NovelToon NovelToon
SANG PENUAI NYAWA

SANG PENUAI NYAWA

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

Di dunia yang dikepung miliaran Monster ciptaan entitas purba Vitallion, kedudukan manusia ditentukan oleh seberapa agung Anima yang mereka panggil di Aula Kebangkitan.

​Kael Ardyn, putra tunggal mendiang pahlawan militer, mendapati takdirnya hancur dalam semalam. Bukan makhluk Mitologi agung yang ia bangkitkan, melainkan Morthas (Sang Penuai Nyawa)—entitas Kelas Misterius berwujud Malaikat Maut yang terhapus dari sejarah ribuan tahun.

​Dicap sebagai ancaman haram oleh Kerajaan Barat yang korup, Kael dijatuhi hukuman eksekusi mati. Diselamatkan di detik-detik terakhir oleh pendiri Guild Scar Horizon, Kael dilarikan ke alam liar di luar Dinding Peradaban.

​Bersama persekutuan empat jiwa abnormal penguasa Anomali—Phoenix Api, Mammoth Purba, dan Kraken Kinetik—Kael menempa jiwanya untuk menguasai energi Kematian murni.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DEKLARASI DI ATAS RERUNTUHAN

​BAB 2: DEKLARASI DI ATAS RERUNTUHAN

​Melihat Kael Ardyn yang terkulai lemas di atas altar yang hancur, Jenderal Ironclad memberikan isyarat tangan yang dingin.

​“Pasukan! Amankan area!” teriak sang Jenderal menggelegar, mencabut pedangnya lurus ke udara.

​“Eksekusi bocah itu sekarang juga sebelum entitas liar itu benar-benar menggerogoti dan menghancurkan tatanan kerajaan!” lanjut Ironclad penuh penekanan.

​BRAKKK!

​Ratusan prajurit elite merangsek maju secara serempak, derap langkah zirah besi mereka menggetarkan lantai batu aula.

​Aura Ranah Perak dan Emas dari senjata serta perisai mereka berdenting nyaring, bersiap menghabisi nyawa remaja lima belas tahun yang dicap 'cacat terkutuk' itu.

​Namun, tepat saat mata pedang pertama hampir menyentuh kulit leher Kael, atmosfer di dalam aula mendadak membeku secara ekstrem.

​Hah... Hah...

​Napas ratusan orang di ruangan itu seketika berubah menjadi uap putih tipis. Suhu merosot drastis hingga menyengat kulit.

​Keheningan yang janggal merayap cepat, melumpuhkan pergerakan prajurit hingga mereka membeku di tempat, seolah waktu telah berhenti berdetak.

​Rasa dingin itu bukan sekadar perubahan udara biasa, melainkan hawa pembunuh murni yang menginjak-injak naluri bertahan hidup mereka.

​Keringat di dahi para prajurit membeku menjadi kristal es kecil sebelum sempat menetes. Perisai besi tebal yang mereka genggam terasa membakar dingin, membuat jari-jari mereka mati rasa dan hampir menjatuhkan senjata.

​Dari balik kegelapan sudut aula yang paling pekat, terdengar suara ketukan tongkat kayu yang santai namun bergaung berat.

​Tuk... Tuk... Tuk...

​Seorang lelaki tua dengan jubah abu-abu lusuh melangkah keluar dari bayangan. Rambut dan janggut putihnya tampak acak-acakan.

​Penampilannya mungkin terlihat seperti gelandangan biasa, namun begitu ia mendongak, kilatan energi dari mata tuanya membuat bulu kuduk siapa pun berdiri.

​Tanpa perlu merapalkan mantra atau memanggil Anima, lelaki tua itu hanya mendengus rendah.

​BOOOOOM!

​Gelombang tekanan jiwa yang luar biasa pekat menghantam mental seluruh prajurit di dalam ruangan.

​Ratusan Anima Peringkat Tinggi milik pasukan elite itu melengking ketakutan, gemetar, dan secara paksa ditarik kembali ke dalam wadah pemiliknya.

​Lelaki tua itu menatap lurus ke podium tinggi, mengunci pandangan Jenderal Ironclad yang wajahnya mendadak seputih kertas.

​“Kalian ini... hanya bisa hidup nyaman dan menjadi pengecut di balik tembok raksasa yang mulai membusuk ini,” ucap lelaki tua itu.

​Suaranya rendah, namun getarannya sanggup meretakkan setiap jengkal dinding batu aula.

​“Bukannya melindungi putra dari pahlawan yang mengorbankan nyawanya demi kerajaan, kalian justru mengacungkan pedang hanya karena ketakutan setengah mati?”

​“K-Kau...!” Ironclad mengepalkan tinjunya hingga sarung tangan kulit militernya berdecit keras.

​Guratan urat kemarahan menjalar di pelipisnya yang basah oleh keringat dingin. Ia berusaha keras menahan guncangan ketakutan di dadanya.

​“Mustahil! Bagaimana mungkin bajingan tua sepertimu masih bernapas?!” seru Ironclad dengan nada gemetar.

​“Tiga puluh tahun lalu, dalam siklus Pengepungan Besar di Pegunungan Barat... aku melihat sendiri bagaimana tubuhmu terkoyak hingga hancur oleh kawanan Beast!”

​Di sebelahnya, Tetua Corvus mencengkeram jubah kebesarannya dengan jari-jari yang gemetar hebat. Keriput di wajahnya tampak makin dalam, memancarkan kepanikan politik yang sulit disembunyikan.

​“Dia... salah satu dari tiga pilar yang mendirikan Guild Scar Horizon,” bisik Corvus dengan suara tercekat ke arah Ironclad.

​“Manusia yang sejak awal menentang hukum monopoli kristal kita. Jika iblis tua ini kembali, kedamaian palsu yang kita bangun selama tiga dekade berada di ujung tanduk.”

​Grandmaster Vaelen, sang Kepala Akademi Kerajaan Barat, hanya mengusap janggut panjangnya dengan tatapan kosong, lurus menatap altar batu yang kini hancur berkeping-keping.

​“Aku mengenalnya jauh lebih lama dari kalian,” ucap Vaelen dengan nada berat dan dingin.

​“Kemunculannya kembali, ditambah fakta bahwa ia merebut putra mendiang Komandan Ardyn... ini bukan lagi sebuah insiden sepele. Ini adalah deklarasi perang.”

​Vaelen menghela napas panjang, lalu memegang pundak Ironclad yang hendak memerintahkan serangan bunuh diri.

​“Tahan pasukanmu, Jenderal. Kita tidak bisa gegabah. Kita tidak tahu seberapa besar kekuatan yang telah dihimpun Scar Horizon di balik kegelapan luar dinding selama ini.”

​Lelaki tua di bawah altar itu hanya terkekeh sinis melihat kepanikan para petinggi kerajaan.

​“Anak ini akan kubawa dan kulatih dengan caraku sendiri,” tegasnya, menunjuk raga Kael yang tergeletak.

​“Duduklah yang tenang di balik sangkar emas kalian. Karena suatu saat nanti... dia akan kembali untuk menuntut penjelasan atas semua pengkhianatan ini.”

​Jauh di dalam kegelapan Ranah Jiwa Kael yang nyaris hancur, sepasang mata merah Morthas terbuka tipis. Entitas Kelas Misterius itu terkekeh dingin menyaksikan kekacauan di dunia nyata.

​“Manusia-manusia lemah... gemetar hanya karena secuil tekanan dari Merak Void itu,” bisik Morthas sinis, sebelum kembali tenggelam ke dalam kegelapan batin tuannya.

​Atmosfer di dalam aula mendadak bergejolak hebat. Tidak ada satu pun prajurit yang berani memunculkan niat membunuh lagi.

​Di belakang punggung sang lelaki tua, sesosok Anima purba bermanifestasi penuh—sesosok Merak Void yang anggun dengan bulu-bulu bercahaya sewarna ruang hampa.

​WUUUUUHHHSSSSSS!

​Dengan satu kepakan sayap yang memancarkan kilatan cahaya perak, ruang dimensi di sekitar mereka terkoyak paksa.

​Detik berikutnya, sosok lelaki tua itu dan tubuh Kael yang tak sadarkan diri lenyap seketika, berpindah menembus ruang tanpa meninggalkan jejak.

​Meninggalkan Aula Kebangkitan yang kini diselimuti oleh kesunyian mencekam dan api kepanikan politik yang mulai membesar.

​Jauh di balik jangkauan peradaban manusia, di sebuah kabin tersembunyi yang terbuat dari batu gunung dan kayu ek kuno, sang lelaki tua mendaratkan kakinya.

​Ia membaringkan tubuh Kael yang terkulai lemas di atas ranjang kayu sederhana.

​Napas remaja itu sangat tipis dan terputus-putus. Pembuluh darah di tangannya sempat menghitam akibat beban spiritual dari sabit merah Morthas yang terlalu masif bagi Ranah Jiwa Perunggu Awal.

​Di dalam kabin tua itu, hembusan angin malam memukul jendela kayu yang berderit pelan. Lelaki tua itu berdiri di dekat tungku api, menyeduh ramuan herbal yang memancarkan aroma pahit yang pekat.

​Setiap kali Kael meringis menahan sakit dalam tidurnya, pembuluh darah hitam di tangannya berdenyut pelan, menolak sekaligus beradaptasi dengan sisa-sisa energi maut Morthas.

​Lelaki tua itu menatap Kael dengan pandangan rumit. Setelah tiga abad lamanya sejak tragedi kelam masa lalu, baru kali ini entitas Kelas Misterius muncul kembali di dunia manusia.

​Lelaki tua itu—yang tidak lain adalah Grand Master Alden sang pelindung Merak Void, pendiri Guild Scar Horizon—menghela napas panjang.

​“Bertahanlah, Bocah. Jika jiwamu hancur hanya karena menampung entitas itu di tahap awal... maka nama besar Ardyn benar-benar telah mati di dunia ini,” gumam Alden pelan.

​Alden melangkah keluar kamar, membiarkan waktu yang menyembuhkan luka spiritual di dalam wadah jiwa anak itu.

​“Jaga tempat ini sampai dia siuman,” ucap Alden tegas kepada salah satu sosok pengawal yang berdiri di dalam kegelapan koridor.

​Tiga hari penuh, Kael terjebak dalam koma yang sangat dalam, mengambang di antara garis tipis hidup dan mati.

​Di dalam kegelapan dimensi Void yang pekat, suara berat Morthas kembali bergaung mengguncang kesadaran Kael yang rapuh.

​“Ujianmu baru saja dimulai, Manusia Fana... Mari kita lihat, seberapa kokoh jiwamu yang sebenarnya di hadapan takdir ini.”

1
Kausafiksi
update sahari dua kali 😆🙏 tungguan sajah
Day Chuk
di tunggu kelanjutan nya thor
Luthfi Afifzaidan
tetap sehat n semangat thor
Kausafiksi: terimakasih banyak dukungan nya, sehat selalu untuk mu 🙏
total 1 replies
Aegis
punya kekuatan op, punya guru op😎
Aegis
buat selamat, masih harus bergantung pada orang lain🥴
Crimson
Gas pol
Crimson
ku vote ya /Good/
Kausafiksi: terimakasih abang kuh
total 1 replies
Crimson
Udah kyk adu pokemon aja /Grin/
Kausafiksi: 🤣🙏 siap abang kuh, tiba tiba dapat 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
total 3 replies
Septiana Athorid
cerita yang sangat menarik tidak pasaran
Septiana Athorid
cerita sangat menarik dan gak pasaran👍
Kausafiksi: terimasih nantikan kelanjutan nya
total 1 replies
WER
semangat kak membuat novel ya 😆👍👍👍
Kausafiksi: terimakasih 😁🙏
total 1 replies
Kausafiksi
updete sehari 2 kali ya teman teman.
Day Chuk
lanjut thor
Kausafiksi: terimakasih 🙏
total 1 replies
Dian Meilani
ceritanya menarik baru bab pertama, nanti kalo senggang aku mampir lagi ya kk.
Dian Meilani: yaa 👍
total 2 replies
Day Chuk
sangat menegangkan
Kausafiksi: iyakan 😁
total 1 replies
Day Chuk
chura apa thor
Kausafiksi: typo bang
total 1 replies
Day Chuk
di tunggu kelanjutan cerita nya ya
Kausafiksi: di usahain bang 🙏 terimaksih
total 1 replies
Day Chuk
kaya nya elena ada persaan salam kael nih 🫢
helena
lanjut thoomr✈️✈️
Kausafiksi: 🙏👍 siap kaka
total 1 replies
WER
semangat kak dan novel nya sukses Aamiin
Kausafiksi: sama sama suksek kak, aamiin
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!