NovelToon NovelToon
Duri Dalam Pernikahan

Duri Dalam Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Diam-Diam Cinta
Popularitas:22.4k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

Apa yang paling menyakitkan dari pengkhianatan?

Bukan saat musuh menusukmu dari belakang, tapi saat orang yang kau anggap saudara justru merebut duniamu.

​Kinanti harus menelan kenyataan pahit bahwa suaminya, Arkan, telah menikahi sahabatnya sendiri yang bernama Alana, di belakang punggungnya. Kini, dengan kehadiran anak di rahim Alana, Kinanti dipaksa untuk berbagi segalanya.

​Tapi, Kinanti bukan wanita yang akan diam saja. Jika mereka ingin berbagi, Kinanti akan memastikan mereka menyesali keputusan itu.

Kita simak kisah selanjutnya di Cerita Novel => Duri Dalam Pernikahan.
By - Miss Ra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 30

Malam di desa itu merayap dengan sunyi yang mencekam. Di dalam kamar kecilnya, Kinanti masih terjaga.

Cahaya lampu portable yang dibawanya dari dapur menari-nari di atas lembaran kertas putih. Ia tidak lagi menangis. Matanya kering, namun di dalamnya terpancar ketenangan yang lebih menakutkan daripada badai mana pun.

Ia menatap secarik foto keluarga yang ia bawa di dalam dompetnya. Arkan, dirinya, dan Arjuna yang baru lahir. Di foto itu, Arkan terpaksa tersenyum seolah ia adalah pria paling bahagia di dunia.

"Dulu, senyum ini adalah hidupku, Arkan," bisik Kinanti pelan, jarinya mengusap wajah Arkan di foto itu sebelum perlahan meremas kertas tersebut hingga hancur. "Sekarang, senyum ini adalah tanda kematian bagi kewarasanku."

~~

Jakarta, Pukul 21.00 WIB

Di sebuah rumah mewah, suasana sangat kontras. Arkan sedang berdiri di balkon, memegang gelas kristal berisi cairan amber. Di belakangnya, beberapa kontraktor interior sedang memaparkan desain kamar bayi yang sangat megah.

"Saya ingin kamar ini selesai dalam tiga hari," ucap Arkan sombong. "Warna biru langit, dengan fasilitas terbaik. Ini untuk putra mahkota Wiratama."

Salah satu staf ragu-ragu bertanya, "Apakah Ibu Kinanti sudah menyetujui desain ini, Pak?"

Arkan berbalik, matanya berkilat marah. "Siapa yang membayar kalian? Saya atau istri saya? Mulai sekarang, jangan pernah sebut nama itu di depan saya. Dia sedang libur panjang, dan mungkin tidak akan pernah kembali ke posisi semula."

Setelah para staf itu pergi, Arkan memandang kerlap-kerlip lampu Jakarta. Ia merasa seperti penguasa jagat raya.

"Kinanti terlalu kaku," pikir Arkan. "Dia pikir dunia ini hanya soal angka dan kerja keras. Dia lupa bahwa pria butuh dipuja, bukan diperintah. Alana memberikan apa yang tidak pernah bisa diberikan Kinanti, pengabdian tanpa syarat."

Arkan tidak tahu bahwa pengabdian Alana hanyalah cermin dari rasa haus akan harta yang selama ini tidak bisa ia gapai. Arkan terlalu buta untuk melihat bahwa Alana mencintai dompet Arkan, bukan jiwa Arkan yang sudah membusuk.

***Desa, Jawa Tengah – Keesokan Paginya***

Kinanti terbangun oleh suara ayam jantan yang bersahutan. Ia melihat Ibu Sarah sudah menyiapkan sarapan sederhana, nasi tiwul dan sambal bawang. Kinanti makan dengan tenang, sebuah ketenangan yang membuat Ibu Sarah merasa asing.

"Nak... apa kamu benar-benar akan tinggal di sini lebih lama?" tanya Ibu Sarah lembut.

"Tidak, Bunda. Sore ini aku pulang ke Jakarta," jawab Kinanti tanpa ekspresi.

Ibu Sarah terkejut. "Tadi malam kamu bilang ingin menunggu sampai Arkan menguras asetnya?"

Kinanti meletakkan sendoknya, menatap ibunya dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Rencananya berubah, Bun. Aku tidak bisa membiarkan Arjuna terlalu lama di bawah pengaruh Arkan. Aku baru saja mendapat kabar, Arkan mulai membawa orang-orang asing masuk ke rumah kami untuk mengubah dekorasi. Dia mencoba menghapus jejakku di rumah itu."

Kinanti berdiri, merapikan rambutnya yang kini ia ikat kencang ke belakang.

"Aku akan membiarkan dia mengirim uang pada Alana. Aku akan membiarkan dia membangun istana untuk wanita itu. Tapi aku akan pulang untuk memastikan satu hal, bahwa di rumah Wiratama, tidak ada tempat untuk pengkhianat. Aku akan menjadi hantu yang paling nyata bagi Arkan."

~~

***Jakarta, Sore Hari***

Arkan baru saja selesai memimpin rapat direksi. Ia merasa hebat karena semua orang tampak tunduk padanya.

Namun, ia tidak menyadari bahwa di belakang punggungnya, para direksi saling bertukar pandang cemas. Mereka melihat pengeluaran perusahaan yang membengkak secara tidak logis untuk kepentingan pribadi sang Direktur Utama.

Saat Arkan melangkah keluar dari lift menuju lobi, langkahnya terhenti. Jantungnya serasa berhenti berdetak sesaat.

Di sana, berdiri Kinanti.

Wanita itu tidak tampak hancur. Ia mengenakan setelan jas kerja berwarna merah marun yang sangat tajam.

Wajahnya dipulas make-up sempurna, dengan lipstik merah menyala yang menegaskan kekuatannya. Ia berdiri di tengah lobi, dikelilingi oleh sekretarisnya yang sudah kembali ke sisinya.

"Selamat sore, Arkan," sapa Kinanti, suaranya tenang, datar, namun bergema di seluruh ruangan lobi yang tiba-tiba senyap.

Arkan mencoba menguasai diri. Ia memasang wajah angkuh. "Oh, kau sudah pulang? Aku kira kamu akan selamanya di desa."

Beberapa staf yang mendengar ucapan kasar Arkan itu terkesiap. Namun Kinanti hanya tersenyum tipis. Sebuah senyum yang membuat bulu kuduk Arkan berdiri.

"Aku pulang karena aku sadar, seorang ratu tidak boleh membiarkan istananya dikelola oleh seorang badut lebih lama lagi," ucap Kinanti sambil melangkah mendekati Arkan.

Ia berhenti tepat di depan suaminya, menghirup aroma alkohol yang masih tercium tipis dari tubuh Arkan.

"Aku dengar kamu sibuk mengirim seseorang dan memberikan uang ke desa, Arkan? Satu miliar untuk sebuah rumah? Dan kartu ATM dengan limit tak terbatas untuk Alana?" Kinanti berbisik tepat di telinga Arkan, suaranya seperti desisan ular.

Wajah Arkan memucat. "Bagaimana kamu..."

"Jangan tanya bagaimana aku tahu. Tanyalah pada dirimu sendiri, seberapa banyak hukum yang sudah kamu langgar dengan menggunakan dana talangan perusahaan untuk membiayai wanita simpananmu," Kinanti mundur selangkah, menatap Arkan dengan hinaan yang nyata.

"Tapi tenang saja," lanjut Kinanti dengan suara keras agar didengar semua orang. "Aku tidak akan melaporkanmu hari ini. Aku ingin melihat seberapa jauh kamu bisa bertindak gila. Nikmati uang itu, Arkan. Karena setiap rupiah yang masuk ke saku Alana, adalah satu langkah lagi menuju jeruji besi bagimu."

Arkan mengeram, ia mencoba mencengkeram lengan Kinanti, namun Kinanti dengan cepat menepisnya.

"Jangan sentuh aku dengan tangan yang sudah menyentuh wanita murah itu," desis Kinanti. "Sekarang, minggir. Aku ingin melihat anakku. Dan ingat satu hal... jika aku mendengar Arjuna dibawa keluar dari rumah tanpa seizinku, aku tidak akan hanya menghancurkan hartamu. Aku akan menghancurkan hidupmu sampai kamu berharap tidak pernah dilahirkan."

Kinanti melangkah pergi menuju lift pribadi, meninggalkan Arkan yang gemetar karena marah sekaligus takut.

~~

Malam itu, di kediaman Wiratama, suasana kembali mencekam. Arkan pulang dengan emosi meluap. Ia mendapati Kinanti sedang duduk di ruang makan, menyuapi Arjuna dengan tenang seolah tidak ada badai yang sedang berlangsung.

Arkan membanting tasnya ke meja. "Kamu pikir kamu siapa, Kinanti?! Mengancamku di depan stafku?!"

Kinanti tidak menoleh. Ia terus menyuapi Arjuna. "Aku istrimu. Pemegang saham mayoritas bayangan yang belum kamu sadari kekuatannya. Dan ibu dari anak ini."

"Alana adalah ibu kandungnya!" teriak Arkan frustrasi.

Kinanti meletakkan mangkuk bayi itu perlahan. Ia berdiri, menggendong Arjuna, dan menyerahkannya pada pengasuh agar dibawa ke kamar. Setelah Arjuna pergi, Kinanti berbalik menghadapi Arkan.

"Ibu kandung adalah dia yang melahirkan, tapi ibu sejati adalah dia yang menjaga martabat anak ini agar tidak malu memiliki ayah seperti kamu," ucap Kinanti dingin.

"Dengar Arkan... kamu mau memanjakan Alana? Silakan. Kirimkan satu atau sepuluh miliar lagi besok jika perlu. Aku tidak akan melarang. Aku ingin kalian bahagia. Sangat bahagia," Kinanti berjalan mendekat, merapikan kerah jas Arkan yang berantakan. "Karena aku ingin melihat wajah Alana saat dia menyadari bahwa semua kemewahan yang kamu berikan hanyalah hutang yang harus ia bayar dengan penderitaan saat aku mengambilnya nanti."

Arkan menatap mata Kinanti dan ia melihat sesuatu yang berbeda. Tidak ada lagi cinta di sana. Tidak ada lagi pengampunan. Yang ada hanyalah perhitungan dingin seorang wanita yang sudah mati rasa.

"Kamu monster, Kinanti," bisik Arkan ngeri.

Kinanti tertawa kecil, suara tawa yang hampa. "Aku bukan monster, Arkan. Aku adalah cermin dari perbuatanmu. Kamu yang menciptakan aku sekarang. Selamat menikmati neraka yang kamu bangun sendiri, Sayang."

Kinanti berbalik dan naik ke lantai atas, meninggalkan Arkan sendirian di ruang tamu yang luas dan dingin.

Di kejauhan, di sebuah desa, Alana sedang mencoba perhiasan emas barunya dengan senyum bahagia, sama sekali tidak menyadari bahwa emas itu sedang dipanaskan oleh Kinanti untuk menjadi belenggu yang akan menghancurkan mereka semua.

Permainan baru saja dimulai. Kinanti tidak sedang mempertahankan rumahtangganya. Ia sedang menjaga kuburan agar korbannya tidak lari sebelum waktunya.

...----------------...

**To Be Continue** ....

1
Arieee
bagus👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Oma Gavin
ceraikan saja Arkan biar bahagia sama selingkuhan pastinya kere dan alana ngga bakalan lagi mau sama arkan tujuan alana ngerebut arkan hanya kekayaan
stela aza
❤️❤️❤️
stela aza
Thor ini jadinya gimana hubungan Arkan dan Kinanti mau lanjut apa di gantikkan sama dewa ,,, kalau emang Ama Arkan mau the end buruan selesai kan hubungan mereka,,, soale wis bosen part Arkan dan Kinanti,,,
Siti Zaid
Author lanjut..kesian pulak pada arkan...tapi itulah harga yg harus dia bayar kerana pengkhianatan nya pada kinanti...
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
pokoknya ya kinanti kamu jangan mudah terbujuk rayu sama arkan kalau bisa kamu siksa arkan sehancur2nya, jangan kalah dr arkan, ceraikan ðlm diam saja, biar dia tdk bisa berkata2 lagi dan jd gembel
Agus Tina
baguus ...
Maria Magdalena Indarti
author makasih ada Dewa untuk warnai hidup Kinanti
Maria Magdalena Indarti
penghianat tetap penjahat.
ga punya hati. .. tetap berselingkuh
Tunggu hukum karma selanjutnya
Maria Magdalena Indarti
wow Kinanti luar biasa. Libas abis kel Hadiningrat... Arkan.. .. ya hianati malah mau berjaya
Maria Magdalena Indarti
horeee... Kinanti sdh sedia payung sblm ujan.
Maria Magdalena Indarti
wah... wah... penghianat akan menang nih.
Kinanti yg dihianati kalah. ga setuju
Siti Zaid
Semoga Arkan menyedari kesalahan nya pada kinanti..walau berkemungkinan mereka akan berpisah juga pada akhirnya...
Maria Magdalena Indarti
kinanti tetap kuat
Maria Magdalena Indarti
lanjut Kinanti
Kale
suka pemeran kinanti,,tanpa airmata,gk menyek" meskipun pernikahannya hancur👍
Maria Magdalena Indarti
mantap Kinanti pegang kendali
Siti Zaid
Author..terima kasih selalu update cerita nya👍👍👍
Agus Tina
Bagus

.👍
Siti Zaid
Alana..nikmati lah rasa bahagia kamu sebelum derita musnah kan seluruh hidup kamu dan juga Arkan😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!