajah di tekuk.

Akhirnya tawa kedua pria itu pecah.

" Kamu tuh ada-ada aja " ucap Aliandra masih terkekeh kecil.

" Jago ya sekarang acktingnya" ledek Rigecherta tak habis pikir dengan kelakuan Tivane yang tiba-tiba memasang wajah sedih tadi.

" Biarin. Biar dia tau kalo aku tuh bukan orang yang bisa di tindas. Dan pastinya aku bukan orang sembarangan" Tivane melipat tangan dengan kaki di silangkan.

" Lagian dia tuh kayak merugikan kantor gitu" sambung Tivane santai.

" Kalo itu sih memang benar. Seperti yang lain denger tadi. Ada beberapa keuangan yang di gelapin sama dia" jawab ayahnya membenarkan.

" Nggak salah papa bawa kamu. Cerdas banget anak papa" puji Aliandra membuat Tivane tersenyum sombong ke arah Rigecherta.

" Bangga banget punya pacar kuat dan cerdas" ucap Rigecherta sambil mengelus kepala Tivane dengan lembut.

Wajah Tivane langsung memerah mendengar kata-kata itu.

" Apaan sih. Gombal lo" decak Tivane padahal aslinya lagi salting.

" Bukan gombal sayang, tapi itu fakta" ucap Rigecherta memeluk Tivane dengan gemas.

" Khem." Dehem Aliandra.

" Awas ih, malu di liat papa" Tivane mendorong pelan dada Rigecherta.

" Apa sih om? Iri aja" Rigecherta malah mengeratkan pelukannya.

" Serasa di bully anak muda" dengus Aliandra.

" Om kalo anaknya aku nikahin boleh nggak?" Tanya Rigecherta dengan wajah serius.

" Boleh aja sih kalo Tivane nya mau" jawab Aliandra enteng.

" Ih apaan sih? Aku tuh masih mau sekolah..." Rengek Tivane.

" Yang nyuruh kamu nggak sekolah siapa?" Tanya Rigecherta.

" Sekolah ya sekolah. Kalo nikah kan urusan kita" ucap Rigecherta enteng.

" Mulutmu!" Tivane menepuk pelan bibir Rigecherta.

" Jangan di pukul di cium aja" goda Rigecherta iseng.

" RIGE!" Pekik Tivane membuat Rigecherta dan Aliandra tertawa.

" Canda sayang ku" ucap Rigecherta kembali memeluk Tivane dan mencium gemas pipi Tivane.

" Ish.." decak Tivane malu.

" Btw kamu ngapain di sini?" Tanya Tivane serius.

" Mau jumpain kamu" Rigecherta masih saja menggoda.

" Serius!" Ucap Tivane melotot geram.

" Oke-oke. Aku ada urusan sama papa kamu" jawab Rigecherta.

" Urusan apa?" Tanya Tivane.

" Kalo nikah mau pake adat apa" jawab Rigecherta asal.

" Hah? Siapa mau nikah? Papa?" Tanya Tivane menatap ayahnya.

" Ya enggak lah" jawab Aliandra.

" Terus?" Tanya Tivane bingung.

" Ya kita lah. Siapa lagi?" Sahut Rigecherta super santai.

" Nggak ya. Nggak ada. Aku nggak mau" decak Tivane manyun.

" Jadi kamu nggak mau nikah sama aku?" Tanya Rigecherta pura-pura memasang wajah kecewa.

" Eh.. bukan gitu" panik Tivane.

" Tapi kamu bilangnya gitu" ucap Rigecherta pura-pura menunduk sedih.

" Nggak. Bukan gitu maksudnya" ucap Tivane mengangkat wajah Rigecherta.

" Maksud aku tuh, aku mau nikah sama kamu. Tapi nggak sekarang" bujuk Tivane langsung memeluk Rigecherta.

Rigecherta tersenyum kegirangan karena di bujuk dan di peluk.

" Ih.. gemes banget sumpah. Om anaknya aku karungin ya" ucap Rigecherta memeluk Tivane sambil di tekan gemas.

" Ih.. lepasin" rengek Tivane membuat mereka semua tertawa.

" Kamu jadi kan daftar di universitas trilogi?" Tanya Tivane membuat Rigecherta mengangguk.

" Jadi. Kenapa emang?" Tanya Rigecherta duduk seperti semula.

" Nggak sih. Anak-anak Blake heart juga katanya mau lanjut di situ" jawab Tivane membuat Rigecherta mengangguk.

" Nanti kita daftar barengan" ucap Rigecherta.

" Oke" jawab Tivane tersenyum.

" Oh iya. Yang perayaan kelulusan kita tuh lusa kan?" Tanya Tivane membuat Rigecherta mengangguk.

" Emang kalian jadi kemana?" Tanya Aliandra membuat keduanya menoleh.

" Belum tau pasti sih om. Kayaknya di ajakin makan malam sih." Jawab Rigecherta membuat Aliandra mengangguk paham.

" Itu guru kalian kok bisa ketauan? Tahun kemarin juga mereka gitu kan?" Tanya Aliandra membuat keduanya mengangguk.

" Kami juga sih om yang buka suara. Terus ada temannya Tivane yang bantu. Katanya itu misi mereka" jawab Rigecherta.

" Owalah. Pantes papanya Milenia titip dia sama papa. Karena itu mereka datang ke sini" Aliandra mengangguk mengerti.

Ya Aliandra memang tau bahwa Tivane dan ke tiga temannya itu suka membantu mencari tau atau membongkar rahasia orang. Karena Milenia ahli dalam mencari tau dan punya banyak koneksi di tambah Ella yang pandai dalam bidang komputer serta Luci dan Tivane yang berani bertindak ia membolehkan asal itu tidak membahayakan bagi mereka.

Aliandra juga terkadang ikut mencari tau saat ia sedang free dan juga ikut membiayai fasilitas mereka saat menjalankan misi.

" Papa!" Panggil Tivane membuat Aliandra menatapnya.

" Kenapa?" Tanya Aliandra menatap lembut putrinya.

" Aku join Blake heart lagi. Papa marah nggak?" Tanya Tivane.

" Papa nggak pernah larang kamu. Tapi ingat, jangan sampai membahayakan" ucap Aliandra lembut membuat Tivane tersenyum dan mengangguk semangat.

" Gimana Rige pekerjaan kamu?" Tanya Aliandra menatap Rigecherta.

" Alhamdulillah naik terus sih om pembacanya" jawab Rigecherta membuat Aliandra mengangguk bangga.

" Om juga dengar dari Tivane kalo kamu nanti ngambil jurusan kedokteran ya?" Tanya Aliandra membuat Rigecherta mengangguk.

" Iya om. Itu emang impian aku dari kecil. " Jawab Rigecherta membuat Tivane tersenyum bangga.

" Hebat banget sih pacar aku. Penulis terbaik dan punya cita-cita yang mulia" ucap Tivane membuat Rigecherta terkekeh dan mengelus rambut Tivane.

" Kamu juga semangat raih cita-cita nya" ucap Rigecherta membuat Tivane mengangguk.

" Nanti om bantu ngasih saham buat kamu bikin rumah sakit atau klinik sendiri" ucap Aliandra membuat Rigecherta mengangguk.

" Nanti sekalian kamu bisa belajar bisnis" ucap Aliandra terkekeh.

" Iya. Nanti biar perusahaan papa aku tetap berjalan walau lewat rumah sakit kamu" sahut Tivane dengan mata berbinar lucu.

Rigecherta tersenyum hangat melihat mata tulus itu.

" Kamu mau nggak tunangan sama aku?" Tanya Rigecherta tiba-tiba membuat Tivane tersentak.

" Apaan sih Rige?" Ucap Tivane masih terkejut dan mengira Rigecherta hanya bercanda.

" Yaudah. Setelah kita daftar di universitas trilogi. Kita adakan acara tunangan" ucap Rigecherta membuat Tivane kaget sementara Aliandra mengangguk mendukung.

" Iya. Dari pada cuma pacaran aja. Mending kalian tunangan aja. Lebih cepat lebih baik " ucap Aliandra membuat Tivane terdiam membeku.

'what? Secepat itu? Wah.. Tapi gue seneng sih hehe' Tivane cengengesan dalam hati.

1
jaybi
buat visual dan foto kenangannya ada di Instagram aku ya guys.. namanya: Salbiah
jaybi
jangan lupa tinggalin komentar kalian yaa😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!