Asih gadis berparas cantik yang merupakan salah satu kembang desa, banyak laki-laki yang mengejar cintanya tak hanya pemuda desa, duda dan laki-laki beristri pun mengejar cinta Asih. Namun kemalangan menimpa nya Asih ditemukan seorang warga tergeletak tak bernyawa disalah satu kebun warga. Siapakah orang yang tega berbuat keji terhadap Asih?
Yuk baca terus kisahnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arztha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Hari ini Andre bersiap untuk menjemput Raka di rumah sakit, padahal kondisi Raka belum bisa dibilang baik baik saja. Namun karena niatnya ingin mendekati dokter cantik, maka dari itu ia ingin Raka untuk menjadi alasan agar dokter cantik itu mau merawat Raka di rumah nya.
"Gimana keadaan lo? " Andre duduk di samping brangkar yang Raka tempati.
"Alhamdulillah mendingan lah bos, oia kata Rizal gue mau di rawat di rumah ya bos? "
"Iya Rak, lo keberatan? "
"Nggak lah bos, malah gue seneng kalau di rawat di rumah. Bosen bos disini nggak enak."
"Kirain lo keberatan gue ajak pulang. "
"Ringan in bos kalau keberatan wkwkwk. "
Mendengar candaan Raka Andre melempar tissu ke arah wajah Raka.
"Ya udah siap siap sana gue mau ngurus administrasi dulu biar bisa keluar. "
Andre pun keluar dari ruang rawat Raka dan dia pun langsung menuju ruang administrasi. Sedangkan Rizal, Raka dan Jono membereskan barang barang yang mereka bawa.
Di sepanjang jalan menuju ruang administrasi Andre menjadi pusat perhatian pengunjung rumah sakit karena wajahnya yang tampan, mereka pun terkagum kagum saat melihat Andre.
Setelah selesai Andre pun segera menghubungi Rizal agar segera ke lobby rumah sakit untuk segera pulang.
🍂🍂🍂
Tidak seperti biasanya, kali ini puskesmas desa Rengas terlihat sangat ramai. Banyak warga yang daftar ingin berobat di sana terutama kaum adam yang rela mengantri untuk di periksa dokter cantik.
"Sust, panggil pasien berikutnya. " pintar Dokter Viona.
"Baik dok. "
Dokter Viona memeriksa dengan baik satu persatu warga yang berobat di puskesmas.
"Ramai sekali ya sus yang datang untuk berobat?"
"Iya dok, biasanya nggak seperti ini loh dok. " Suster Cindy terheran-heran melihat banyaknya pasien dihari pertama dokter Viona bertugas. Biasanya yang berobat bisa dihitung dengan jari.
"Maksudnya sus? " Dokter Viona heran.
"Biasanya tuh puskesmas kita sangat sepi dok. Jarang ada yang berobat apalagi cuma keluhannya batuk pilek kayak gini. "
"Masa sih sust? "
"Iya loh dok, apalagi semenjak adanya teror kuntilanak puskesmas ini makin sepi dok, warga enggan kemari. "
"Eh ternyata bener ya tentang teror kuntilanak itu sust? "
"Iya dok bener, udah banyak dok yang jadi korban teror kuntilanak itu. "
Dokter Viona terdiam memikirkan tentang teror kuntilanak itu. Apa yang semalam mengganggu dia pun adalah kuntilanak juga? seketika bulu kuduk nya merinding.
"Oh iya sust, semalam pintu rumah ku ada yang ngetuk tapi anehnya pas saya intip dari jendela tidak ada siapa pun di depan pintu. "
"Serius dok? kalau ada yang ngetuk malam malam jangan langsung buka pintu dok. "
"Iya sust, teman saya juga bilang seperti itu. "
"Pokoknya kalau ada yang ngetuk pintu dan mencurigakan kita pura-pura nggak dengar aja dok jangan dibukain pintu takut orang jahat atau hantu yang jail untuk ganggu kita. "
"Oke deh sust, aku jadi merinding gini hehehehe. "
"Udah nggak apa apa dok, mereka cuma jahil tapi jangan coba coba bukain pintu ya dok. "
Tak terasa waktu istirahat makan siang pun tiba. Dokter Viona dan suster Cindy berjalan menuju kantin puskesmas untuk mengisi perut mereka siang ini.
"Dok mau pesan apa biar sekalian aku pesan in. "
"Adanya apa sust? "
"Banyak sih dok. "
"Ya sudah aku pesan sendiri aja sust sambil lihat lihat barangkali ada yang enak. "
Akhirnya dokter Viona memesan apa yang dia mau, banyak macam macam lauk pauk yang membuat selera makan nya bertambah.
"Hai."
Dokter Viona menoleh ternyata Rama datang mengunjunginya di puskesmas desa.
"Eh Rama, udah makan siang belum? "
"Belum nih. Aku mau pesan dulu ya sebentar, kamu istirahat masih lama kan? "
"Oke deh, masih ko Ram. "
Rama pun memesan makan siang untuk nya sendiri.
Suster Cindy yang melihat kedatangan temannya dokter Viona pun setelah selesai makan siang ia segera pamit terlebih dahulu.
"Dok, mas aku duluan ya. "
"Loh kok duluan sust? "
"Iya dok ada kerjaan sedikit. "
"Oh Oke deh sust. "
Setelah kepergian suster Cindy Rama pun baru memulai obrolan nya.
"Ada yang ingin aku bicarain Vi. "
"Eh soal apa tuh Ram? "
"Semalam ada hal aneh nggak Vi yang kamu alamin? "
Dokter Viona mengangguk. "Semalam sih iya ada yang aneh Ram. "
"Mbok Inah dari semalam cemas sekali memikirkan mu. "
"Ko bisa Ram? "
"Entah, dari semalam sampai pagi tadi aku disuruh untuk bilang ke kamu agar kamu tinggal di tempat nya. "
"Ya ampun si mbok sampai segitunya ya memikirkan aku. " Dokter Viona sangat terharu.
"Iya dia khawatir banget sama kamu. Gimana kamu mau nggak tinggal sama mbok? "
"Hmmm gimana ya Ram? "