BACA INI!!
Dia yang seharusnya mati karena jatuh dari jurang malah di tarik ke masa depan.
Separuh jiwanya yang hilang di lengkapi oleh jiwa seorang calon Dewi.
bola matanya yang khas,dan berubah saat raganya pertama kali di ambil alih oleh Dewi tersebut.
masih menjadi teka teki siapa sebenarnya orang tua yue yin ini, ia pernah menelusuri setiap kota tapi tak pernah berjumpa dengan mereka, apakah orang tua yin'er telah mati?, atau masih hidup?, atau memang tidak tinggal di bumi dan punya status yang tidak biasa?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon It's me Lia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 30
Kriiiing......
Jam telah memasuki jam istirahat, sedari tadi Freya hanya duduk sesekali ia bermain dengan Bimo dan Rangga.
Sedangkan Alex bermain bola dengan yang lain, sesekali ia tukar posisi dengan Rangga ataupun Bimo.
Freya hanya antusias dengan sesuatu yang sedang kelas Alex lakukan, namun ia tidak antusias untuk mengikuti kegiatan itu.
" Alex, nanti biar gw bayar sendiri deh. ", ucap Freya membuka suara.
Mereka tengah berada di perjalanan untuk menuju kantin bersama dengan teman-teman Alex.
" Ga ey, ga bisa gitu. ", bantah Alex.
" Gw aja mau nraktir kalian semua. ", sambung Alex.
" Wiih beneran nih brey. ", saut zoel mendengar tutur Alex. Zoel menggosok tangannya ia sangat antusias.
"Zoel kalo makan no 1.", ucap Mikel melihat Zoel.
"Bisa gawat kalo duit yang Xander kasih tadi ga abis. ", bisik Alex ke Freya.
" Buang aja ga ya?. ", ucap Freya enteng.
" Eya gila nih. ", saut Bimo.
" Ey duit ga boleh di buang buang. ", ucap Alex.
" Maksud gw, buang buat beli sesuatu gitu. ", Ucap Freya menatap alex dengan menyipitkan matanya.
" Hoalah. ", Alex menepuk jidatnya pelan.
" Gatau lah, gw laper. ", Freya berjalan kecil mencari meja kosong.
Banyak dari mereka terutama para mahasiswa yang belum bertemu dengan Freya di buat kagum. Bahkan yang telah berpapasan dan telah mengenal Freya juga tak habis-habisnya di buat kagum oleh Freya.
" Ibu kantin pesen dong. ", teriak Mikel namun sopan.
Mereka semua duduk di dekat jendela sembari menikmati indahnya taman yang terdapat di situ.
Mereka memesan makanan dan mulai menyantapnya, disertai dengan keributan mulut Bimo, Mikel dan Rangga,sedangkan Freya, Alex, Zoel dan Mike makan dengan tenang.
" Yuhuuuu guys. ",.
Zoel tersentak kaget saat ada seseorang menepuk pundaknya, ia menoleh ke belakang dan memasang wajah dingin.
" Ah zoel mah sinis mulu mukanya. ", ucap seorang wanita beralih ke sebelah meja mereka, menduduki salah satu kursi di sana.
" Agnes Agnes Zoel kan emang gitu. ", Ucap temannya ikut duduk.
" Tapi ya nat-
"Apa nes?. ", ucap salah satu teman mereka menatap Agnes dengan tatapan dan nada mengolok-olok.
" Jessica, ishh. ", Agnes melirik Jessica sambil manyun.
" Wahahahaa, liat muka merah nya Agnes tuh. ", Monica tertawa melihat wajah manyun Agnes dan pipi merahnya.
" Natali liat mereka tu. ", Agnes melirik Natali yang sedang memandangi Freya makan.
"Aahh gemasnya. ",gumam kecil Natali.
" heh?. ", Monica, Jesicca dan Agnes yang mendengar melihat kearah di mana Natali memandang.
Freya yang tau tengah di perhatikan hanya cuek, ia menikmati makanannya dengan sangat lahap.
" Ah ya, Natali apa dia anak baru yang lu maksud?. ", ucap Monica, yang masih menatap Freya.
Natali mengangguk, ia menaruh tangannya di dagu dan masih menatap lekat Freya yang sedang mengunyah.
" Ah dia sama seperti Raya rupanya. ", gumam seseorang di dalam tubuh Freya.
" Aku rasa mereka berdua menyukaimu. ", lanjutnya di sertai dengan kekehan kecil.
Freya hanya mendengar malas ocehannya,ia melirik Zoel yang semangat memakan makanannya.
" Ey,mau nambah?. ", Alex melihat Freya yang telah selesai dengan makanannya.
Freya menggeleng dan meminum minumannya. Ia sangat bosan saat ini, entah apa yang ia lakukan kedepannya.
" Selesai ini kita ngapain?. ", tanyanya kepada Alex.
" Selesai ini-
"Lex kenalin dong. ", Agnes memotong ucapan Alex.
" Freya. ", ucap Alex singkat.
" Oh Hai Freya gua Agnes. ", ucap Agnes memperkenalkan diri.
" Gw Monica. ",
" Gw Jesicca. ",
" Gw Natali, kakak Mike sama Mikel. ", ucap Natali tersenyum ramah.
Freya hanya melirik mereka dan mengangguk, mereka mengedipkan matanya berkali-kali merasa di abaikan dengan Freya.
" Gw bosen ", gumam Freya.
Ia melirik Bimo dan Rangga yang baru selesai makan,mereka berdua tersenyum ke arah Freya, terlintas di otaknya sebuah kejahilan ia mengukir sedikit senyuman.
Freya berdiri dari duduknya mendekati sebuah meja yang terdapat beberapa murid perempuan anak kelas 10-f, kelas yang sempat ia masuki tadi.
" F-freya nyamperin kita. ", ucap salah satu dari mereka kegirangan.
" Gw ga belok, tapi ngeliat Freya bikin gw jatuh cinta. ", ucap salah satu temannya lagi mengatupkan kedua tangannya dan menaruhnya di dagu.
"Hai.", Freya duduk bergabung dengan mereka. Alex menatap kemana Freya, ia mengawasi Freya dengan wajah dinginnya yang membuat para perempuan berteriak histeris.
" H-hai. ", saut mereka kegirangan.
"Boleh gabung kan ya gw?. ", tanya Freya kepada mereka, Entahlah mood Freya tengah sangat bagus sekarang.
" Boleh banget Frey.", jawab mereka serentak.
"Jadi gw mau-
" Halo. ", Margo menghampiri Freya dengan wajah bahagianya.
" Kak Margo. ", bisik temannya kegirangan, kebetulan ia juga menggemari Margo dan teman-temannya.
Freya diam tak menyahut sapaan Margo, ia melirik Margo dari ujung rambut hingga ujung kaki lalu ia membuang mukanya.
" Hohoho pertunjukan apa yang akan ia buat. ", gumam Freya yang telah mengetahui maksud Margo.
"Apakah sapaan gw kurang lembut untuk nona ini?. ", ucap Margo.
" Sehingga nona ini tidak menyahut sapaan nya. ", Sambungnya.
" Atau memang nona ini tidak pernah di ajarkan sopan santun, dan tidak pernah di ajarkan untuk menyapa balik?. ", sambungnya lagi, ia menyunggingkan sebuah senyuman.
" Sebagai balasannya, gw buat malu lu. ", gumam Margo tertawa di dalam hatinya.
Freya masih diam dalam duduknya, menantikan waktu yang tepat. Sedangkan Alex dan yang lain telah menghampiri Freya, Alex, Bimo dan Rangga takut Freya berbuat sesuatu yang mengakibatkan fatal.
" Jangan mengusik Freya, Margo. ", ucap Alex mendekati Freya.
" Kalian mundur dulu. ", ucap Rangga lembut menyuruh beberapa anak perempuan yang Freya hampiri tadi untuk sedikit menjauh dari situ.
" Sssttttt. ", Margo meletakkan jari telunjuknya di bibirnya dan melirik ke arah Alex, mengisyaratkan agar Alex tidak ikut campur.
" Apa itu benar nona?, oh atau nona ini sama sekali tidak punya orang tua?. ", Margo benar-benar sudah melewati batas, Freya melirik Margo dengan mata tajamnya.
Memang benar ia tidak memiliki orang tua, tapi ia masih memiliki Ririn dan juga Riko yang sangat sayang kepadanya, dan juga ia juga memiliki seorang bunda angkat.
Freya berdiri dari duduknya menendang kepala Margo hingga Margo tersungkur ke lantai kantin itu,para murid terbangun dari duduk mereka.
Tendangan yang tak dapat Margo hindari, karena kecepatan Freya membuatnya tak dapat menghindari tendangan itu.
Para mahasiswa yang berada di kantin itu juga menyaksikan keributan yang di buat oleh Margo dan Freya.
Freya berjalan ke arah Margo lalu menginjak kepala Margo dengan kuat,darah dari telinga dan hidung Margo mengalir deras.
Alex,Rangga dan Bimo tak berkutik mereka tidak berani menghentikan perbuatan Freya. Itu salah Margo sendiri menghina dan sok tau tentang hidup milik Freya.
Natali dan yang lain terkaget melihat kejadian itu, teriakan histeris ketakutan keluar dari mulut beberapa mulut murid perempuan.
Setelah meluapkan emosinya, Freya berjalan ke arah kantin, meninggalkan Margo yang telah terkapar.
Margo melihat Freya yang berjalan meninggalkan, Alex dan yang lain berjalan menyusul di belakang Freya.
"Sial.", Margo merasakan pusing di kepalanya dan telinganya yang berdengung, tak lama kesadarannya menghilang.
Seseorang tersenyum jahat menyaksikan kejadian itu, ia sangat mengenali perempuan yang membuat Margo hilang kesadarannya.
" Dunia ini sangat sempit ya. ", gumam nya.
" Bro cabut yok. ", ucap temannya menepuk pelan bahunya. Ia berjalan pergi dari kantin bersama beberapa temannya.
𝚛𝚎𝚊𝚍𝚎𝚛𝚜𝚖𝚞 𝚜𝚕𝚕𝚞 𝚗𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞 𝚞𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 𝚗𝚘𝚟𝚎𝚕𝚖𝚞 𝚒𝚗𝚒... 𝚕𝚊𝚖𝚊𝚋𝚐𝚝, 𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊𝚝𝚊𝚔 𝚝𝚎𝚛𝚊𝚜𝚊, 𝚙𝚊𝚗𝚍𝚎𝚖𝚒𝚔 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚞𝚜𝚊𝚒, 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚔𝚔