NovelToon NovelToon
SANG PENUAI NYAWA

SANG PENUAI NYAWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

Dibuang dan dicap sebagai ancaman oleh militer korup karena membangkitkan Morthas—Malaikat Maut Kelas Misterius yang arogan dan ditakuti sejarah—Kael Ardyn diselamatkannya oleh guild terlarang di luar dinding peradaban. Bersama tiga jiwa abnormal lainnya, Kael harus melatih ranah jiwanya di Lapisan Kedua yang mematikan. Ini adalah kisah persekutuan empat jiwa yang siap mengguncang hukum dunia yang korup!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PILIHAN YANG DI TENTANG

BAB 2: PILIHAN YANG DITENTANG

​Melihat Kael yang kini terkulai tak berdaya, Jenderal Ironclad memberikan isyarat tangan yang dingin.

​"Pasukan! Amankan area!" teriak sang Jenderal penuh penekanan.

​"Eksekusi bocah itu sekarang juga sebelum entitas liar itu benar-benar menggerogoti jiwanya!"

​Ratusan prajurit elite merangsek maju, derap langkah mereka yang serentak menggetarkan lantai batu.

​Aura dari senjata dan perisai mereka berdenting, bersiap menghabisi nyawa yang dianggap 'cacat' itu. Namun, tepat saat mata pedang pertama hampir menyentuh kulit leher Kael, atmosfer di dalam aula mendadak membeku.

​Hah... Hah...

​Napas ratusan orang di ruangan itu seketika berubah menjadi uap putih tipis. Suhu merosot drastis hingga menyakitkan.

​Keheningan yang janggal merayap, melumpuhkan pergerakan prajurit hingga mereka membeku di tempat, seolah waktu telah berhenti berdetak.

​Dari balik kegelapan sudut aula yang paling pekat, terdengar suara ketukan tongkat kayu yang santai namun bergaung berat.

​Tuk... Tuk... Tuk...

​Seorang lelaki tua dengan jubah abu-abu lusuh melangkah keluar. Rambut dan janggutnya acak-acakan.

​Penampilannya mungkin terlihat seperti gelandangan, namun begitu ia mendongak, kilatan energi dari mata tuanya membuat bulu kuduk siapa pun berdiri.

​Tanpa perlu merapalkan mantra, lelaki tua itu hanya mendengus.

​Bum!

​Gelombang tekanan jiwa yang luar biasa pekat menghantam mental para prajurit.

​Ratusan Anima peringkat tinggi milik pasukan elite itu melengking ketakutan, gemetar, dan secara paksa ditarik kembali ke dalam wadah pemiliknya.

Rasa dingin itu bukan sekadar udara biasa, melainkan hawa pembunuh yang menginjak-injak naluri bertahan hidup mereka.

Keringat di dahi para prajurit membeku menjadi kristal es kecil sebelum sempat menetes. Bahkan perisai besi tebal yang mereka genggam terasa menyengat dingin, membuat jari-jari mereka mati rasa dan hampir menumpahkan senjata ke lantai batu.

​Lelaki tua itu menatap lurus ke podium, mengunci pandangan Jenderal Ironclad yang wajahnya mendadak seputih kertas.

​"Kalian ini... hanya bisa hidup nyaman dan menjadi pengecut di balik tembok raksasa yang mulai membusuk ini," ucap lelaki tua itu.

​Suaranya rendah, namun menggetarkan setiap jengkal dinding aula.

​"Bukannya melindungi putra dari pahlawan yang mengorbankan nyawanya demi kerajaan, kalian justru mengacungkan pedang hanya karena ketakutan setengah mati?"

​"K-kau...!"

​Ironclad mengepalkan tinjunya hingga sarung tangan kulit militernya berdecit keras.

​Guratan urat kemarahan menjalar di pelipisnya yang basah oleh keringat dingin. Ia berusaha keras menahan guncangan di dadanya.

​"Mustahil! Bagaimana mungkin bajingan tua sepertimu masih bernapas?!" seru Ironclad.

​"Tiga puluh tahun lalu, dalam siklus Pengepungan Besar di Pegunungan Barat... aku melihat sendiri bagaimana tubuhmu terkoyak hingga hancur oleh kawanan Beast!"

​Di sebelahnya, Tetua Corvus mencengkeram jubah kebesarannya dengan jari-jari yang gemetar hebat.

​Keriput di wajahnya tampak makin dalam, menunjukkan kepanikan yang sulit disembunyikan.

​"Dia... salah satu dari tiga pilar yang mendirikan Guild Scar Horizon," bisik Corvus dengan suara tercekat ke arah Ironclad.

​"Manusia yang sejak awal menentang hukum monopoli kristal kita. Jika iblis tua ini kembali, kedamaian palsu yang kita bangun selama tiga dekade berada di ujung tanduk."

​Grandmaster Vaelen, sang Kepala Akademi kerajaan barat, hanya mengusap janggut panjangnya dengan tatapan kosong, lurus menatap altar batu yang kini hancur berkeping-keping.

​"Aku mengenalnya jauh lebih lama dari kalian," ucap Vaelen dengan nada berat.

​"Kemunculannya kembali, ditambah fakta bahwa ia merebut putra mendiang Komandan Ardyn... ini bukan lagi sebuah insiden. Ini adalah deklarasi perang."

​Vaelen menghela napas panjang, lalu memegang pundak Ironclad yang hendak memerintahkan serangan bunuh diri.

​"Tahan pasukanmu, Jenderal. Kita tidak bisa gegabah. Kita tidak tahu seberapa besar kekuatan yang telah dihimpun Scar Horizon di balik kegelapan luar dinding selama ini."

​Lelaki tua di bawah altar itu hanya terkekeh sinis.

​"Anak ini akan kubawa dan kulatih dengan caraku sendiri," tegasnya.

​"Duduklah yang tenang di balik sangkar emas kalian. Karena suatu saat nanti... dia akan kembali untuk menuntut penjelasan atas semua pengkhianatan ini."

​Wusss!

Jauh di dalam kegelapan Ranah Jiwa Kael yang nyaris hancur, mata merah Morthas terbuka tipis. Entitas misterius terkekeh dingin melihat kekacauan di luar.

"Manusia-manusia lemah... gemetar hanya karena secuil tekanan dari Merak Void itu,' bisik Morthas sinis, sebelum kembali tenggelam dalam kesadaran Kael yang kian menipis.

​Kegelapan di aula mendadak bergejolak. tidak ada yang berani bicara sepatah kata pun.

​Di belakang punggung sang lelaki tua, sesosok Anima purba memanifestasikan diri—sesosok Merak Void yang anggun dengan bulu-bulu sewarna ruang hampa.

​Dengan satu kepakan sayap yang memancarkan kilatan cahaya, ruang di sekitar mereka terkoyak.

​Detik berikutnya, sosok lelaki tua itu dan tubuh Kael yang tak sadarkan diri lenyap seketika, berpindah menembus dimensi tanpa meninggalkan jejak.

​Meninggalkan Aula Kebangkitan yang kini diselimuti oleh kesunyian mencekam.

​Di pusat kerajaan, api kepanikan politik mulai menyala. Namun jauh di balik jangkauan peradaban, takdir baru saja dimulai.

​Di sebuah kabin tersembunyi yang terbuat dari batu dan kayu ek kuno, sang lelaki tua mendaratkan kakinya.

​Ia membaringkan tubuh Kael yang terkulai lemas di atas ranjang sederhana.

​Napas remaja itu sangat tipis. Pembuluh darah di tangannya sempat menghitam akibat beban spiritual dari sabit merah Morthas yang terlalu masif bagi Ranah Jiwa tingkat Perunggu.

Di dalam kabin tua itu, hembusan angin malam memukul jendela kayu yang berderit. Lelaki tua itu berdiri di dekat tungku api, menyeduh ramuan herbal hitam yang memancarkan aroma pahit yang pekat.

Setiap kali Kael meringis dalam tidurnya, pembuluh darah hitam di tangannya berdenyut pelan, menolak sekaligus beradaptasi dengan sisa-sisa energi Morthas. Lelaki tua itu menatap telapak tangan Kael yang gemetar, lalu bergumam pelan.

"Bertahanlah, Bocah. Jika jiwamu hancur hanya karena menampung entitas itu di tahap awal... maka nama Ardyn benar-benar telah mati di dunia ini."

​Lelaki tua itu menatap Kael dengan pandangan rumit, Setalah tiga abad lama nya baru kali ini entitas misterius muncul kembali.

Lalu lelaki tua itu yang tidak lain adalah master guild SCAR HORIZON bernama alden sang void. lalu melangkah keluar kamar, membiarkan waktu yang menyembuhkan luka spiritual anak itu.

"Jaga tempat ini sampai dia siuman, ucap nya kepada salah satu bawahan nya di kegelapan.

​Tiga hari penuh, Kael terjebak dalam koma yang dalam, mengambang di antara garis tipis hidup dan mati.

Dalam dimensi void morthas sang penuai nyawa berbisik.

"ujian mu baru di mulai manusia fana, seberapa kokoh jiwa itu sebanar nya.

1
Aegis
punya kekuatan op, punya guru op😎
Aegis
buat selamat, masih harus bergantung pada orang lain🥴
Crimson
Gas pol
Crimson
ku vote ya /Good/
Kausafiksi.id: terimakasih abang kuh
total 1 replies
Crimson
Udah kyk adu pokemon aja /Grin/
Kausafiksi.id: 🤣🙏 siap abang kuh, tiba tiba dapat 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
total 3 replies
Anonim
cerita yang sangat menarik tidak pasaran
Anonim
cerita sangat menarik dan gak pasaran👍
Kausafiksi.id: terimasih nantikan kelanjutan nya
total 1 replies
WER
semangat kak membuat novel ya 😆👍👍👍
Kausafiksi.id: terimakasih 😁🙏
total 1 replies
Kausafiksi.id
updete sehari 2 kali ya teman teman.
Day Chuk
lanjut thor
Kausafiksi.id: terimakasih 🙏
total 1 replies
Dian Meilani
ceritanya menarik baru bab pertama, nanti kalo senggang aku mampir lagi ya kk.
Dian Meilani: yaa 👍
total 2 replies
Day Chuk
sangat menegangkan
Kausafiksi.id: iyakan 😁
total 1 replies
Day Chuk
chura apa thor
Kausafiksi.id: typo bang
total 1 replies
Day Chuk
di tunggu kelanjutan cerita nya ya
Kausafiksi.id: di usahain bang 🙏 terimaksih
total 1 replies
Day Chuk
kaya nya elena ada persaan salam kael nih 🫢
helena
lanjut thoomr✈️✈️
Kausafiksi.id: 🙏👍 siap kaka
total 1 replies
WER
semangat kak dan novel nya sukses Aamiin
Kausafiksi.id: sama sama suksek kak, aamiin
total 1 replies
WER
Thor apakah ada benih cinta di antara El dan kael pasti seru /CoolGuy/
Kausafiksi.id: Bisa kelihatan sih, sudah ada debar debar kaya nya si el
total 3 replies
WER
sabar El sabar orang sabar di sayang Tuhan 👍😆
Day Chuk: 🤣 galak amat ya cewe nya
total 2 replies
Muhammad Nur Septyawan
keren bang gua suka alur nya lumayan pas dan tidak basa basi👍
Kausafiksi.id: terimakasih bang, di bab 12 kesana baru baku hantam nya 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!