Berlatar di Seoul, Seo Yerin adalah wanita karier sempurna yang hidupnya hancur setelah diracuni oleh suaminya sendiri dan dikhianati sahabat dekatnya. Namun setelah kematiannya, ia secara misterius kembali ke masa lalu tepat di hari saat dirinya dilamar.
Apa yang akan dia lakukan selanjutnya? Pertama, dia menghajar orang yang melamarnya tepat di hadapan semua orang dan merencanakan balas dendam kepada sahabat dan semua orang yang membuatnya menderita.
Namun di tengah usahanya mengubah takdir, ia tanpa sadar terlibat dengan seorang pria berbahaya dari dunia bawah tanah—seorang mafia dingin yang juga sedang menyiapkan balas dendamnya sendiri.
Apakah pembalasan dendamnya dapat membawanya menuju kebahagiaan? Atau malah membuatnya semakin terseret ke dalam jurang neraka? Saksikan perjalanan Yerin hanya di novel ini ☺️☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SuciptaYasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30 Restu (+Ilustrasi)
Yo-han tersenyum tipis. Ia menegakkan tubuhnya, lalu menundukkan kepala dengan gestur hormat yang sempurna kepada semua orang yang duduk di ruangan itu.
"Terima kasih atas kepercayaan Anda sekalian."
Obrolan malam itu berlanjut hingga larut, mencairkan ketegangan yang sempat mencekik di awal pertemuan.
Ketika jam dinding besar di ruang tengah berdenting menunjukkan waktu tengah malam, Yo-han akhirnya berpamitan untuk pulang.
Yerin berjalan beriringan di sisi Yo-han untuk mengantarnya hingga ke depan mobil. Angin malam yang dingin berembus, menerpa helai rambut Yerin, namun atmosfer di antara mereka mendadak terasa canggung.
Begitu Yo-han berbalik menghadapnya sebelum membuka pintu mobil, Yerin akhirnya menyuarakan hal yang sejak tadi ia tahan.
"Kau tidak perlu melakukan sebanyak itu, Yo-han-ssi. Uang lima ratus miliar itu harusnya sudah lebih dari cukup untuk membungkam Ayah. Kenapa kau harus melibatkan Keluarga Geumryeon dan memberi kami keuntungan sebesar itu?" ujar Yerin, suaranya pelan dan sedikit rasa bersalah.
Yo-han hanya menatap Yerin datar, namun ada binar geli yang tersembunyi di balik matanya yang gelap. Sebuah senyuman kecil terukir di bibirnya.
"Aku hanya sedang melakukan yang terbaik di depan calon mertuaku, Nona Yerin," sahut Yo-han enteng.
Yerin tertegun. Jantungnya berdebar memberi desakan aneh yang membuat pipinya terasa hangat. Namun, ia segera menepis perasaan itu dan mengerutkan dahinya cemas.
"Aku serius. Bagaimana dengan keluarga Geumryeon? Keputusanmu malam ini pasti akan memicu pertentangan di dalam faksi. Apa kau tidak khawatir mereka akan memusuhimu?"
Yo-han membuka pintu kemudi, lalu menoleh sekali lagi ke arah Yerin. Senyumnya kembali menjadi topeng dingin yang tak tersentuh.
"Semuanya berada di bawah kendaliku. Kau tidak perlu mencemaskan hal yang bukan urusanmu."
Yerin menghela napas pasrah. Ia tahu berdebat dengan pria ini hanya akan menguras energinya. Pada akhirnya, ia hanya bisa mengangguk pelan.
"Satu minggu lagi," ucap Yo-han. "Dalam satu minggu, kita akan resmi menikah. Jadi bersiaplah, jangan terlalu banyak bekerja hingga jatuh sakit sebelum hari pernikahan kita."
Yerin hanya bisa mengangguk.
Yo-han akhirnya pergi mengendarai mobilnya. Yerin hanya bisa berdiri terpaku di bawah temaram lampu jalan, menatap siluet mobil hitam itu yang perlahan menjauh dan membelah kegelapan malam.
Yerin memegang dadanya sambil merasakan sebersit perasaan asing yang tak bisa ia jelaskan.
....
(Flashback)
Di mansion mewah keluarga Seo, siang itu suasana penuh dengan gelak tawa perayaan. Denting gelas sampanye dan tawa para elite bisnis berbaur dengan alunan musik klasik yang megah.
Di tengah aula, sebuah kue tingkat lima dengan hiasan mewah menjadi pusat perhatian.
"Ayo, Yerin sayang, tiup lilinnya!" seru sebuah suara, memicu nyanyian lagu ulang tahun yang serentak bergema dari puluhan tamu berbusana mahal.
Yerin kecil, dengan gaun renda putihnya yang mengembang, berdiri di atas kursi agar bisa menggapai puncak kue.
Di sekelilingnya orang-orang bertepuk tangan ritmis, wajah-wajah mereka tampak berseri penuh sukacita palsu maupun nyata. Di bawah komando senyum lebar ayahnya, Yerin menarik napas dalam-dalam, lalu meniup deretan lilin kecil itu hingga padam.
Riuh tepuk tangan dan sorak-sorai bahagia seketika pecah memenuhi ruangan dengan atmosfer yang begitu membahagiakan.
Namun, bagi Yerin, kebahagiaan itu terasa asing.
Tak berselang lama setelah keriuhan itu memuncak, Yerin kecil menyelinap keluar. Ia duduk sendirian di bangku belakang taman mansion yang sunyi sambil menekuk lututnya dengan wajah lesu.
Suara tawa dari dalam aula terdengar samar kontras dengan kesunyian yang mendekapnya.
"Kenapa anak yang sedang ulang tahun malah merengut di sini?"
Sebuah suara terdengar mengejutkannya. Yerin mendongak dan mendapati seorang anak laki-laki yang lebih tua beberapa tahun darinya berdiri di sana.
Yerin kecil menghela napas, menunduk menatap ujung sepatunya. "Aku mau beri tahu sebuah rahasia. Tapi kau harus janji jangan bilang-bilang Ayah."
Setelah anak laki-laki itu mengangguk samar, Yerin melanjutkan dengan suara parau, "Ulang tahunku yang sebenarnya itu bukan hari ini, tapi dua hari lagi."
Anak laki-laki itu terdiam, mendengarkan lebih lanjut.
"Ayah memindahkan tanggal lahirku ke hari ini karena dua hari lagi adalah hari peringatan kematian kakek dan pamanku. Ayah bilang tanggal itu bawa sial," bisik Yerin, jemari kecilnya meremas ujung gaun.
Anak laki-laki itu tidak membalas dengan kata-kata penghibur yang klise. Ia hanya menatap Yerin lekat-lekat, merekam gurat kekecewaan di wajah gadis kecil itu. Ia tahu betul keinginan gadis itu untuk merayakan ulang tahunnya di hari yang sebenarnya.
Dua hari kemudian, di pagi hari yang cerah.
Puk!
Sayup-sayup suara sebuah benda mendarat di lantai kayu kamarnya membuat Yerin kecil menggeliat bangun.
Ia mengucek matanya yang masih mengantuk, lalu menoleh ke arah sumber suara. Di kaki lemari, sebuah bungkusan kado berukuran kecil tergeletak di sana.
Bingung, Yerin turun dari ranjang, memungut kado itu lalu bergegas berlari ke arah jendela kamar yang terbuka. Ketika ia melongokkan kepalanya ke luar, ia sempat menangkap siluet samar anak laki-laki yang kemarin di taman tengah berlari kencang membelah semak-semak untuk bersembunyi.
Rasa penasaran mengalahkan kantuknya. Dengan jemari yang tidak sabar, Yerin merobek kertas pembungkusnya. Di dalam kotak itu, terdapat sebuah gantungan kunci dengan hiasan pinguin kecil berwarna biru yang lucu.
Di bawahnya terselip secarik kertas dengan tulisan tangan yang kaku namun rapi: Selamat Ulang Tahun.
Lengkung senyum paling tulus seketika terbit di wajah Yerin kecil. Ia mendekap gantungan pinguin itu erat-erati di dadanya sambil merasakan kebahagiaan murni yang meletup-letup.
Akhirnya, ada seseorang yang merayakan hari ulang tahunnya yang sebenarnya.
......
Brak!
Kembali ke masa kini, pintu kamar mandi terbuka kasar. Yerin melangkah masuk ke kamarnya dengan terburu-buru.
"Astaga, aku sudah terlambat kerja!" gumamnya ketakutan.
Ia langsung menyergap lemari pakaiannya dan membuka kedua pintunya lebar-lebar. Jemarinya bergerak liar, menarik satu demi satu gantungan baju untuk mencari pakaian yang cocok untuk agenda penting hari itu.
Namun entah mengapa semua setelan yang terpajang mendadak tampak tidak sesuai dengan seleranya. Rasa frustrasi membuat gerakan tangannya semakin tidak sabar dan merogoh bagian dalam lemari pakaiannya hingga berantakan.
Di tengah kepanikan itu, sebuah benda kecil yang terselip di lipatan kain terdalam mendadak terlempar keluar. Benda itu jatuh dan menggelinding di atas lantai.
Yerin yang sedang melangkah mundur tanpa sengaja langsung menginjaknya dengan tumit.
"Aw!"
Yerin meringis kesakitan, refleks mengangkat kakinya dan berjongkok untuk memeriksa benda apa yang baru saja melukainya.
Napas Yerin seketika tercekat. Matanya membulat sempurna saat menatap benda di lantai itu tanpa berkedip.
"I-ini kan..."
Sebuah gantungan pinguin berwarna biru. Warnanya sudah sedikit memudar namun bentuknya sangat ia kenali.
"Aku kira ini sudah hilang... Kalau benda ini ada di sini, berarti..."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ilustrasi keluarga Seo
Source: Pinterest
jd emg mrk sdh pernah bertemu tp yerin lupa
biasa'a akan mengulangkan kejadian" sblm'a
keren crita'a
bagus alur'a... jgn smp gk lanjut ya thor
oowh... ternyata anak pungut yg menguasai dunia bawah calon'a yerin, gpp yg penting kuat smua
😂🤭
betul g yaa🤔
lanjuuut thor💪
aah inilah org yg akan menolong yerin, seorang dr dunia bawah