NovelToon NovelToon
Ibu Tiri Kesayangan Dan CEO Idiot

Ibu Tiri Kesayangan Dan CEO Idiot

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Ibu Tiri / Orang Disabilitas
Popularitas:52.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

“Lepaskan aku! Kalian gila ya?!” Suara Liora menggema di dalam mobil.

Di seberangnya duduk seorang anak kecil, usianya sekitar enam tahun. Wajahnya terlalu tenang dan dingin untuk anak seusianya. Anak itu mengangkat wajahnya sedikit, menatap Liora seperti orang dewasa yang sedang menilai bawahan yang tidak kompeten.

“Aku butuh kamu.” Ucap Keivan.

“Apa maksudmu butuh aku?”

Keivan menyandarkan punggungnya lalu melipat tangan kecilnya. “Kamu akan jadi ibu tiriku, menikahlah dengan Papaku.“

Keivan, bocah jenius dari keluarga Salendra, tumbuh di tengah situasi keluarga yang rumit. Ayahnya... Dewangga, seorang pria 35 tahun mengalami cedera otak yang membuatnya menjadi penyandang disabilitas intelektual (tunagrahita) dan memiliki perilaku seperti anak berusia lima tahun (Idiot). Di tengah perebutan hak waris keluarga Salendra, Liora terseret dalam rencana pernikahan yang tidak pernah ia inginkan.

Akankah Liora bersedia menjadi ibu tiri sekaligus istri bagi pria penyandang disabilitas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 30.

Suara air mulai memenuhi kamar mandi. Liora berdiri di depan wastafel sambil menatap bayangannya sendiri di cermin. Sudut bibirnya masih terangkat tipis.

"Berani sekali membohongiku selama ini..."

Ia mengambil sikat gigi, lalu mulai menggosok giginya seperti biasa. Namun di sela-sela aktivitas itu, kepalanya terus menyusun rencana.

“Kalau langsung membongkar sandiwaranya, permainan akan selesai begitu saja. Nggak! Biar dia merasakan dulu bagaimana rasanya dikerjai.“ Liora bergumam sendiri.

Selesai mencuci wajah, Liora sengaja berlama-lama di dalam kamar mandi. Sesekali ia membuka sedikit pintu, mengintip keluar. Terlihat Dewangga kini sudah duduk di tepi ranjang sambil memeluk boneka anjing kesayangan pria itu.

"Boneka... hari ini kita main sama Liora, ya?"

Nada bicaranya kembali terdengar kekanak-kanakan, Liora hampir bertepuk tangan.

Cih! Hebat juga aktingmu!

Ia kembali menutup pintu, lalu sengaja menghitung waktu beberapa menit sebelum akhirnya keluar.

Begitu mendengar suara pintu terbuka, Dewangga langsung menoleh. "Liora! Peluk."

Liora tersenyum tipis sambil menggeleng. "No, no... ya! Tunggu sebentar, aku belum selesai. Aku mau pakai skincare dulu."

"Ooo..." Dewangga mengangguk patuh. "Kalau begitu Dewangga tunggu."

Liora berjalan menuju meja rias. Dengan santai ia mengoleskan pelembap, serum, lalu menyisir rambutnya perlahan sambil sesekali melirik bayangan Dewangga di cermin. Biasanya, pria itu akan terus merengek atau menghampirinya agar segera dipeluk. Namun hari ini berbeda. Dewangga hanya duduk diam di tepi ranjang, memperhatikan setiap gerakan Liora tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Aneh... Biasanya dia langsung mengurusiku. Kenapa sekarang malah sibuk sendiri?

Setelah selesai dengan perawatan sederhananya, Liora pun berdiri dan berbalik menghadap Dewangga.

"Nah, sekarang gantian kamu mandi."

"Oke!" Dewangga langsung berdiri.

Biasanya ia akan berkata tidak mau mandi sendiri, hari ini pun ia sudah bersiap mengucapkan kalimat yang sama.

"Liora, temenin..."

"Oke!"

Jawaban cepat dari istrinya itu justru membuat Dewangga sedikit terdiam.

Lho? Biasanya dia akan menghela napas dulu karena keberatan, hari ini kok langsung mengiyakan?

Tanpa menunggu lebih lama, Liora mengambil handuk bersih dan menyerahkannya.

"Ayo."

Mereka masuk ke kamar mandi, dan begitu pintu tertutup Dewangga kembali memasang wajah polos.

"Liora... bukain baju."

"Oke oke." Liora mendekat tanpa ragu, bahkan tersenyum. Meskipun senyum itu terasa mencurigakan.

Satu per satu kancing piyama pria itu dibukanya dengan gerakan santai. Namun kali ini, ekspresi wajah Liora sama sekali tidak menunjukkan rasa gugup seperti biasanya. Justru Dewangga yang mulai merasa aneh, karena biasanya wajah Liora akan memerah.

Sekarang, kenapa biasa saja?

Tak lama kemudian, piyama tidur pria itu sudah terbuka.

"Nah, sudah." Liora menepuk pelan dada Dewangga, malah terkesan berlama-lama di bagian sana. "Sekarang, lepas sendiri piyamanya."

"Hah?"

"Kamu kan sudah bisa."

Mata Dewangga membelalak sepersekian detik, untung saja ia segera menutupinya dengan ekspresi bingung.

"Dewangga nggak bisa lhooo..."

"Masa?"

"Iya." Pria itu mengangguk-anggukkan kepalanya.

Liora tersenyum manis. "Kalau begitu... coba dulu."

"Coba?"

"Iya."

"Kalau nggak bisa?"

"Nanti aku bantu."

Dewangga mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres, kenapa rasanya dia seperti sedang diuji?

Dengan sangat lambat pria itu berpura-pura mencoba melepas lengan bajunya. Gerakannya sengaja dibuat kikuk, Liora memperhatikan sambil mengangguk-angguk.

"Bagus."

"Hah?"

"Sedikit lagi bisa."

Dewangga makin bingung, ini berbeda dari biasanya. Sementara Liora diam-diam menahan tawa.

Silakan terus berakting, aku mau lihat sampai kapan.

"Ya sudah, sini." Akhirnya Liora berpura-pura kasihan.

Liora membantu melepaskan piyama Dewangga hingga tubuh pria itu siap untuk mandi.

"Sudah, sekarang buka celananya," ucap Liora.

Dewangga kembali menggeleng pelan. "Aku kan nggak bisa buka Liora... codet mana?"

"Ya sudah, masuk dulu ke bathtub. Entar aku panggil dia...“

"Oke." Tanpa membantah, Dewangga segera melangkah masuk ke dalam bathtub dan menurut pada semua arahan Liora.

Bukannya memangil Codet, Liora malah berjongkok di tepi bathtub. Biasanya, setiap kali diminta pria itu melepas atau memakaikan celana, justru dialah yang lebih dulu salah tingkah. Wajahnya akan memerah, sementara Dewangga hanya memasang ekspresi polos seolah tidak terjadi apa-apa.

Namun kali ini berbeda.

Sejak mengetahui Dewangga hanya berpura-pura polos, rasa malunya perlahan menghilang, berganti dengan keinginan kecil untuk membalas semua tingkah pria itu.

Tanpa ragu, Liora meraih pinggang celana Dewangga. “Mulai sekarang, aku yang bantu.“

Mata Dewangga sempat membelalak sebelum buru-buru memasang kembali wajah polosnya. Biasanya dialah yang gemar menggoda Liora. Wanita itu selalu mudah salah tingkah, bahkan hanya karena tatapan iseng darinya. Namun kali ini keadaan justru berbalik. Melihat Liora bersikap begitu berani, Dewangga mulai bertanya-tanya. Sejak kapan istrinya berubah menjadi seberani ini?

Liora menangkap perubahan ekspresi suaminya dan hampir saja tergelak. Dalam hati ia merasa puas, karena selama ini Dewangga begitu senang membuatnya gugup. Sesekali tidak ada salahnya jika giliran pria itu yang dibuat kehilangan ketenangan.

"Kenapa? Katanya nggak bisa buka sendiri?" tanya Liora santai.

Dewangga berdeham pelan. "I-iya..."

"Kalau begitu diam saja."

Liora melanjutkan bantuannya dengan melorotkan celana Dewangga tanpa terlihat canggung sedikit pun. Justru Dewangga yang kini duduk dengan kaku di dalam bathtub, pandangannya tak lagi tahu harus diarahkan ke mana. Wajahnya mulai memanas, sementara Liora tetap memasang ekspresi tenang seolah tak terjadi apa-apa.

Melihat Dewangga yang mendadak kehabisan akal, senyum tipis tersungging di bibir Liora. Rasanya menyenangkan juga melihat pria itu akhirnya merasakan bagaimana gugupnya selama ini setiap kali dijahili oleh suaminya itu.

Liora mengambil gayung, lalu menyiramkan air hangat perlahan ke bahu Dewangga.

"Nggak kepanasan, kan?"

Dewangga menggeleng cepat. "Enggak."

"Bagus."

Liora mulai mengusapkan sabun ke lengan pria itu dengan gerakan pelan. Tatapannya tetap fokus, seolah yang dilakukannya hanyalah rutinitas biasa. Sikap tenang itu justru membuat Dewangga semakin gelisah.

"Liora..."

"Hm?"

"Kamu... kok hari ini beda?"

Liora menghentikan gerakannya sesaat, lalu menatap Dewangga dengan senyum tipis.

"Beda bagaimana?"

"Kamu... nggak malu."

"Memangnya harus malu?" balas Liora ringan.

Dewangga terdiam, ia benar-benar kehabisan kata-kata.

Melihat ekspresi pria itu yang terlihat tak bisa berkutik, Liora nyaris tertawa lagi. Rupanya Dewangga juga bisa gugup ketika keadaan berbalik.

"Diam dulu," katanya sambil melanjutkan membilas busa di bahu Dewangga. "Kalau banyak bergerak, sabunnya masuk mata."

"Oke..."

Kali ini Dewangga benar-benar menurut. Ia duduk manis di dalam bathtub, sesekali mencuri pandang ke arah Liora yang tampak begitu santai.

Gawat... jangan-jangan Liora sudah tahu kalau aku selama ini cuma pura-pura polos. Dalam hati, pria itu hanya bisa mengeluh.

Saat Dewangga masih sibuk memikirkan perubahan sikap Liora, tiba-tiba...

Grep!

Tiba-tiba saja Liora meraih bagian bawah tubuh Dewangga untuk membantunya membersihkan area 'milik' pria itu yang selama ini selalu dihindari. Sentuhan lembut tangan Liora di area sensitifnya membuat tubuh Dewangga menegang seketika. Diikuti reaksi miliknya yang membesar, membuat wajahnya langsung berubah merah padam.

Kali ini Dewangga benar-benar tak mampu menyembunyikan keterkejutannya, biasanya Liora akan melewati bagian 'itu'. Namun sekarang, istrinya justru melakukannya tanpa ragu.

Apa-apaan ini?!

Sementara Liora menahan seringai di balik wajahnya yang mulai memerah.

Hahaha... biasanya kamu yang membuatku salah tingkah. Sekarang rasakan sendiri bagaimana rasanya!

Meski berusaha terlihat santai, pipi Liora tetap memanas. Ia bukan gadis yang tidak mengerti apa pun, perubahan 'reaksi' tubuh bagian sensitif Dewangga membuatnya langsung memahami penyebabnya.

Namun alih-alih panik, Liora memilih tetap bersikap tenang. Justru ekspresi gugup Dewangga membuatnya semakin yakin bahwa kali ini dialah yang berhasil memenangkan permainan kecil di antara mereka.

1
Pa Muhsid
ngidam nya jadi Tarzan
Aditya hp/ bunda Lia
ibu komisaris hamil ... 😂
ρυтяσ kang'typo✨
ayo lanjut kaaaa👍👍👍
ρυтяσ kang'typo✨
wkwkwkw....fiks ini mah🤣🤣🤣pasti Liora hamidun 😍🥰🥰🥰yesssss Keivan mau punya ade
ρυтяσ kang'typo✨
good Indra...pilihan mu tepat sekali,sudah di kasih kesempan emang harus di jaga,u benar di kubu Liora/Dewangga 😇
ρυтяσ kang'typo✨
semoga Indra beneran mau berubah ya,tidak tergoda dengan tawaran Rafael..
merry
drma mulai codet mngkin plg bnyk kena getah ya
Muft Smoker
sang nyonya yg hamil ,, semua org jd sasaran empuk ,,
sabar yx ,, harap di maklumi ,, ibu hamil ini 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Nie
Keivan siap² dipanggil kakak deh
tinie
Waduuh nyonya hamil
semua penghuni rumah bisa kena sasaran🤣🤣
Rita
🤣🤣🤣🤣🤣🤣siap2 mode bumil on
Rita
👍👍👍👍👍👍👍
Rita
nah nah nahhhhkannnn😂😊😊😊
Rita
heh jgn2
Muft Smoker
pilihan yg tepat iindra ,, km udh brani jujur dg liora ,, mulai saat ni berubah laa menjadii lebih baik lgi ,, kesalahan yg dlu jgn sampai terulang hanya krn km takut ,,
hidup , mati , Susah , senang bukan si Rafael yg atur ,, tp Tuhan ,, 😁😁😁😁😁😁
Rita
saling percaya,🥰🥰🥰
Rita
semakin seru 🥰🥰🥰🥰
Rita
ngancem dih,ditolak g terima
Rita
heh inget karma kamu
merry
/Facepalm//Slight//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/kluarga sengklek ap klurga stres ya 🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!