NovelToon NovelToon
Bukan Betty La Fea

Bukan Betty La Fea

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: kalung senja

#bebas promo euy!!!🥳🥳🥳
#yang mampir wajib like..komen dan vote ya..😎

##

(Season 1)
Haniza Tiara Putri..
seorang putri konglomerat yang rela berpenampilan seperti Betty La Fea hanya untuk terbebas dari sikap protektif sang ayah dan kakak laki-laki nya. Mempunyai sifat keras kepala.

Mencoba mencari cinta sejatinya diantara bayang-bayang masa lalunya.

#Aldian Reza Kusuma
seorang pengusaha muda nan sukses. Namun menyimpan seribu duka dihatinya. Mulai dari penghianatan sang kekasih hingga fitnah keji yang mengikuti setiap langkahnya.
Akan kah kali ini takdir menghadirkan cinta tanpa duka untuk Reza?
Sanggupkah dia menggenggam cinta nya walau berbagai rintangan melanda?

ikuti cerita seru Reza-Tiara ya gengs.... 😘
🥳🥳🥳telah hadir season 2 nya juga di karya ini ya zeyeng ..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kalung senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Reza#part II

Reza dan Ardi sudah duduk di ruang makan sambil menyantap sarapan mereka pagi itu. Tidak ada satu pun dari mereka yang ingin membahas topik horor itu pagi ini.

"Pagi!" Sapa Aldo pada dua anak muda yang sedang khusuk dengan makanannya. Aldo pun duduk di kursinya.

"Pagi, dad!" Jawab Reza singkat.

"Pagi, pak!" Jawab Ardi, kemudian.

"Tumben kamu sudah ada di sini pagi-pagi begini, Ardi?" Tanya Aldo, dan mengambil nasi goreng yang diberikan oleh istrinya.

"Saya menginap di sini semalam, pak?"

"Ada banyak kerjaan kah di kantor?" Tanya Aldo lagi.

"Sebenarnya, semalam... "

Reza segera memotong ucapan Ardi, dia tidak mau terlihat sebagai seorang pengecut di mata sang ayah.

"Semalam kami membicarakan tentang persiapan pengajuan kerja sama ke Diamond R Company. Bukankah menurut daddy, hari ini Om Ilham sudah pulang?Jadi kami berencana akan ke perusahaannya siang ini." Reza menatap ayahnya. Sebenarnya, Reza tidak sepenuhnya berkata bohong, karena memang hari ini dia berencana ke perusahaan permata itu. Hal ini memang sudah jauh-jauh hari Reza rencanakan karena dia ingin ada pendekatan secara personal ke pimpinan perusahaan itu sebelum lelang kerja sama diadakan.

"Daddy rasa itu bukanlah sebuah ide yang bagus." Seru Aldo, dan menatap kedua anak muda itu. " Kalian mesti hati-hati, Om Ilham dan putranya, Dimas, bukanlah tipe orang yang suka dengan kolusi. Jadi jangan sampai niat kalian untuk membangun hubungan baik sebelum lelang malah membuat perusahaan kita keluar dari daftar calon peserta lelang.

Aldo melanjutkan makannya. " Daddy dan Om Ilham memang sahabat baik, tapi dalam urusan bisnis kami tidak mencampur adukan hubungan pribadi kami. Jadi pikirkan rencana kalian baik-baik."

"Jadi menurut daddy, bagaimana sebaiknya? Apakah kami tidak perlu mengadakan pendekatan secara personal kepada mereka?" Reza menjadi ragu dengan rencana.

"Daddy rasa saat ini, ada banyak perusahan yang sedang mencoba mencuri start. Tapi deddy yakin, Ilham dan putranya tidak akan terpengaruh dengan semua hal itu." Ucap Aldo, dengan yakin.

"Aku mengerti, dad!" Ucap Reza, dan segera menyelesaikan sarapannya. Ardi pun ikut menyegerakan makannya.

Reza meminum jusnya. Dia berdiri dan menatap ke assiten nya."Kita berangkat sekarang?"Tanyanya pada Ardi.

Ardi yang telah selesai makan lebih dahulu dari Reza pun mengangguk.

"Dad, kami pergi dulu." Ujar Reza, dan pamit pada ayahnya.

"Terima kasih sarapan paginya, pak!"Ucap Ardi, berbasa basi.

" Ya, dan pikirkan baik-baik yang daddy katakan. Jangan sampai salah strategi."

"Baik, dad." Reza dan Ardi pergi meninggalkan ruang makan.

"Sayang, apakah kamu tidak bisa berbicara dengan Ilham terkait tender proyek ini?" Tanya siska, pada suaminya.

Aldo menatap lembut istrinya, "kamu tau sendiri bagaimana keras kepalanya suami sahabat mu itu. Dia tidak pernah mencampur adukan urusan kerja dan urusan pribadi. Sikap dia yang penuh dengan prinsip ini lah menghantarkan dia menjadi seorang pengusaha sukses seperti sekarang."

"Aku sungguh tidak mengerti jalan pikiran kalian para laki-laki. Menurut hemat ku bukan kah lebih baik kalau dari awal Ilham berkerjasama dengan orang yang sudah dikenal nya luar dalam, seperti mu sayang. Kalian sudah bersahabat lama, bahkan aku pernah mengira kalian bersahabat mulai dari orok!" Seru Siska, mulai kesal.

"Hahaha.. kamu tidak perlu mengerti urusan kami para lelaki ini. Cukup jadi istri yang baik dan cari cara yang baik pula untuk menghabiskan uang yang kami cari ini." jawab Aldo, dan mencium kening istrinya. "Baiklah, aku berangkat dulu."

Aldo berdiri dari duduknya. Siska yang melihat suaminya telah berdiri, ikut berdiri juga. Seperti biasa, dia akan mengantar suaminya sampai depan mobil.

"Kamu selesaikan saja makan mu, sayang. Aku bisa ke depan sendiri." Aldo menatap lembut istrinya.

"Aku bisa melanjutkan sarapan ku nanti setelah mengantar mu ke depan."

"Baik lah sayang."

Aldo dan Siska pun keluar, menuju mobil yang menunggunya sejak tadi.

"Aku pergi dulu." Aldo pamit, dan mencium kening istrinya.

Siska menyalami tangan suaminya dan berkata."Hati-hati sayang."

Aldo pun masuk ke mobil dan meninggalkan Siska yang berdiri memandangi mobil itu hingga hilang dari pandangannya.

"Apa aku harus menelpon Diah soal tender itu?" Gumam siska. Namun segera ditepisnya pikiran itu. Karena dia tidak mau kalau sampai Ilham berpikir Reza adalah anak mommy, yang mengandalkan loby orang tuanya.

Dia pun kembali ke ruang makan untuk melanjutkan sarapannya

***

"Jadi gimana, Za? Apakah gue perlu untuk membuat janji temu dengan tuan Ilham dan putranya pagi ini?" Tanya Ardi, tetap fokus mengemudikan mobil sport Reza.

'

Reza berpikir sesaat. Lalu dia memandang Ardi." Gue rasa, semua hal yang disampaikan oleh daddy tadi ada benarnya. Pasti banyak orang yang sedang mendekati om Ilham dan putranya saat ini untuk melobi mereka terkait lelang kerjasama ini."

"So?"

"Daddy sangat mengenal om Ilham dengan sangat baik, kalau daddy katakan itu tidak akan ?'berpengaruh pada keputusan om Ilham dan putranya, maka sebaiknya kita jangan ambil resiko dan membuang waktu kita. Om Ilham adalah seorang pengusaha yang sulit ditebak jalan pikirannya." Jelas Reza, dan menyilangkan kakinya.

"Gue juga pernah dengar tentang hal itu. Jadi apa rencana kita sekarang?"

Sambil memejamkan matanya, Reza memberikan perintah kepada Ardi untuk mengadakan rapat pagi ini pukul 8.30 dengan divisi design.

"Panggil semua staff dan anak magang divisi untuk rapat pagi ini di ruangan gue jam 8.30.

" Baik, Za." Ardi

Tiba-tiba Ardi menghentikan mobil mereka. "Kenapa berhenti?"Reza yang tadinya sedang memejamkan matanya untuk berpikir menjadi kaget karena asisten nya berhenti mendadak.

" Liat tuh!" Seru Ardi, dan menunjuk ke arah kerumuman orang di depan mereka. "Sepertinya ada kecelakaan bus di depan."

Reza melihat ke depan, ke arah tempat kecelakaan itu terjadi. Lalu dia melihat jam tangannya. Hari sudah menunjukan pukul 7.30. Dia mendengus kesal. Karena ini artinya dia akan terlambat datang ke kantor pagi ini. Untuk menenangkan diri, Reza menutup kembali mata nya.

"Za, gue turun bentar ya., gue mau liat keadaan bentar di depan." Seru Ardi, dan hanya mendapatkan anggukan kecil dari Reza tanpa membuka matanya.

Ardi berjalan mendekati bus yang terbalik itu. Lihatnya ada banyak sekali petugas medis, polisi dan masyarakat yang membantu evakuasi korban yang pada umumnya adalah anak taman kanak-kanak. "Ya ampun kesian banget anak-anak itu." Gumam Ardi, yang melihat dari kejauhan. Ardi asik melihat tanpa melakukan apapun, hingga seorang wanita berambut kucir kuda dan menggunakan tas selempang merah yang disematkan sebuah Id milik Boa Fashion Company berjalan tergesa-gesa di sampingnya dan hampir membuat Ardi terjatuh.Bukannya meminta maaf, wanita itu malah seakan tidak peduli dan langsung pergi membantu evakuasi anak-anak di dalam bus itu.

Ardi yang selayang melihat wanita tadi merasa kalau dia pernah melihat wanita itu. "Kayak nya cewek itu dari Boa." Gumamnya, dan segera kembali ke mobil karena polisi telah membersihkan jalan untuk kendaraan -kendaraan lain lewat walaupun harus bergantian.

Ardi membuka pintu mobil dan melihat Reza yang masih memejamkan matanya. Ardi langsung menjalankan mobilnya, keluar dari hiruk pikuk akibat kecelakaan tadi. Reza yang merasa kalau mobil telah berjalan kembali, membuka matanya dan melihat jam di tangannya. Hari ternyata telah jam 8.15. Artinya masih ada waktu 15 menit sebelum rapat internal dengan divisi design dimulai.

Ardi yang melihat Reza telah membuka matanya mulai bercerita tentang kecelakaan bus yang dilihatnya. "Za, lo tau gak, kalau ternyata tadi itu adalah bus yang sedang membawa anak-anaka taman kanak-kanak, Za! Kesian banget! mereka pada menangis!" Jelas Ardi, sambil mengemudikan mobil berbelok memasuki komplek perkantoran mereka.

"Wajar lah kalau mereka menangis. Jangan kan anak TK, gue yakin elo juga bakalan menangis kalau dalam situasi gitu." Jawab Reza asal.

Ardi sewot mendengar ucapan Reza. Dan mengumpat dalam hatinya. Lalu dia memandang sahabat sekaligus bosnya itu dari kaca spion. "Terus lo tau gak Za, kayaknya tadi gue sempat melihat salah satu pegawai perusahaan kita ikut mengevakuasi anak-anak itu. Tapi gue gak lihat dengan jelas sih siapa orangnya. Cos dia tadi terburu-buru banget ke arah bus yang terbalik itu. "

"Kalau elo gak lihat orangnya, dari mana lo tau kalau dia orang perusahaan kita?"

"Tadi itu gue ditabrak oleh tuh cewek waktu dia arah berjalan ke bus itu. Nah pas itu, gue lihat id perusahaan kita yang disematkan di tas selempangnya." Jelas Ardi, dan menuju parkiran mobil khusus petinggi perusahaan. "Salut banget, melihat ada orang yang mau peka seperti itu. Mau ikut membantu petugas dalam mengevakuasi korban kecelakaan." Sambungnya, dan memarkirkan mobil Reza diparkiran khusus direktur.

"Elo aja yang kagak peka jadi orang!" Seru Reza, dan turun dari mobilnya.

"Gue itu bukan gak peka, Za! Gue malas aja diomelin elo karna ikut bantu-bantu disana! Karna posisi gue saat ini adalah supir pribadi lo!" Ujar Ardi, dan melempar kunci mobil ke Reza. "Ntar lo telat meeting, gue yang lo semprot." Sambungnya.

Reza mendengus kecil, "Tumben lo mikir." Ucapnya, dan meninggalkan Ardi.

Ardi segera menyusul langkah Reza. Mereka pun segera menuju ruangan Reza, karena 5 menit lagi rapat akan di mulai.

****

Tiara yang masih sibuk membantu evakuasi anak-anak yang terjebak dalam bus tidak menyadari kalau handphone nya terus berbunyi dari tadi. Karena situasi yang panik dengan tangisan anak kecil membuat suara handphone itu tersamarkan.

Kini Tiara sedang menggendong seorang anak laki-laki berparas bule yang sedari tadi terlihat sangat syok sejak Tiara keluarkan dari dalam bus itu.

"Kamu baik-baik aja?"Tanya Tiara, mencoba berkomunikasi dengan anak laki-laki itu.

Anak yang masih syok itu melihat ke Tiara dengan wajah yang pucat pasi. Dia hanya mengedipkan matanya memandang Tiara.

Tiara paham kalau anak itu pasti syok berat ketika bus nya tumpang di jalan tadi. Segera dibawanya anak itu ke tim medis yang ada di ambulance. Diletakkannya anak laki-laki itu di sebuah kursi di dekat ambulance.

"Nah ganteng! Kamu disini aja ya? Tante dan om perawat ini yang akan mengobati luka-luka mu serta menelpon orang tua mu." Ujar Tiara, memegang bahu kecil anak laki-laki itu.

Anak itu hanya diam dan menatap Tiara. Namun Ketika Tiara ingin pergi, anak itu menahan tangan Tiara. Dan menggelengkan kepalanya. Sepertinya, dia tidak ingin Tiara pergi dan meninggalkannya sendiri.

Tiara tersenyum. Dia paham, mungkin saja anak ini takut sendirian disini. "Gak apa-apa sayang, kamu aman disini. Nanti kamu akan dibawa kerumah sakit oleh para tante dan om ini." Ujar Tiara, berjongkok menyamakan posisinya dengan anak laki-laki itu.

Namun anak itu menggeleng dan mengeratkan genggaman tangannya.

Tiara merasa iba melihat anak laki-laki itu. Dia seakan melihat dirinya sendiri. Melihat kondisi anak ini membuat Tiara teringat peristiwa kecelakaan 15 tahun yang lalu, yang menyebabkan kematian saudari kembarnya, Ruby. Saat kecelakaan itu hanya dia yang selamat. Tiara sangat syok saat kejadian itu.

Tiara mengelus kepala anak laki-laki itu dengan lembut, "Siapa nama mu?" Tanya Tiara, karena dari tadi dia tidak tau nama anak ini.

Anak itu hanya diam.

Tiara menarik nafasnya pelan, lalu berkata. "Kalau kamu tidak mau menyebutkan nama mu, kakak akan pergi dan meninggalkan mu disini."

"Daffa.. " Seru anak itu pelan. "Nama ku Daffa. "

"Baiklah, Daffa. Kakak akan menemani mu hingga keluarga mu datang.

Tiara pun membawa Daffa masuk ke dalam Ambulance. Dan ikut menuju rumah sakit.

Didalam perjalanan ke rumah sakit, Tiara meraih handphone nya untuk meminta pengawal keluarga nya menjemput vespa buntut yang ditinggalkannya di jalan tadi.

Ketika Tiara membuka handphone nya, terlihat 20 panggilan tak terjawab dari para babang gantengnya. Tiara segera mengirimi pesan kepada Alam, si babang ndutnya, meminta izin karena datang telat.

Setelah mengirimi Alam pesan, Tiara langsung menelpon rumahnya. Tiara meminta agar dikirimi orang untuk menjemput vespanya dan mengantarkan baju ganti ke rumah sakit Medical Centre karena baju yang dikenakan nya saat ini sangat kotor.

***

Sedangkan di ruangan sang Direktur Boa fashion company, Reza dan staff divisi design sibuk membicarakan rancangan perhiasan yang akan diajukan untuk pelelangan proyek kerja sama dengan Diamond R company. Sesekali Reza terlihat serius menanggapi penjelasan dari staff-staff design tentang rancangan yang mereka perlihatkan. Reza melihat rancangan perhiasan itu dengan seksama. Namun terlihat guratan tidak puas di wajahnya. "Buat sebuah rancangan yang lain. Aku tidak terlalu menyukai rancangan ini!" Ucapnya, dan melemparkan kertas rancangan itu ke atas meja.

Reza menyandarkan punggung ke sofa dan menatap dingin ke arah staff divisi design. Lalu dia mengalihkan pandangannya ke arah sang assiten." Dimana pemenang lomba design kemaren? Bukan waktu itu aku dengan jelas menyuruhnya bergabung dengan proyek ini!" Tanya Reza, kesal.

"Maaf, pak. Hany tadi pagi izin. Ada keperluan penting." Dahnil menjelaskan soal ketidakhadiran Tiara dalam rapat dadakan pagi ini setelah dibisiki oleh Alam.

"Berani sekali dia tidak menghadiri rapat pagi ini! Nanti kalau dia sudah datang, suruh dia menghadap keruangan saya!" Reza menarik nafas dalam, "Kalian semua sudah boleh kembali ke ruangan kalian!" Perintah Reza, dan kembali ke kursi direkturnya.

Dahnil dan staffnya pun meninggalkan ruangan Reza.

Reza yang telah duduk di kursi direktur, terlihat tersenyum-senyum sendiri. "Ngapain lo senyum? udah gila? Tadi marah-marah! Sekarang, Senyum-senyum sendiri!" Ardi menggeleng-gelengkan kepala nya, melihat tingkah laku absurd sahabat nya.

"Lo, akan tau sendiri nanti! Akan ada pertunjukan yang menyenangkan hari ini." Ucap Reza, dan tersenyum penuh misteri.

***

Hi... my beloved reader.. maaf semalam. tidak update karena akses masuk ke alam khayal otor sedikit terganggu hehehehe...

Tapi hari ini... otor dah bisa masuk ke alam hayal otor lagi.. 🥳🥳🥳

Otor akan up 2 kali hari ini (Insyaallah). So jangan lupa untuk selalu memberikan nutrisi pada otor dengan cara like, komen dan vote ya... terima kasih semua...

1
Erna Fkpg
dih pelangi sejak kapan host hitam putih ganti nama😂😂😂
Sisca Audriantie
😍😍😍
eti rohaeti
Luar biasa
Lies Rosnenih
good ...gitu doong
jumirah slavina
bakat jd artis sejak dini ya
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
iya betul Daffa.. 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
caelah Za.. ke' Mars aj sekalian 🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
penggemar Kera sakti ya Ar km ??
🤣🤣🤣🤣
Yurniati
tetap semangat terus
Yurniati
ada ada saja Reza,,,,,,
Yurniati
semangat terus thorr
Iyet Rohayati
nyimak dulu
Teteh
hati malaikat
Rohma Wati Umam
Luar biasa
Siti Aniah
ah bambang za
Minthil She Judhezt
Kiriman dari dead angel
Minthil She Judhezt
Dead angel vs Betty la fea
Minthil She Judhezt
klau bener tuch hasil kecebong Reza bakal d cincang 🐦 d jadiin pakan 🐈
Minthil She Judhezt
Kq Kya ngidamq dulu kalau abis pulang kerja mendiang mantan suami GK d ijinin mandi ,cuma gsok gigi doang q
lsng minta d kelonin
Minthil She Judhezt
Damkar mana... damkar mana ....butuh air tuch Babang Reza Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!